NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2. Kejutan Rapat Perdana

"Ya sudah.. Gia kamu pergilah ke beristirahat. Besok kamu dengan Elkan yang pimpin rapat direksi" Ucap Vito.

"Iya pah.." Jawab Gia lalu dia berdiri dan beranjak menuju ke kamar nya.

Begitu membuka kamar, Aroma harum wangi ala hotel menyeruak di hidung Gia.

"Sudah lama sekali.. Rasanya Sungguh rindu sekali pada kalian.." Ucap Gia pada kasur, lemari, Kosmetik nya dan pada perabotan di kamar nya.

Gia merobohkan tubuhnya di atas kasur. Namun tak lama dari itu, sebuah gesekan kecil terasa di telapak kakinya.

"Aaaa hantu.." Teriak Gia kaget.

"Ahaha.. ini aku kak.. mana ada hantu.." Ucap Adiknya.

"Ya ampun Reynaa.. Kamu kok sekarang jahil sekali kaya rey sih" Ucap Gia menoleh ke arah adiknya.

"Ahaha aku hanya bercanda kak.. emmm.. kan aku juga kangen kakak." Ucapnya menghela nafas.

"Ya ampun adik tersayang ku.. sini aaaa"

Reyna memeluk Gia dengan erat. "Jangan kemana-mana lagi kak"

"Iyaa.." Jawab Gia dengan lembut.

"Aku tidur disini ya" Ucap Reyna.

"Ya gimanaa yaa.."

"Kaaakk.. " Jengkel reyna mencubit Gia.

"Ahaha.. iya lah boleh-boleh kok.. "

**

Keesokan paginya,

Pagi itu, gedung pencakar langit VK Group berdiri megah di pusat kota. Aldo melangkah masuk dengan setelan jas hitam baru yang licin dan sepatu kulit mengkilap. Di sampingnya, Siska menggandeng lengan Aldo dengan dada berbusung bangga.

“Mas, aku bangga banget sama kamu,” bisik Siska dengan nada manja sambil melirik beberapa karyawan yang lalu-lalang. “Hari ini kamu resmi jadi manajer baru di sini. Nanti kalau posisi kamu makin tinggi, kita langsung beli rumah di kawasan elite, ya?”

Aldo menyunggingkan senyum sombongnya. “Tenang aja, Siska. Ini baru langkah awal. Tanpa beban kayak Gia, karier aku pasti melejit kilat. Perempuan kampung itu paling sekarang cuma bisa nangis di kontrakan sempitnya.”

Mereka tertawa bersama, menikmati bayangan kejayaan yang sudah di depan mata.

Beberapa menit kemudian, seluruh jajaran manajerial sudah berkumpul di ruang rapat utama lantai tiga puluh. Meja kayu mahoni raksasa terisi penuh oleh para petinggi divisi. Aldo duduk di barisan manajer dengan dagu terangkat tinggi, sengaja memamerkan jam tangan mewahnya.

“Dengar-dengar, hari ini Komisaris Utama yang baru bakal datang langsung buat periksa laporan,” bisik salah satu manajer di sebelah Aldo.

“Komisaris Utama?” Aldo mengernyit heran. “Bukannya beliau jarang banget ke kantor?”

“Iya, makanya rapat hari ini krusial banget. Kalau laporanmu berantakan, bisa langsung dipecat di tempat!”

Aldo hanya terkekeh meremehkan. Dalam hatinya, dia yakin betul kemampuan analitis nya bakal memukau sang pemilik saham terbesar itu.

Cklek.cklek.

Pintu ganda ruang rapat mendadak terbuka lebar. Suasana yang tadinya bising langsung hening seketika. Dua orang pengawal berjas hitam berdiri tegak di samping pintu, disusul seorang pria tinggi berparas tampan dengan tatapan tajam yang dingin Elkan, Presdir VK Group.

Namun, perhatian semua orang bukan tertuju pada Elkan, melainkan pada sosok wanita yang berjalan di sampingnya.

Wanita itu mengenakan blazer merah marun yang sangat elegan, rambut hitamnya tersanggul rapi, dan sepasang heels tinggi memantulkan ketukan tegas di atas lantai granit. Aura anggun dan berkuasa memancar kuat dari setiap langkahnya.

Mata Aldo mendadak melotot. Napasnya tertahan di tenggorokan.

"G-Gia...?" gumam Aldo lirih, wajahnya mendadak pucat pasi seperti mayat.

