NovelToon NovelToon
Mantan Jadi Mertua

Mantan Jadi Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Balas Dendam / Mafia / Menantu Pria/matrilokal / Dosen
Popularitas:359.4k
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Terima kasih mantan sudah melahirkan jodoh ku.

Geli-geli sedap, rasa asam, asin, pahit jadi satu.

Apa jadinya jika kamu jatuh hati pada mantan kekasih Mama mu?

"Ingat Vano kau sudah pernah merebut miliki, dan kali ini aku bukan merebut milik mu. Tetapi aku meminta anak mu, wanita yang aku cintai sebagai pendamping hidup ku!" Papar Firman.

Zie terperangah ketika mendengar kenyataan besar.

"Firman mantan kekasih Bunda?"


Bertahan sulit, di tinggalkan pun sakit, kenapa harus mencintai mantan kekasih wanita yang melahirkan nya?

Dan bahkan hubungan nya sudah sampai di atas ranjang.

"Tinggalkan dia Zie!" Titah sang Ayah.

"Anak mu sedang mengandung anak ku!" Tandas Firman.

Degh!

Akankah Zie dan Firman bersatu dalam ikatan pernikahan dan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.

Lantas bagaimana dengan janji yang pernah Ziva ucapkan saat berpisah dari Firman beberapa tahun lalu?

Akankah Firman menangih janji itu.

Catatan : Yang anti 21+ tolong minggir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Firman meneguk nya.

"Rasanya enak kan?" Tanya Aurora dengan tidak sabaran.

"Enak dong Oma, kan tadi Pak Firman sendiri yang bilang ke Oma," Zie tersenyum penuh kemenangan saat beralih menatap Firman.

Firman bingung dari segi apa Aurora menilai, padahal sudah jelas kopi racikan Zie sangat pahit.

"I-iya Oma," dengan terpaksa Firman mengatakan iya, padahal dari segala sudut gelas pun di coba rasanya tetap saja.

"Nah, abisin," pinta Zie.

Firman melebarkan matanya, sejak kapan ada yang berani memerintah dirinya selain Oma Aurora.

"Iya, habiskan. Kalau tidak habis artinya tidak menghargai."

"Betul Oma," timpal Zie penuh bahagia, dalam hati Zie bersorak gembira sambil mengatakan selamat menikmati kopi tanpa gula.

Setelah meneguk beberapa kali Firman memutuskan untuk meletakan cangkir di tangannya pada meja. Kemudian beralih mengambil mineral dan meneguknya, agar rasa aneh di lehernya segera hilang.

"Ya sudah, lanjutkan ya berpacaran nya. Oma mau pulang dulu," Aurora berdiri dan ingin membiarkan dua insan untuk berdua saja.

Apa berpacaran? Zie ingin menaiki dinding, mencakar lantai dan meloncat-loncat seperti monyet. Karena tidak terima di anggap kekasih bujang lapuk, sekaligus dosen nya sendiri.

Tetapi itu semua hanya bisa Zie simpan dalam hati, sedangkan saat ini hanya tersenyum sambil mengangguk lemah.

"Sekali lagi maaf ya, tadi Oma sudah menganggu kalian sedang, aduh," Aurora bahagia tidak terkira ternyata cucu nya normal.

Zie diam dengan senyum kecut, memikirkan pikiran Aurora tentang ia dan Firman.

"Pikirkan untuk menikah ya, Oma sudah tidak sabar."

Glek!

Bahkan sebelum benar-benar keluar juga Aurora masih saja sempai membahas tentang pernikahan.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumusalam Oma," Zie tersenyum.

Badan Zie memutar beralih menatap Firman yang duduk di kursi kebesaran nya, wajah pria itu kini berubah datar.

180 derajat dari sebelumnya dengan waktu yang hanya satu detik setelah Aurora pergi.

Tetapi Zie juga ingin menyelesaikan masalah yang sudah di buat Firman sehingga melibatkan dirinya.

"Kenapa Bapak ngomong kalau Zie pacar Bapak?"

