Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Kota P
🍃🍃
Azwa dan keluarga telah tiba di Bandara Soetta, Jakarta. dimana itu adalah tempat perpisahan mereka untuk melepaskan kepergian putrinya yang akan merantau ke Negeri orang. sembari menunggu penerbangan anaknya, orang tua Azwa dan Tante Sekar ikut menunggu di ruang tunggu tempat itu. hingga sesuatu mengejutkan Azwa dan yang lainnya, menyapa mereka dengan begitu sopan.
"Assalamualaikum, Tante, Om" sapa seseorang dari samping. semuanya pun menoleh ke asal suara. sontak membuat Azwa kaget setengah mati.
"Waalaikumsalam, eh Nak Keysha" sahut Mama Ajeng tercengang, setahu dirinya putrinya itu akan berangkat seorang diri.
"Iya, Tan. hai Wa, akhirnya kamu disini. aku mencari tadi" ujar Keysha, membuat semua orang bingung kecuali Tante Sekar.
"Eh, Hai key" sahut Azwa, lalu Azwa menarik lengan sahabatnya untuk sedikit menjauh dari keluarganya itu. Azwa benar-benar bingung, mengapa sahabatnya juga membawa koper.
Tatapan Azwa penuh menyelidik, memperhatikan penampilan Keysha dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Lo ngapain kesini?" tanya Azwa heran
"Gue udah ambil keputusan, gue akan ikut lo ke Kota D. mana mungkin gue biarin lo sendiri di negeri orang" gerutunya, membuat Azwa membelalakkan mata, tercengang.
"Gila lo ya! terus kerjaan lo gimana? orang tua lo apalagi" gerutu Azwa, mereka berbicara bisik-bisik.
"Gue resign, orang tua gue mah bodo amat. mereka hanya ngurus diri sendiri doang" ucap Keysha. membuat Azwa tertegun, tidak menyangka sahabatnya ini ikut berpartisipasi atas dirinya.
"Oh Keysha, gue sungguh menyusahkan lo. seharusnya gue sendiri yang berjuang tapi lo malah memikirkan nasib gue" Azwa terharu, memeluk sahabatnya yang teramat ia cintai.
"Sudah-sudah. kita kan sahabat. always forever bagaimana pun keadaannya" ucap Keysha menepuk punggung itu, menenangkan Azwa yang mulai menangis.
"Ah lo ini, gue beruntung banget punya elo" ucap sedu gadis itu yang terisak.
"Yok ah nemuin orang tua lo. tapi gue heran sih, ke Kota D tapi kok kita turun ke Kota P sih" gerutu Keysha bingung.
"Kota D gak ada bandara, makanya turun ke Ibukotanya" jawab Azwa.
"Oh, pasti itu kotanya kecil banget" tebak Keysha.
"Mungkin"
Beberapa menit kemudian, pemberitahuan untuk para penumpang sudah diumumkan agar bersiap-siap memasuki pesawat yang akan dinaiki. Azwa dan Keysha berpamitan kepada Mama Ajeng, Ayah dan Tante Sekar dengan perasaan haru dan sedih.
"Hati-hati disana, jaga diri dan sopanlah di kota orang" Pesan Mama Ajeng memeluk putrinya dan beralih pada Keysha .
"Tante titip Azwa ya, kamu juga jaga diri" Pesan Mama pada Keysha
"Baik, Nte"
"Kalian juga berhati-hati milih teman, sholat jangan bolong lagi" Peringat Ayah Dirga.
"Tante do'ain yang terbaik buat kalian, yang penting jaga diri" Timpal Tante Sekar mengelus kepala Azwa yang telah ia anggap sebagai putrinya sendiri. Dan beralih pada Keysha.
Setelah cukup lama perpisahan yang terjadi dengan dibekali beberapa nasihat, lambat laun dua gadis cantik yang melambai itu telah lenyap dari pandangan mereka. Ketiga orang tua parubaya itu pun mengintip mereka dari balik jendela yang menjulang tinggi, memperlihatkan susunan pesawat di area lapangan bandara.
Azwa dan Keysha pun mencari tempat duduk yang sesuai dengan nomor di tiket, kali ini mereka duduk secara berjauhan sebab pembelian tiket diwaktu yang berbeda, tidak dapat di booking oleh penumpang.
"Ah kita harus duduk berjauhan" Keluh Azwa
"Pulang nanti tentu saja kita harus duduk berdekatan" Sahut Keysha tersenyum, lalu mencari tempat duduknya yang sepertinya berada di belakang.
**
Hampir dua jam kemudian, pesawat tujuan ke kota P akhirnya berhasil landing dengan selamat. Para penumpang mengucap syukur pada sang Pencipta yang telah melancarkan perjalanan mereka hingga ke tempat tujuan. Semua orang berangsur turun dari kendaraan besar nan gagah ini, berjalan pelan hingga menuju pintu tanpa berdesak-desakkan.
"Yuhuuuu.... Akhirnya kita sampai juga!" Teriak Keysha, merentangkan kedua tangannya di tengah-tengah ramainya penumpang yang baru saja turun.
(Keysha Adinda \=> Marsha Aruan)
"Hus! Malu tau dilihatin" Gerutu Azwa
"Biarin, kuy ah kita keluar" Ajak Keysha, mereka berdua pun segera menyeret kopernya, memasuki gedung yang terdapat banyak orang didalamnya. baik Staff, calon penumpang, dan orang-orang yang menanti keluarganya yang baru saja tiba.
Ah sungguh malang sekali kedua gadis itu, tiada yang menanti mereka di Negeri orang ini.
(Azwa Syaqilla \=> Prilly Latuconsina)
**
Berada di Kota asing tanpa kerabat, membuat kedua gadis cantik itu tampak bingung untuk memulai darimana. Semuanya direncanakan secara mendadak hingga tidak tahu tujuan mereka akan kemana. Azwa dan Keysha terdiam di depan Bandara S.S.Q, menatap jalanan yang ramai nan padat pada siang hari itu.
"Apa yang kita lakukan? seolah kita sedang terdampar disini" ucap lirih Azwa, yang tampak bingung.
"Huh, sungguh malang sekali tanpa kerabat disini. sepertinya kita makan siang dulu sambil cari travel" ajak Keysha, ide yang sangat cemerlang. bersyukurnya Azwa tidak hanya sendirian disini.
"Ayo, kayaknya disana ada kafe" ajak Azwa, menilik jauh pada pandangannya, menangkap sebuah kafe yang berjejeran di sekitar Bandara itu.
🍃🍃
Like
Moment
Hadiah
Vote
😉😉
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya