NovelToon NovelToon
Cinta Sang Berandal

Cinta Sang Berandal

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: dtyas

Kisah tentang anggota geng motor dan siswa korban perundungan.

Guntur Rakabuming dengan segala problematika kehidupan keluarga dan pergaulan yang salah, harus melakukan perintah Refan karena kalah dalam balap motor liar. Yang harus dilakukan Guntur adalah membuat Alya Kania -- gadis berpenampilan cupu dan korban perundungan -- jatuh cinta padanya atau Alya secara sadar menyerahkan tubuhnya.

Rencana yang disusun oleh Guntur berantakan karena salah paham masyarakat, akhirnya Guntur dan Alya terpaksa harus menikah.

Berhasilkah Guntur memenuhi permintaan Refan? Bagaimana akhirnya hubungan Guntur dan Alya?

======
Event Bad Boy
Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 ~ Tidak Aman

Alya memandang takjub bangunan di hadapannya. Memastikan kalau ojek online yang mengantarnya benar telah sampai tujuan.

“Daebak, ini rumah besar banget,” gumam Alya.

Pagi ini sesuai janjinya dengan Guntur, Alya mendatangi kediaman pria itu. Mengenakan jeans dan kaos lengan panjang dengan rambut terurai serta membawa tottebag.

“Neng, cari siapa?” tanya petugas keamanan lewat jendela pos di samping gerbang rumah tersebut.

“Hm, Guntur benar tinggal di sini?” tanya Alya.

“Oh, temannya Den Guntur. Masuk aja, sebentar dibuka gerbangnya.”

Tidak lama gerbang pun terbuka dan Alya melangkah pelan sambil mengagumi suasana kediaman itu.

“Neng Alya ‘kan?”

“Iya, saya Alya.”

“Kemarin den Guntur sudah bilang ada kawannya mau datang. Masuk aja neng, nanti tekan bel kalau pintunya masih tertutup.”

Alya menganggukkan kepalanya lalu berjalan sesuai arahan dari petugas keamanan. Sampai di beranda, pintu masih tertutup. Alya pun menekan bel dan tidak lama ada seorang wanita paruh baya yang membuka pintu.

“Gunturnya ada?”

“Masuk dulu, Den Guntur masih di kamar. Sepertinya masih tidur.”

“Hah, masih tidur! Aku buru-buru takut dia ngambek, eh taunya masih tidur,” ucap Alya dalam hati.

Alya duduk di sofa di mana di hadapannya ada TV layar datar dengan ukuran besar.  Tidak lama wanita tadi kembali membawakan minum serta cemilan.

“Silahkah neng, bibi ke dapur lagi.”

Lima belas menit menunggu, Guntur belum juga terlihat. Alya pun mulai kesal. Apalagi dia berada di tengah mewahnya kediaman Guntur yang begitu asing untuknya.

“Bik,” panggil Alya. “Gunturnya belum bangun juga?”

“Temui aja neng, ke kamarnya. Semalam pesan kalau ada kawannya untuk belajar, diminta langsung naik saja.”

“Hahh, ke kamarnya?”

Alya pun menaiki anak tangga untuk sampai di lantai dua di mana kamar Guntur berada. Tidak sulit menemukan kamar pria itu, karena ada tulisan “Area Terlarang Milik Guntur”.

“Ini pasti kamarnya.”

Alya mengetuk dua kali, tidak ada jawaban. Dia ketuk lagi, masih sama tidak ada jawaban. Dia pun memberanikan diri menekan handle pintu dan ternyata tidak terkunci. Suasana kamar itu temaram dengan lampu tidur dan jendela yang masih tertutup rapat. Kamar Guntur begitu luas, bahkan lebih luas dari rumah petak yang Alya tinggal bersama Ibunya.

“Guntur,” panggil Alya yang sudah berdiri di samping ranjang.

