NovelToon NovelToon
Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma .R

Hidup bagai dalam dunia gelap bagi Rendra, Putra bungsu pak Arif. Aktif di malam hari dan Tidur di siang hari. Tidak ada aktivitas lain kecuali bermain main bersama geng Motor. Itulah kehidupan yang ia jalani karena masa lalu yang membuatnya rapuh. Tak ada manusia yang ia dengarkan bahkan ayahnya sendiri. Hingga suatu saat ia bertemu pembantu yang mampu meluluhkan hatinya. Pembantu bercadar bernama Mardiyah menjadi Pembantu Favoritnya di rumah itu.
Simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Tercebur

Malam pun tiba, Mardiyah menepati janjinya untuk menemui Rendra malam ini. Seusai sholat isya, diyah menemui Rendra di dekat kolam.

Siapa sangka gadis bercadar itu benar-benar selalu mengantisipasi segala arah datangnya bahaya. Ia menemui Rendra dengan pakaian berlapis lapis dan alat pukul di tangannya. Tentu ia butuh berjaga jaga menghadapi tuan muda yang kadang bersikap gila seperti Rendra.

Rendra yang sudah menunggu sedari tadi akhirnya bertemu juga dengan Mardiyah. Ia ternganga melihat pakaian serba hitam berlapis-lapis yang di kenakan Mardiyah. Belum lagi di tangannya ada alat pukul.

"Kamu mau ikut begal motor?" tanya Rendra yang terkejut melihat penampilan Diyah.

"Apaan sih tuan, saya kan ke sini karena perintah tuan," balas Diyah

"Iya deh iya..kamu emang makhluk paling unik," ucap Rendra yang tak ingin cari masalah dengan pembantu yang satu ini.

"Ada apa tuan suruh saya ke sini?" tanya Diyah.

"Kamu lihat kan sekeliling rumah di penuhi dengan bodyguard muka tembok itu, saya jadi nggak bisa kemana-mana," jelas Rendra.

"Terus...apa hubungannya sama saya,"

"Itu artinya saya butuh teman malam ini, kamu temani saya, terserah kamu mau ngapain, mau tidur kek, mau jungkir balik kek, yang penting saya ada temannya," tegas Rendra menatap Diyah.

"Astaghfirullah, perintah macam apa itu..kalau emang tuan muda mau di temani oleh perempuan, nikah tuan! biar nggak jadi fitnah," gerutu Diyah sembari melangkah pergi. Tentu ia tak mau menuruti perintah yang melanggar perjanjian kerja ini.

"Nggak ada yang mau nikah sama saya! emang kamu mau!" ucap Rendra dengan keras

Diyah semakin kesal dibuatnya. Semua perkataan tuan rendra memang tidak ada yang waras. Diyah pun pergi tanpa memperdulikan itu.

Ia berjalan dari pinggir kolam. Hal yang tidak terduga pun terjadi. Kaki Diyah terpeleset hingga ia tercebur ke kolam.

Rendra yang yang melihat itu malah tertawa. "Makanya jangan durhaka sama majikan, tuh kan kena hukumannya sendiri," Rendra tak tau bahwa Diyah tak bisa berenang.

Rendra melihat ada yang janggal, sepertinya Diyah tak pandai berenang hingga ia tenggelam. Dengan panik rendra langsung melompat ke kolam untuk menyelamatkan diyah di sana.

Baru kali ini Rendra merasakan khawatir pada orang yang baru ia kenal. Terlebih hanya pada seorang pembantu.

Rendra membawa Diyah ke tepian. Ia berusaha mengeluarkan air yang tertelan diyah. Untungnya Mardiyah masih sadarkan diri, namun ia amat syok setelah barusan tenggelam.

"Kamu nggak pa pa?" tanya Rendra menatap Diyah yang ada di pangkuannya.

Diyah tersadar bahwa ia sedang berbaring di paha Rendra. Mardiyah buru-buru bangun dan menjauh dari tuan muda itu.

"Makasih.." ucap diyah sebelum ia bergegas pergi ke kamarnya.

Rendra masih menatap langkah kaki diyah, ia menatap hingga diyah jauh. "Udah di tolongin malah di tinggalin gitu aja," ucap Rendra sembari geleng kepala.

Tiba-tiba mama Sinta menemui Rendra di dekat kolam. Ia tersenyum menatap putranya itu. "Sepertinya kamu suka dengan perempuan bercadar itu, baru kali ini mama lihat kamu menyelamatkan wanita dan mengobrol dengan wanita itu," sapa mama Sinta yang berdiri di samping Rendra.

"Jangan sok tau dengan urusan saya!" tegas Rendra tanpa menatap ibu tirinya.

Mama Sinta tak akan marah dengan ucapan Rendra itu. Karena ia pun sadar bahwa Rendra tidak salah bersikap sedingin ini mengingat kesalahan fatal yang pernah mama Sinta lakukan pada ibu kandung Rendra.

