NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Prang!

Suara pecahan vas bunga terdengar sangat nyaring di ruang tamu utama kediaman keluarga Wegan.

Pecahan beling kristal itu berserakan di atas karpet Persia yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.

"Aku tidak mau! Aku benci Mama!"

Jeritan melengking itu berasal dari Bianca Wegan, gadis kecil berusia enam tahun yang sedang mengamuk sejadi-jadinya.

Wajah gadis itu merah padam karena marah dan matanya menatap tajam ke arah wanita cantik di hadapannya.

Nabila hanya bisa berdiri kaku melihat tingkah putrinya.

Dada Nabila terasa sesak dan kepalanya berdenyut nyeri melihat kekacauan yang dibuat oleh anak kandungnya sendiri.

"Bianca sayang, tolong dengarkan Mama sebentar saja," ucap Nabila dengan nada suara yang bergetar menahan tangis.

"Tidak mau! Mama pembohong! Mama bilang mau belikan aku boneka beruang dari Paris hari ini!" teriak Bianca sambil menginjak mainan mahalnya yang lain.

Nabila melangkah maju mencoba memeluk gadis kecil itu.

"Pesawatnya tertunda, Sayang. Besok pasti sampai, Mama janji," bujuk Nabila dengan sangat lembut.

Namun balasan yang Nabila terima sungguh di luar dugaan.

Bianca menepis tangan Nabila dengan sangat keras hingga wanita itu terdorong mundur.

"Menyingkir! Mama bau! Aku benci sama Mama!"

Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut mungil seorang anak berusia enam tahun.

Nabila mematung mendengar ucapan kasar putrinya tersebut.

Hatinya hancur berkeping-keping seolah ada pisau tak kasatmata yang menusuk dadanya berulang kali.

"Apa yang sebenarnya salah dengan cara asuhku selama ini?" batin Nabila sambil meremas ujung gaun tidurnya.

"Kenapa anak ini tumbuh menjadi gadis yang begitu kasar dan tidak punya hati sama sekali?"

Nabila tidak kuasa menahan air matanya lagi.

Satu tetes air mata jatuh membasahi pipi mulusnya.

Para pelayan yang berdiri di sudut ruangan hanya bisa menunduk ketakutan dan tidak berani ikut campur.

Mereka semua sudah hafal dengan tabiat buruk Nona Muda Bianca yang selalu bertindak semena-mena.

Tiba-tiba langkah kaki yang berat dan tegas terdengar menggema dari arah tangga.

Seorang pria jangkung dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku berjalan menghampiri mereka.

Dia adalah Leon Wegan, CEO dari Wegan Group, pria paling ditakuti di seluruh ibu kota.

"Ada apa ini, Bianca?" suara bariton Leon terdengar dingin dan penuh dengan otoritas.

Melihat ayahnya datang, Bianca langsung mengubah raut wajahnya yang tadinya garang menjadi sangat memelas.

Gadis kecil itu berlari dan memeluk kaki ayahnya sambil menangis palsu.

"Papa! Mama jahat! Mama tidak mau membelikan mainan untukku!" adu Bianca dengan suara yang dibuat-buat sedih.

Leon menatap putrinya sejenak lalu mengalihkan pandangannya pada istrinya yang sedang menangis dalam diam.

Tatapan dingin Leon seketika berubah menjadi sangat lembut saat melihat air mata Nabila.

"Bawa Bianca ke kamarnya sekarang dan jangan biarkan dia keluar sampai besok pagi," perintah Leon kepada kepala pelayan.

"Tapi Papa! Aku tidak mau! Lepaskan aku!" jerit Bianca meronta-ronta saat para pelayan menggendongnya paksa.

Jeritan Bianca perlahan menjauh dan akhirnya menghilang di balik pintu kamarnya di lantai atas.

Leon berjalan mendekati Nabila dan merengkuh tubuh rapuh istrinya ke dalam pelukan yang hangat.

"Menangislah, jangan ditahan," bisik Leon sambil mengelus rambut panjang Nabila dengan penuh kasih sayang.

Nabila menangis tersedu-sedu di dada suaminya yang bidang.

"Leon, aku merasa gagal menjadi seorang ibu," ucap Nabila di sela-sela isak tangisnya.

"Jangan bicara seperti itu, kamu adalah ibu yang hebat," balas Leon mencoba menenangkan.

"Tidak, Leon. Aku merasa ada yang aneh, aku merasa... aku tidak punya ikatan batin dengan anak itu," ucap Nabila jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Nabila membenci dirinya sendiri karena memiliki pikiran kotor seperti itu terhadap anak kandungnya.

Tapi itulah kenyataannya, sejak Bianca bayi, Nabila merasa ada dinding tak kasatmata di antara mereka berdua.

"Itu hanya perasaanmu saja karena kamu sedang kelelahan mengurusnya setiap hari," hibur Leon sambil mengecup kening istrinya.

"Mungkin kamu benar, mungkin aku hanya butuh istirahat," balas Nabila memejamkan matanya, menikmati kehangatan Leon.

"Besok ajaklah Bianca jalan-jalan ke mall agar suasana hatinya membaik, beli apa pun yang dia mau," saran Leon.

Nabila mengangguk pelan menyetujui saran suaminya.

"Ya, aku akan membawanya ke mall besok, semoga itu bisa memperbaiki hubungan kami berdua," batin Nabila penuh harap.

Di waktu yang sama, di sudut kota yang sangat jauh dari kemewahan keluarga Wegan.

