NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Sesaat setelah Naya masuk rumah, mobil suv warna hitam terparkir didepan panti yang Anna sudah tau siapa dia.

"Baru diomongin udah nonggol aja tuh bocah." batin Anna melihat Raka keluar dari mobil dan tentunya dengan Nathan.

"Anak anak sudah tidur?" tanya Raka pada Anna membuat Anna heran melihat penampilan Raka yang acak acakan tidak serapi biasanya.

"Udah kok, tumben nanyain anak anak?" tanya Anna heran.

Raka tidak menjawab dan langsung memasuki rumah panti membuat Anna jengkel karena merasa diacuhkan.

''Kenapa sih tuh Bos loe?" tanya Anna pada Nathan.

"Gue juga nggak tau dari tadi siang uring uringan mulu, gue aja kena marah terus." keluh Nathan membuat Anna tertawa.

"Hahaha kasian banget sih Lo.'' ejek Anna.

"Nggak mau tau, Lo harus tanggung jawab." desak Nathan yang sudah memegang tangan Anna.

"Kok gue sih, emangnya gue ngapain?" Anna binggung sendiri.

"Lo harus tanggung jawab buat ngehibur gue lah." Nathan mulai menarik tangan Anna membawa Anna kekamar belakang tempat mereka bercinta kemarin.

"Nggak, gue nggak mau." kesal Anna melepaskan pegangan Nathan.

"Udahlah nggak usah sok jual mahal, gue tau Lo suka." kata Nathan yang sudah mengunci pintu kamar.

"Serah Lo deh," kesal Anna pasrah membuat Nathan tersenyum menyerigai.

...

Raka memasuki kamar Naya yang tidak dikunci, Setelah menutup pintu Raka mulai mendekati ranjang dimana Naya sudah terlelap.

Raka memeluk tubuh Naya yang memunggunginya, Naya bergerak pelan lalu mengumam "Raka.."

Membuat Raka tersenyum senang, Naya masih mencintainya, ya Naya memang masih mencintainya, bahkan didalam tidurnya pun Naya menyebut namanya.

Karena terlalu senang, tanpa Raka sadari Ia menciumi rambut Naya hingga membuat Naya sadar dan bangun.

Naya terkejut dan mendorong tubuh Raka, namun dorongan Naya bukanlah apa apa karena Raka masih baik baik saja tidak membuatnya terpental kebelakang.

"Raka..." panggil Naya setelah bangun dan sadar jika  Ia tadi tidak bermimpi, memang benar Raka yang memeluknya.

"Kau senang aku datang?" tanya Raka mengoda Naya.

"Tidak, aku hanya terkejut." sangkal Naya.

"Aku tidak percaya, padahal kau baru saja menyebut namaku saat tidur tadi." kata Raka membuat Naya terkejut dan membegap mulutnya.

"Benarkah? ohh tidak ini sangat memalukan." batin Naya masih membegap mulutnya sendiri dan memandang Raka sedikit melotot membuat Raka terkekeh geli.

"Jangan menatapku seperti itu, membuatku ingin mencium mu." kata Raka menarik tubuh Naya dan membawanya kedalam pelukan nya.

"Kenapa kau kesini?" tanya Naya pada Raka.

"Apa aku sudah tidak boleh kesini?" tanya Raka membuat Naya gugup.

"Bu-bukan, aku pikir kau masih marah, bukankah kau tadi siang marah padaku?" tanya Naya.

"Apa kau mengkhawatirkanku?" goda Raka.

Naya memukul dada Raka "Aku kan hanya bertanya." kata Naya kesal.

"Kau bahkan sudah berani memukulku! apa kau sudah memaafkanku?" goda Raka lagi.

"Sudahlah katakan saja, kenapa kau kesini padahal tadi siang saja kau terlihat marah." kata Naya.

"Mana mungkin aku bisa marah padamu, aku merindukanmu jadi aku kesini, dan alasan kenapa aku datang selarut ini karena aku melarangku untuk menemui anak anak, jadi aku datang saat anak anak sudah tidur." jelas Raka.

"Maafkan aku, aku tak bermaksud menyinggungmu." kata Naya merasa bersalah.

"Sebenarnya aku sangat sakit hati dengan tuduhan mu itu, karena aku memang menyukai anak anak disini, tapi jika dengan menuruti keinginanmu bisa membuatmu kembali padaku, aku tak mempermasalahkan itu." kata Raka membahas masalah kembali membuat jantung Naya berdenyut nyeri.

