NovelToon NovelToon
Perebut Suamiku

Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Selingkuh / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Meta.morfosa

Rubah itu melemparkan koperku ke halaman dengan arogan, "tinggalkan tempat ini secepatnya!!"

Ini adalah penghinaan paling hina yang pernah aku terima selama hidupku, namun aku juga tidak mempunyai kuasa untuk melawan.

"Memangnya siapa yang ingin tinggal di tempat seperti ini??" Ucapku dengan percaya diri. "Jika kamu menginginkan k*parat ini, ambil saja! Bos kaya raya baru suamiku."

"Cuih.. bos mana yang ingin memperistri wanita sepertimu??" Suara Rubah ini terdengar penuh ejekkan.

Aku sama sekali tidak mendengarkan ucapan provokatif dari si Rubah, sebagai gantinya aku justru tersenyum simpul saat melihat sebuah mobil Chevrolet Camaro tipe SS, bergaya sporty datang memasuki halaman dan berhenti tepat di depan kami semua, dan sesosok pria berumur sekitar empat puluh lima tahunan keluar dari dalam mobil.

"Himalaya, jika kamu sudah selesai, ayo kita pergi!!" Ucap pria itu seraya menggenggam tanganku.

Semua orang tertegun melihat sosok Zidan selaku ayah si rubah datang untuk menjemputku, aku mendekat ke arah rubah itu, "kamu merebut suamiku, maka ku rebut ayahmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta.morfosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PS chapter 11

#Kehidupan Baru, Awal Yang Baru.

➡➡➡

Kadang kadang ketika aku mengatakan kalau "Aku baik baik saja", aku ingin ada seseorang yang menatap mataku dan memelukku erat lalu berkata "Aku tahu kamu tidak baik baik saja". #unknown

➡➡➡

Dua minggu kemudian.

....

..

Aku resmi menjadi seorang janda. Tapi apa yang salah dengan itu? Lagi pula aku bercerai bukan karena aku yang berbuat kesalahan. Jadi.. berhenti menghakimi tatus janda, okey??

Aku tidak sedih dan juga tidak bahagia, perasaanku berada di tengah tengah.

Aku cukup menikmati hidupku sekarang.

Aku mulai belajar untuk melupakan Adnan, meski sulit.. bahkan sangat sulit. Jika boleh jujur, aku membenci dan mencintai Adnan di waktu yang bersamaan. Adnan adalah pria pertama yang membuat hidupku indah, namun dia juga yang menghancurkan keindahan itu pada akhirnya.

Mama dan Papa mertuaku juga sering mengunjungi Kirani di rumah orang tuaku.

Ya.. Kirani terpaksa aku titipkan bersama Helena dan Haris karena aku harus mencari uang siang dan malam. Setidaknya aku harus mengumpulkan banyak uang untuk Kirani. Dan aku juga tidak bisa menjelaskan kepada Kirani jika Kirani menanyakan ayahnya, aku bingung dan tidak bisa menjawab itu. Jadi lebih baik jika Kirani tinggal bersama Haris dan Helena, karena mereka pasti akan memiliki seribu jawaban yang bisa memuaskan Kirani.

Bukannya aku egois, tapi aku hanya lebih memilih aman dari pada nyaman untuk saat ini. Lagi pula, Haris dan Helena punya banyak waktu luang dan bisa bergantian menjaga Kirani. Plus.. Mereka tidak mungkin menelantarkan Kirani.

Setidaknya aku masih cukup beruntung karena kisah hidupku tidak setragis kisah kehidupan seseorang seperti di serial yang kadang aku tonton. Di hianati oleh suami, di tinggal menikah lagi, di musuhi oleh ibu mertua, dan di pecat dari pekerjaan, setidaknya aku tidak mengalami tragedi beruntun seperti itu. Lagi pula ini dunia nyata, dan ini adalah hidupku, okey? Jadi aku tidak akan pernah mengalami kes*alan semacam itu karena...

