NovelToon NovelToon
Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Novel ini hanya lucu di awal, semakin ke ujung ada sedikit bawang. Semoga suka.

*******

Mulutmu harimau-mu. Pepatah itu sering kita dengar. Tapi sering kita lupa. Sehingga sangat gampang berucap tanpa memikirkan dampak dari ucapan kita sendiri.

Aurelia Syafitri. Gadis cantik berumur 25 tahun, pribadi yang periang, suka bercanda dan gemar melancarkan jurus bucin. Bagi orang itulah yang menyenangkan bagi Syafi. Tapi, tidak berlaku bagi calon suaminya. Ucapan calon suaminya saat menjelang hari pernikahan bagaikan air yang melunturkan semua warna pada hidup Syafi. Bukan cuma ucapan itu yang menyakitkan bagi Syafi. Tapi di tinggal saat menjelang akad nikah. Menjadi tamparan keras di wajahnya. Duka menjelang hari pernikahan itu membuat Syafi kehilangan jati dirinya.

Bagaimana nasib Syafi yang di tinggal saat menjelang pernikahan? Atau akan ada keajaiban yang bisa membuat Syafi kembali menjadi pribadi yang ceria dan menyenangkan? ‘’


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Sendal Jepit

Akhirnya tugas zduhur mereka selesai. Setelah memanjatkan do'a, dua wanita cantik itu segera merapihkan mukena mereka. Saat ingin meninggalkan mushalla, Syafi sadar meninggalkan pouch make-upnya di tempat wudhu. Melihat sepasang sendal jepit di depan matanya, Syafi langsung memakainya lalu berlari kearah tempat wudhu.

"Fiy, itu sendal jepit orang bukan punya Restoran!" teriak Mayfa. Percuma Syafi sudah pergi kearah tempat wudhu.

Tidak jauh dari posisi Mayfa berada, terluhat seorang laki-laki berumur lebih 40 tahunan, celengak-celenguk mencari sesuatu. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Anak gadisnya yang tiga bulan ini dia cari-cari malah ada di depan matanya. "Mayfa?" panggilnya.

Merasa namanya dipanggil, Mayfa menoleh kearah suara tersebut.

Duggggg!

Rasanya jantung Mayfa berhenti berdetak. "Ayah …." Wajah Mayfa pucat, melihat sosok yang berdiri tidak jauh darinya.

"Alhamdulillah, perlengkapan tempur aku masih ada." Ucapan Syafi membuat keadaan canggung itu buyar.

Mayfa berusaha mengontrol perasaannya yang kacau. "Fiy, balikin itu sendal! Itu sendal punya ayah gua!" omel Mayfa.

"Ya salam, aku jadi cinderella hari ini, mencuri sendal milik pangeran …." oceh Syafi. Dia melepaskan sendal jepit yang dia pinjam.

Plakkk!

Pukulan mendarat di pundak Syafi.

"Ini Ayah gua!"

"Ayah gua juga lu gombalin?" Rasanya Mayfa ingin sekali mencekik Syafi. Yang di omelin sama sekali tidak peka, dia malah memasang sepatunya tanpa menghiraukan kekesalan Mayfa.

"Ma'af … sebaiknya kita bicara di sana." Syafi menunjuk kearah jejeran bangku yang ada dekat Restoran.

Mayfa juga menurut, dia tidak mau mengundang keributan di tempat ini karena gombalan Syafi, dan sekarang Ayahnya malah menemukan dirinya. Mereka bertiga berjalan menuju samping Restoran, duduk bersama di bangku panjang yang biasa di pakai para karyawan Restoran untuk istirahat.

Syafi merasa kikuk berada diantara ayah dan anak ini, pastinya ada pembicaraan pribadi antara mereka. "May. Kamu bicara dulu sama Ayah kamu di sini. Kalau bicara privacy-nya selesai, kamu ajak Ayah kamu kedalam," usul Syafi.

Mayfa hanya menganggukkan kepalanya. Setelah Syafi menjauh, rasanya dia ingin lari dari sini sekarang. Tapi percuma. Selama tiga bulan ini, berteman dengan Syafi, bekerja bersama dengan wanita itu. Mayfa merasa aman. Ternyata Ayahnya kini malah menemukan dia.

"Fa …."

"Maaf Ayah. Aku gak bisa menerima perjodohan!" Mayfa langsung saja mengungkapkan perasaannya.

"Tapi, Fa ...."

"Ayah … tolong mengerti aku Ayah …." Wajah yang biasa tersenyum itu saat ini menampakkan tangisnya lagi. Air matanya terus berderai. Menghiba kepada sang Ayah, agar membatalkan perjodohannya.

"Adai Ayah bisa. Tapi … ini janji Ayah pada keluarga Bu Leti, kalau Ayah akan menikahkan  salah satu putri Ayah dengan anaknya." Berulang kali Ayah Mayfa menjelaskan hal ini.