"Kenapa kau pikir aku mau kembali padamu?" tanya Naya.

"Karena aku tau kau masih sangat mencintaiku Nay." jawab Raka.

"Aku tidak akan mencintai seseorang yang sudah memiliki keluarga." kata Naya.

"Jangan membohongi hatimu sendiri Nay." kata Raka mulai geram karena Naya menyinggung kata keluarga.

"Lalu jika benar aku masih mencintaimu aku juga tak akan mengungkapkan, karena kamu sudah milik orang, dan aku tidak mau menganggu hubungan mu Raka, mengertilah! kita sudah lama selesai." kata Naya sedikit sesak.

"Itu menurutmu Nay, tapi tidak menurutku! sampai kapanpun kau hanya menjadi milikku."  kata Raka.

"Kamu egois Raka."

"Aku tidak peduli, bahkan aku bisa meninggalkan Clara saat ini juga jika bisa membuatmu kembali padaku." kata Raka geram.

"Tidak! kumohon jangan lakukan itu." pinta Naya.

"Aku akan melakukan apapun yang kuinginkan Naya, jangan melarangku!" Kata Raka dan langsung membungkam bibir Naya dengan ciuman kasarnya.

Kali ini Naya tidak memberontak, berharap Raka bisa melembut padanya karena jujur Naya sangat takut jika Raka berlaku kasar seperti kemarin saat divilla.

Melihat Naya yang tidak memberontak dan bahkan membalas ciuman nya membuat Raka luluh, dia semakin melembutkan ciumannya.

Raka melepaskan ciumannya, menatap wajah Naya yang tersipu malu, Naya memang Naya selalu tersipu saat Raka memperlakukannya dengan lembut.

"Aku benar benar tersiksa saat kehilanganmu, jadi aku mohon jangan pergi lagi, aku benar benar mencintaimu Nay." kata Raka yang dengan mata memerah seperti akan menangis.

"Tapi bagaimana dengan keluargamu Raka? aku benar benar tak ingin jadi perusak rumah tanggamu dengan istrimu." jelas Naya karena memang itulah yang dia khawatirkan.

"Tak perlu memikirkan itu, bahkan sebelum bertemu kembali dengan mu pun aku sudah berencana untuk menceraikannya, jadi jangan mengkhwatirkan itu." kata Raka.

"Kenapa ? bukankah dia cantik dan sepadan denganmu?"

"Kau memiliki segalanya yang tak Ia miliki, itulah kenapa aku lebih memilihmu dari pada dia." Balas Raka.

"Tapi kenapa dulu kau meninggalkanku." batin Naya.

"Kenapa hanya diam? apa kau tak percaya padaku?" tanya Raka.

Naya hanya mengeleng lemah, "Percayalah, sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu." kata Raka mencium kening Naya lama sekali.

Rasanya Naya sedikit tenang, tidak peduli jika nanti Naya dikatakan pelakor, karena Naya sudah berusaha melepaskan Raka dan membuat Raka pergi tapi nyatanya Raka memaksanya kembali tinggal hingga membuat Naya kembali nyaman.

"Aku punya sesuatu untukmu," Raka terlihat mengelurakan kotak beludru didalam saku celana nya.

Raka membuka kotak itu dan ternyata sebuah cincin.

"Maukah kau menikah denganku?" Raka bersujud dihadapan Naya.

"Apa kau ingin aku jadi istri keduamu?" protes Naya kesal.

"Kau akan menjadi satu satunya." kata Raka menyakinkan.

"Jangan seperti ini, aku akan menerimamu jika kau memang berpisah dengan istrimu.'" kata Naya.

"Kau janji akan menerimaku meskipun aku duda?" tanya Raka membuat Naya terkekeh.

"Ya tentu saja." kata Naya.

"Baiklah, akan kutagih janjimu itu." kata Raka

"Jadi kau tidak menerima cincin ini?" tanya Raka terlihat sedih.

"Baiklah, aku akan memakainya dijari tengah karena kita menikah dan aku akan memakai dijari manis jika kita sudah menikah." Kata Naya menyematkan cincin pemberian Raka dijari tengahnya.

"Terimakasih sayang, telah memberiku kesemapatan." kata Raka memeluk Naya.

Naya hanya tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!