NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

senja 25

Angkasa mengulas senyum tipis, sudut matanya berkilat jenaka mendengar pertanyaan sang nenek. Jemarinya di bawah meja kian erat mengunci jemari Senja yang mendadak kembali tegang.

"Karena di kantor dia adalah staf saya, Oma," jawab Angkasa tenang namun tegas.

"Tapi di luar kantor, saya ingin dia terbiasa dipanggil tanpa sekat status formal."

Oma Dahlia tertawa pelan, suara tawa yang begitu anggun namun sarat akan ketajaman naluri seorang tetua. Ia memajukan tubuhnya sedikit, menopang dagu dengan kedua tangan yang berhias cincin permata, lalu menatap Senja dengan sorot mata yang penuh kehangatan.

"Kamu jangan terlalu kaku dengannya, Senja," ujar Oma Dahlia ramah.

"Cucuku ini memang sok formal jika sedang menutupi rasa tertariknya. Tapi beritahu Oma, Nak... Oma dengar dari Raka, pengacara keluarga kita, kamu baru saja menyelesaikan urusan perceraianmu hari ini?"

Senja tersentak kecil. Wajahnya sempat memucat karena terkejut, tak mengira kabar pribadi itu sudah sampai ke telinga sang matriark. Namun, melihat tidak ada sedikit pun nada penghinaan dalam suara Oma Dahlia, Senja memberanikan diri untuk mengangguk jujur.

"Benar, Oma," jawab Senja lembut, matanya menatap lurus sang nenek tanpa rasa malu.

"Hari ini akta cerai saya resmi keluar dari Pengadilan Agama. Saya sudah menyelesaikan masa lalu saya sepenuhnya."

Oma Dahlia mengangguk-angguk puas, lalu melirik Angkasa dengan senyuman jahil yang amat kontras dengan usianya.

"Dan Raka juga membocorkan laporan medis dan berkas persidangan padaku," lanjut Oma Dahlia tanpa ragu, membuat Senja menahan napasnya seketika.

"Pria mantan suamimu itu benar-benar bodoh setengah mati. Dua tahun menikah, tapi tidak pernah menyentuhmu sama sekali karena sibuk dengan selingkuhannya?"

Pipi Senja memerah padam. Rasa malu dan canggung menjalar hebat hingga ke tengkuknya. Ia menunduk dalam-dalam, tak tahu harus merespons apa.

Angkasa yang menyadari perubahan rona wajah Senja langsung berdeham pelan.

"Oma, jangan membuat Senja tidak nyaman."

"Kenapa? Oma cuma bicara fakta!" potong Oma Dahlia cepat seraya terkekeh geli. Sang nenek menatap Angkasa dengan binar mata penuh kemenangan.

"Lagipula, kamu itu yang menang banyak, Angkasa! Sudah duda, dapatnya janda rasa perawan pula. Cantik, pintar, tangguh, dan masih suci murni. Pria mana di luar sana yang tidak akan iri padamu?"

"Oma..." tegur Angkasa rendah, namun tak mampu menyembunyikan senyum tipis yang tersungging di bibirnya.

Senja mendongak perlahan, matanya berkedip bingung menatap Angkasa dan Oma Dahlia bergantian.

"Pak Angkasa... duda?" bisik Senja polos, tanpa sadar menyuarakan keheranannya yang paling besar.

Oma Dahlia melambaikan tangannya santai. "Ah, pernikahan formalitas masa lalu Angkasa cuma bertahan enam bulan sebelum istrinya kabur membawa uang investasi. Mana dapatnya status perawan namun rasa janda bodong. Pria kaku ini sudah terlalu lama membeku, Senja. Tapi melihat caranya menggenggam tanganmu dari tadi... Oma tahu, es di hatinya sudah meleleh."

Angkasa mengusap jemari Senja dengan ibu jarinya di bawah meja, seolah menegaskan bahwa setiap ucapan sang nenek bukanlah sekadar gurauan belaka.

"Oma sudah memberikan restu penuh malam ini," ucap Angkasa lurus menatap Senja, mengubah panggilan formalnya secara alami di depan sang nenek.

"Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk merasa ragu lagi berada di sampingku, Senja."

Senja mematung, meresapi rasa hangat yang merayapi dadanya. Di balik rencana besar menghancurkan para pengkhianat, ia menyadari satu hal, Angkasa tidak hanya memberinya keadilan, tetapi juga menuntunnya menuju masa depan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Usai makan malam penuh kejutan itu berakhir, Angkasa menuntun Senja kembali menuju sedan mewah yang terparkir di pelataran restoran. Udara malam yang dingin langsung menyapa kulit, namun fokus Senja sepenuhnya teralihkan oleh gejolak pertanyaan yang siap meledak di dalam kepalanya.

Begitu pintu mobil tertutup dan Rian mulai menjalankan kendaraan membelah jalanan kota yang lengang, hening merayap di antara mereka. Angkasa menyandarkan punggungnya santai, jemarinya masih bertengger rileks di paha, seolah tak baru saja melemparkan bom emosional di depan sang nenek.

Senja menoleh, menatap profil samping Angkasa yang terpahat tegas di balik temaram lampu jalanan. Ia tak bisa menahannya lagi.

"Pak Angkasa," panggil Senja dengan suara yang diusahakan setenang mungkin, walau nada panik masih bersisa.

"Bisa tolong jelaskan apa maksud dari semua kejadian di dalam tadi?"

Angkasa tidak langsung menoleh. Pria itu memutar kepalanya perlahan, menatap Senja dengan manik mata hitamnya yang dalam.

"Maksud yang mana, Senja?"

"Semuanya!" Senja menarik napas panjang, meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan.

"Genggaman tangan itu, ucapan Oma Dahlia tentang restu, dan... sandiwara apa yang sebenarnya sedang Bapak rencanakan? Apakah saya harus berpura-pura menjadi calon istri Bapak untuk melancarkan eksekusi terhadap Lyra dan keluarganya lusa?"

Mendengar kata berpura-pura, sudut bibir Angkasa tertarik tipis. Pria itu mengubah posisi duduknya, sedikit mencondongkan tubuh ke arah Senja hingga jarak mereka kembali terkikis.

"Pura-pura?" ulang Angkasa dengan suara baritonnya yang rendah dan memikat.

"Siapa yang bilang ini cuma sandiwara, Senja?"

Senja mengerjap, jantungnya mendadak berdegup kencang tak beraturan. "Maksud Bapak...?"

"Saya tidak pernah membuang waktu untuk berpura-pura dalam hal prinsipil, apalagi membawa seorang wanita di hadapan Oma Dahlia," tegas Angkasa, tatapannya begitu mengintimidasi namun memancarkan kejujuran mutlak.

"Semua yang diucapkan Oma malam ini adalah kenyataan. Kamu bukan sekadar instrumen balik modal atau alat pembuktian di depan Adam dan Lyra."

"Tapi... status saya..." Senja menelan ludah, suaranya sedikit bergetar.

"Saya baru saja memegang akta cerai hari ini, Pak. Saya..."

"Statusmu yang bersih adalah awal baru," potong Angkasa tanpa kompromi. Tangannya terulur, jemari kokohnya menggenggam jemari Senja yang dingin, mengulangi kehangatan yang sama seperti di dalam restoran tadi.

"Saya tidak peduli dengan stigma orang lain. Di mata saya, kamu adalah wanita paling tangguh yang pernah saya temui. Dan saya tidak berniat melepaskanmu setelah semua yang kita lewati."

Napas Senja tercekat. Tatapan Angkasa begitu terkunci pada manik matanya, tak menyisakan ruang sedikit pun untuk meragukan keseriusan pria di hadapannya.

"Jadi hapus pikiran soal 'berpura-pura' dari kepalamu, Senja," bisik Angkasa rendah, membelai punggung tangan Senja dengan ibu jarinya.

"Mulai malam ini, kamu memang calon istri saya,"

"Pak... Bahkan anda dan saya tak saling cinta. Saya tidak mau mengulang pernikahan dingin dan hampa seperti sebelumnya..." Ucap Senja sambil meremas kedua tangannya di pangkuan dan menundukkan kepalanya. Tak berani menatap Angkasa.

"Kita belajar saling mencintai mulai saat ini. Dan kamu juga sudah tahu statusku duda kan? Aku juga butuh pendamping yang mampu menjadi pakaian untukkua, mampu untuk mendampinguku dalam setuiap keadaan. Kau tahu, setelah menjadi istriku nanti, perjalanan pernikahan kita tak mudah. Apa kamu bisa mendampingiku dan selalu setia padaku, Senja..." Ucap Angkasa menggenggam erat tangan Senja.

"Pak Angkasa..." Cicit Senja pelan. Sedangkan Rian menahan senyum di balik kemudi melihat kelakuan bos dinginnya yang sudah mulai mencair oleh seorang Senja, janda perawan fresh.

1
YuWie
agak2 dejavu dg kata2 adam dan senja ya..lagian adam sdh diusir2..ngapain masih di apart arum. Gak mampu sewa rmh
YuWie
tetap saja arum merasa menang walo sesaat..tak suka.
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
nikmatilah adam hahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!