Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dingin
Raina hanya mengangguk, saat hendak kembali berbaring, suara sang suami menghentikannya "Apa kamu nggak kepanasan tidur dengan pakaian seperti itu"
"Saya sudah biasa"
Kevin hanya mengangguk saja, lalu membaringkan tubuhnya diatas sofa disudut kamar
Suasana kamar terasa hening, baik Kevin dan Raina sama-sama diam. Keduanya belum terlelap, pikiran keduanya berkelana ditempat yang berbeda
Tak lama ponsel milik Kevin berdering, dengan cepat pria itu meraih ponselnya. Kevin lebih dulu melirik kearah tempat tidur dimana sang istri telah memejamkan matanya
"Katakan!"
"Nona Alanna tidak ada dimanapun! Saya sudah mengecek CCTV dan memang nona Alanna meninggalkan penthouse"
Kevin hendak berteriak, namun urung mengingat Raina ada dikamar yang sama
"Saya tidak mau tau! Kamu cari Alanna dan pastikan dia baik-baik saja! Saya nggak mau sampai Mama melakukan hal seperti kemarin!"
Sahutan terdengar, telepon diputus dan Kevin mengusap wajahnya. Ia takut jika sang Mama melakukan hal yang buruk pada kekasihnya
Atau sesuatu yang buruk jika Alanna mengetahui tentang pernikahan ini. Entah apa yang akan wanita itu lakukan jika dia mengetahui semuanya
Kevin menggeleng, itu tidak akan mungkin terjadi. Tapi dimana kekasihnya itu sekarang? Alanna tidak akan meninggalkan rumah jika tidak terjadi sesuatu
Raina memaksakan matanya terpejam. Ia mendengar semua ucapan suaminya, bagaimana suaminya itu begitu mencemaskan wanitanya
Apakah ia bisa menyesali semuanya? Lalu bagaimana dengan sang ayah jika dirinya mengakhiri pernikahan yang bahkan belum berjalan sehari
Tidak, ayahnya pasti akan menjadi bahan cemoohan orang-orang, dirinya tidak mungkin sanggup melihat cinta pertamanya itu terluka
Biarlah dirinya sendiri yang merasakan sakitnya, ia akan mencoba bertahan sampai Kevin sendiri yang mengakhirinya
***
Kevin terbangun, entah jam berapa sekarang. Suara isak tangis membuatnya terbangun
Pria tampan itu mengerjap, ia melihat punggung seorang wanita yang duduk diatas sajadahnya
Ia meyakini jika itu istrinya, tapi kenapa wanita itu menangis? Pertanyaan itu berputar di kepala Kevin hingga Raina membalik diri
"Mas udah bangun?" Tanyanya dengan suara lembut, rasa bersalah muncul begitu saja dalam hati Kevin
Ia membohongi istrinya, ia mungkin tidak mencintai wanita ini. Tapi membohonginya juga bukan hal yang benar
"Mau sholat subuh?"
Kevin malah menggeleng "Nanti aja" Ia menatap lekat wanita itu "Kamu menangis?"
Raina tersenyum "Hanya rindu sama Ayah"
"Kamu belum terbiasa"
Wanita bermata indah itu mengangguk, melepas mukenah yang melekat hingga rambut panjang nan indah itu tergerai
Kevin membeku, ia melihat bagaimana Raina merapikan alat sholat miliknya lalu kembali mengenakan jilbab
Ia bahkan ingin mengelus rambut panjang itu, pasti sangat lembut dan aromanya harum, Raina memiliki aroma yang berbeda. Aroma floral yang begitu menenangkan
Kevin menggeleng, otaknya sepertinya bermasalah. Dirinya malah membayangkan memeluk wanita lain sementara kekasihnya entah berada dimana
"Saya ke kamar mandi sebentar!" Raina mengangguk, sementara itu dikamar mandi Kevin tengah mengatur detak jantungnya
Sepertinya ia tidak waras karena membayangkan istri sendiri. Pria tampan itu meraih ponsel lalu melakukan panggilan
Setelah dering ketiga barulah telepon itu dijawab "Halo Evan"
Suara pria kulkas itu terdengar serak, sepertinya Evan sedang tidur dan telepon sang atasan mengganggunya
"Apa ada kabar?"
