Kau membuatku gila saat kau yang aku rasa berbeda telah pergi. Dan lebih menggilanya lagi aku tak pernah menemukanmu. Aira! Datanglah padaku, aku menunggumu. -Arka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UlanZu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Villa tua
“Gimana omma? apa kak Aira sudah sembuh?" tanya Leon penasaran.
“Sudah, Aira masuk angin ... demamnya sudah turun sepertinya dia tidak kuat udara dingin. 2 hari ini kakakmu Arka libur kerja untuk jaga Aira di apartemennya."
“Gimana-gimana Leon. Apa kamu sudah siapkan semuanya?”
“Beres Omma sayang ... Itu bukan hal yang sulit. Tapi, untuk kakak! harus omma sendiri yang tangani,"
“Siap-siap hahahaha ..., kalau gitu kita lanjut lagi makannya. Restauran ini benar-benar punya selera yang tinggi di setiap makanannya. Makasi ya cucu omma, Leon."
“Omma setuju kakak dengan Aira? apa ini enggak terlalu memaksa,”
“Arka dan ayahmu berbeda, dan juga wanita yang punya kepribadian berbeda firasat Omma mereka saling suka tapi mereka belum sadar.”
“Aku setuju omma, kita segera laksanakan.”
"Bersulang," ttiingg ....
*****
“Aku bisa memakainya sendiri ...,” kepala Aira menunduk malu saat Arka perhatian, memakaikan pakaian ke tubuh Aira bahkan pakaian dalamnya juga.
”Kau baru saja pulih tubuhmu masih belum sehat betul."
Aira nampak benar-benar malu. Aira benar benar tak memakai sehelai kainpun dan semua bagian manapun terlihat oleh Arka
“Kau malu? aku sudah tahu semua kenapa kau harus malu. Sini aku kaitkan pengait bra-nya. Kamu hadap kesana."
Dengan posisi Aira membelakangi tubuh Arka. Arka sibuk pengaitkan pengait Bra Aira. Terlihat jelas lekukan pinggang Aira dengan perut yang rata, dengan sedikit berisi dibagian pinggul Aira. Membuat Arka sesekali menelah ludahnya sendiri. Hawa panas dalam rongga tubuhnya mengalir begitu cepat mengalir dalam tubuh Arka. Segera Arka menciumi punggung Aira dengan lembut. Aira merasa ada yang berbeda dari sentuhan Arka, dia segera menjauh dari Arka.
”Ka-kau mau apa? aku pakai bajuku sendiri."
“Aku menahannya hingga 1 minggu sejak Omma di sini. Kita bercinta sebentar saja.” Arka sedikit mendorong tubuh Aira ke ranjang dengan posisi membelakanginya.
Arka mulai menciumi Aira dengan mesra. Tak akan ada bisa menghindar, tak akan bisa menolak saat Arka sudah mencumbui seorang wanita. Seperti sudah keahlian Arka bukan hanya dalam bekerja tapi dalam urusan wanita Arka begitu paham tak tik membuat wanita menyerah dalam pesonanya, tatapan matanya dan permainannya.
Sesekali Aira menyuarakan untuk berhenti tapi tidak untuk reaksi tubuh Aira yang tak sengaja malah sebaliknya.
Arka terpuaskan sudah dengan permainan singkat kali ini, Aira yang nafasnya naik turun dengan cepat dan perlahan kembali normal, Arka memalingkan kepala Aira menghadap kembali ke Arka, mengecup bibir Aira Seraya berucap.” Terimakasih sayang. Tetap disini aku yang akan membersihkan dirimu.”
****
Arka membawa minum dan roti selai untuk memulihkan tenaga Aira yang telah terkuras setelah permainan intim tadi.
“Kau tetap ingin bekerja besok?” ujar Arka sambil menyuapi Aira roti selai.
“Iya. Biarkan aku makan sendiri,”
“Aku saja. Aira...maafkan aku memaksakan kehendakku terhadapmu.” Arka menatap dalam pandangannya ke mata Aira yang belum pernah sekalipun Arka melakukan itu.
“Apakah Aku bisa bebas?”
Arka yang tadi dengan pandangan lembut, sekejab berubah gelap dengan mengerutkan alis dan tatapan yang gelap meliputi dirinya.
“Tidak. tidak akan terjadi!”
Arka secara tiba tiba meninggalkan Aira yang sudah selesai minum, makan dan ganti baju.
Sedikit membanting pintu dengan keras Arka terdiam dibalik pintu kamarnya dan menyandarkan kepalanya perlahan ke dinding pintu, dengan tatapan kosong sesekali memejamkan matanya. saat ini aku tidak ingin orang lain menemaniku bermain Aira, aku hanya inginkan kamu.
****
Sore berganti malam lalu hingga pagi menyambut dengan membawa embun embun di dedaunan di taman buatan kantor Max entertainment. Aira yang sudah selesai sarapan pagi, segera pamit ke omma dan memberi salam dan seperti anak sendiri Aira yang sudah terlanjur dekat dengan omma, Aira selalu memberi salam dengan kecupan di pipi kanan kiri omma. Omma benar benar berharap tentang gadis ini.
Sedangkan Arka sudah pagi pagi keluar kota untuk melihat langsung pembangunan hotel yang di calonkan akan jadi hotel terbesar di kota A dan juga akan termasuk direncanakan sebagai gedung ikon di kota itu, dengan desain yang mencolok dan banyak fasilitas kelas atas yang mungkin hanya bisa artis internasional atau tamu tamu kenegaraan yang mampu menikmati hotel megah itu.