Zie berdiri di dekat meja Firman dan tangannya yang ingin mencakar wajah Firman.

"Menjauh!"

Zie beralih berdiri di depan meja, kedua tangannya berada di atas meja dengan dada yang naik turun.

"Saya enggak sudi ya Pak, selera saya itu bukan bujang lapuk seperti anda!!" Papar Zie.

Firman memajukan wajahnya membalas tatapan Zie yang mematikan.

"Bahkan Oma mikir kita abis ngapa-ngapain barusan!" Seru Zie.

"Kau sudah mengatakan bahwa saya tidak normal, dan kau juga harus membersihkan pikiran buruk Oma tentang itu. Jadi, itu bentuk tanggung jawab mu, mengerti?"

"Pokonya Zie enggak mau lagi Oma mikir kita kekasih, Zie enggak sudi di anggap calon istri Bapak walaupun hanya pura-pura!" Jelas Zie.

Tidak ingin kalah apa lagi mengalah.

"Kau pikir saya mau dengan anak ingusan seperti mu? Selera saya itu wanita cantik, menarik, bukan kau apa ini?" Firman menunjuk diri Zie dengan remeh.

Zie terbakar api amarah, Firman mengatakan dirinya tidak cantik dan tidak menarik. Sejak kapan ada orang yang mengatakan demi kian?

Bukan Zie haus pujian, tetapi masalahnya Firman orang yang dibencinya yang mengatakan semua itu.

"Berani, mengatakan pada Oma saya tidak normal dan mengatakan kalau kita hanya berpura-pura menjadi kekasih kau anak menyesal!" Ancam Firman.

"Enggak takut!" Ketus Zie.

"Pertama nilai mu, kedua kau akan menjadi babu teman mu, ke tiga Oma akan menganggap mu penipu dan ke empat kau tidak akan punya muka di kampus!" Jelas Firman, "satu lagi, kau terancam tidak lulus tahun ini!"

Firman di paksa oleh Aurora untuk menikah dengan Vika, saat setelah Zie mengatakan jika dirinya tidak normal.

Aurora menegaskan dengan pasti, tetap bersama dirinya maka harus menikahi Vika.

Firman sangat menyayangi Aurora tentu saja Firman tidak bisa berjauhan dari Aurora satu-satunya keluarga yang menyayangi diri nya sejak kecil.

Firman mengaggap semua terjadi karena Zie, wanita itu harus bertanggung jawab dan Firman pun meminta Aurora datang ke kantor dan di sana semua akan terbukti segala kegundahan hati Aurora.

Benar saja, saat masuk ke ruangan Presdir Aurora langsung melihat Firman dan Zie tengah bermesraan. Padahal tidak sama sekali, dan bibir keduanya pun tidak saling bersentuhan satu sama lainnya.

Firman hanya ingin menunjukkan kepada Aurora seakan ia dan Zie tengah bercumbu, padahal dalam hati Firman menghitung dalam beberapa detik kemudian Aurora akan segera masuk.

"Kenapa?!"

Wajah Firman terlihat santai dengan senyum penuh kemenangan.

"Ish! Bapak kok jadi begitu sih?"

Zie tidak pernah menyangka jika akhirnya Firman lah yang memperbudak dirinya, tetapi Zie tidak ingin menerima begitu saja.

Ada harga yang harus di bayar atas semua yang ingin di lakukan Firman, "Ok, Zie mau jadi pacar pura-pura Bapak di depan Oma Tapi-"

"Tidak ada tapi-tapi, kau tidak punya pilihan! Keluar dari sini!" Firman menunjuk arah pintu.

"Bapak ngusir saya?"

"Iya. Keluar!"

"Zie bilangin ke Oma!"

"Terserah, kalau Oma masuk rumah sakit kamu yang bertanggung jawab!"

Tidak juga sepenuhnya begitu, karena Aurora sama sekali tidak memiliki penyakit jantung. Alasan sebenarnya adalah Firman tidak ingin di paksa menikahi Vika, dengan mengatakan Zie adalah kekasihnya Aurora tidak akan pernah memaksanya lagi.

