NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sambutan

Mobil Rolls-Royce itu meluncur mulus membelah jalanan kota yang mulai basah oleh rintik gerimis. Di dalam kabin yang kedap suara, Laila hanya menatap kosong ke luar jendela. Keheningan itu pecah saat ia menoleh ke arah Zayn yang duduk di sampingnya, fokus pada tablet di pangkuannya.

​"Zayn..." panggil Laila pelan.

​Zayn segera meletakkan perangkatnya. "Iya, Laila? Ada yang sakit? Atau kamu lapar?"

​Laila menggeleng kecil. "Bisa kita ke makam Papa dan Mama? Aku... aku merasa sangat berdosa. Lima tahun aku menghilang, mengabaikan mereka demi laki-laki yang akhirnya membuangku. Aku ingin minta maaf."

​Zayn menghela napas panjang, tatapannya melembut. Ia segera memberi instruksi kepada sopir untuk memutar arah menuju pemakaman elit di pinggiran kota.

​Sesampainya di sana, Laila bersimpuh di depan nisan marmer bertuliskan nama kedua orang tuanya. Isaknya pecah. Dinginnya batu nisan itu seolah mengingatkannya pada betapa keras kepalanya dia dulu.

​"Pa, Ma... Laila pulang," bisiknya parau. "Maafkan Laila yang bodoh. Laila pikir cinta bisa mengubah segalanya, tapi Laila malah menghancurkan kehormatan keluarga kita. Laila sudah gagal jadi putri yang baik."

​Zayn berdiri selangkah di belakangnya, memayungi Laila agar tidak terkena tetesan hujan yang mulai menderas. Ia membiarkan wanita itu menumpahkan segala sesaknya. Setelah beberapa saat, Zayn berlutut di samping Laila, mengusap bahu wanita itu dengan lembut.

​"Sudahlah, jangan bersedih terus," ujar Zayn dengan suara baritonnya yang menenangkan. "Papa dan Mama sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf. Bagaimanapun, mereka akan selalu menganggap kamu sebagai putri kandung mereka yang paling berharga. Dan sekarang, tugasku adalah memastikan kamu tidak menangis lagi."

​Laila menoleh, menatap mata Zayn yang tulus. "Kamu benar-benar tidak membenciku karena aku memilih Gion dulu?"

​Zayn tersenyum tipis, sebuah senyum yang jarang ia tunjukkan pada dunia. "Aku hanya benci melihatmu terluka. Selebihnya, aku hanya menunggu waktu untuk membawamu pulang."

​Laila perlahan menghapus air matanya. Kehangatan dari ucapan Zayn perlahan mengikis rasa bersalah yang menghimpit dadanya. Ia berdiri, merasa sedikit lebih ringan.

​"Terima kasih, Zayn. Ayo kita pulang."

​Perjalanan menuju mansion keluarga Malik memakan waktu sekitar empat puluh menit. Namun, suasana tenang itu langsung buyar saat mobil memasuki gerbang utama. Lampu-lampu flash kamera menyambar-nyambar dari kejauhan.

​"Ada apa itu? Kenapa banyak wartawan?" tanya Laila heran.

​Zayn mengernyitkan dahi. "Aku tidak menjadwalkan konferensi pers apa pun hari ini."

​Di teras mansion yang megah, berdiri seorang wanita dengan gaun merah menyala yang sangat kontras dengan mendungnya hari. Rambut panjangnya ditata sempurna, wajahnya dipoles make-up glamor yang membuatnya tampak seperti dewi di depan kamera.

​"Itu Jasmine?" gumam Laila. Ia mengenali wajah itu; Jasmine adalah artis papan atas yang wajahnya ada di mana-mana, mulai dari papan iklan hingga film box office.

​Begitu pintu mobil dibuka oleh pengawal, Jasmine langsung berlari kecil menuju Zayn. Tanpa aba-aba, ia menggelayut manja di lengan Zayn, tepat di depan jepretan kamera para wartawan yang sudah menunggu sejak tadi.

​"Zayn! Kamu dari mana saja sih? Aku sudah menunggumu lama sekali!" seru Jasmine dengan suara yang sengaja dikeraskan agar masuk ke mikrofon wartawan.