Pria itu berbaring telungkup dengan selimut menutupi sampai pinggang. Merasa tidak ada pergerakan dari Guntur, Alya kembali membangunkan Guntur dengan memanggil lebih keras. Pria itu hanya merubah posisinya menjadi terlentang, tapi masih terlelap.

“Guntur,” panggil Alya menepuk tangan pria itu.

Masih tidak ada pergerakan.

“Guntur,” panggil Alya lagi dengan menepuk lebih kencang.

 “Berisik.” Guntur menarik tangan Alya membuat gadis itu memekik dan membuatnya terjatuh tepat di atas tubuhnya. Kacamata yang dikenakan oleh Alya terlepas.

Merasakan berada dalam posisi berbahaya, Alya pun berontak. Apalagi tangan Guntur malah berada di pinggangnya.

“Guntur, lepas!”

“Ck, suruh siapa kamu ganggu gue tidur. Junior gue ikut bangun juga nih.”

Alya membulatkan matanya merasakan sesuatu mengeras tepat di perutnya.

“Kata Bibi kamu yang suruh aku ke kamar dan bangunkan kamu.”

Guntur merubah posisinya menjadi mengungkung tubuh Alya. Tangannya meraba nakas mencari saklar lampu dan akhirnya kamar pun terang benderang. Tanpa kacamata membingkai wajahnya, Alya terlihat berbeda.

“Kamu mau apa?” tanya Alya menahan dada guntur dengan kedua tangannya agar tidak menempel pada tubuhnya.

“Enaknya kita ngapain?”

“Minggir atau aku teriak,” ancam Alya.

“Teriak aja, nggak akan ada yang denger. Lo nggak baca tulisan di depan pintu? Mana ada yang berani masuk. Biar pun kita macam-macam di sini.”

“Minggir!”

Guntur pun beranjak dan melepaskan kaos yang dia kenakan. Dengan bertel*njang dada seakan tidak menyadari kehadiran Alya, berjalan bak peragawan lalu menuju toilet.

“Dasar gil4,” gumam Alya yang sudah berdiri sambil mengusap wajahnya. “Kemana kaca mataku,” ujarnya lagi lalu menyibak selimut yang tadi dikenakan Guntur.

Alya masih berada di kamar Guntur, menyadari ada pergerakan dari toilet menuju ruang ganti. Namun, dia hanya fokus pada buku di pangkuannya.

“Gue sarapan dulu,” ujar Guntur yang sudah berdiri di hadapannya.

Alya menengadah dan menelan saliva memandang Guntur yang mengenakan setelan kaos dan celana pendek, terlihat berbeda. Masih tetap tampan, tapi lebih berkharisma.

“Lo mau ikut atau tetap di sini?” tanya Guntur yang sudah berjalan menuju pintu.

“Ikut,” jawab Alya yang bergegas mengikuti Guntur.

...***...

Sudah hampir dua jam, Alya dan Guntur berada di sofa depan TV. Dengan wacana belajar bersama, Guntur hanya manggut-manggut ketika Alya mengajarkan beberapa rumus fisika dan langkah yang lebih mudah untuk menyelesaikan persoalan matematika.

Namun, Guntur tetaplah Guntur. Fokusnya dengan buku pelajaran hanya sesaat, berkali-kali Alya menegur karena Guntur asyik dengan ponsel bahkan sempat minta jeda untuk main games.

“Kayaknya aku pulang aja ya, kamu udah pinter kok dari tadi ketawa-ketawa sendiri terus.”

“Ck, buka tik t*k doang. Ya udah mana lagi?”

Guntur menggeser duduknya semakin dekat dengan Alya. mengingat insiden waktu membagunkan Guntur membuat Alya menggeser duduknya menjauh.

“Kenapa? Lo takut sama gue?”

Alya menggelengkan kepalanya.

“Jadi lo berani sama gue?”

Alya kembali menggelengkan kepalanya.

