NovelToon NovelToon
Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Mengubah Takdir
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Ikhtisar :

Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.

Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Memunculkan Diri

“Serapi apa pun kita menyembunyikan kebenaran, suatu saat kebenaran itu akan terungkap juga”

\_ Ayu Purnama \_

Elina dan Arka pulang ke rumah Arka, karena Ayu menghubungi mereka dan mengatakan akan ke rumah Arka. Dan sekarang di sini sekarang mereka, di ruang tamu rumah Arka.

“Apa yang akan kamu bicarakan, Ayu ?” Tanya Elina

“Aku mau pulang ke Bandung besok” Jawab Ayu

“Kenapa dadakan ? Apa yang terjadi ?” Tanya Arka

“Aku ingin bertanya kepada bapa dan mama, siapa aku sebenarnya” Jawab Ayu

“Kenapa harus besok ?” Tanya Elina

“Agar masalah ini cepat selesai dan aku tidak mau kuliah ku terganggu, aku ke sini untuk meraih cita-cita ku buka malah terjebak dengan masalah ini semua” Jawab Ayu

“Menurutku sebaiknya kita temui keluarga ku dulu disini, nanti kita ke Bandung sama-sama dengan ayah dan nenek” Ujar Elina

“Tapi aku tidak mau masalah ini semakin runyam” Jawab Ayu

“Tidak akan, itu tidak akan terjadi” Kata Elina

“Bagaimana caranya ?” Tanya Ayu

“Sini aku bisikin sama kamu” Jawab Elina

“Oke kalau gitu” Ujar Ayu

“Jadi dari sekarang kamu harus memanggilku dengan sebutan kakak, seperti kamu kepada kak Aizam” Titah Elina sambil tersenyum mengejek

“Apa pun itu, aku tidak akan memanggil kamu dengan sebutan kakak” Jawab Ayu sambil terkekeh

“Baiklah kalau begitu, aku juga tidak akan memanggilmu dengan sebutan adik” Ucap Elina ikut terkekeh

“Ayo kita temui ayah, sekarang” Ajak Elina yang diangguki oleh Ayu

*****

TOK … TOK … TOK …

“Masuk” Ucap Alvin dari dalam

“Ayah” Lirih Ayu

Ayu masih berpikir, bagaimana caranya menanyakan sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikirkan olehnya.

“Elina ada apa sayang ?” Tanya Alvin

Alvin melirik putrinya itu terlihat sangat cemas …

“Apa kamu sednag ada masalah ?” Tanya Alvin

“Tidak ada, apa aku mengganggu ayah ?” Ujar Ayu

“Tentu tidak sayang, kemarilah” Jawab Alvin

Alvin beranjak, lalu merangkul Ayu dan mengajaknya duduk.

“Ayah, aku ingin berbicara yang sangat penting” Ucap Ayu

“Tunggu sebentar, ayah selesaikan ini dulu” Ujar Alvin yang kembali duduk di kursinya

Ayu hanya mengangguk, menanggapi Alvin. Ayu menunggunya, hingga Alvin menyelesaikan pekerjaannya. Ayu sudah mantap untuk menyatakan siapa dirinya, tentu saja setelah bertanya beberapa hal pada Alvin.

“Kamu mau tanya apa sayang ?” Tanya Alvin

“Ayah, apa aku memiliki saudara kembar ?” Tanya Ayu

Alvin terkejut, mendapatkan pertanyaan yang tak biasa dari Ayu.

“Kenapa kamu bertanya seperti itu ?” Tanya Alvin

“Kamu itu putri tunggal ayah” Lanjut Alvin

Lalu Ayu membuka tasnya, lalu mengeluarkan sesuatu dari sana.

“Apa ayah tahu tentang kalung ini ?” Tanya Ayu

Alvin terbelalak tak percaya, saat melihat sebuah kalung yang di tunjukkan Ayu. Kalung itu adalah kalung yang pernah dia pakaikan pada putrinya, 22 tahun lalu.

“Dari mana kamu mendapatkan kalung itu ?” Tanya Alvin

“Ini milikku sejak kecil” Jawab Ayu

“Kamu memang punya yang sama seperti ini sama persis tapi ini bukan milik kamu” Ujar Alvin sambil mengamati

“Ayah, itu memang milikku” Jawab Ayu

“Bukan, milik kamu memang seperti ini tapi inisialnya LI. Darimana kamu mendapatkan ini ?” Ujar Alvin dengan mata berkaca-kaca

“Aku akan mengatakannya, jika ayah jujur sama aku” Jawab Ayu penuh penekanan

Alvin menghela napas dengan berat, seolah ada beban yang masih bersarang dalam benaknya.

“Baiklah, kalung itu milik kembaran kamu” Ucap Alvin

“Sudah aku duga, kalau Elina kembaran aku” Ujar Ayu saraya tersenyum

“Apa yang kamu katakana ? Kamu Elina bukan ?” Tanya Alvin menatap Ayu tanpa berkedip karena dia tidak mungkin salah mengenali

“Ayah, katakana padaku. Kenapa kamu membuang satu putri kembar kamu ?” Tanya Ayu dengan mata yang sulit diartikan

“Ayah tidak membuangnya, tapi dia hilang diambil orang” Jawab Alvin

Ayu melotot tidak percaya, mendengar kata-kata Alvin.

