NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Saat Klan Mo Mulai Bergerak

Feng Wuchen tidak membiarkan Mo Yu hidup karena berhati lunak. Serangan diam-diam yang hampir merenggut nyawanya sudah cukup menjadi alasan untuk membalas dengan cara yang sama.

Namun sekarang setiap tindakannya juga menyangkut Klan Feng.

Hubungan kedua klan sudah memburuk, dan kematian Mo Yu bisa menjadi pemicu perang terbuka. Klan Mo sendiri memang tidak jauh lebih kuat daripada Klan Feng, tetapi mereka masih memiliki hubungan dengan Klan Huangfu.

Kepala Klan Huangfu telah mencapai Alam Inti Roh, sementara kakak Huangfu Qing merupakan murid Sekte Tianyun, sekte terkuat di Kekaisaran Api.

Di sisi lain, keadaan Feng Wuchen juga sudah berbeda.

Ia sekarang merupakan Murid Kehormatan Akademi Tianyan. Status itu membuat Klan Mo tidak bisa bertindak sembarangan terhadapnya.

Namun Feng Wuchen juga tidak cukup naif untuk menganggap Akademi Tianyan pasti turun tangan hanya karena perselisihan pribadi antar klan.

Karena itulah ia memilih tidak membunuh Mo Yu.

Setelah berpamitan kepada Yu Wanxiong, Feng Wuchen meninggalkan Paviliun Wanbao bersama Ling Xiaoxiao.

Kerumunan di jalan baru berani mendekat setelah mereka pergi.

“Alam Pengumpulan Qi Tingkat Satu mengalahkan Tingkat Tiga... Tuan Muda Feng benar-benar mengerikan.”

“Dan dia bahkan belum mencabut pedangnya.”

Yu Wanxiong mendengar pembicaraan tersebut sambil menatap punggung Feng Wuchen yang semakin jauh.

Menurutnya, kekuatan bukan bagian paling mengerikan dari pemuda itu.

“Pengalaman bertarungnya terlalu matang,” gumamnya.

Zhang Han mengangguk. “Aku juga masih tidak mengerti bagaimana dia melewati Tebasan Es Mo Yu.”

Yu Wanxiong tidak menjawab. Ia hanya semakin yakin bahwa keputusan Paviliun Wanbao menjaga hubungan baik dengan Feng Wuchen adalah pilihan yang tepat.

Kabar kekalahan Mo Yu segera menyebar ke seluruh Kota Wushuang.

Feng Wuchen baru saja mencapai Alam Pengumpulan Qi Tingkat Satu, tetapi sudah mampu mengalahkan Mo Yu yang berada di Tingkat Tiga.

Kecepatan kultivasinya pun menjadi pembicaraan.

Belum lama ini ia masih berada di Alam Penempaan Tubuh. Sekarang ia sudah memasuki alam berikutnya dan memperlihatkan kekuatan yang bahkan melampaui sebagian generasi muda yang lebih tua darinya.

Perlahan, sebuah sebutan baru mulai beredar.

Genius nomor satu Kota Wushuang—Feng Wuchen.

Bagi Klan Feng, itu merupakan kebanggaan.

Bagi Klan Mo, sebutan tersebut terasa seperti tamparan.

Semua orang masih mengingat bagaimana Mo Ling'er meninggalkan Feng Wuchen setelah pembangkitan Jiwa Bertarung.

Pemuda yang dahulu disebut sampah kini justru menunjukkan bakat yang membuat seluruh kota tercengang.

Di aula utama Klan Mo, suasananya jauh lebih suram.

Mo Kun duduk dengan wajah dingin, sementara para tetua membicarakan kekalahan Mo Yu.

Mereka tidak bisa mendatangi Klan Feng untuk menuntut penjelasan. Mo Yu menyerang lebih dulu, bahkan mencoba membunuh Feng Wuchen dari belakang. Terlalu banyak orang menyaksikannya.

“Feng Wuchen tidak boleh dibiarkan tumbuh,” ujar seorang tetua. “Kecepatan kultivasinya terlalu mengerikan.”

“Sekarang dia juga Murid Kehormatan Akademi Tianyan,” sahut yang lain. “Kalau kita bertindak terlalu terang-terangan, masalahnya bisa semakin besar.”

Mo Kun tentu memahami itu.

Justru status baru Feng Wuchen membuatnya semakin berbahaya.

Klan Feng mulai dekat dengan Paviliun Wanbao, sementara Feng Wuchen sendiri memiliki hubungan dengan Akademi Tianyan. Jika dibiarkan beberapa tahun lagi, posisi Klan Mo di Kota Wushuang bisa benar-benar terguncang.

Tetua Agung Mo Yuankong berkata dengan wajah muram, “Kita bisa bekerja sama dengan Klan Yang. Hubungan mereka dengan Klan Feng sudah hancur.”

Beberapa tetua mengangguk.

Namun Mo Kun justru tersenyum dingin.

“Siapa bilang kita akan bekerja sama dengan Klan Yang?”

Semua orang terdiam.

“Bisnis Klan Yang sudah terdesak,” lanjut Mo Kun. “Kalau Klan Mo ikut menekan mereka sekarang, apa yang akan terjadi?”

Mo Yuankong memahami maksudnya lebih dulu.

“Patriark ingin membuat mereka semakin putus asa?”

“Benar.”

Mo Kun berdiri perlahan.

“Selama masih memiliki jalan keluar, Klan Yang akan memilih bertahan. Tetapi kalau seluruh jalan mereka ditutup, mereka akan mencari seseorang untuk disalahkan.”

