NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku

Pelayan yang berdiri di ambang pintu seketika membeku melihat pemandangan itu.

Matanya membelalak saat melihat Ashlyn yang tiba-tiba berlari lalu menjatuhkan dirinya tepat ke atas pangkuan sang jenderal.

Tubuh kecil itu langsung memeluk leher Ethan erat-erat, seolah takut pria itu akan menghilang lagi jika sedikit saja ia melepaskan pelukannya.

Pelayan itu menelan ludah.

Belasan tahun mengabdi di keluarga Harold, ia belum pernah sekalipun melihat seorang wanita menyentuh Jenderal Ethan Harold sedekat ini.

Jangankan duduk di pangkuannya, menyentuh ujung lengan seragam sang jenderal saja tidak ada yang berani.

Dengan wajah gugup, pelayan itu segera menundukkan kepala.

"Saya permisi, Jenderal." Tanpa menunggu jawaban, ia mundur beberapa langkah dengan sangat hati-hati, lalu menutup pintu ruang kerja tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

Klik!

Kini hanya tersisa Ethan dan Ashlyn di dalam ruangan. Ethan menundukkan pandangan dan tatapannya langsung jatuh pada kedua kaki Ashlyn.

Gadis ini rupanya berlari tanpa sempat mengenakan sandal. Telapak kakinya yang masih dipenuhi luka dan memar kini kembali memerah karena berlari menyusuri koridor mansion.

Entah sejak kapan, Ashlyn sudah tidak lagi memedulikan rasa sakit di tubuhnya. Yang ia pedulikan hanyalah menemukan Ethan.

Pelukan Ashlyn di leher Ethan terasa semakin erat. Tubuh mungil itu duduk di atas pangkuannya tanpa merasa ada yang aneh.

Sementara Ethan ini adalah kali pertama selama tiga puluh delapan tahun hidupnya, ada seorang wanita yang duduk di atas pangkuannya seperti ini.

Jika kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu, mungkin Ethan sudah berdiri dan menjaga jarak. Namun sekarang ia justru tidak tega memindahkan gadis tersebut.

Ethan mengembuskan napas pelan. "Aku tidak bersembunyi," ucap Ethan dengan suaranya yang tenang.

Ashlyn yang masih sesenggukan perlahan mendongakkan wajah. "Tidak sembunyi?"

"Ini ruang kerjaku."

Ashlyn berkedip beberapa kali. "Ruang kerja?"

"Iya."

Ashlyn menatap sekeliling ruangan ini untuk pertama kalinya. Baru sekarang ia menyadari ada meja besar, rak-rak buku tinggi, dan tumpukan dokumen yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Mirip meja belajar milik Sandrina.

Perlahan Ashlyn kembali menatap Ethan. "Suamiku tidak sembunyi?" tanyanya pelan, kembali memastikan tentang hal ini.

"Tidak."

"Suamiku tidak meninggalkan Ashlyn?"

"Tidak."

Jawaban singkat itu sudah menjadi obat paling ampuh bagi hati Ashlyn. Tapi air mata yang masih menggantung di pelupuk matanya kembali jatuh.

Melihat itu tanpa disadari tangan Ethan bergerak lebih dulu. Dengan ujung ibu jarinya, ia mengusap perlahan air mata yang membasahi pipi Ashlyn.

Gerakan itu begitu lembut hingga bahkan Ethan sendiri baru menyadarinya setelah tangannya berhenti di wajah gadis tersebut.

Ashlyn memejamkan mata sejenak menikmati sentuhan lembut tersebut. "Suamiku baik sekali."

Lalu tanpa ragu Ashlyn kembali memeluk Ethan lebih erat. Kepalanya bersandar di dada bidang sang suami.

"Ashlyn tadi bangun."

"Hm."

"Ashlyn mencari Suami, tapi Suamiku tidak ada."

Ethan mengusap pelan rambut Ashlyn. "Aku hanya bekerja."

"Ashlyn takut."

"Aku tahu."

"Takut Suami pergi."

"Aku tidak pergi."

Mendengar kalimat itu, napas Ashlyn perlahan mulai tenang. Pelukan di leher Ethan juga tidak lagi sekuat tadi.

Sementara di luar ruang kerja, beberapa pelayan yang tadi melihat kejadian itu mulai saling berbisik dengan suara yang sangat pelan.

"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Nona itu benar-benar duduk di pangkuan Jenderal dan Jenderal tidak marah sedikit pun."