Guntur berdecak, kemudian menarik tubuh Alya dan duduk rapat di dekatnya. Alya tidak bisa berkutik karena tangan pria itu berada di bahu seakan menahan agar tidak bergerak.

“Guntur, kita ….” Alya merasa suasana sangat canggung.

“Kita kenapa?”

“Kita harus menjauh, kamu terlalu dekat.” Alya menyingkirkan tangan Guntur dan berpindah duduk di sofa yang lain.

Guntur tersenyum berhasil membuat wajah Alya merona dan terlihat canggung berada didekatnya, bahkan sampai kegiatan mereka berakhir.

“Gue anter lo pulang.”

“Nggak usah, aku bisa naik ojek online.”

“Tapi gue nggak terima penolakan.”

“Eh, nggak usah,” tolak Alya sambil berjalan mengikuti Guntur. Dia tidak ingin kembali berada di situasi tidak aman berada di atas motor bersama Guntur, hatinya yang tidak aman.

 

1
Ray Aza
selamanya hny jd manusia lemah. ga ada progres sm sekali. utk hidup ga cukup bermodal baik, minimal bs melindungi diri sdri itu penting ga bs selamanya bergantung sm org lain, even itu suami elo
Maa Yanti Maa Yanti
bucin tah loo guntur rasain dulu menghina cupu sekrng cintaa 🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
kasian alya 😭😭😭😭 thorr atuh thorr bikin hidup alya bhgiaa
Axell Saimima
luar biasa thor
Masita Fangky
wajib baca
Syifa Azhar
🤣🤣🤣🤣 biar mampus si refan,kasih minyak yang banyak bra biar makin terbakar si sok iye🤣🤣🤣
Lala lala
Baru nemu novel ini, yg aku suka tema berandal sm cewek baik..ee trnyata msh remaja tukang zina, kgk jd dah lanjut. jijai
kirain kyk Cintaku dipalak preman pasar best sgt tu alurnya 👍
Syifa Azhar
bisanya ular beracunya tu bentina kenapa disini lakinya yang beracun ya😬😬😬
doa q semoga kamu kalah refan,biar ancur se ancurnya sekalian.heran ada orang toxic banget macam kamu😬😬
Syifa Azhar
kok ngeyel buambang🤣🤣🤣tp bagus kalau emang bener cinta Ibra pasti mau terima baik buruknya kamu Mon,setiap orang punya masa lalu dan pernah salah gak usah menghujat karena kita bukan manusia suci.dulu boleh di jalan yang salah tp sekarang usahakan perbaiki segala yang salah-salah dulu😄
Syifa Azhar
kalau yakin sayang ya di kejar lagi dong 😄
Syifa Azhar
dasar si refan pembawa pengaruh buruk makanya cocok sama AIDA sama-sama toxic😬😬
Syifa Azhar
noh depan mata macan nya don🤣🤣🤣
Syifa Azhar
🤣🤣🤣dikira cupu gak tahunya suhu si ibra🤣🤣🤣
Syifa Azhar
nah mulai ketularan modus e kadal buntung si gun-gun 🤣🤣🤣
Syifa Azhar
dah am Ibra aja Mon,biasanya laki-laki kaya kulkas kalau udah cinta bakal bucin akut🤣🤣🤣
Syifa Azhar
walah gayamu Ibra bilang aja biar bisa deketin mona🤣🤣
Syifa Azhar
dasar gak punya malu,anak bukan ,saudara juga bukan kenapa bisa PD maksimal mau ikut tinggal bareng,hello.....🙄🙄🙄
Syifa Azhar
rasain istrimu ada yang ngincer🤣🤣🤣
Syifa Azhar
harusnya jangan diem aja Alya sekali-kali narsis bilang aja,"apa lihat-lihat dia suami gue🤣🤣🤣 dijamin kicep semua temanmu gak berani godain guntur😄
Syifa Azhar
dasar anak lucenut, ngomong sama orang tua gak ada akhlak nya🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!