Karena aku memiliki Mertua yang baik, Orang tua yang baik, saudara yang baik, juga Bos yang baik tentunya. Jadi sangat tidak mungkin mereka akan menyia nyiakan makhluk secantik aku.

Dampak dari perceraianku dengan Adnan sungguh nyata dan masih terasa sampai sekarang. Kini aku tidak bisa lagi menjadi ibu yang seutuhnya untuk Kirani, karena aku tidak lagi bisa untuk tinggal di rumah dan menunggu. Lagi pula, apa yang harus aku tinggu? Aku harus mencari jika ingin mendapatkan.

Ini adalah hari liburku, aku memutuskan untuk bertemu dengan Miranda di Apartemennya, karena mulai besok aku akan mulai menjadi penyanyi di cafe milik Furi, sepupu Miranda dan aku juga akan mundur dari shift malamku di Apotik jadi aku perlu sedikit saran untuk pilihan lagu serta pilihan musik yang mungkin akan di sukai oleh pengunjung cafe.

Aku tidak mempunyai maksud lain, aku hanya ingin mencoba peruntunganku dengan tarik suara, siapa tahu aku bisa mengasah bakatku dalam bidang ini. Plus, gaji yang di tawarkan juga lumayan.

Aku bisa menggunakan separuhnya untuk biaya hidupku, dan separuhnya untuk Kirani. Sementara gaji dari Apotik bisa aku tabungkan.

Adnan?

Pembual itu hanya bisa beromong besar tanpa bukti. Karena nyatanya sampai detik ini Adnan justru angkat tangan untuk menafkahi Kirani, dia tidak menepati janjinya untuk mencukupi semua kebutuhan Kirani.

Tentu saja, mungkin Adnan seperti ini karena bujukkan j*lang s*alan itu. Yang memprovokasi Adnan agar tidak mengirimkan uang untuk Kirani lagi.

Jika tidak, Adnan tidak mungkin melupakan darah dagingnya sendiri demi istri barunya.

Itu sama sekali bukan gaya Adnan. Namun, siapa peduli? Aku, wanita bodoh ini masih memikirkan Adnan sangat banyak, tapi apa yang Adnan lakukan? Aku justru semakin terlihat menyedihkan sekarang.

Aku membenci Adnan karena jauh di lubuk hatiku aku masih sangat mencintai Adnan. Namun, Adnan sudah bahagia bersama istri barunya sekarang, sementara aku? Aku bahkan jauh lebih menderita. Tapi sudahlah, aku malas untuk memikirkan Adnan.

Untungnya, orang tua Adnan masih sangat peduli kepada Kirani, mungkin karena mereka merasa bersalah atas kelakuan mengerikan Adnan, sehingga mereka masih mengirimkan susu juga sesuatu yang Kirani butuhkan. Juga sesekali akan mengajak Kirani piknik.

Aku juga bisa tenang sekarang, meskipun Kirani telah kehilangan sosok Ayah sepenuhnya tapi Kirani tidak pernah kehilangan kasih sayang dari orang orang di sekitarnya. Setidaknya mereka masih mempunyai hati, lagi pula tidak semua orang seperti Adnan.

Aku memutuskan akan memulai kehidupan baruku sebagai penyanyi sekarang, dan yang terpenting adalah suaraku juga tidak terlalu buruk.

Jangan salah, karena aku pernah mengikuti kelas Seni saat duduk di Sekolah Menengah, jadi aku masih ingat cara bernyanyi yang baik dan teknik bermain gitar

Aku langsung pergi ke Apartemen Miranda, dan di sambut oleh pelukan hangat sahabat terbaik yang bahkan sudah menungguku di depan gedung Apartemen.

"Maaf, aku jadi merepotkanmu," ucapku membalas pelukkan Miranda.

"Dasar b*doh, bukankah dari dulu kamu selalu merepotkan ku? Lalu kenapa kamu baru meminta maaf sekarang? Sudahlah, ayo masuk!!" Ucap Miranda menarik tanganku.

Aku tahu jika Miranda hanya bercanda. Dia memang seorang humoris yang akan menanamkan kegilaan di dalam persahabatan kami.

