NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:61k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16

“Kita tidak boleh membiarkan wanita itu menginjakkan kaki di sekolah besok,” desis Victoria.

Remaja perempuan itu berjalan mondar-mandir di dalam kamar kembarannya sambil menggigiti kuku jari dengan raut wajah panik.

“Kau pikir aku mau?” balas Victor frustrasi, mengusap wajahnya kasar. “Kalau dia sampai bertemu Kepala Sekolah, habislah aku. Surat peringatan terakhirku karena menghajar anak kelas sebelah minggu lalu pasti akan terbongkar. Aku bisa benar-benar dikeluarkan kali ini.”

Ternyata, ketakutan si kembar bukan karena mereka malu memiliki ibu sambung yang masih muda dan cantik.

Ada rahasia kelam di balik status pelajar mereka.

“Dan reputasiku sebagai Ketua kelas yang anggun dan elegan bisa hancur berantakan kalau dia tahu seluruh siswi membenciku karena aku sering menghukum mereka seenaknya. Kita sepakat. Apa pun yang terjadi, jangan biarkan Zoey bertemu kepala sekolah.”

Victoria menjambak rambutnya sendiri.

“Ayo cari cara, Victor! Aku tidak mau ya wanita itu datang ke sekolah dan mengetahui kelakuan kita selama ini,” tuntut Victoria, menatap kembarannya tajam.

“Aku juga bingung, Victoria. Kau mau aku merencanakan apa mendadak begini?”

“Gunakan otakmu itu.”

“Kau juga pikirkanlah! Jangan cuma menyuruhku!”

Keduanya malah saling menunjuk dan berdebat sengit. Hingga sebuah ide gila melintas cepat di kepala Victor.

“Aku tahu kita harus berbuat apa,” ucap Victor, sebuah seringai tipis terukir di bibirnya.

*****

Keesokan harinya...

Damian menyesap kopi hitamnya, matanya menatap tajam ke arah dua kursi yang masih kosong.

“Lukas, di mana kedua anak berandal itu?" tanyanya dengan nada dingin.

Saat Lukas baru saja membuka mulut untuk menjawab, Zoey sudah lebih dulu memotongnya dengan nada tegas.

“Bisakah kau tidak memanggil mereka dengan sebutan seperti itu? Bagaimanapun juga, mereka itu darah dagingmu, Damian,” sahut Zoey sambil mengoleskan selai di atas rotinya.

Damian meletakkan cangkirnya dengan sedikit kasar. “Lalu aku harus memanggil mereka apa? Malaikat? Nilai ujian sekolah mereka hancur berantakan. Mereka mengusir dan menolak guru les terbaik yang sengaja ku datangkan ke rumah. Menolak semua hal baik yang aku berikan. Dan sekarang, kau malah membela kelakuan mereka?"

“Lakukan pendekatan dengan cara yang lembut,” tegur Zoey, menatap lurus mata suaminya. “Yang mereka butuhkan bukan sekadar fasilitas mewah atau guru les termahal. Mereka butuh—”

“Sudahlah, Zoey. Bicara denganmu di pagi hari hanya membuang waktuku!” potong Damian kasar. Ia bangkit dari duduknya dan menyambar jas mahalnya.

“Aku berangkat kerja dulu.”

Setelah mengatakan itu, Damian melangkah pergi meninggalkan ruang makan begitu saja, membuat dada Zoey bergemuruh kesal setengah mati.

“Apa-apaan sikapnya itu? Dia pikir anak-anak itu robot?” gumam Zoey kesal.

“Jangan terlalu dipikirkan, Nyonya. Tuan memang selalu bersikap seperti itu,” ucap Lukas mencoba menenangkan. “Tapi jujur saja, semenjak anda datang ke rumah ini, setidaknya tuan dan Nona muda ada yang memperhatikan dan memarahi jika mereka salah.”

Zoey menoleh. “Apa selama ini Damian memperlakukan mereka dengan tidak baik? Apakah dia kasar?” tanya Zoey penasaran.

“Sangat baik secara materi, Nyonya. Hanya saja, tuan tak pernah memberikan kasih sayang seperti seorang ayah pada umumnya. Bahkan untuk sekadar mengobrol santai saja tidak pernah. Tuan hanya fokus pada pekerjaan.”

