NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Keesokan harinya, Vian kembali lagi ke tempat kerja putri. Beruntung, saat ia datang pelanggan tengah sepi, pekerjaan pun hampir selesai.

Putri yang mengetahui kedatangan Vian, tergopoh-gopoh memberitahu gadis itu. Ia yang sedang menyetrika beberapa baju milik pelanggan segera di gantikan pekerjaannya oleh temannya itu.

Putri bergegas menemui Vian. Pemuda itu cukup sombong dan berkuasa. Ia takut kesepakatannya yang kemarin di batalkan karena ia membuat pria itu kesal.

"Vi-vian.. Ada apa datang lagi kesini?" Putri tampak bingung. Pria itu menyunggingkan senyum yang menurut Putri cukup menyeramkan.

"Memangnya salah, jika aku ingin menemui calon istriku sendiri? Kamu keberatan?" kalimat itu di ucapkan dengan tegas oleh Vian. Ia seperti tidak senang karena sambutan Putri yang tidak ramah.

"Bu-bukan begitu. Aku hanya tidak enak pada Bosku karena harus menemuimu. Aku takut..."

"Apa yang kamu takutkan? Aku bahkan bisa membeli tempat ini untukmu, memangnya siapa yang berani mengusik calon istri Vian Wirayudha?!" ucap pria itu dengan angkuhnya.

Putri sedikit kesal. Semuanya hanya settingan. Jadi, tidak perlu mengatakan dia calon istri segala sampai berkali-kali. Bagaimanapun, Putri tidak ada hati dengan Vian. Selain itu, ia juga sedang dekat dengan Raihan, kakak tingkatnya di kampus.

Meskipun pesona Vian lebih besar di bandingkan Reihan, tapi Putri lebih nyaman dengan pria jebolan pesantren itu, jika di bandingkan dengan Vian yang tampak kasar dan sombong.

"B-baiklah, jadi ada apa?" Putri mengulang pertanyaannya yang sempat di abaikan oleh Vian.

"Tanda tangani ini, lalu ikut aku!" Vian menyodorkan sebuah map berwarna hijau, di dalamnya ada beberapa lembar berkas Kawin Kontrak mereka.

"Baiklah, tapi aku takut..." Putri mengambil map itu, tanpa membacanya lagi ia langsung menandatanganinya tanpa sadar.

"Sudahlah, jangan banyak alasan, ikut aku!" Vian menarik tangan Putri sedikit kasar.

"Bimo! urus pengunduran diri Putri dari loundry ini. Jika perlu bayar ganti rugi, bayar saja!" Vian menasukkan Putri ke dalam mobil. Lalu bergegas masuk dan duduk di belakang kemudi.

"Cepat pakai sabuk pengamannya."ujar Vian sedikit ketus.

"Aku..." Putri yang tidak bisa memakai sabuk hanya kebingungan.

"Bilang saja kalau tidak bisa ! Lambat!" Vian berinisiatif memakaikan sabuk pengaman ke tubuh Putri. Entah mengapa detak jantung keduanya berdetak cukup cepat.

Vian cepat-cepat menyudahi adegan semi romantis itu. Ia mengakui, kalau putri sangat menarik, meskipun ia hanya gadis biasa, berbeda dengan pacar-pacarnya.

"Aku menegaskan padamu, aku memiliki pacar, bahkan pacarku lebih dari satu. Jangan pakai hati ketika kita sudah menikah, kamu hanya akan terluka nanti." kalimat itu Vian ucapkan dengan nada datar. Ia tidak ingin gadis di sampingnya main hati dengannya. Pada dasarnya Vian belum ingin menikah, begitu pula dengan pacar-pacarnya, mereka masih menyukai kebebasan.

Vian sengaja memanfaatkan Putri karena tuntutan nenek yang amat di cintainya. Sejak kecil, Vian adalah seorang yatim-piatu. Kedua orang tua Vian meninggal karena kecelakaan pesawat yang di alaminya. Dia di rawat oleh neneknya, sehingga ia akan menuruti apa saja yang neneknya inginkan.

"Tenang saja, Vian. Aku juga tidak suka padamu. Aku sudah punya seseorang yang akan menjadi suamiku di masa depan. Jadi jangan pernah memberitahukan status kita di lingkunganku dan kampusku,"Putri juga memberikan penegasan pada Vian, bahwa ia tidak ingin di umbar-umbar sebagai istrinya di saat-saat tertentu, terutama kampusnya.