Miranda sudah menyiapkan secangkir cokelat untukku begitu aku tiba di Apartemen pribadi Miranda, "dasar gila, kamu memberiku cokelat hangat di cuaca yang panas begini?" Ucapku seraya mengangkat cangkir itu dan menunjukkannya pada Miranda.

"Siapa bilang itu untuk di minum? Apa kamu tidak melihat jika itu cokelat kental?"

Hah? Aku terkejut, dan kemudian melihat isi cangkir yang ternyata memang berisi cokelat kental. "Untuk apa ini?" Aku bertanya tentang apa yang akan Miranda lakukan dengan cokelat ini.

"Untukmu tentu saja."

"Aku bertanya untuk apa? Bukan untuk siapa? Dasar j*lang."

Miranda meringis, "untuk masker, aku merasa jika kamu sangat tegang belakangan ini, itu akan mempercepat proses penuaan dini dan akan membuat kerutan di wajahmu semakin banyak, jadi aku menyiapkan ini untuk membuat kulit wajahmu menjadi sedikit rilex. Ayo mendekat!!" Miranda melambai dan memintaku untuk mendekat.

Akupun menurut, aku mendekat dan kemudian duduk di samping Miranda.

Miranda mengoleskan cokelat dengan telaten di wajahku, aku tersenyum dan merasa terharu dengan perlakuan manis Miranda.

Bahagia? Jelas.

"Sebenarnya tujuanku kesini untuk belajar bermain gitar dan olah vokal kembali."

Ucapku mengutarakan niatku yang sebenarnya setelah Miranda menyelesaikan olesan terakhir masker di wajahku.

"Aku bukan guru vokal, tapi aku adalah seorang psikolog, PS-I-KO-LOG, okey? Jadi kamu datang ke tempat yang salah." Ucap Miranda menekankan kata psikolog.

1
Dewi Dama
wajah korea....
Dewi Dama
Luar biasa
Dewi Dama
Lumayan
Dewi Dama
murahan amat sihhh..br.kenal udah berani nyium laki..
Yuliana Rahmawati
Luar biasa
Anonim
Katany wanita pintar,tp kenapa sudah tau suami selingkuh tidak ada persiapan??disini dijelaskan kalau dia bs berpikir jalang yg akan menang bla bla bla tp knp tdk mempersiapkan diri utk kemungkian twrburuk??mlh terkesan membiarkan dan mendukung perselingkuhan.bru cri kerja stlh ad srt cerai.
Marlialeeya
masih belum mau cerita, masih abu-abu dan penuh tanda tanya atas kisah si Rubah dan Adnan 😵😌😏
Ernawati
lanjut..
Nur amna Azkiya
bagus
Novita Shamin
tidak buruk
fandha
maaf ya thor sekedar masukan itupun kalo mau.tlg dong dikondisikn ngomong nya..kog aku risih baca.."iblis kecil'..maaf bgt .caramel kn seorg manusia..jgn pula dibilang iblis kecil..dosa lho ngatain atau nyumpahi org dg kata2.. yg kurang enak didenger
fandha
cerita nya bagus..dan menyentuh
Windarti08
kok aku bacanya Rexona ya...🤭🤭 setelah ku ulang lagi, ternyata Roxana... galfok aku😅😅
Windarti08
udah dong... aku itu klo habis baca, di akhir bab auto klik LIKE lho👍
Windarti08
Adnan said, "aku masih sangat mencintaimu Ibu mertua..."
Windarti08
Zidan said, "cucuku anak mantan suami istriku"
Windarti08
aku juga nonton drakor ini pada waktu itu
Windarti08
Hasyekkk..... ini kalimat yang aku tunggu-tunggu😂😂😂
Windarti08
oh mau nanya dong Thor... knapa putrinya Zidan memakai nama belakang Silvia yaitu Megan bukan nama belakang Zidan?
Windarti08
ahh bentar lagi dong... tinggal 2 bab lagi kita akan berjumpa dengan si rubah betina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!