NovelToon NovelToon
PENYIHIR TANPA SIHIR

PENYIHIR TANPA SIHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:797
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Lahir tanpa sihir (Nirmala) di dunia yang memuja kekuatan membuat Askara dibenci oleh ayahnya sendiri. Namun, sebuah rahasia besar terungkap: Askara tidak kosong, ia adalah "pemangsa sihir" yang mampu menyerap, menggabungkan, dan memantulkan kembali setiap serangan musuh. Berbekal kemampuan unik ini dan stamina fisik yang terlatih, Askara memulai perjalanan jauh demi membuktikan bahwa seorang tanpa sihir pun mampu mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Kabar Dari Sayap Emas

Tiga hari berlalu bagi Askara bagaikan aliran sungai yang tenang namun menghanyutkan. Di sebuah penginapan kecil di sudut Distrik Bawah yang tidak jauh dari bengkel Moses, sang pemuda menghabiskan waktunya untuk bermeditasi dan mengistirahatkan tubuh fisiknya secara total. Ujian melelahkan di depan tungku inti dan pertarungan maut di Gua Obsidian telah meninggalkan retakan-retakan kecil pada serat ototnya, namun dengan bantuan istirahat yang disiplin, tubuh fisiknya justru berevolusi menjadi jauh lebih padat dan tangguh dari sebelumnya.

Setiap kali senja menyapa, Askara akan berdiri di balkon penginapan, menatap kepulan asap ungu pekat yang membubung tinggi dari cerobong asap bengkel Moses. Suara dentuman palu yang ritmis samar-samar terdengar dari kejauhan—sebuah tanda bahwa sang maestro pandai besi sedang bertaruh dengan sisa hidupnya untuk melahirkan sebuah mahakarya. Askara hanya perlu bersabar menanti waktu eksekusi yang dijanjikan.

Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari atmosfer gersang Kota Toga, langit biru cerah menaungi markas megah Guild Elang Emas (Gold Eagle) di wilayah ibu kota. Guild tersebut merupakan salah satu faksi petualang paling elit dan dihormati di seluruh benua, tempat berkumpulnya para kesatria sihir berbakat dan penyihir kelas atas.

Hampir satu bulan telah berlalu sejak Rose melangkah masuk ke dalam gerbang guild ini. Gadis yang dulunya kerap menyembunyikan senyum cemasnya di balik gaun sederhana, kini telah bertransformasi sepenuhnya.

Di dalam lapangan latihan berbatu putih milik guild, Rose berdiri kokoh dengan zirah ringan berwarna perak beraksen biru laut. Rambut panjangnya diikat rapi ke belakang, mengekspos paras wajahnya yang luar biasa cantik, tegas, dan memancarkan pesona murni yang mampu memikat pandangan siapa pun yang lewat. Kedua tangannya terangkat ke udara, menggenggam sebuah tongkat sihir pendek berujung kristal safir.

"Sihir Air: Tombak Arus Pemutus!" seru Rose dengan nada suara yang jernih namun penuh penekanan.

WUSSS! FLOOSH!

Dalam sekejap mata, partikel kelembapan di udara berputar hebat, memadat menjadi lima tombak air raksasa berputar yang melesat secepat kilat. BOOM! BOOM!

Tombak-tombak tersebut menghantam boneka target dari besi baja hingga hancur berkeping-keping, meninggalkan genangan air yang bergolak pekat. Kontrol mana dan kecepatan rapalan mantra Rose telah meningkat berkali-kali lipat dibandingkan saat ia pertama kali meninggalkan desa.

"Luar biasa, Rose! Kemajuanmu dalam memanipulasi kerapatan air benar-benar menakutkan," ucap seorang kesatria sihir muda yang baru saja menyudahi latihannya di dekat sana, menatap Rose dengan binar mata penuh kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

Rose hanya mengulas senyuman tipis yang sopan sebagai jawaban, lalu menyeka sedikit keringat di dahi fisiknya.

Perubahan Rose tidak hanya terjadi dalam ruang latihan.

Selama beberapa minggu terakhir, ia dan tim intinya telah menyelesaikan belasan misi penaklukan dungeon tingkat tinggi dengan hasil yang sempurna. Nama "Rose sang Penyihir Air Suci" kini mulai menjadi buah bibir yang populer di kalangan para kesatria sihir. Ia bukan lagi gadis lemah yang membutuhkan perlindungan; ia telah menjadi aset berharga yang dihormati.

Namun, di balik semua popularitas dan pujian yang ia terima dari para lelaki berbakat di guild tersebut, hati kecil Rose tetap tidak pernah berubah arah.

Rose berjalan menuju tepi lapangan latihan, menatap ke arah cakrawala barat tempat bentangan kabut hitam Hutan Sihir Kegelapan berada. Waktu keberangkatan kian dekat.

Berdasarkan perintah dari petinggi Guild Elang Emas, tepat satu minggu dari sekarang, tim elit mereka akan bergerak dalam sebuah ekspedisi besar untuk menaklukkan wilayah terdalam hutan terkutuk tersebut.

Rose merapatkan jemarinya pada kalung kecil di lehernya, seulas senyuman hangat yang tulus mendadak terukir di bibir indahnya saat bayangan wajah Askara melintas di dalam benaknya.

Askara... kau pasti sudah berada di luar sana, kan? batin Rose berbisik penuh kerinduan. Aku tahu kau tidak akan pernah mati semudah itu. Tubuh Nirmala-mu pasti sedang berjuang di suatu tempat.

Ada letupan tekad yang membara di dalam dada Rose.

Alasan utama mengapa ia memutus batasan dirinya dan berlatih bagaikan orang gila di guild ini adalah agar ia bisa berdiri sejajar di samping pemuda itu. Ia tidak ingin lagi menjadi beban yang hanya bisa menangis saat Askara bertaruh nyawa memuntahkan energi sihir serapannya.

Tunggu aku di Hutan Kegelapan, Askara, janji Rose di dalam hatinya dengan mata yang berkilat penuh keyakinan. Satu minggu lagi, aku akan menunjukkan kepadamu... bahwa Rose yang dulu tak lagi lemah, sekarang aku sudah tumbuh menjadi penyihir yang cukup kuat untuk melindungi mu kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!