Nathan menjadi duda setelah menikah untuk ke dua puluh kalinya. Semuanya berakhir di saat malam pertamanya. Dia tak bisa melakukan kewajibannya pada istrinya hingga membuatnya mendadak untuk kesekian kalinya.
Jovita seorang gadis yang menikah dengan Deon karena suatu perjodohan dan tanpa ikatan cinta di antara mereka. Di malam pertamanya setelah menikah, Deon bersama wanita lain untuk menghabiskan malamnya.
Karena sering diabaikan oleh Deon, Jovita akhirnya mencari kesenangan sendiri. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Nathan.
Awalnya hubungan mereka hanya teman biasa. Namun Nathan menaruh rasa pada Jovita yang mempunyai paras mirip seperti Cinta Pertamanya yang telah meninggal.
Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Apakah mereka bisa bersatu atau hanya sekedar menjadi teman saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 11 Mengumpulkan Banyak Wanita
Beberapa waktu berlalu, Nathan di luar kesibukannya yang menguras waktu menyempatkan waktu luangnya untuk keluar bersama gadis yang di kenalnya dari dunia maya. Kekecewaannya karena gagal menunaikan tugas sebagai seorang suami membuatnya melampiaskan rasa sedihnya dengan membuka lembaran baru dan mengenal gadis baru. Tak tanggung-tanggung wanita yang ia kenal, tak hanya satu atau dua wanita namun tujuh wanita sekaligus.
Sebut saja namanya Zaskia, Aurel, Navya, Shania, Renita, Bella dan Deasy. Ketujuh wanita itu tak ada yang jelek dan udah semuanya mempunyai tubuh yang seksi, berambut panjang lurus dan terlihat sempurna.
“Hari ini aku waktunya keluar dengan Zaskia.” Nathan melihat jam yang tergantung di dinding d kamarnya sambil memakai dasinya.
Ya, pria itu mencatat jadwal keluarnya dengan tujuh wanita yang ia buat berbeda jadwalnya setiap harinya agar tidak bentrok dan juga salah. Semuanya sudah ia atur dan susun sedemikian rupa agar tak ada kekurangan sedikitpun dalam acara kencan nya.
“Zaskia... hari ini aku akan keluar dengan dia.” Nathan kembali mengulangi menyebut nama teman kencan nya agar tidak salah sebut nanti di saat bertemu dengan wanita itu.
“klak.” sepuluh menit kemudian Nathan sudah selesai bersih dan terlihat rapi juga harum. Ia mengambil kunci mobilnya di meja dan menutup pintunya setelah keluar kamar.
Nathan masuk ke mobil dan mengendarai mobilnya menuju ke ke sebuah restoran. Di sana ternyata Zaskia sudah datang lebih dulu.
“Kak... di sini.” panggil wanita berusia 23 tahun, empat tahun lebih muda dari Nathan melambaikan tangan dan berdiri saat melihat pria itu masuk ke restoran dan mencari keberadaan dirinya.
Dengan sikapnya yang cool, Nathan tidak menjawabnya dan segera berjalan menghampiri tempat wanita itu duduk.
“Sudah lama menunggu ku ?” Nathan duduk dan menatap wanita yang awalnya hanya teman jalan saja selama dua minggu dan kini ia jadikan teman kencan selama dua minggu pula hanya untuk mengisi kekosongan hatinya setelah bercerai.
“Tidak kak, aku baru duduk lima menit di sini.” Zaskia tersenyum kecil menatap pria menawan yang duduk di depannya.
Mereka berdua kemudian memesan menu makanan sambil mengobrol ringan dan sekali waktu Nathan tersenyum tipis mendengar cerita Zaskia, suatu hal yang sungguh jarang terjadi selama ini karena pria itu terkenal susah tersenyum dan selalu serius.
Keesokan harinya di malam hari.
Terlihat Nathan sedang berada di depan cermin dan merapikan baju yang ia pakai sebelum keluar.
“Kring...” suara ponsel berdering.
Nathan segera meraih ponselnya dan mengangkat teleponnya.
“Halo Aurel, ya aku masih di jalan sekarang mungkin 15 menit lagi akan sampai.” ucap Nathan menjawab telepon dari teman kencan lainnya, seorang wanita berusia 24 tahun dengan berkata tidak jujur dan segera mematikan teleponnya setelah itu.
Ia pun segera keluar dari kamar dan masuk ke mobilnya menuju ke Cafe tempat mereka berdua janjian. Tentu saja mereka semua tidak tahu jika Nathan tidak hanya menjalin hubungan dengan mereka saja namun dengan beberapa wanita lainnya lagi.
“Kakak, ayo masuk.” Aurel langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Nathan saat melihat pria itu turun dari mobil. Gadis itu sangat menyukai Nathan yang menurutnya nyaris sempurna dari fisiknya.
Seperti biasa, Nathan yang dingin tidak menjawabnya dan hanya menurut saja saat gadis itu menarik tangannya mengajaknya masuk ke dalam cafe.
Di dalam Cafe mereka mengobrol ringan sambil memesan makanan dan minuman untuk mereka.
Setiap malam Nathan selalu hang out dengan seorang wanita yang selalu berbeda setiap harinya selama satu minggu dan mereka semua adalah teman kencannya.
“Navya, Shania, Renita, Bella sudah dan kali ini aku keluar dengan Daisy.” Nathan menatap note kencannya dan mengembalikan note itu laci.
Sepuluh menit kemudian, ia pun keluar rumah dan masuk ke mobil untuk menemui Daisy di taman bunga di dekat area rumah.