Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.
Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSP # Bab 11
Seorang wanita cantik menunggu Marco di depan kamar kost yang kini ditinggali bersama Ellena. Wanita itu sangat ingin bertemu dengan Marco yang tiba-tiba harus mengakhiri hubungan pertunangan mereka secara sepihak.
Sambil menunggu Marco, gadis itu duduk di kursi dengan pandangan kosong. Pikirannya melayang-lagang mencoba menerka apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan mereka karena orang tuanya atau pun orang tua Marco hanya mengatakan bahwa Marco sudah berubah.
Ellena tiba-tiba sudah berdiri di depan Naina, membuat mantan tunangan Marco itu terpaksa mengangkat kepala.
“Kamu siapa?” tanya Naina waspada. Dia mencoba berpikir jernih bahwa mungkin saja gadis yang membawa tas bermerk yang baru sampai itu adalah tetangga dari Marco.
“Aku Ellena, yang tinggal di rumah ini. Kamu siapa?” Ellena bertanya balik.
Naina menoleh ke arah pintu sejenak, lalu kembali menatap Ellena yang masih menatapnya dengan bingung. “Apa Mas Marco pindah dari sini?” gumam Naina yang bisa didengar jelas oleh Ellena.
“Aku tinggal di sini sama Kak Marco. Aku istrinya, kamu siapa?” tanya Ellena dengan lantang. Nalurinya menangkap sinyal tanda bahaya yang menyatakan bahwa gadis di hadapannya ini adalah seseorang yang bisa mengganggu hubungannya dengan Marco.
Mata Naina membulat sempurna, lalu tiba-tiba ujung bibirnya tertarik ke atas membentuk lengkungan senyum yang seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
“Istri?! Bagaimana kamu bisa menjadi istrinya Mas Marco kalau dia saja bertunangan denganku?” tanya Naina sembari terkekeh, menertawakan ucapan Elena yang dianggap sebagai halusinasi.
Ellena menganggap pertanyaan yang keluar dari mulut Naina itu adalah sebuah penghinaan. Dia juga baru tahu kalau Naina ini adalah mantan tunangan Marco yang berarti Ellena telah merebut Marco dari wanita ini.
“Kenapa tidak mungkin? Buktinya kamarku sudah menjadi suamiku,” jawab Ellena tanpa rasa bersalah.
Dia sudah sangat kesal karena merasa disepelekan oleh Naina, makanya Elena tidak mau terlihat lemah di depan mata tunangan dari suaminya itu.
“Kalau benar kamu istrinya Mas Marco, berarti kamu adalah seorang perebut laki orang. Mas Marco itu tunanganku, kenapa dia bisa menjadi suamimu? Kamu pasti sudah menjebaknya kan? Kamu pasti merencanakan sesuatu sampai Mas Marco mau menikah dengan kamu!” pekik Naina yang kini telah terbawa emosi. Dia menuduh Elena walau tidak mempunyai bukti apa pun.
Namun, Ellena tetap merasa tersinggung karena tuduhan Naina itu memang benar adanya. Dia memang sengaja menjebak Marco agar bisa menikah dengannya.
“Jangan asal nuduh ya kamu. Kamu sama Kak Marco tunangan karena perjodohan, 'kan? Belum tentu Kak Marco mau menikah sama kamu. Dan yang paling penting adalah, Kak Marco sekarang sudah menjadi suamiku,” balas Ellena dengan ketus.
“Apa kamu bilang? Dasar wanita nggak tahu diri. Pemaksa. Perebut calon suami orang!” teriak Naina kesal.
Ellena tidak terima dengan penghinaan Naina itu. Dia lantas mengangkat tangan untuk menyerang Naina. Tak disangka, lawannya itu juga melakukan hal yang sama.
Kedua wanita itu akhirnya saling menjaambak dan saling melukai karena memperebutkan Marco. Kata-kata yang keluar dari mulut mereka hanya berisi cacian dan tuduhan yang tidak sepantasnya dikatakan. Pertengkaran Ellena dan Nanina benar-benar membuat keributan sampai para tetangga berkumpul menonton aksi mereka. Beberapa laki-laki berusaha memisahkan mereka tapi sayangnya itu sangat sulit.
Tiba-tiba, seorang laki-laki turun dari mobil dan memanggil keduanya dengan lantang. “Naina, Ellena!”
Sontak saja kedua wanita yang dipanggil namanya itu menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Marco sudah berdiri tak jauh dari mereka. Laki-laki itu terlihat kesal melihat kekacauan yang ditimbulkan oleh Elena dan Naina.
Dada Marco terasa bergemuruh saat melihat istri dan tunangannya saling menarik rambut lawan masing-masing. “Apa yang terjadi dengan kalian?”
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋
sana sama Otor aja... pasti mau dia...