NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Awan Gelap, yang kuat dihormati bagai dewa, dan yang lemah diinjak bagai semut. Shen Yuan, seorang pemuda dengan pembuluh nadi bawaan yang cacat, hidup dalam kehinaan di sudut kota terpencil. Namun, takdirnya berubah ketika kepingan darah dari masa purbakala menyatu dengan jantungnya, memberikannya warisan "Jalan Iblis Penelan Surga".

Dari seorang buangan, ia melangkah di atas lautan darah dan gunung tulang. Ia akan menantang keangkuhan para putra langit, menghancurkan sekte-sekte berusia ribuan tahun, dan menguak tabir kebohongan para dewa yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Ini adalah kisah tentang fana yang menggugat takdir, selangkah demi selangkah menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah Membayar Darah

Hutan di perbatasan Pegunungan Kabut Beracun bagaikan rahang binatang buas raksasa yang menelan segala bentuk cahaya. Hujan yang turun perlahan mereda menjadi gerimis tipis, menyisakan suara tetesan air yang jatuh dari dedaunan purba ke atas genangan lumpur.

Seorang anggota Pasukan Bayangan Darah di Ranah Penempaan Raga Lapisan Keempat berjalan dengan langkah bergetar. Tangan kirinya memegang erat rantai besi yang mengikat Anjing Pencium Darah, sementara tangan kanannya menggenggam pedang baja yang ditarik di depan dada.

"K-Kawan? Kau di mana?" panggilnya dengan suara tertahan.

Sudah setengah batang dupa lamanya sejak ia mendengar suara ranting patah dari arah barat, namun rekannya yang pergi memeriksa ke sana belum juga kembali. Bahkan Kembang Api Sinyal tidak diletuskan. Kesunyian yang tidak wajar ini membuat bulu kuduknya berdiri tegak.

Ggrrrrr...

Tiba-tiba, Anjing Darah berbulu merah di ujung rantainya menghentikan langkah. Binatang siluman tingkat rendah itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, bulu di sepanjang tulang belakangnya berdiri kaku bak jarum baja. Ia mulai mengeluarkan suara geraman ketakutan dan menolak untuk melangkah maju.

"Ada apa denganmu, hewan bodoh?!" umpat sang penjaga, menarik rantai besi itu dengan kasar. Namun anjing itu justru merengek, mencoba mundur dan menarik tuannya menjauh dari bayangan sebuah pohon beringin raksasa di depan mereka.

Tetes... tetes...

Sesuatu yang hangat dan kental menetes dari dahan pohon di atas kepala penjaga tersebut, jatuh tepat ke bahunya. Pria berpakaian hitam itu mengusap bahunya, lalu membawa tangannya ke depan cahaya obor yang meredup.

Warna merah kehitaman. Darah.

Sebelum pria itu sempat mendongak atau berteriak, sesosok bayangan meluncur turun dari dahan pohon bagaikan hantu kelaparan.

Syaat!

Kilas cahaya perak menebas udara di tengah kegelapan kabut hawa beracun. Itu adalah tebasan pedang baja fana yang tidak memiliki teknik atau bentuk keindahan apa pun, murni mengandalkan kecepatan kilat dan kekuatan ragawi yang brutal.

Kepala Anjing Darah itu terpotong rapi dari lehernya dalam satu ayunan, darah panas menyembur ke udara sebelum tubuhnya ambruk ke tanah berlumpur.

Sang penjaga terbelalak ngeri. Ia mencoba mengangkat pedangnya untuk menangkis, namun bayangan itu bergerak terlalu cepat. Sebuah tangan yang sedingin es mencengkeram pergelangan tangannya dengan kekuatan yang mampu meremukkan batu karang.

Krek!

"Aaarrgghh—!"

Jeritan penjaga itu terputus saat tangan kiri Shen Yuan yang bebas melesat maju dan mencengkeram tenggorokannya, mengangkat tubuh pria dewasa itu dari atas tanah.

Mata Shen Yuan menatap lurus ke dalam mata sang penjaga yang dipenuhi kengerian. Wajah pemuda itu masih berlumuran lumpur rawa yang menyamarkan baunya, namun sepasang matanya menyala dengan kilatan merah darah yang lebih menakutkan dari iblis mana pun di Sembilan Neraka.

