Bagaimana rasanya saat kamu terpaksa harus menikahi gadis yang menjebakmu? Itulah yang di alami Keenan Wijaya, dia terpaksa menikahi gadis yang sudah dengan sengaja menjebaknya, Anindira.
"Aku akan membuatmu menyesal karena telah menjebakku!" ujar Keenan.
Apakah rumah tangga itu akan kandas di tengah jalan atau akan tetap langgeng dan menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya?
Apa yang melatar belakangi Anindira melakukan penjebakan itu?
Jangan lupa, like, favorite, komen dan vote-nya ya🤗.
Follow:
~ Fb: Samudra Lee
~ Ig: Samudra_Lee_19
Salam sayang dari otor ter--KECEH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Seorang wanita dengan pakaian alakadarnya berdiri di hadapan Keenan.
"Siapa kamu?" tanya Keenan, dia merasa risih melihat wanita yang sedang berdiri di hadapannya.
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari Keenan. Dengan gaya menggoda wanita berjalan menghampiri Keenan.
"Sialan, siapa wanita ini? Kenapa dia tiba-tiba datang ke kamarku?"
Hati dan pikiran Keenan berusaha untuk menolak tubuh wanita itu. Namun, respon sebaliknya dirasakan oleh tubuh putra bungsu dari Rangga Wijaya ini. Daerah sensitifnya semakin menegang saat gadis itu mengalungkan tangannya di lehernya.
"Cepat pergi dari sini, sebelum aku benar-benar melakukan hal buruk terhadapmu!" titah Keenan. Dia berusaha melepaskan tangan wanita itu dari lehernya.
Mati-matian Keenan berusaha untuk menahan nafsu birahinya. Dia masih memiliki kesadaran untuk bisa menjaga nama baik keluarganya.
"Bagaimana kalau aku tidak mau!" tantang wanita itu.
"Kau!!"
Wanita itu menunjukkan senyum smirk-nya dihadapan Keenan.
"Jika aku tidak mengusir wanita ini, aku pasti tidak akan bisa menahan efek dari obat sialan ini," Keenan membatin.
"Baiklah, kamu yang memaksaku untuk bertindak kasar terhadapmu."
Namun, mata Keenan membeliak saat wanita itu tiba-tiba merobek sedikit bajunya.
"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Keenan kasar.
Wanita itu hanya tersenyum, dengan menggunakan jarinya dia menghitung angka satu sampai dengan tiga. Dan tepat dihitungan ketiga, terdengar suara seseorang yang memanggil nama Keenan. Dan Keenan tahu persis suara siapa itu.
"Mommy," pekik Keenan.
"Wanita jalang, kau sengaja menjebakku rupanya."
Wanita itu kembali manampakkan senyum smirk-nya.
"Kee, buka pintunya Nak!" seru Bintang dari luar kamar. "Keenan!" panggil Bintang sekali lagi, dia kembali mengetuk pintu dihadapannya.
Keenan tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Dengan kasar Keenan menghempaskan tubuh wanita itu hingga terhuyung ke lantai. Keenan segera mencari tali dan mengikat tangan wanita itu dan menyumpal mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. Dia menyembunyikan wanita itu ke kamar mandi. Keenan tidak ingin Mommynya melihat keberadaan wanita di dalam kamarnya.
"Diam di sini! Aku akan melepaskan ikatanmu dan membuat perhitungan denganmu setelah urusanku dengan Mommy selesai!" ancam Keenan berbisik. Setelah merasa kalau wanita itu tidak akan bisa kemana-mana, barulah Keenan berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Kee, kenapa kamu lama membuka pintunya?" tanya Bintang. Dia melangkah masuk kedalam kamar putra bungsunya tersebut.
"Kenapa Mommy tiba-tiba datang ke sini?" tanya Keenan, dia berharap mommynya tidak melihat keberadaan wanita jalang yang mencoba menjebaknya.
Bintang menatapnya bingung.
"Kee, bukankah kamu yang menyuruh Mommy ke sini?" tanya Bintang.
"Shit! Ini pasti ulah wanita jalang itu!" umpat Keenan dalam hati.
"Kenapa tubuhmu basah, Kee?" tanya Bintang saat menyadari baju yang dikenakan putranya basah.
Ada rasa gugup yang Keenan rasakan saat mendapat pertanyaan dari Sang Mommy.
"Kee tadi ...."
Keenan tidak melanjutkan ucapannya. Wajahnya pias ketika mendengar suara isakkan.
"Siapa yang menangis, Kee?" tanya Bintang. Dia menatap putranya penuh selidik.
"Itu ...."
Bintang segera mencari keberadaan dari sumber suara tersebut.
"Mom, Mommy mau apa?" tanya Keenan, dia berusaha menghalangi langkah Mommy--nya.
"Apa yang kamu sembunyikan dari Mommy, Kee?" tanya Bintang. Dia memberikan tatapan tajamnya kepada Keenan.
"Tidak ada yang aku sembunyikan dari Mommy," jawab Keenan, jantungnya berdegup makin kencang saat Mommy--nya berjalan ke kamar mandi.