Stella ditalak sang Suami, usai mereka melakukan malam pertama. Ketidakpercayaan sang suami membuat sang ayah murka dan mengusirnya dari rumah.
Stella terpuruk. Lalu, datanglah seorang pria penolong yang rela menerima kelebihan dan kekurangannya. Namun sang pria ternyata juga pemaksa.
Mungkinkah Stella mau kembali bersama sang mantan? Ataukah dia akan memilih hidup bersama pria yang selama ini menunggu cintanya?
Simak kisah rumit kehidupan Stella dalam PENJARA CINTA untuk STELLA, Happy reading😍😍😍 jangan lupa like, share n komennya ya.... semoga suka😍😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diam-Diam Rindu
Satu bulan kemudian ...
Stella menuruti nasehat Juan, untuk berlatih berbicara. Menjawab setiap pertanyaan teman-teman kerjanya dengan suara. Meskipun masih gagap. Juan sangat paham, jika menghilangkan trauma itu tak semudah membalikkan telapak tengan. Apa lagi trauma yang diderita Stella bukanlah trauma biasa. Terlihat dari banyaknya luka di tubuh wanita ayu itu, pasti penyiksaan yang ia terima tak main main. Terlebih luka yang ada di leher Stella. Luka bukan bekas cekikan biasa. Seperti bekas jeratan, bekas jeratan ikat pinggang atau mungkin tali plastik dan luka itulah yang menyebabkan Stella sulit berbicara.
Tak terasa sebulan sudah Stella berada di kota ini. kehidupan baru yang diberikan Juan padanya sungguh luar biasa. Stella sudah bisa tersenyum, kadang juga terdengar tertawa ketika bercanda gurau dengan teman-teman kerjanya.
Juan tak tega memperkerjakan Stella sebagai pembantu di rumah. Pria baik hati ini meminta Rosalinda yang tak lain adalah adik kandungnya untuk memperkerjakan Stella di butik miliknya dan Rosalinda menerimanya dengan senang hati. Pertama kali ia melihat Stella, gadis ini sudah jatuh cinta dengan sikap dan sifat Stella yang sangat sopan. Terlebih, Stella juga selalu tepat waktu dan sangat rajin. Terkadang wanita yang ia anggap saudari sendiri itu, juga sering memberinya ide brilian untuk kemajuan binisnya.
Pernah, suatu hari .... ketika salah satu pelanggan menginginkan desain yang sedikit rumit. Bahan yang diminta pun cukup sulit dan mahal, dengan cepat Stella memberi ide ... menyodorkan hasil gambarnya yang lebih simple namun elegan. Bahan yang ia tawarkan juga tak kalah mewah namun mudah dicari.. Cara Stella menghadapi pelanggan juga membuat Rosalinda jatuh cinta. Stella begitu sabar menghadapi pelanggan yang terhitung rewel dan menyebalkan. Wanita ini selalu berhasil mengeluarkan jurus mautnya untuk membuat pelanggan tertarik dengan pilihannya.
"Kamu memang hebat Ste!" puji Rosa ketika sang pelanggan pulang.
"Nggaklah, Bu. Saya hanya mengusahakan yang terbaik, Bu," jawab Stella sambil tersipu.
"Alangkah bahagianya mereka, calon pengantin. Kapan kita ketemu jodoh ya Ste?" celetuk Rosalinda. Gadis ini terlihat tersenyum membayangkan indahnya menjadi pengantin.
Seketika Stella ingat kejadian satu bulan yang lalu. Bulan di mana ia diantar ke pelaminan oleh kedua orang tuanya, untuk masuk kedalam biduk rumah tangga bersama pria yang ia cintai, bersama pria pilihan hatinya. Bulan di mana seharusnya ia bahagia.Bulan di mana seharusnya ia sudah tak lagi sendiri. Bulan di mana ia harusnya tidak berada di sini. Namun, rahasia Tuhan telah membalik kapal yang baru saja ia naiki. Ia dibuang kelaut oleh sang nahkoda tanpa tahu kesalahannya dan kejadian itu membuatnya tenggelam dalam jurang nestapa serta terdampar di padang gurun yang membuatnya hampir kehilangan nyawa.
Stella tersenyum kecut, ternyata ia masih belum diizinkan bahagia. Belelum diizinkan menenguk manis madunya rumah tangga. Ingin rasanya Stella protes pada sang Pemilik Hidup, namun rasanya tidak sopan. Ia selalu berusaha menerima, tetapi mengapa candaan yang Tuhan berikan padanya rasanya sesakit ini. Sampai membuatnya susah berpikir.
"Woy, Ste!" Rosalinda menepuk pundak Stella sampai wanita ini terkejut.
"Kaget!" ucap Stella sambil mengelus dadanya. Rosalinda terkekeh.
"Kenapa? Kangen ayang beb ya?" canda Gadis ayu ini.
Stella tersenyum," Sudah tidak diizinkan kangen lagi, sudah tidak ada hak untuk kangen lagi," jawab Stella jujur. Senyum masih mengembang di bibir cantik itu, namun tak terasa air matanya meluncur begitu saja. Mengiringi perihnya hati yang teriris oleh rindu yang masih setia mengikat pikirannya.
"Emang kenapa? doi udah nikah ama yang lain?" tanya Rosalinda.
Stella menggeleng, "Aku tidak tahu, yang aku tahu ... aku sudah tidak diizinkan kangen sama dia lagi. Aku sudah tak diinginkan, aku sampah," jawab Stella dengan senyuman kesedihan yang mendalam. Dihapusnya air mata yang masih belum mau berhenti mengalir.
"Kamu ini ngomong apa sih Ste? Udah yuk, jangan diingat lagi! kalau udah nggak diizikan kangen ama dia lagi, ya udah ... nggak pa-pa. Anggap aja nggak jodoh. Insya Allah nanti diganti ama yang lebih baik. Oke," ucap Rosalinda seraya menarik tangan Stella keluar dari ruang rapat mereka.
Andai kamu tahu perjalanan hidupku Ros, andai kamu tahu betapa tidak berharganya aku di mata pria itu. Andai kamu tahu betapa pahitnya racun yang diberikan oleh pria itu, mungkinkah kamu masih bisa berkata demikian. Aku sudah hancur Rosa, sehancur-hancurnya, tetapi aku tak bisa membencinya. kamu pasti akan mengatakan bahwa akulah wanita terbodoh di dunia, karena masih menyimpan dia di hati ini. Masih nekat merindukannya, meskipun aku tahu aku telah dibuang, sudah tak diinginkan.mungkin juga sudah dianggap mati, aku bodoh kan Ros, bodoh kan? suara batin Stella menangis perih.
Sungguh rindu Yang Stella Rasakan TIDAK akan PERNAH ADA obatnya. Namun, mengapa masih nekat merindu. Ingin rasanya Stella meremas dan menampar hatinya, agar tak menanyakan keadaan pria itu. Pria yang memberikan neraka untuknya.
Bersambung ...
halooo Thor. ini yg pertama kali aq mampir di novelmu.