Hujan deras mengguyur sebuah kawasan kumuh yang dipenuhi gubuk-gubuk reyot dari triplek dan seng karatan.

Plak!

Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat telak di pipi kecil yang kotor itu.

Tubuh kurus kering gadis berusia enam tahun itu terpelanting dan jatuh ke lantai tanah yang becek.

"Anak tidak berguna! Cuma bawa uang segini dari pagi sampai malam?!"

Suara teriakan melengking Siska menggema membelah suara derasnya hujan di luar sana.

Gadis kecil bernama Luna itu meringkuk ketakutan sambil memegangi pipinya yang kini bengkak dan memerah.

"Maafkan Luna, Bu. Tadi hujan lebat jadi jalanan sangat sepi," cicit Luna dengan suara serak karena terlalu banyak menangis.

Luna gemetar kedinginan karena bajunya yang lusuh dan kebesaran itu basah kuyup terkena air hujan.

Dari sudut ruangan gelap, seorang pria paruh baya berjalan sempoyongan dengan botol minuman keras di tangannya.

Dia adalah Herman, suami dari Siska, yang kesehariannya hanya mabuk dan berjudi.

"Pukul saja terus anak sialan itu sampai dia sadar diri!" racau Herman sambil melempar botol kosong ke dinding.

Pecahan botol kaca itu terlempar dan menggores kaki kecil Luna hingga mengeluarkan darah segar.

"Aw! Sakit, Pak," rintih Luna sambil memegangi kakinya yang terluka.

Tapi bukannya kasihan, Siska justru menarik rambut Luna dengan sangat kasar hingga gadis kecil itu terdongak.

"Sakit katamu?! Lebih sakit kepalaku memikirkan biaya makan anak haram sepertimu!" bentak Siska tepat di depan wajah Luna.

Luna hanya bisa memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit di kulit kepalanya.

"Ibu... lepaskan, sakit sekali," mohon Luna dengan air mata yang terus mengalir membasahi wajah kotornya.

"Kau pikir kau siapa berani menyuruhku?!" Siska malah semakin mengencangkan jambakannya.

"Apa salahku? Kenapa Ibu dan Bapak sangat membenciku?" batin Luna menjerit pilu di dalam hatinya.

Luna tidak mengerti kenapa dia diperlakukan seperti binatang peliharaan yang menjijikkan.

1
Thewie
lanjuuttt thor sayanggg😍😍💪💪💪
kiyoe: peluk jauh buat kak Thiew 🥰🥰🤗
total 3 replies
Astiana 💕
elit sekali lah nama nya🤣
Astiana 💕
dasar bocah, mainan sulap katanya🤣
kiyoe: bim sala bim jadi apa prok prok wkwk
total 1 replies
Thewie
lanjuuuttt💪💪💪
kiyoe: hehehe siap kaka
total 1 replies
Meee
,KLO bisa jangn ada yng mau adopsi sibianca.biar hidupnya. menderita itu karma atas perbuatan biadad orang tuanya😬😬
kiyoe: hehehe iyaa kak bener biar menyesal si Bianca 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
kenzo memang teman terbaik🫰🏻
kiyoe: hehehe Kenzo besti nya Luna kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
cerita nya makin bagus thor, gak sabar nunggu luna gede🤭
kiyoe: heheh makasih kak Astiana
total 1 replies
Astiana 💕
seharusnya hallo princess papa🤭
kiyoe: hehehe makasih kak pokok semangat terus 🤗🥰
total 3 replies
Meee
Luna harusnya di bekali ilmu bela diri,agar bisa melindungin diri sendiri.meski bnyak pengawal jaga" dari bahaya ke DPN ya sebagai seorang pewaris,dan jangn terlalu percaya dngn orang terdekat,musuh yng g bisa terbaca terjadi karena orang terdekat.😬😬
kiyoe: heheh terimakasih atas masukannya kak boleh di coba itu Luna di bekalin PSHT
total 1 replies
Adinda
pasti nanti bianca di adopsi sama orang kaya dan balas dendam sama leon takutnya nanti luna jadi sasarannya
kiyoe: heheh di tunggu update bab selanjutnya aja yaa kak 🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjut
kiyoe: terimakasih Kaka Fauziah Daud ☺️
total 1 replies
Astiana 💕
apakah nanti gede nya tidak menaruh dendam thor pada Luna.🤔
Astiana 💕: haduh jadi penasaran 🤭
total 2 replies
Thewie
bawa ke psikiater anakmu wegan. kasihan traumanya blom hilang
ceuceu
ikutan nangis terharu/Sob/
kiyoe: hehehe baca novel nya sambil ngupas bawang merah yaa kak makanya sampai nangis 🤭😄
total 1 replies
ceuceu
Ya Allah kasihan banget luna/Sob/
Dewiendahsetiowati
Rosalina siap2 aja dirimu dapat kado istimewa dari ponakanmu, sudah tua tetep aja jahat
kiyoe: hehehe
total 1 replies
ceuceu
Hadir thor.
baru mulai baca
kiyoe: Terimakasih Kaka ceuceu semoga suka yaa sama ceritanya ☺️
total 1 replies
Thewie
akhirnya kebohongan itu terungkap juga. othor luar biasa memainkan emosi akuuuuu
kiyoe: wah Terimakasih kak Bintang Lima sehat selalu kak Thewie ☺️🙏
total 1 replies
Thewie
seru thor👍👍😍
kiyoe: Heheh terimakasih kak Thewie
total 1 replies
Astiana 💕
Semangat 💪🏻
Cerita nya bagus banget
Astiana 💕: oke sama-sama ya☺️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!