“Kau tahu alasannya, Lukas?”

Lukas mengangguk perlahan. Jelas saja dia sangat tahu. Ia sudah lama menjadi kepala pelayan sejak Damian menikah dengan istri pertamanya.

Wanita yang sangat Damian cintai itu tiba-tiba pergi tanpa alasan yang jelas tepat setelah melahirkan si kembar, meninggalkan trauma dan luka membeku di hati majikannya.

“Baiklah, kau jelaskan saja detailnya padaku nanti. Sekarang, aku harus mengurus dua kembar barbar itu. Aku ingin tahu apa yang sedang mereka rencanakan pagi ini untuk menghindari ku,” ucap Zoey menyeringai tipis penuh arti.

Zoey bangkit dari duduknya, merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, lalu berjalan mantap menaiki tangga.

Setibanya di depan kamar Victor, Zoey bergegas masuk. Dahinya berkerut melihat Victor yang masih meringkuk di atas ranjang, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.

“Victor, bangun. Jangan lupa hari ini kita akan pergi ke sekolah bersama," ucap Zoey sembari melangkah mendekati ranjang dan menarik tirai agar cahaya matahari menyorot masuk.

“Aduh... aduh... gigiku sakit sekali... Argh, rasanya sangat menyiksa, Zoey!”

Victor mulai merintih dengan suara serak yang sengaja dilebih-lebihkan dari balik selimut.

“Aku tidak bisa ke sekolah pagi ini, kepalaku rasanya mau pecah.”

“Sungguh menggemaskan sekali akting murahan ini,” pikirnya.

Zoey tersenyum geli, karena saat seumuran Victor, ia juga sering memakai trik basi ini.

“Oh, ya ampun, jadi putra sambung kesayanganku ini sedang sakit gigi parah?” balas Zoey.

Victor menyembulkan separuh wajahnya dari balik selimut, memasang raut wajah teraniaya dan memegangi pipi kirinya.

“Apa kau tidak dengar aku merintih sejak tadi? Kenapa masih bertanya! Tinggalkan aku sendiri.”

“Tentu saja aku mendengarnya, Sayang. Sebagai ibu yang baik, aku sangat peduli padamu,” ucap Zoey tersenyum manis, lalu merogoh ponsel dari sakunya.

“Baiklah, karena ini darurat medis, bagaimana kalau Mama memanggilkan dokter gigi pribadi keluarga Alfred? Mari kita cabut beberapa gigimu yang sakit itu.”

Mata Victor langsung membelalak panik mendengar ucapan Zoey.

“Mampus aku. Bisa-bisa wanita gila ini mencabut semua gigiku sampai tak tersisa!” jerit Victor dalam hati.

1
Esther
Alana takut rahasianya selama ini terbongkar karena Arga minta tes DNA.

Ayo.Zoey taklukan Victoria
aleena
sabar Lukas
ini Baru sarapan pagi
belum nanti malam
tiba tiba ribut lgi 🤣🤣🤭🤭
aleena
ahahah
mulai rebutan perhatian zoey

belum nanti victoria
Mundri Astuti
dasar tuan duda 😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂
Endang Sulistiyowati
Dapet kecupan semangat ya Zoey, hahahaa 🤣
Sastri Dalila
😅😅
rheisha
Otw jatuh cinta ini roman nya...😁
rheisha
kaya nya si gitu zoey...😁
Bunda SalVa
menang 1 - 0 kamu Damian, dapat bibir perawan 😄😄
Nisa Via
diicch Tuan kulkas kek nya agak mencair yaa 😂😂😂
Sri Rahayu
hahaha...kena kiss Damian ya Zoey, gmn rasanya panas dingin ga Zoey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣adakah ini namanya ciuman pertama zoey ya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Anonim
Heeeee lucunya ❤️❤️❤️
Anonim
Keluarga laucu 😍😍😍
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ni'mah azzahrah Zahrah
wah wah ini mah gilaaa, gengsinya mulai runtuh
Anonim
😄😄😄😄
Anonim
Lucunya
Sri Rahayu
ga bapak ga anak sama2 kaku keras gengsian....semoga zabar Zoey 🤩🤩🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Susi Sayadi
wes wani ngambung😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!