"Saya tengah mencari, nona Alanna keluar dari penthouse sekitar pukul sepuluh malam, nona berjalan kaki dan di persimpangan tidak ada lagi CCTV" Terang Evan
Kevin tak dapat lagi menyembunyikan kekhawatirannya, sekarang sudah pagi dan ia tidak tau dimana kekasihnya itu berada, ia harap semua baik-baik saja
Kevin keluar dari kamar mandi setelah memerintahkan Evan untuk mencari keberadaan wanitanya
Begitu keluar, pakaian telah siap dan Raina tengah membereskan beberapa barang "Kamu mau kemana?"
"Hari ini kita pulang kan? Apa mas Kevin mau sehari lagi disini?" Tanya Raina
"Kita pulang" Keduanya tak lagi bicara, baik Kevin dan Raina sama-sama diam. Entah bagaimana pernikahan ini nantinya
Keduanya keluar dari gedung hotel setelah sarapan bersama, tak ada yang memulai pembicaraan karena semua sibuk akan pikirannya masing-masing
"Kamu mau kita tinggal dirumah Papa atau punya rumah sendiri?" Pertanyaan itu membuat Raina mengalihkan perhatiannya dari jalanan
"Saya ikut gimana mas Kevin aja! Sebagai seorang istri, saya akan terus bersama suami saya kan?"
"Baiklah!" Suasana hening kembali tercipta, semuanya fokus pada jalanan
Setelah empat puluh menit barulah mobil mewah itu tiba disebuah rumah berlantai tiga. Seorang penjaga ruang membuka gerbang lalu mobil itu masuk
Raina tersenyum karena didepan sana sang mertua tengah menyambut kedatangan mereka. Kegundahan hati yang tengah ia rasakan harus berusaha ia tutupi
"Mama" Raina lebih dulu memeluk sang mertua dan Cynthia membalas "Dimana Papa?"
"Papa lagi dikantor! Gimana malam pertamanya? Sukses?"
Sepasang suami istri itu saling menatap, apanya yang malam pertama, bahkan keduanya tidur terpisah
"Raina capek, mungkin karena acaranya seharian" Ujar Raina membuat wanita setengah baya itu tersenyum
"Mama ngerti, pelan-pelan aja! Kalian harus menyesuaikan diri kan" Cynthia mencoba mengerti, terlebih ia tahu jika sang putra mencintai wanita lain "Tapi jangan lama-lama! Soalnya Mama udah mau nimang cucu"
"Kita masuk sekarang! Aku mau kekantor soalnya" Kevin segera menghentikan pembicaraan memalukan ini
"Iya, ayo sayang! Biar Kevin tunjukkan kamar kalian"
Raina mengangguk, dengan dirangkul oleh ibu mertuanya gadis cantik itu masuk. Kevin membawa sang istri kesebuah kamar
Raina melihat sekeliling, suasana kamar yang memang menunjukkan karakter Kevin, kamar yang didominasi warna abu, serta aroma maskulin yang menguar
"Kamu istirahat dulu! Saya masih ada urusan!"
"Iya mas" Raina hanya menatap punggung tegap itu berlalu meninggalkan kamar
"Mau kemana kamu?" Tanya Cynthia saat melihat putranya menuruni tangga
"Aku ada urusan sebentar! Aku titip Raina!" Kevin berlalu tanpa peduli Omelan yang keluar dari sang ibu
Tujuan Kevin adalah kantor dimana Evan berada, begitu tiba ia langsung menuju keruangan sang asisten
"Bagaimana Evan?" Tanya Kevin dengan segera
"Ada yang melihat ciri-ciri nona Alanna dijalan anggrek!" Jawab Evan, pria ini sampai tidak tidur karena kisah percintaan sang atasan
"Lakukan pencarian! Kita harus menemukan Alanna secepatnya sebelum Mama melakukan hal yang membahayakan dia!"
Pria tampan itu mengangguk, meraih ponsel lalu melakukan panggilan. Seharian hanya digunakan Kevin untuk mencari keberadaan kekasihnya
Kevin baru kembali kerumah saat hari sudah berubah gelap, ia menaiki tangga menuju lantai tiga dimana kamarnya berada
Pintu dibuka secara perlahan, hari sudah malam, ia pikir jika istrinya itu sudah terlelap. Namun ternyata Raina tengah duduk di sofa sembari membaca buku
"Kamu belum tidur? Ini sudah jam berapa, sebaiknya kamu tidur!"