"Jangan-jangan mereka memang benar-benar sudah menikah."

"Bisa jadi."

"Mungkin terjadi sesuatu di perbatasan."

"Benar, mungkin ada keadaan darurat yang membuat Jenderal menikahi Nona Ashlyn."

"Kasihan juga Nona itu. Dia memang terlihat seperti gadis yang... sedikit berbeda. Tapi Jenderal sangat melindunginya."

Bisikan demi bisikan mulai menyebar di antara para pelayan. Namun belum sempat percakapan itu semakin panjang, suara kepala pelayan terdengar tegas dari belakang mereka.

"Cukup."

Semua pelayan langsung terdiam. Kepala pelayan menatap mereka satu per satu. "Apa kalian lupa aturan di keluarga Harold?"

Mereka semua langsung menundukkan kepala.

"Kehidupan pribadi Tuan bukan urusan kita."

"Maaf."

"Mulai sekarang tidak boleh ada satu pun gosip yang keluar dari mansion ini."

"Baik."

"Siapa pun yang menyebarkan cerita tentang Jenderal akan berhadapan langsung denganku."

Para pelayan serentak mengangguk. "Mengerti."

Barulah kepala pelayan mengembuskan napas pelan. Meski ia sendiri juga tidak mengerti apa sebenarnya hubungan diantara Jenderal Ethan dengan gadis bernama Ashlyn itu.

Ada satu hal yang sangat ia pahami. Selama bertahun-tahun melayani keluarga Harold, belum pernah sekalipun ia melihat jenderal Ethan membiarkan seseorang memasuki ruang pribadinya sedekat ini.

Dan fakta itu saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Ashlyn telah menempati tempat yang berbeda dibanding siapa pun yang pernah hadir dalam kehidupan sang jenderal.

"Ashlyn suka sekali duduk di pangkuan suami seperti ini," ucap Ashlyn hingga memecah keheningan di ruang kerja Ethan. Berulang kali ia menggerakkan tubuhnya dengan nyaman di pangkuan sang suami.

Tanpa sadar setiap pergerakannya membuat Ethan sedikit menahan nafas.

"Ini adalah tempat duduk favoritku," kata Ashlyn lagi.

Ethan menelan ludahnya dengan kasar, dia hanya diam dan memeluk pinggang Ashlyn agar tidak jatuh.

"Suamiku?" panggil Ashlyn.

"Hem?"

"Apa boleh ini jadi tempat duduk favoritku?"

1
Uthie
please up 😭😭😭🙏🙏
Ayla Anindiyafarisa
semakin pintar kan istrimu pak jenderal😅😅😅😅
Ayla Anindiyafarisa
jantung aman g tuh pak jendral kena cium😅😅😅
Ayla Anindiyafarisa
y kan mom nikah beneran
Ayla Anindiyafarisa
yg di ingat cuma mandi bersama😅😅😅😅
Ayla Anindiyafarisa
sander yg jadi korbannya😅😅😅
Ayla Anindiyafarisa
sing sabar Yo ethan 😅😅😅😅
Ayla Anindiyafarisa
sabar y jenderal ini ujian🤭
.
knpa ga up Thor,novel satunya up tiap hari kalau ga sanggup nulis 2 novel mending fokus satu aja ga sih tamatil dulu yg ini baru bikin cerita baru darpda yg ini gantung🙏
ollyooliver
woiii thor. kembali kau🤧
Farika Willesden
bgus unik ceritanya
Uthie
ke mana yaaa ini kelanjutannya???? 😢😢🙏🙏

sangat di nantikan lagi kelanjutannya 🙏🙏🙏
Xiomi Redmi
mana ini Thor lanjutannya, padahal bagus banget lloh 😍
Sri Nurjannah
sukurinnnn kmu Ethan ditagih kn janjimu hahahaha
223
ini ga update lagi ya min??
Sri Nurjannah
yaa Ampuuuunnn ngakak aku bacanya hahaha
perkara bikin anak hahahaha
dylick: aku udah gak punya pembaca satupun maaf kalau menggagu...
total 2 replies
Sri Nurjannah
sukurinnnn 🤪🤪🤪
Sri Nurjannah
ah Ashlyn knpah cium pipi doang cium bibir ke hahahaha
Nur Aulia
ngakak euuy,, lucunya km aslin
guest1053527528
hahhaa mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!