Dan Klan Feng adalah sasaran yang paling mudah.

Permusuhan kedua klan sudah terbentuk. Selama Klan Yang semakin ditekan, kemarahan mereka terhadap Feng Zhengxiong akan terus meningkat.

“Biarkan mereka menyerang Klan Feng terlebih dahulu,” kata Mo Kun. “Kita cukup menunggu.”

Jika Klan Yang dan Klan Feng saling melemahkan, Klan Mo bisa mengambil keuntungan tanpa perlu menjadi pihak yang memulai perang.

Mo Yuankong tersenyum memahami rencana itu.

“Lakukan sesuai rencanaku,” perintah Mo Kun.

Sementara Klan Mo mulai bergerak diam-diam, suasana di kediaman Klan Feng dipenuhi kegembiraan.

“Chen'er, bagus!” Xiao Qingqing tersenyum bangga.

Feng Yuan ikut menepuk bahu adiknya. “Mo Yu saja sudah bukan lawanmu. Perkembanganmu benar-benar membuat Kakak malu.”

Feng Zhengxiong tidak ikut terlena.

“Jangan terlalu senang. Mo Kun bukan orang yang akan menerima penghinaan begitu saja.”

Feng Wuchen mengangguk. Ia pun berpikiran sama.

“Tetua Agung, untuk sementara kurangi pemurnian Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta.”

Feng Qianyang menatapnya heran.

“Kenapa?”

“Fokuslah menerobos menjadi Alkemis Tingkat Dua. Untuk serbuk itu, biar aku yang memurnikannya.”

“Kau bisa?”

“Guruku sudah mengajariku. Sekarang aku telah mencapai Alam Pengumpulan Qi dan memiliki Qi Sejati atribut api, aku bisa mulai mencobanya.”

Feng Qianyang langsung tersenyum.

“Kalau begitu Klan Feng akan segera memiliki satu alkemis lagi.”

Feng Wuchen kemudian mengeluarkan Pil Qingyuan yang dimenangkannya dalam pelelangan dan menyerahkannya kepada Feng Zhengxiong.

“Ayah, gunakan pil ini untuk berkultivasi.”

Feng Zhengxiong menerimanya dengan hati-hati.

“Dengan fondasi kultivasi Ayah sekarang,” lanjut Feng Wuchen, “Pil Qingyuan bisa membantu mempercepat terobosan menuju Alam Inti Roh. Klan Mo belum tentu bergerak dalam waktu dekat. Kita harus memanfaatkan waktu ini untuk memperkuat diri.”

Jika Feng Zhengxiong mencapai Alam Inti Roh dan Feng Qianyang menjadi Alkemis Tingkat Dua, kekuatan Klan Feng akan meningkat pesat.

Xiao Qingqing kemudian bertanya, “Kalau gurumu begitu kuat, kenapa tidak meminta dia membantu kita?”

Feng Wuchen tersenyum tak berdaya.

“Guru memiliki sifat yang aneh. Aku sendiri tidak tahu kapan dia akan muncul.”

Ling Xiaoxiao yang berdiri tidak jauh darinya diam-diam menahan senyum. Ia tahu betul selama beberapa hari terakhir Feng Wuchen terus berkultivasi, lalu langsung pergi bersamanya setelah keluar. Guru misterius itu jelas hanya alasan yang dibuatnya.

Feng Wuchen pura-pura tidak melihat ekspresinya.

❤️

“Guru juga meninggalkan beberapa hal untuk Klan Feng.”

Feng Wuchen mengambil bilah bambu kosong, kemudian menuliskan sebuah teknik kultivasi dan dua jurus bela diri berdasarkan ingatan Dewa Naga Jahat.

Feng Zhengxiong dan para tetua segera mendekat.

Begitu mengenali tingkat ketiganya, ekspresi mereka berubah.

“Teknik Kultivasi Tingkat Misterius?”

Feng Qianyang menatap dua bilah lainnya dengan mata membesar.

“Dua Jurus Bela Diri Tingkat Misterius juga?”

Keterkejutan memenuhi ruangan.

Di Kota Wushuang, warisan pada tingkatan tersebut sudah cukup untuk membuat klan-klan besar memperebutkannya. Sekarang Feng Wuchen mengeluarkan tiga sekaligus.

“Hafalkan semuanya,” pesan Feng Wuchen. “Setelah itu, bakar bilah bambunya. Jangan sampai isinya jatuh ke tangan orang luar.”

Feng Zhengxiong mengangguk serius.

Feng Wuchen sebenarnya memiliki teknik dan jurus yang jauh lebih kuat dalam ingatan Dewa Naga Jahat. Namun ia tidak berniat memberikannya sekaligus.

Perubahan yang terlalu besar justru akan mengundang perhatian.

Untuk sekarang, warisan Tingkat Misterius sudah cukup membantu Klan Feng meningkatkan kekuatan mereka.

Ketika keluarganya mulai mempelajari teknik tersebut, Feng Wuchen teringat Mo Ling'er.

Mereka pernah tumbuh bersama dan memiliki hubungan selama bertahun-tahun. Karena masa lalu itulah ia sudah beberapa kali menahan diri terhadap Klan Mo.

Namun kesabarannya tidak akan berlangsung selamanya.

"Mo Ling'er, demi hubungan kita dulu, aku sudah memberi Klan Mo kesempatan."

Tatapan Feng Wuchen perlahan menjadi dingin.

"Kalau ayahmu masih memilih menjadi musuh Klan Feng, kesempatan berikutnya tidak akan pernah datang lagi."

......................

Bersambung...

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!