"Tapi kenapa harus aku, Ayah …." keluh Mayfa.

"Ayah tidak tau Nak."

"Beri Mayfa waktu ya, Ayah …."

"Ayah akan tingal ditempat kamu, sambil memberi kamu waktu. Fa … kalau kamu sayang sama Ayah, terima saja, banyak kok mereka menikah karena perjodohan, malah mereka sangat bahagia."

"Maaf ...." Mayfa mengusap air mata yang menetes di wajahnya.

Merasa obrolan penting bersama Ayahnya selesai, Mayfa mengajak Ayahnya masuk ke Restoran. Memasuki area dalam Restoran, keadaan nampak lengang, karena banyak pelanggan  sudah selesai makan siang. Mayfa meminta Ayahnya duduk di salah satu kursi. Sedang dirinya langsung meminta izin pada bu Erli, untuk menemani Ayahnya yang baru datang. Izin di dapat, makan siang gratis pun Mayfa dapat. Dia segera menemui sang Ayah.

Syafi menikmati makan siangnya di meja yang tidak jauh dari Harun. Harun tersenyum melihat Syafi yang terlihat sedikit Normal. "Ternyata gombal mukidi lo gak keluar ya? Itu cowok yang sama Mayfa gak kamu gombalin …." ledek Koki Harun.

"Itu bapaknya Mayfa …." jelas Syafi.

"Tumben … biasanya mah kamu gak pandang siapa korban kamu," ledek Harun.

Syafi tidak terima di ledek seperti ini. "Aku makan dulu bang ... ngegombal juga butuh tenaga …." Syafi membela diri.

"Penasaran aku sama reaksi Mayfa, saat Ayahnya kamu gombalin."

"Abang lakukan tugas abang sana … gimana aku yakin Bang Harun imam yang baik bagi aku, bagi diri sendiri aja Abang gak bertanggung jawab." Tanpa melihat kearah Harun, Syafi terus menikmati makan siangnya.

"Ya salam … aku lagi yang kena rayuan mak kidi," keluh Harun.

Dari kejauhan Mayfa terlihat mendekat kearah Syafi. Dengan senyuman termanisnya Syafi menyambut temannya itu. Teman di kost-an juga teman kerjanya.

"Fiy, aku mau minta tolong …." ucap Mayfa.

"Ya udah, bilang apaan. Kalau aku bisa, insya Allah aku tolong, kalau di luar batas kemampuan aku, aku bantu lewat do'a."

"Ikut aku kesana, sekalian kenalan sama Ayah aku. Tapi jangan di gombalin kayak tadi, kasian Ayah aku bisa demam …."

Syafi dan Mayfa segera menghampiri meja yang di tempati Ayah Mayfa. "Assalamu'alaikum. eh … ketemu lagi ama aku yang cantiknya gak ketulungan, dan manisnya bisa bikin orang mual," ucap Syafi.

"Wa'alaikumsalam." Ayah Mayfa hanya membalas dengan senyuman. Entah jijik dengan tingkah teman anaknya atau apalah itu.

"Duduk, mode normal ngapa … ini ada Ayah aku, gesrek sama somplaknya di kresekkin dulu …." keluh Mayfa.

"Tidak bisa May … kau meminta aku jadi normal, sama aja kamu nyiksa aku …." goda Syafi.

"Huh …." Hembusan kasar napas yang Mayfa lepas terdengar jelas. Dia memandang kearah Ayahnya. "Ayah … sebelum Ayah semakin demam karena ni orang …." Mayfa meng-isyarat pada Syafi. "Ayah kuatkan hati, karena ni orang kalau lihat cowok, bucin dia kumat, rayuan mukidinya juga lepas landas, Ayah ingat di mushalla tadi 'kan?" ucap Mayfa.

"Masya Allah … akhirnya salju turun di bumi Murakata …." Tatapan mata Syafi ter arah pada Ayah Mayfa.

"Salju? Mana?" Ayah Mayfa menoleh kearah luar, yang ada matahari bersinar terik di luar sana. "Teman kamu memang aneh Fa, masa panas terik begini ada salju."

"Hati aku tiba-tiba dingin dan hampir membeku saat melihat Anda, Ayah …." ucap Syafi.

Brukkk!

Mayfa menelungkupkan wajahnya keatas meja. Kesal dengan Syafi yang sama sekali tidak punya rambu-rambu. Saat yang sama, pekerja yang melihat dan mendengar kejadian tadi, hanya bisa tepuk jidat, karena kelakuan Syafi.

"Kamu ini ada-ada aja, saya ini orang yang setia. Saya hanya setia sama mamanya anak-anak …." terang Ayah Mayfa.

"Ayah … dia orang gelo, dah jangan didengerin …." pinta Mayfa.