"Rendra, mama tau kamu sangat membenci mama, dan terimakasih kamu selalu mengingat pesan terakhir mama kandung mu untuk menjaga rahasia itu, tapi nak..tolong beri mama kesempatan untuk menebus kesalahan mama dengan cara memberikan yang terbaik untuk keluarga ini," pinta mama Sinta dengan lembut. Ia sangat berharap jika Rendra mencoba menerimanya.

"Tolong jangan ganggu saya, tidak perduli seberapa manis lidah mu berkata, tapi saya tetap dengan pendirian saya," tegas Rendra kemudian ia pergi meninggalkan mama Sinta di tepi kolam itu.

**

Mardiyah mengganti pakaian setelah tadi ia basah kuyup. Kini ia melamun di jendela kamarnya. Ia masih kepikiran saat tuan muda menyelamatkan dirinya yang tenggelam di kolam.

"Tuan muda aneh, apa dia udah tidur ya.." batin Diyah yang teringat dengan tuan Rendra.

Mardiyah menatap ke arah jendela kamar di lantai tiga tepatnya di kamar Rendra. Tampaknya lampu masih menyala yang menandakan Rendra belum tidur.

*

Sementara itu Satria mengetuk pintu kamar Rendra. "Ini aku Ren, tolong buka pintunya dong!" ucap Satria sembari mengetuk pintu kamar Rendra.

Rendra pun membukakan pintu itu.

"Apaan sih kak? ganggu orang tidur aja,"

"Tidur apaan, semua orang juga tau kalau kamu susah tidur malam," ucap Satria hingga Rendra tak bisa mengelak lagi.

"Ada yang mau di bahas?" tanya Rendra menatap Satria.

"Iya, ini tentang mama, Rendra..sudah setahun kamu begini terus, apa nggak ada niat untuk berubah? masa depan kamu masih panjang Rendra, tolong pikirkan baik baik, sampai kapan kamu menaruh dendam sama mama," tegas Satria mencoba menasehati adiknya.

"Kalau cuma mau bahas perempuan itu, mending kamu pergi kak," cetus Rendra.

"Astaghfirullah Rendra..kamu keras kepala bangat sih, tolong jangan membuat suasana rumah ini jadi kacau dengan sikap dingin kamu!" tegas Satria dengan mengeraskan suaranya.

"Kamu ngusir?"

"Nggak..aku cuma mau bilang kalau kamu harus berubah Ren," tegas Satria lagi.

"Udahlah kak, kamu itu nggak tau apa apa, jadi jangan ikut campur urusan aku," balas Rendra yang mengeraskan suaranya.

"Aku ini Kakak kamu ren! bisa nggak sih kamu hargai aku sekali aja,"

"Kamu nggak tau apa apa kak!" tegas Rendra dengan suara yang semakin keras. Kedua bersaudara itu pun malah terpancing untuk ribut di malam hari.

Hingga Pak Arif yang mendengar itu langsung naik ke atas untuk melihat pertengkaran anak anaknya.

"Kalian ini apa apaan sih, malam malam gini kok ribut, malu sama orang yang terganggu dengan suara kalian!" tegur pak Rendra pada kedua putranya.

"Anak ini makin hari makin menjadi jadi pa..kita nggak bisa diam aja," kata Satria menatap papanya.

"Udah..udah..satria kamu balik ke kamar kamu, stop ributnya! kamu juga Rendra..sana masuk ke kamar!" tegas pak Arif yang berlaku adil pada kedua putra nya.

Setelah keduanya kembali ke kamar masing-masing barulah pak Arif kembali ke kamarnya.

Ternyata Diyah mendengar pertengkaran itu, ia melihat dari kejauhan. Pasti tuan Rendra tak bisa tidur malam ini. Diyah tak tega melihat tuan muda selalu kesulitan untuk tidur.

Ia mengetuk pintu kamar Rendra, ia berniat untuk membantu tuan muda agar bisa tidur.

1
Rose Reea
Rendra Sweet banget sumpah 😍
Rose Reea
😍😍😍😍😍😍
Rose Reea
🥰🥰🥰🥰🥰
Rose Reea
boleh boleh 🤣🤣🤣
Rose Reea
aaaaaaah melting
Rose Reea
sa ae lu thor terkenal di buku sekolah anak SD 🤣
Rose Reea
ga bisa ga bisa.
it is so cute 😭
Rose Reea
🤭🤭🤭🤭🤭
Rose Reea
Nah iya jua
Rose Reea
ciee ciee
Rose Reea
😭😭😭😭😭
Rose Reea
🤣🤣🤣🤣🤣
Rose Reea
tok semangat Ren
ta bantu doa
Rose Reea
sedih bacanya
Rose Reea
meleleh....
Rose Reea
uhuk 🤭
Rose Reea
hayoloh napa
Rose Reea
lagi lagi anda terlalu PD
tapi saya suka gayamu Rend 💪
Rose Reea
idiih ngarep Rendra 😅😅😅
Rose Reea
lucu juga nih diyah lama lama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!