​Zayn tampak terkejut, namun ia tertahan oleh kerumunan wartawan yang merangsek maju.

​"Tuan Zayn, benarkah rumor bahwa Anda dan Jasmine akan segera meresmikan hubungan?" tanya salah satu wartawan.

​Jasmine tertawa renyah, menatap kamera dengan penuh percaya diri. "Aduh, kalian ini cepat sekali ya mencium berita. Doakan saja ya, Zayn adalah pria yang sangat perhatian. Kami berencana akan menikah dalam waktu dekat, kan Sayang?"

​Zayn hendak membuka mulut untuk membantah, namun Jasmine justru memeluk lengannya lebih erat, menghalangi gerakannya. Situasi menjadi sangat kacau dengan desak-desakan wartawan dan pertanyaan yang bertubi-tubi.

​Di tengah hiruk-pikuk itu, Laila turun dari sisi lain mobil. Ia melihat bagaimana Jasmine menyambut Zayn dengan begitu mesra. Perasaan asing—sesuatu yang menusuk—tiba-tiba muncul di ulu hatinya.

​Oh, jadi ini alasan Zayn begitu berkuasa? Karena dia punya dunia yang jauh berbeda denganku sekarang? batin Laila.

​Karena Zayn sedang dikepung dan tidak sempat memperhatikannya, Laila memilih untuk menundukkan kepala. Ia berjalan cepat melewati kerumunan melalui pintu samping, lalu naik menuju kamarnya di lantai dua tanpa menoleh lagi.

​Di sebuah apartemen mewah yang jauh lebih kecil namun tetap elegan, Sarah duduk bersandar di sofa sambil menyesap wine. Matanya terpaku pada layar televisi yang menyiarkan berita breaking news tentang "Pasangan Terpanas Tahun Ini: Zayn Malik dan Jasmine".

​Ia melihat cuplikan saat Zayn turun dari mobil dan langsung disambut oleh Jasmine. Meski kualitas videonya amatir, Sarah bisa melihat bayangan seorang wanita yang turun dari mobil yang sama dan menyelinap masuk ke dalam rumah.

​"Itu pasti kau, kan, Laila?" gumam Sarah sambil tersenyum miring.

​Ia meletakkan gelasnya dan tertawa kecil, suara tawanya terdengar dingin di ruangan yang sepi itu.

​"Apa kau pikir dengan kembali menjadi putri kaya dan dilindungi Zayn Malik, hidupmu akan tenang? Kau lupa kalau di dunia ini ada orang seperti Jasmine yang ambisinya jauh lebih besar dari Mama Ratih."

​Sarah meraih ponselnya, lalu mengetik sebuah pesan singkat kepada seseorang.

​To: Jasmine (Manager's Contact)

"Aku punya informasi menarik tentang wanita yang dibawa Zayn Malik hari ini. Ingin tahu siapa dia sebenarnya sebelum dia merebut posisi calon nyonya Malik darimu?"

​Sarah menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit apartemen dengan tatapan penuh kemenangan.

​"Permainan baru saja dimulai, Laila. Kau mungkin berhasil mengusir Gion dan ibunya yang bodoh itu, tapi melawan artis sekelas Jasmine yang punya ribuan fans gila? Kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan di istana barumu."

​Ia kembali menatap layar TV, di mana Jasmine masih terus berpose mesra di samping Zayn yang terlihat kaku.

​"Apa kau pikir kau sudah menang, Laila? Belum. Ini bahkan belum setengah jalan."

​Di Dalam Kamar Mansion

​Laila menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ia bersandar di balik pintu, mendengarkan sayup-sayup suara keramaian dari luar yang mulai mereda. Ia menatap pantulan dirinya di cermin besar.

​Wajahnya Sendu, baru saja merasa lega meninggalkan Gion. Kini dia harus menyaksikan Zayn, bersama wanita lain.

​"Siapa aku sebenarnya di hidup Zayn?" bisiknya pada diri sendiri.

"Seharusnya aku sadar, jika aku memang tak pantas lagi buat Zayn."

​Baru saja ia merasa memiliki dunia kembali, kini ia tersadar bahwa dunia barunya ini jauh lebih kejam dan penuh sandiwara daripada dapur Mama Ratih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!