"Kalian mencariku?" bisik Shen Yuan sedingin es.

Tanpa memberikan kesempatan bagi pria itu untuk memohon ampun, Shen Yuan langsung memutar Sutra Penelan Surga. Pusaran hawa murni iblis meledak dari telapak tangannya. Tubuh penjaga itu mengejang hebat saat esensi darah di dalam nadinya ditarik paksa keluar.

Bersamaan dengan mengeringnya tubuh penjaga kedua itu, Shen Yuan bisa merasakan hawa murni di dalam pusaran Dantian-nya melonjak drastis. Dua pertiga lautan hawa murninya kini telah terisi kembali, dan yang lebih menggembirakan, tiga tetes intisari darah tambahan mulai mengembun di dasar pusarannya.

Kini, empat dari sepuluh tetes darah kehidupannya yang terbakar telah pulih!

Namun, Shen Yuan tidak membuang sisa esensi darah yang masih mengalir dari mayat itu. Ia menendang bangkai Anjing Darah yang baru saja ia penggal, lalu menekan telapak tangannya ke sana. Meski esensi binatang buas lebih kotor, Sutra Penelan Surga dengan rakus menggiling ketidakmurniannya dan mengubahnya menjadi bahan bakar untuk memperkuat otot dan tulang Shen Yuan.

Brak!

Shen Yuan melempar mayat penjaga yang kini hanya berupa kerangka berlapis kulit itu ke atas tumpukan daun busuk. Ia mengambil napas panjang, menikmati sensasi kekuatan yang kembali mengalir di jalur nadinya.

"SIAPA DI SANA?!"

Sebuah raungan menggelegar dari balik kabut beracun sejauh seratus tombak, membawa gelombang kejut yang menyapu dedaunan rontok ke udara. Itu adalah suara Shen Mo, Kapten Pasukan Bayangan Darah!

Kematian Anjing Darah rupanya memutuskan ikatan hawa murni yang menghubungkan binatang siluman itu dengan sang Kapten. Menyadari bahwa kedua bawahannya telah binasa dalam keheningan, kemarahan Shen Mo meledak.

Wussshhh! Wussshhh!

Suara langkah kaki yang berat dan cepat merobek udara. Sosok Shen Mo yang tinggi besar menembus tirai kabut, mendarat dengan keras di medan pertarungan. Matanya yang tajam langsung menangkap pemandangan mengerikan di depannya: bangkai anjing silumannya yang tanpa kepala, dan dua kerangka manusia kering yang mengenakan seragam kebanggaan Pasukan Bayangan Darah.

Tatapan Shen Mo akhirnya terkunci pada sosok pemuda compang-camping yang berdiri dengan tenang, memegang pedang baja yang ujungnya masih meneteskan darah segar.

"S-Shen Yuan...?" Shen Mo terkesiap, namun keterkejutannya dengan cepat berubah menjadi kengerian saat melihat kondisi kedua mayat bawahannya.

"Darah dan hawa murni mereka... tersedot habis. Mayat mereka mengering seperti mayat kering purbakala..." Bibir Shen Mo bergetar. Ia menunjuk Shen Yuan dengan pedang besarnya. "Teknik Iblis! Kau anak haram, kau benar-benar telah jatuh ke jalan iblis! Pantas saja pembuluh nadimu yang layu tiba-tiba pulih. Kau menyerap esensi manusia!"

Shen Yuan memutar pergelangan tangannya, mengayunkan pedang baja rampasannya untuk membersihkan sisa darah.

"Jalan iblis atau jalan lurus, apa bedanya?" Shen Yuan tersenyum sinis. "Ketika kakekmu, Tetua Agung, menginjak keadilanku demi cucunya, di mana jalan lurus itu? Hari ini, jika langit menganggapku iblis, maka aku akan menjadi iblis yang menelan kalian semua."

"Omong kosong yang sombong! Kau pikir membunuh dua sampah di Lapisan Keempat dengan penyergapan membuatmu tak terkalahkan?!" raung Shen Mo.