"Ish!" Zie menghentakkan kakinya karena kesal pada Firman.

"Dasar bocah!" Geram Firman.

"Dasar gila!!! Cupu sialan, enggak normal!" seru Zie.

"Kau!" Firman langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Zie.

Dengan cepat Zie berlari bahkan sampai meloncati sofa.

"Ayo kejar!!!" Ejek Zie.

"Dasar bocah tengil, kenapa semua pria di kampus mengagumi mu! Padahal kau sangat jauh dari kata layak!" Firman menatap remeh.

"O," Zie mangguk-mangguk, "maksud Bapak Zie enggak cantik, enggak menarik, enggak layak jadi idola, dan mereka semua salah?"

"Iya!"

"Dasar perjaka tua, pasti udah loyo juga yang di dalamnya!" Kata Zie dengan cekikikan.

Zie juga geli saat mengatakan itu, tetapi tidak ada yang boleh mengalah dirinya apa lagi Firman yang kini menjadikannya alat.

"Bocah sialan! Keluar dari sini!"

"Zie juga enggak betah di sini, dan Zie enggak akan mau magang di sini lagi!"

"Silahkan! Asalkan kau siap dengan segala konsekwensinya!"

Glek.

Demi kebebasan hakiki, itulah kata yang selalu di ingat oleh Zie.

Mungkin Bunda nya benar kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu berjuang sendiri, lalu sukses dengan keringat kita sendiri.

Kali ini pun sama, Zie terpaksa menerima aturan yang di berikan oleh Firman. Walaupun tidak sepenuhnya Zie bisa diperbudak Firman, mungkin lebih tepatnya saling memanfaatkan satu sama lainnya.

"Jangan liat-liat!" Zie langsung berjalan ke arah pintu.

Firman menatap pintu yang sudah tertutup kembali, entah sadar atau tidak tapi saat ini Firman tersenyum mengingat kekonyolan Zie.

1
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hellooooo
Triya Abdullah
sudah baca 2x..masih belum up thor. niat bikin cerita gk sie thor
ririnyulistiana
waahhh.... bener2 digantung nih,, sama kak author. kpan nih dilanjutnya 🤔🤔🤔
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Yantisejati
paling belum di apa2in,itu modusnya pak firman
Yantisejati
aduh zie,pak firman panas dingin lho
Yantisejati
zie2 bar2 🤣🤣🤣
Ntwr Tania
kok ndak ada lanjutannya y thor crita ini
Wati Frindiyadi
ngegantungggg.....semoga author di kasih sehat dan inspirasi buat lanjutin novel ini
Wati Frindiyadi
ceritanya tamat apa belom ya ini ??
Yani
Ngak ada kelanjutannya
Lavender twins
ya ampun thor
cerita nya seru banget
tp koq gag ada kelanjutannnya ya???
tolong la thor lanjut lagi cerita nya
pleeaseee 🙏🙏🙏
aq memohon ya thor....
penasaran banget soalnya
gmn zie selanjutnya dan gmn alma juga 😭😭😭😭
Lavender twins
mana oma" gesreknya
dan mana aran dan arman
Alya Yuni
Ak bls bca suka membuli orng aku pling bnci cukp ya tdi ingat gk pembulian e taunya ada
Liana Hermawan
ini blm di update lagi ya,kapan di update nya
Tiar 185
ini ko ga ad lnjutan nya sih udh lama bgt ak tunggu tunggu dlnjut nya
ig : linakrl2802
iniii kelanjutan nya dimana ya Thor
violet
menurutku lebih kasian zie, dia nggak tau apa-apa, Krn cinta sepihak dr firman jadi terjebak, membuat kecewa keluarga bahkan hrs menikah dgn orang yg tdk dicintainya.
Tha Ardiansyah
hello thorr.... kemana kah dirimu
Titik Subekti
lama banget up nya thor
kangen lanjutanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!