Siska yang duduk dua kursi dari Aldo ikut tersentak kaget. Matanya hampir melompat keluar melihat wanita yang kemarin disuruh beres-beres baju murahnya kini berdiri di puncak ruangan paling bergengsi.

"Selamat pagi semuanya," suara Elkan bergema datar di dalam ruangan. "Hari ini saya ingin memperkenalkan Komisaris Utama sekaligus pemegang saham mayoritas VK Group yang baru kembali dari masa hibernasinya. Nona Gia."

Seluruh ruangan bertepuk tangan riuh, kecuali Aldo dan Siska yang mendadak kaku bak patung.

Gia menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan dengan senyum tipis yang mematikan. Pandangannya berhenti tepat pada wajah Aldo yang gemetaran dan berkeringat dingin.

"Terima kasih atas sambutannya," ucap Gia tenang namun penuh penekanan. Ia lalu menduduki kursi utama di ujung meja kursi paling tertinggi di ruangan itu.

Aldo mengepalkan tangannya di bawah meja. Otaknya berputar keras memikirkan skenario paling masuk akal. "Nggak mungkin! Gia itu cuma cewek miskin! Dia pasti cuma pakai cara kotor buat duduk di situ!"

Tanpa bisa menahan emosinya, Aldo mendadak berdiri dari kursinya. "Interupsi, Pak Presdir!"

Suasana ruangan mendadak tegang. Elkan menghentikan gerakannya dan menatap Aldo dengan alis terangkat.

"Ada apa, Manajer Aldo?" tanya Elkan dingin.

"Saya ragu dengan identitas wanita ini!" seru Aldo sambil menunjuk Gia dengan telunjuk gemetar. "Dia ini mantan istri saya! Dia nggak punya latar belakang pendidikan tinggi, cuma ibu rumah tangga biasa yang kerjaannya di dapur! Mana mungkin dia jadi Komisaris Utama? Saya curiga dia cuma wanita simpanan yang pura-pura"

Brak!

Elkan menggebrak meja rapat dengan sangat keras. Suaranya menggelegar, membuat seluruh manajer menundukkan kepala ketakutan.

"Jaga mulutmu, Manajer Aldo!" bentak Elkan dengan tatapan membunuh. "Kamu menuduh pemilik sah tujuh puluh persen saham perusahaan ini sebagai wanita simpanan?!"

Aldo tersentak, tenggorokannya mendadak kering kerontang. "Tujuh puluh persen saham?!"

Gia hanya tertawa kecil, mengangkat tangannya memberi isyarat agar Elkan tenang. Ia menatap Aldo dengan tatapan meremehkan yang sangat menyayat harga diri mantan suaminya itu.

"Manajer Aldo," panggil Gia manis, namun nadanya seperti belati tajam. "Laporan divisi kamu saya kembalikan. Baris ketiga dan kelima acak-acakan, persis seperti otakmu."

Wajah Aldo makin memerah menahan malu di depan puluhan rekannya.

"Dan satu lagi," Gia menyandarkan tubuhnya, menopang dagu dengan jari-jarinya yang lentik. "Tenggorokan saya agak gatal. Tolong buatkan saya secangkir kopi hitam panas sekarang. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar mulai hari ini."

Seluruh isi ruangan menatap Aldo. Siska di sampingnya hanya bisa menunduk dalam-dalam, pura-pura tidak kenal.

Aldo mengepalkan gigi, menahan malu luar biasa saat harus melangkah keluar ruangan demi mengambilkan kopi untuk mantan istri yang kemarin ia buang.

Saat Aldo kembali membawakan cangkir kopi dan meletakkannya di meja Gia dengan tangan bergetar, Gia meminumnya sedikit, lalu mengernyitkan dahi.

"Terlalu manis. Buang dan buatkan yang baru," perintah Gia dingin tanpa memandang Aldo.

Aldo meremas cangkir itu, menahan amarah yang hampir meledak. Namun sebelum ia sempat berbalik, Elkan tiba-tiba berdiri dan melangkah mendekati meja Gia.

Di depan seluruh peserta rapat dan mata Aldo yang membelalak, Elkan membungkuk pelan, merapikan helai rambut Gia yang terurai, lalu berbisik cukup keras hingga terdengar ke barisan depan.

"Nanti malam makan malam bareng aku ya, Sayang? Ibuku sudah kangen sama calon menantunya."

~Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!