"Tentu saja. Jangan terlalu percaya diri, siapa juga yang mau mengakui cewek nerd seperti kamu sebagai istriku, sebagai pacar juga ogah. Asal kamu tahu, pacarku cantik dan modis, tidak ada yang sepertimu," Vian merendahkan Putri, tapi perempuan itu tidak merasa kesal. Kenyataannya dia memang tidak sebanding dengan Vian. Lagipula, semua ini ia lakukan hanya untuk pekerjaan dan uang. Ia sama sekali tidak ada perasaan pada Vian.

"Aku tahu diri, Vian. Lalu sekarang kamu mau membawaku ke mana? Kenapa kamu memutuskan kontrak kerjaku?" Putri protes dengan tindakan Vian yang menurutnya terlalu terburu-buru.

"Aku mau mengajakmu ke salon, mau mengajakmu bertemu nenek. Beliau ingin bertemu Kamu. Aku mengurus pengunduran dirimu karena tiga hari lagi, kamu akan menikah denganku, lalu buat apa kamu kembali ke sana?" Bukan Vian namanya kalau tidak berbicara dengan nada sedikit sombong.

"Bertemu Nenek?" Putri sedikit bertanda tanya. Biasanya ketika akan menikah, bertemu dengan kedua orang tua, tapi kenapa hanya nenek?

"Ya, Nenek. Kenapa? Kamu keberatan?" Vian tampak sedikit bermuka masam, karena Putri tampak ragu untuk bertemu dengan neneknya.

"Hanya nenek? Kedua orang tuamu?" Putri memberanikan diri untuk bertanya.

"Kedua orang tuaku sudah meninggal sejak usiaku masih satu tahun. Aku bahkan belum tahu wajah mereka seperti apa," Ini adalah kalimat terlembut yang pernah terucap dari mulut Vian sejak pertama kali mereka bertemu. Ia tampak sedih saat berkata seperti itu.

"Maaf, Vian, aku tidak bermaksud untuk membuat kamu sedih. Aku tidak tahu kalau orangtua kamu telah tiada. Sekali lagi, Maaf." Putri merasa bersalah karena sudah membuat Vian teringat kedua orangtuanya yang telah tiada.

"Aku benci harus sedih tiap ingat mereka berdua. Huh! Tidak penting juga cerita padamu. Memangnya kamu siapa. Nanti baik-baiklah dengan nenekku, meskipun pernikahan kita nanti hanya sebatas kontrak, tunjukkan padanya kalau kita adalah pasangan yang sebenarnya." Lagi-lagi Vian bicara dengan sedikit ketus.

Putri memakluminya, mungkin pada dasarnya Vian memang orang yang seperti itu, mengharapkan dia normal justru bikin beban pikiran. Baru beberapa hari bertemu, Putri sedikitnya sudah paham, Vian cowok yang seperti apa.

"Aku akan di bayar untuk ini. Tentu saja aku tidak akan main-main. Nenekmu tidak akan mengetahui tipuan cucunya. Kalau bukan karena aku butuh uang, aku juga malas membantumu mengerjakan kebohongan ini." Putri balik ketus terhadap Vian. Dia sedikit kesal karena sikap Vian yang menyebalkan itu. Dia semangat melakukan semuanya untuk uang.

Putri adalah tulang punggung keluarga. Ayahnya yang sakit-sakitan tidak mampu lagi mencari nafkah. Ibunya hanya buruh cuci, cukup untuk makan sehari-hari saja sudah bagus. Dua adiknya masih SMP, biaya sekolah mereka selama ini di tanggung oleh Putri. Makanya ia pasrah, meskipun pekerjaannya kali ini tidak bisa di benarkan.

"Bagus. Jika kamu bekerjasama dengan baik, aku akan memberimu bonus hari ini, lima juta rupiah. Pasti kau senang, kau pasti sangat butuh uang. Gadis miskin sepertimu, pasti rela melakukan apa saja demi uang, iya kan?!" Vian merendahkan Putri, tapi wanita itu berusaha untuk tetap tenang. Bayangan wajah keluarganya ada di pelupuk mata. Di hina Vian pun, itu tak jadi masalah besar untuknya.

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!