"Gak apa-apa Ayah, andai boleh poligami lebih dari 4, aku jadi yang ketujuh pun Rela. Bersama Ayah … seakan kebahagiaan separu isi bumi ini aku miliki …." Syafi memasang wajah sok manis. Tanpa perduli bagaimana masamnya wajah Mayfa, melihat ayahnya kena gombal temannya.

"Baru beberapa menit ketemu, Ayah dah mimisan ini Fa …." ucap Ayah Mayfa.

"Fiy, ini bapak gua loh … mode normal dikit lah …." rengek Mayfa.

"May, Ayah kamu kerja apa?" tanya Syafi.

"Punya beberapa saham pencetak uang!" jawab Mayfa asal-asallan.

"Owh … aku kira guru …." Syafi mengambil buku resep, lalu menutup wajahnya.

"Kenapa Guru?" sela Ayah Mayfa.

"Aku merasa signal menguat," jawab Syafi.

"Signal?" Ayah Mayfa terlihat bingung sendiri.

"Signal … kalau Guru dalam kehidupan aku berada tepat di depan mata aku …." Hiyaaa hiyaaa

"Arghttt!!" Mayfa geram.

"Maaf ya Ayah, sampai di sini dulu gombalannya. Kenalkan … saya Syafi, teman geludnya anak Ayah. Sehari gak Gelud, rasanya hidup ini hampa, Ayah ...." Syafi mengulurkan tangannya menjabat tangan Ayah Mayfa.

"Nama saya Rifqi Said Maulana, orang biasa memanggil saya Pak Said." Ayah Mayfa mengenalkan diri.

menyambut jabatan tangan  Syafi.

"Saya manggilnya Ayah aja, boleh gak?"

"Apa saja," ucap Pak Said.

"Tadi mau minta tolong apaan May?" tanya Syafi.

"Minta tolong, supaya kamu jadi mama sambung bagi Mayfa, adik-adiknya, juga kakak-kakaknya." Pak Said membalas candaan Syafi.

"Ya salam … Ayah gua yang normal ketularan somplak karena dekat ma Lu, padahal baru beberapa menit …." dumel Mayfa.

"Saya jangan di ladenin Ayah, semakin Ayah lawan, saya semakin kumat." Syafi menoleh kearah Mayfa. "Kamu mau bicara apa? Waktu istirahat kita bentar lagi habis." Syafi mengintip jam tangannya.

"Ayah gua mau nginep di sini, jadi gua mau minta tolong sama lu, apa lu mau pinjemin kamar buat Ayah gua? Cuma sementara, pleas …." Wajah Mayfa terlihat sangat serius.

"Jangankan kamar aku, hati dan perasaan aku aja dah aku kasih buat Ayah kamu." Syafi berusaha menahan gelak tawanya.

"Ya Salam …." Rasanya Mayfa ingin sekali melempar Syafi dari puncak gedung tertinggi, berharap bisa normal dan mengurangi rayuan asinnya.

1
Dida Riyada
mangatoon
Yanti Yuli Anti
tengkiwww thor atas cerita nya..udh aku kasih hadiah yaa😘😘
Yanti Yuli Anti
sebel nya sam dirga...selalu menyerah sama keadaan..coba perjuangkan hati mu dirga..jangan lembek kayak tahu gitu ihh
Yanti Yuli Anti
harus nya dirga jujur sm syafi..pasti syafi mengerti dengan keadaan dirga..klo ga jujur ya syafi akn sakit hati terus
Yanti Yuli Anti
lha..kenapa jadi begini😭😭
Yanti Yuli Anti
terima kasih mba author karena sudah menyuguhkan cerita yg sangat bagus..tp aku berharap semoga ada kelanjutan nya d part 2...ngarep.com🤭
Yanti Yuli Anti
semoga yg ada d pikiran ku ga terjadi...Aamiin
Yanti Yuli Anti
kaka author berhasil bikin aku penasaran 🥴🥴
Yanti Yuli Anti
semangat Dirja semoga lelah mu menjadi lillah
Yanti Yuli Anti
semangat kk...
Yanti Yuli Anti
mantap samm....
Yanti Yuli Anti
aku jd terbawa suasana ..syafiii ohh syafii
Yanti Yuli Anti
cerita yg sungguh sangat sanagt luar biasa..👍
Yanti Yuli Anti
visual semua pemeran sangat cocok dengan karakter masing"...good job mba author
Yanti Yuli Anti
cerita nya sangat bagus...alur cerita mudah d pahami dan menghidupkan suasana
Yanti Yuli Anti
suka banget cerita nya...bikin hidup suasana
Yanti Yuli Anti
assalamualaikum...ikut manteng
Khairul Azam
aku gak respek banget sama si lala dan romi ini
Khairul Azam
lala sama romi ini model orang yg mementingkan dirinya sendiri.
Khairul Azam
nolong boleh baik boleh tp gak harus mengorbankan kluarga, diri sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!