“Hilang ?” Tanya Ayu

“Benar sayang, adikmu hilang saat kami ingin membawanya pulang dari rumah sakit setelah 1 minggu ibu kalian melahirkan” Jawal Alvin

“Jadi ada yang memisahkan kami dengan sengaja ?” Tanya Ayu

“Bahkan kakak kamu juga hilang” Jawab Alvin

“Kakak ?” Tanya Ayu

“Iya, kamu terlahir kembar tiga dan adik serta kakak kamu yang menghilang dia laki-laki” Jawab Alvin

“Apa ayah sudah mencarinya ?” Tanya Ayu

“Iya, ayah sudah mencarinya kemana-mana tetapi Elara dan Elgard tidak pernah di temukan sampai saat ini” Jawab Alvin

“Jadi anma aku Elara ?” Tanya Ayu sedikit terkejut, medengar nama pemberian dari orang tuanya

“Kamu Elina, sedangkan adik kamu Elara” Jelas Alvin

“Katakan sayang dari mana kamu mendapatkan kalung itu ? Karena itu satu-satunya petunjuk tentang keberadaan kakak dan adik kamu” Tanya Alvin sekali lagi

“Ayah, apa kau percaya kalau aku itu Elara ?” Tanya Ayu

Ayu menggenggam tangan Alvin, ingin rasanya Ayu memeluk ayahnya itu.

“Elina, kamu jangan bercanda. Ini masalah yang serius” Ujar Alvin

“Ayah, memanggilku ?” Tanya Elina langsung masuk setelah sebelumnya berdiri di depan pintu

“Kamu ?” Tanya Alvin

Alvin tentu saja terkejut, karena ada dua Elina yang di depannya. Dia mengucek matany, dan kembali menatap ke depan.

“Ayah, ayah tidak apa-apa kan ?” Tanya Keduanya lalu menggenggam tangan Alvin

“Ja-jadi kamu …” Ujar Alvin tidak bisa melanjutkan karena terharu

“Ayah, putrimu yang hilang sudah kembali” Ucap Elina sambil tersenyum

“Elara …” Alvin mengusap pipi Ayu kemudian memeluknya

“Lara, maafkan ayah” Ucap Alvin seraya terisak

“Ayah tidak bersalah” Jawab Ayu

“Katakn nak, siapa yang membesarkan kamu selama ini ? Apa dia penculik itu ?” Tanya Alvin sambil terisak pilu

“Bukan ayah, aku belun tahu ayah karena aku belum bertanya kepada mama dan bapak disana. Aku langsung menemui ayah dulu, nanti aku akan pulang ke Bandung untuk menanyakan itu” Jawab Ayu

“Bagaimaan perlakuan mama dan bapak kamu disana ?” Tanya Alvin membuat Ayu bingung, pasalnya Lastri sering membeda-bedakannya dengan anak-anak yang lain

“Mereka sangat baik, mereka memperlakukan aku sebagai anak sendiri malah mereka tidak pernah bilang kalau aku bukan anak mereka” Jawab Ayu

“Bawa ayah pada mereka, ayah akan berterima kasih terlah merawat kamu” Ucap Alvin

“Ayah bahagia bisa bertemu dengan kamu, tapi …” Lanjut Alvin

“Tapi apa ayah ?” Tanya Elina

“Ayah harus menemukan satu kakak kamu, dia kakak pertama kamu” Jawab Alvin

“Apa dia laki-laki ?” Tanya Ayu

“Kok kamu tahu sayang ?” Tanya Alvin

“Aku disana memiliki kembaran dan dia laki-laki” Jawab Ayu

“Boleh ayah lihat wajahnya ?” Tanya Alvin

“Ini ayah, foto kak Aizam” Jawab Ayu

“Elgard, kamu sangat mirip waktu ayah masih muda dulu” Ujar Alvin

“Ayah ingin segera menemui dia” Lanjut Alvin

“Iya ayah, suatu hari nanti ayah dan kak Aizam akan bertemu kok” Jawab Ayu

“Yang terpenting sekarang ini, kita harus cari tahu siapa orang yang sudah memisahkan kita” Ujar Elina

“Elina benar ayah, sekarang aku ingin pulang dan aku sudah kangen sama nenek Sumitra” Ucap Ayu

“Kamu sudah kenal dengan nenek kamu ? Itu berarti kamu sudah pernah pulang ke rumah ?” Tanya Alvin kembali terkejut dengan kata-kata Ayu

“Tentu saja” Jawab Ayu sambil tersenyum kepada Elina

“Dasar anak nakal, jadi selama ini kalian sudah menipu ayah ?” Ujar Alvin menggelengkan kepalanya

“Maafkan kami, ayah” Sahut Keduanya

“Ayo kita pulang, kita beri kejutan pada nenek” Ajak Alvin seraya merangkul kedua putrinya

1
Rima Rismawati
Ternyara Rasmisi yang memculik Ayu, bikin greget aja. Lanjut thor, makin seru nih 👍
Rima Rismawati
Akhirnya ayu bertemu dengan keluarga kandungnya, bagaimana respon Lastri ya kalau Ayu dan Aizam bukan anak kandungnya ? Jadi penasaran
Rima Rismawati
Dasar si Laura yang tidak punya ahlak
Rima Rismawati
Thour tulisannya ada yang typo seditit🤭
Rima Rismawati
semangat thour nulis novelnya 👍
Rima Rismawati
Novel baru lagi nih thour
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!