Hawa murni Ranah Penempaan Raga Lapisan Keenam meledak dari tubuh kapten pasukan itu. Aura kekuningan yang tebal menyelimuti tubuhnya, membentuk lapisan perlindungan tipis di atas kulitnya. Di ranah ini, hawa murni sudah cukup padat untuk meredam serangan senjata fana.

"Mati kau, Iblis Kecil! Tinju Pemecah Gunung!"

Shen Mo melesat maju bagaikan badak bercula yang mengamuk. Tanah berlumpur berhamburan di bawah pijakan kakinya. Tangan kirinya yang terkepal bersinar dengan cahaya kuning redup, membawa kekuatan seberat tiga ribu kati, menghantam lurus ke arah dada Shen Yuan.

Ini adalah serangan dari ahli yang berada dua lapisan penuh di atas kekuatan puncak Shen Yuan saat ini. Jika pendekar Lapisan Keempat biasa terkena tinju ini, organ dalam mereka akan hancur menjadi bubur.

Namun Shen Yuan tidak mundur sejengkal pun. Mata hitamnya memancarkan ketenangan mutlak.

"Datanglah!"

Shen Yuan menyalurkan seluruh sisa hawa murninya ke pedang baja fana di tangan kanannya. Ia tidak menggunakan jurus bertahan, melainkan langsung menyongsong tinju itu dengan tebasan pedang yang ganas.

Klaaang!

Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema di dalam hutan purba itu.

Pedang baja di tangan Shen Yuan melengkung tajam bagai busur akibat berbenturan dengan lapisan hawa murni yang melindungi tinju Shen Mo. Kekuatan pantulan yang dahsyat merobek telapak tangan Shen Yuan hingga berdarah, dan tubuhnya terdorong mundur sejauh lima tombak, kakinya meninggalkan dua parit dalam di atas tanah berlumpur.

Trak! Pedang fana itu akhirnya tidak kuat menahan tekanan hawa murni Lapisan Keenam, patah menjadi dua bagian.

"Hahaha! Hanya dengan kekuatan sebesar semut, kau berani beradu secara langsung denganku?!" tawa Shen Mo meremehkan, walau di dalam hatinya ia sangat terkejut melihat Shen Yuan tidak memuntahkan darah setelah menerima serangannya.

"Pedang fana ini memang terlalu rapuh," gumam Shen Yuan datar, membuang gagang pedang yang patah itu ke tanah.

Ia mengangkat kedua tangannya. Cahaya merah darah yang pekat dan brutal mulai berputar mengelilingi kedua telapak tangannya. Nadi Iblis Penelan Surga di dalam tubuhnya bergemuruh layaknya sungai darah yang mendidih.

"Kalau begitu, aku akan meremukkanmu dengan tangan kosong."

Tapak Penghancur Nadi!

Shen Yuan menghentakkan kakinya dan melesat maju, memulai serangan balik.

Shen Mo mendengus dingin, kembali mengayunkan pedang besarnya dengan kekuatan penuh untuk membelah pemuda itu menjadi dua. Namun, Shen Yuan menggunakan kelincahan ragawinya yang telah dibersihkan oleh Teratai Tulang Putih. Ia menunduk melewati sabetan pedang raksasa itu, membiarkan mata pedang memotong beberapa helai rambutnya, lalu merangsek masuk ke titik buta pertahanan Shen Mo.

Kedua telapak tangan Shen Yuan menghantam perut dan dada Shen Mo secara bertubi-tubi.

Bam! Bam! Bam!

Namun, senyum ejekan terukir di wajah Shen Mo. "Percuma! Lapisan pelindung hawa murni Lapisan Keenamku tidak akan bisa ditembus oleh pukulan selemah—"

Kata-katanya tercekik di tenggorokan.

Ketika telapak tangan Shen Yuan menyentuh dadanya, Shen Mo menyadari bahwa pemuda itu tidak berusaha menembus pertahanan luarnya. Sebaliknya, saat benturan terjadi, Sutra Penelan Surga berputar cepat!

