Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Setelah Vina keluar dari rumah sakit, Aldo membawanya untuk menuju kesebuah Cafe dulu untuk makan, tapi Vina malah memilih untuk makan bakso dijalanan dan itu membuat Aldo terheran.
"Nona, apa nona yakin ingin makan ditempat seperti ini?"tanya Aldo karena dia yakin jika orang kaya seperti Vina, pasti seringnya makan disebuah restoran dan Cafe bukan dijalanan.
"Seperti ini?, maksudnya?"tanya Vina.
"Tempat ini dijalan nona, nona kan orang kaya"ujar Aldo.
"Dengar ya asisten Aldo saya bukan tipekal orang kaya yang hanya ingin makan direstoran bintang lima atau di Cafe terkenal, saya lebih suka makan dijalanan seperti ini, selain harganya murah, makanannya juga enak"ujar Vina.
Nona Vina sangat berbeda dengan gadis-gadis biasanya, dia bukan hanya cantik tapi baik juga, batin Aldo.
Setelah mereka makan, Aldo pun mengantar Vina pulang kurumahnya.
"Terimah kasih asisten Aldo"ujar Vina lalu turun dari mobil itu.
"Sama-sama, nona jika nona memang sudah mengambil keputusan untuk menikah dengan bos saya, saya harap nona juga cepat mengatakannya pada kedua orang tua nona"ujar Aldo sebelum pergi dari rumah Vina.
Vina pun masuk ke dalam rumahnya dan langsung berlari menuju kamarnya untuk menghindari ayah dan bundanya sampai nanti malam. Vina pun sudah memutuskan untuk bicara soal pernikahannya dengan Rio nanti malam kepada ayah dan bundanya.
Maafkan aku Arga, aku harap kamu mengerti dengan semua ini, batin Vina sambil mengusap foto dirinya dan Arga yang terpasang dibingkai foto yang digantung dikamarnya.
Malam pun tiba.
Saat ini Vina dan kedua orang tuanya sudah berkumpul diruang keluarga, jantung Vina berdegup lebih cepat karena dia takut bunda dan ayahnya akan marah.
"Kamu mau bicara apa nak?"tanya Kevin pada putrinya yang sedari tadi menunduk dan tidak biasanya Vina seperti itu.
"Apa ada masalah diperusahaan Vina?"tanya Halwa yang membuat Vina dengan cepat menggeleng, dia tak akan berkata sejujurnya pada ayah dan bundanya tentang apa yang menimpanya.
"Ayah, bunda, apa tante Maudy dan om Rega sudah melakukan konferensi pers?"tanya Vina.
"Sudah sayang, tadi siang"ujar Kevin.
"Lalu hasilnya?"tanya Vina lagi.
"Konferensi pers nya berjalan dengan lancar, cuman sampai saat ini perusahaan om Rega belum seutuhnya membaik"ujar Halwa.
Pupus sudah harapan Vina untuk meminta bantuan pada Rega, dia kira perusahaan Rega sudah membaik sehingga Rega bisa mengeluarkan Arga dari penjara serta membayar semua utang-utang Arga pada Rio, tapi ternyata perusahaan Arga belum membaik seutuhnya.
"Yasudah kalau hanya itu yang ingin kamu bicarakan, bunda dan ayah kekamar ya mau istirahat, kamu juga istirahat gih"ujar Kevin sambil menarik Halwa, tapi langkah kaki mereka berdua terhenti kala Vina mengucapakan sesuatu.
"Aku akan menikah"ujar Vina dengan air mata di pipinya, tapi sebelum ayah dan bundanya berbalik badan, Vina sudah duluan menghapus air matanya itu.
"Vina apa yang kamu ucapkan?, Arga kan sedang tidak ditau dimana keberadaannya, lantas kamu mau menikah dengan siapa?"ujar Halwa.
"Dengan lelaki lain bunda, bukan dengan Arga"ujar Vina yang membuat Halwa dan Kevin saling melirik karena mereka berdua bingung harus berkata apa.
"Maksudnya nak?, bukannya kamu dan Arga pacaran, lalu kenapa kamu mau menikah dengan orang lain?"ujar Kevin.
Bukan aku yang mau, tapi keadaan yang memaksa ku melakukan ini ayah, bunda, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawannya, batin Vina.
"Aku dan Arga memang pacaran bunda, ayah, tapi aku mau menikah dengan orang lain, aku tidak mencintai Arga lagi"ujar Vina berbohong dan membuat sepasang suami istri itu terkejut.
"Astagfirullah Vina, kamu tau apa yang kamu ucapkan barusan akan menyakiti hati Arga"ujar Halwa, dia benar-benar merasa tidak enak pada Arga dan keluarganya akibat perkataan Vina barusan.
"Sudah lah Halwa. Lalu siapa lelaki itu Vina?, ayah dan bunda ingin bertemu dengannya"ujar Kevin.
"Ayah dan bunda akan bertemu dengannya lusa, dihari pernikahan ku"ujar Vina yang membuat Halwa dan Kevin lagi-lagi terkejut.
"Vina kamu masih menganggap bunda dan ayah adakan nak, kenapa kamu merencanakan pernikahan tanpa sepengetahuan kami"ujar Halwa yang sudah sangat kecewa pada putri satu-satunya itu.
"Maaf bunda, aku tidak mau menunggu lagi sebab umur ku juga sudah tidak mudah lagi, percayalah padaku, dia,,,dia orang ba,,ik"ujar Vina tidak yakin.
"Kamu saja berkata tidak yakin seperti itu Vina, bagaimana bunda dan ayah percaya jika dia akan menjaga kamu dengan baik"ujar Kevin.
"Aku yakin dengannya yah, bun"ujar Vina.
"Lalu bagaimana impianmu?"tanya Halwa.
Impianku?, Jerman?, semua harus kurelakan untuk kebahagiaan kalian, batin Vina.
"Aku sudah tidak ingin kuliah di Jerman lagi bunda, ayah. Bukannya dulu ayah dan bunda bilang kalau kebahagiaan Vina diatas segalanya dan inilah kebahagiaan Vina, jadi Vina harap bunda dan ayah mau menerima lelaki pilihan Vina dikeluarga kita"ujar Vina lalu berlari menuju kamarnya karena air matanya sudah tak bisa ditahannya lagi.
"Kevin bagaimana ini?, apa lelaki itu baik untuk putri kita?"ujar Halwa khawatir, dia tak ingin putrinya mengeluarkan air mata dan merasakan yang namanya kecewa serta sakit hati.
"Aku tidak tau Halwa. Aku akan menyuruh orang untuk mencari tau tentang lelaki yang dekat dengan Vina itu besok, aku takutnya lelaki itu hanya ingin memanfaatkan uang Vina"ujar Kevin.
"Aku benar-benar tidak ingin putri kita terluka Kevin"ujar Halwa dengan air mata yang sudah jatuh dari matanya, Kevin yang melihat itupun langsung menghapus air mata Halwa dan membawa istrinya itu kedalam dekapannya.
Aku tidak akan membiarkan putri kita terluka Halwa, batin Kevin.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi