NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Nadia bangun dan mulai memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Ia menyiapkan baju yang akan di pakai suaminya saat bekerja, kemudian ia pun menyiapkan sarapan pagi. Dimas keluar dari dalam kamar mandi dan melihat baju kerjanya yang sudah tertata rapi di atas kasur. Ia pun langsung memakai baju dan setelah itu dimas turun ke bawah, ia berjalan keluar rumah tanpa melihat Nadia yang berada di ruang makan.

"Makan dulu," ucap Nadia tersenyum manis.

"Makan sendiri, gue males makan masakan Lo. Nanti Lo kasih racun lagi ke makanan gue," ucap ketus Dimas.

Pria itu langsung pergi meninggalkan istrinya di ruang makan, untuk bekerja. Luka di hatinya semakin mendalam, Nadia hanya bisa pasrah dan mengemasi sarapan yang sudah ia buat untuk suaminya pagi pagi sekali dengan penuh cinta. Setelah selesai di dapur. Ia langsung bekerja seperti ibu rumah tangga biasanya, membersihkan rumah dan lainnya.

********

Dikantor.

"Sayang," teriak seorang wanita yang melihat Dimas turun dari mobil.

Pria itu berlari dan langsung memeluk kekasihnya. Tak lupa ia mengecup bibir sang kekasih tanpa rasa malu dilihat oleh semua karyawannya.

"Ayo masuk," ucap dimas.

"Tidak mau, aku hanya menjemput hakku," ucap wanita itu.

Dimas mengeluarkan ATM dari dompet dan memberikan ATM kepada kekasihnya tersebut. Wanita itu tersenyum bahagia dan mengecup pipi Dimas sekilas.

"Oke aku pergi, sampai jumpa cintaku," ucap wanita tersebut dan berlari masuk ke dalam mobilnya.

Dimas tersenyum dan masuk ke dalam kantornya untuk bekerja. Semua karyawan hanya menggelengkan kepala mereka dan menatap atasanya dengan tatapan jijik.

"Dimas masih berhubungan dengan wanita matre itu? Astaga, dia memang sudah gila," ucap salah satu temannya bernama Raka.

"Apa dia tidak takut kalau istrinya tau, kalau dia masih berhubungan dengan tuh, si jalang? Dimas memang sangat gila, sudah menikah masih saja nekat seperti ini. Selingkuh secara terang terangan," ucap Ardana yang juga berstatus temannya Dimas.

"Sudahlah jangan ikut campur urusan mereka, lebih baik kita bekerja," ucap Darren dengan raut wajah datar dan berjalan memasuki gedung kantor. Raka dan Ardana pun mengikuti darren dari belakang.

Pukul 14.00 WIB. Ponsel Dimas bergetar, saat ia masih berada di ruang miring. Pria itu mengabaikan ponselnya dan memilih fokus pada mitingnya. Saat miting selesai, ia melihat ponselnya dan tertera nama sang kekasih di panggilan tidak terjawab.

"Mampus gue, bakal ngambek ini," gumam Dimas sambil keluar dari kantor.

Pria itu masuk ke dalam mobilnya dan para sahabatnya hanya diam melihat kepergian Dimas. Mobil Dimas berhenti di depan cafe yang tidak jauh dari kantornya. Ia pun langsung turun dan masuk ke dalam cafe. Terlihat ada seorang wanita yang sedang memasang wajah kesal tengah duduk di kursi cafe. Dimas pun menghampirinya dan memeluk gadis itu dari belakang.

"Maaf ya sayang, tadi aku lagi miting," ucap Dimas.

Wanita itu hanya diam dan mengabaikan kehadiran Dimas. Karena pria itu sudah lama mengenal kekasihnya, Dimas mengeluarkan ATM miliknya. Wajah gadir itu langsung merubah jadi cerah dan senyuman pun terukir di wajahnya. Ia mengeluarkan ATM milik Dimas yang tadi pagi ia bawa, kemudian memberikannya ke pada Dimas.

"Kartu ATM ok ni uangnya sedikit banget, masa cuman untuk beli 4 tas lngsung habis," ucap wanita tersebut.

"Maaf sayang, aku lupa kalau kartu ATM ini uangnya memang aku isi sedikit. Soalnya aku jarang memakainya," ucap dimas sambil mengecup kening kekasihnya.

Wanita itu tersenyum dan langsung memeluk erat tubuh Dimas. Pria itu duduk di samping sang kekasih sambil memperlihatkan senyum manisnya yang tak pernah ia perlihatkan kepada Nadia.

"Nah gitu dong, jangan marah marah. Nanti cepat tua," ucap Dimas.

"Dimas!, Jessica!," sapa seorang pria tampan yag langsung duduk di hadapan sepasang kekasih itu.

Dimas dan Jessica tersenyum saat melihat teman lamanya yang susah ada di hadapan mereka.

"Razan, Lo apa kabar? Kapan Lo sampai? Kok enggak ngabarin gue?," ucap Dimas.

"Santai bro, mana yang harus gue jawab ini?," ucap Razan.

"Ya Lo jawab semuanya lah," ucap Dimas sambil melempar kentang goreng ke arah Razan.

"Oke, gue jawab. Kabar teman gantengmu ini baik, baru sampai sati jam yang lalu dan sorry enggak ngabarin, soalnya ponsel gue mati," ucap Razan.

"Di charger lah, jadi orang itu jangan bego amat," ucap dimas sambil tertawa.

"Eh iya ya, Gue lupa. Lo sama Jessica kayaknya bahagia banget," ucap Razan.

"Ya bahagialah, emangnya Lo jones," ucap Jessica.

"Mulutmu ukhty," ucap Razan.

Jessica adalah nama kekasih Dimas dan yang menjadi perusak rumah tangga Nadia dan Dimas. Razan belum mengetahui bahwa sahabatnya itu sudah menikah, karena ia sudah lama tinggal di londen dan sudah satu tahun tidak bisa di hubungi, hanya razanlah yang belum mengetahui kabar tentang pernikahan Dimas.

Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB. Dimas berjalan sempoyongan ambil di bantu oleh Darren. Jessica menelepon Darren agar mengantarkannya dan Dimas untuk pulang ke rumah masing masing. Ke adaan Dimas sekarang sudah tidak sadarkan diri. Karena terlalu banyak minum. Kedua pria itu telah tiba di depan pintu masuk dan Darren langsung menekan bel pintu rumah Dimas. Selang beberapa menit, akhirnya pintu pun terbuka lebar. Nadia terkejut saat melihat Dimas sidah tertidur pulas Karena mabuk.

"Kak Darren, suamiku kenapa?," tanya Nadia sambil memegangi tubuh Dimas.

"Biasa mabok sama tuh cewek gila, kamar kalian dimana? Biar gue anter nih bocah ke dalam kamar," ucap Darren.

"Biar aku saja kak, oh ia makasih ya udah mau mengantarkan suami aku pulang," ucap Nadia.

Darren menatap Nadia dengan tatapan sendu. Ia memegang bahu Nadia dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sangat dalam.

"Apa Lo yakin bisa bertahan dengan sikap Dimas ini? Apa perlu gue kasih tau kakak Lo, tentang Dimas yang masih menjalani hubungan dengan wanita gila itu?," ucap Darren.

Nadia membalas tatapan Darren, ia pun membalas dengan gelengan kepalanya, sebagai jawabannya kepada Darren. Pria itu mengerti dan berjalan ke arah mobil yang terparkir di depan rumah Dimas. Nadia menatap kepergian Darren dalam diam, kemudian ia membawa Dimas masuk ke dalam kamar. Nadia membaringkan tubuh suaminya di atas kasur, ia pun membuka sepatu dan kaos kaki milik Dimas secara perlahan.

Saat ia akan membuka kancing kemeja Dimas, tiba tiba pria itu terbangun dan memegang tangan milik Nadia, tentunya perasaan takut menghampiri gadis itu.

"M-maaf kak," ucap Nadia tergugup.

Dimas hanya diam, kemudian tanpa sadar ia memeluk istrinya dengan sangat erat dan kembali tertidur pulas. Nadia hanya bisa diam dan meletakkan tangannya di dada bidang pria yang ia cintai. Ia tak mau melewatkan kesempatan ini, Nadia memilih untuk memanfaatkan situasi untuk menyentuh suaminya, walaupun hanya sebentar.

Setelah pelukan itu sedikit melonggar, Nadia memilih untuk melepaskan tangan Dimas dari tubuhnya. Ia pun menyelimuti tubuh suaminya dan duduk di samping kasur sambil menatap wajah tampan milik Dimas.

'aku hanya bisa melihat wajahmu saat tidur. Beristirahatlah, aku akan menjagamu di sini sampai kamu bangun. Kamu sangat tampan kak Dimas. Aku sudah jatuh cinta kepadamu dari dulu sampai sekarang, sudah jatuh cinta sedalam dalamnya,' batin Nadia.

Rasa sakit yang ia rasakan akhirnya sembuh, ketika melihat wajah Dimas yang begitu membuatnya nyaman. Ia hanya bisa bersabar dan berdoa kepada sang pencipta agar pria yang sudah ia cintai selama ini bisa membalas cintanya suatu saat nanti.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!