Setiap kali Shen Yuan mendaratkan pukulan, pusaran hisapan rahasia dari Nadi Iblis menelan sebagian hawa murni kekuningan yang melindungi tubuh Shen Mo. Dalam hitungan napas, pertahanan bangga milik kapten itu berlubang-lubang bagaikan kain lap usang.

"T-Teknik apa ini?! Hawa murniku tersedot!" teriak Shen Mo, wajahnya berubah pucat pasi karena panik. Ia mencoba melompat mundur untuk menjaga jarak.

Namun Shen Yuan tidak melepaskannya. Saat pertahanan di dada Shen Mo terbuka lebar akibat hawa murninya yang ditelan, mata Shen Yuan memancarkan niat membunuh yang mematikan.

"Membayar hutang darah!" raung Shen Yuan.

Ia memusatkan sisa kekuatan tempurnya ke tangan kanannya. Tapak Penghancur Nadi meledak dengan kekuatan penuh, menghantam langsung ke ulu hati Shen Mo tanpa terhalang pertahanan apa pun.

Bum!

Hawa murni merah kehitaman menembus masuk ke dalam Dantian Shen Mo seperti naga gila.

Krek! Krek! Krek!

Suara tulang rusuk yang patah dan pembuluh nadi yang robek terdengar mengerikan. Shen Mo memuntahkan semburan darah segar, matanya membelalak hampir keluar dari rongganya. Tubuh besarnya terhempas ke udara sejauh belasan tombak sebelum menabrak batang pohon purba dengan kekuatan yang menggetarkan bumi.

Shen Mo merosot ke tanah. Ranah Penempaan Raga Lapisan Keenam miliknya telah dihancurkan dalam satu pukulan pamungkas!

Shen Yuan berjalan perlahan menghampiri pria yang kini terengah-engah meregang nyawa itu. Napas Shen Yuan sendiri memburu, tangannya gemetar karena kelelahan, namun ia telah menang melawan musuh yang dua tingkat lebih tinggi.

"I-Iblis... Tetua Agung... tidak akan melepaskanmu..." kutuk Shen Mo dengan sisa napas terakhirnya, darah terus menggelembung dari mulutnya.

"Aku akan menunggunya di atas gunungan mayat kubu kalian," bisik Shen Yuan di telinga pria itu.

Ia kemudian menempelkan telapak tangannya ke dahi Shen Mo.

Sutra Penelan Surga, Putaran Puncak!

Esensi darah dari pendekar Lapisan Keenam sungguh luar biasa tebal dan murni. Hawa panas yang membakar mengalir deras dari tubuh Shen Mo ke dalam Nadi Iblis Shen Yuan.

Di dalam Dantian Shen Yuan, keajaiban terjadi. Tetes demi tetes intisari darah yang sebelumnya terbakar kini mengembun dan terbentuk kembali dengan sangat cepat. Lima tetes... tujuh tetes... sembilan tetes...

Hingga akhirnya, tetes kesepuluh kembali utuh! Fondasinya yang rusak akibat Jurus Pelarian Darah Iblis kini telah kembali sempurna!

Namun, sisa esensi darah dari ahli Lapisan Keenam itu belum habis. Arus kekuatan itu mengamuk, menabrak batas kultivasi Shen Yuan di Puncak Lapisan Keempat.

Duar!

Sebuah suara teredam terdengar dari dalam tubuh pemuda itu. Selubung yang membatasinya hancur berkeping-keping. Hawa murni yang jauh lebih tebal, lebih murni, dan lebih ganas memenuhi seluruh jalur nadinya.

Ranah Penempaan Raga Lapisan Kelima!

Shen Yuan membuka matanya. Gelombang udara menyapu kotoran di sekitarnya. Tubuhnya kini memancarkan aura penindasan yang jauh melampaui usianya. Ia berdiri di tengah hutan kematian itu, memandang ke arah kedalaman Pegunungan Kabut Beracun yang semakin pekat.

Pasukan pertama telah musnah, namun ia tahu ini barulah awal. Dengan kekuatan baru di Lapisan Kelima dan fondasi yang sempurna, perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Bucek John
kiankun kepala keluarga Lin disio siokan, gak ditoleh, padahal harta sdh jelas byk sekali n harta klan lin gak diambil, sia sia harta menang prang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!