****
Menggunakan lift yang seperti biasanya wajah Aira yang tampak cerah setelah sembuh dari sakitnya. Aira segera keluar apartement melewati garasi mobil mobil mewah sepintas Aira curiga seperti ada yang mengawasinya dan dilihat disekitar yang biasanya ada penjaga parkir tapi sangat terlihat aneh karena garasi begitu sepi dan seperti dibuat buat. Dari arah samping keluar beberapa orang berjaket kulit hitam. Memakai masker hitam dan poni rambut tergerai ke depan hingga menutup mata.
Tanpa jeda langsung membungkam Aira memakai kain dan dengan kuat menarik Aira ke dalam mobil. Aira meronta ronta seakan mengelurkan semua tenaganya yang ada. Jerita Aira bener tersekad oleh kain yang membungkamnya. Aira mulai dirayapi ketakutan...takut kalau ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya. Laju mobil yang membawa Aira begitu cepat. Para penculik itu juga menutup mata Aira menggunakan kain. Mereka benar benar tak bersuara hanya menyetir mobil dengan tujuan yang sangat pasti.
Selang 4 jam perjalanan, terdengar kicauan birung burung kecil, irama irama gesekan antara lebatnya bambu yang menenangkan dan hilir angin yang begitu sejuk. Terasa begitu menenangkan siapapun yang merasakan suasana ini.
Mobil perlahan berhenti. Aira digiring berjalan masuk sebuah ruangan masih dengan tangan terikat, mata tertutup mulut yang baru saja dibuka dari lengketnya lakban Aira langsung teriak minta tolong. Segera penutup matanya juga dibuka terlihat ruangan villa kecil yang sangat bagus, terlihat kecil tpi terasa nyaman untuk ditinggali dan berbagai peralatan kuno, lukisan lukisan jaman dahulu. Aira yang masih tercengang dengan suasana ini. Para penculik itu mengatakan kalau nanti ada yang datang.
“Nona tidak boleh kemana mana karena di sini hanya nona yang tinggal, di luar adalah hutan yang luas dan terdapat hewan hewan buas yang siap memangsa siapapun yang lewat.”
Aira begitu gugup dan dan beberapa kali meminta tolong agar dilepaskan dikembalikan ke kota A hingga Aira menangis ketakutan karna ini kali kedua Aira dibawa orang orang seperti ini. Setelah menjelaskan semua itu mereka semua meninggalkan Aira dan mengemudi mobil mereka menjauh dari villa kuno tersebut.
****
“Arka... ini permohonan Omma, omma tahu Arka cucu terbaik Omma.” telefon omma nena.
“Yapi Omma Arka masih bekerja perjalanan ke villa tua 2 jam dari tempat kerjaku.”
“Jadi seperti ini Cucu Omma, begitu jahat dan tega sama omma sendiri. Padahal omma ingin sekali melihat lukisan peninggalan kakekmu.... “
“Aku suruh asisten ku saja kesana ya omma.”
“ Apa!!! Hanya keluarga kita yang boleh masuk villa itu.”
“Hufff baiklah omma ku sayang, Arka segera kesana. Aku tutup dulu omma. Emuach omma sayang.”
****
"hehehehe kita berhasil Leon..!"
Setengah jam setelah menyelesaikan pekerjaan di kota Besar, Arka segera menuruti permintaan Omma mengambil lukisan peninggalan kakek di villa tua. Arka yang lebih suka menyetir mobil sendiri, meski perjalanan cukup jauh dia tidak pakai jasa sopirnya. Cukup memakan waktu untuk ke villa tua dan akhirnya setelah 2 jam Arka segera parkir di depan villa dan segera turun menapakkan kaki menuju pintu masuk.
Aira yang sedang ketakutan telah mendengar suara mobil, dan suara pintu terbuka dan segera teriak.
“Siapa disana...! Tolong saya, tolong saya siapapun itu.” Teriak Aira yang masih terikat tangan dan kakinya.
Terkejut bukan main lagi ada suara tak asing dalam kamar utama, Arka bergegas membuka pintu dengan mata melebar, alis terangkat dengan penuh rasa terkejut dan heran Arka segera berlari menuju Aira dan melepaskan tali yang terikat simpul itu.
“Arka ... Kenapa kau yang kesini? Apa ini ulahmu?” Pertanyaan Aira yang masih tak percaya Arka ada di villa itu.
“Bukan” Terlihat Arka memikirkan sesuatu dalam hati.
Tidak lama mobil Arka mengeluarkan suara yang dikendarai seseorang dan dengan sangat cepat meninggalkan villa tua dan tuan dari mobil sport hitam ini tanpa takut akan hukuman dari Arka max. Arka segera berlari keluar villa, Aira dari jauh tampak menyusul Arka yang lagi kebingungan.
Dengan mencengkeram rambut depan Arka sekali memejamkan mata dan sedikit nada geram
"ini pasti ulah Omma dan Leon..!"
.
.
.
.
Chapter ini sudah terevisi oleh Author. sengaja menghilangkan kata kata vulgar didalamnya.
lanjut baca ya...
Sehat n Sukses Slalu y Thor To Pean..👍👍🖐️💪💪