NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:861.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

Dalam perjalanan kembali menuju rumah, Alexa tidak pernah mengalihkan pandangannya dari cetakan foto USG 5D di genggamannya. Ibu jari lentiknya mengusap lembut gambar penampakan wajah mungil bayinya. Senyum tipis nan tulus tak kunjung pudar dari bibirnya. Ia benar-benar merasa lega dan bersyukur mengetahui anak di dalam kandungannya tumbuh sehat dan kuat.

​Ia sama sekali tidak menyadari bahwa sejak mobil melaju meninggalkan area rumah sakit, mata abu-abu gelap milik Lucas tidak pernah lepas memandanginya.

​Lucas menatap lekat setiap perubahan ekspresi di wajah Alexa. Merasa canggung dan tak terbiasa diabaikan, Lucas akhirnya menetralkan tenggorokannya.

​"Ehem."

​Deheman berat itu memecah kesunyian kabin mobil. Alexa tersentak pelan, lalu menoleh menatap pria di sampingnya.

​"Ada apa, Lucas?" tanya Alexa tenang.

​Lucas memalingkan wajahnya sedikit ke arah jendela sebelum kembali menatap Alexa kaku.

"Apakah... kamu ingin makan sesuatu?"

​Alexa mengerutkan keningnya tipis, sedikit heran dengan pertanyaan tak biasa dari suaminya.

"Makan sesuatu?"

​"Aku pernah mendengar kalau ibu hamil sering mengidam atau menginginkan makanan tertentu," sahut Lucas datar, mencoba terdengar biasa saja meski suaranya terdengar agak kaku.

​Mendengar hal itu, Alexa terdiam sejenak. Sebuah ukiran senyum kecil yang terkesan getir terbit di wajah cantiknya.

​"Masa ngidam ku sudah lama terlewatkan, Lucas," jawab Alexa pelan dengan intonasi yang begitu pasrah.

"Lagipula dulu tidak ada orang yang bisa ku ajak bicara atau ku mintai tolong untuk mengabulkannya. Jadi aku belajar menahan semua keinginan itu sendiri."

​Di kehidupan atau masa-masa sebelumnya, Alexa memang kerap mengidamkan berbagai makanan manis dan buah-buahan segar. Namun menyadari posisinya yang dibenci dan diabaikan oleh semua orang termasuk suaminya sendiri, ia memilih menekan seluruh keinginan tersebut. Jika rasa inginnya tak tertahankan dan tubuhnya sanggup, ia akan membelinya sendiri tanpa merepotkan siapa pun.

​Kata-kata sederhana dari Alexa itu mendadak menghantam dada Lucas. Pria itu membeku total di tempat duduknya. Ada perasaan tidak nyaman yang teramat sangat bergejolak di dalam hatinya. Pengakuan Alexa yang terlontar begitu kasual justru terasa seperti tamparan keras bagi egonya sebagai seorang suami.

​Alexa mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela. Ia menyandarkan kepalanya pada kaca mobil yang dingin, lalu perlahan memejamkan matanya, berniat mengistirahatkan pikirannya yang lelah.

​Namun gerakan itu tidak luput dari pengamatan Lucas. Rasa tidak suka dan gejolak emosi di dadanya semakin mendesak untuk diluapkan.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Lucas mengulurkan tangannya yang kekar, menarik bahu Alexa secara tiba-tiba dan memaksa wanita itu untuk menyandarkan kepalanya di atas bahu lebarnya.

​"Bersandar lah di sini," gumam Lucas rendah.

​Namun, respon Alexa benar-benar di luar dugaan Lucas.

​Bukannya bermanja atau menyamankan posisinya seperti yang biasa wanita itu lakukan di masa lalu, Alexa justru dengan perlahan menegakkan tubuhnya kembali. Ia mengurai cengkeraman tangan Lucas di bahunya dan memilih duduk tegak dengan rapi.

​"Terima kasih, Lucas, tapi posisiku sudah cukup nyaman," ujar Alexa datar tanpa memandang wajah pria itu.

​Lucas membeku seketika. Mata abu-abunya membelalak tipis penuh ketidakpercayaan.

"​Apakah dia baru saja menolak ku?" batin Lucas bergemuruh.

​Rahang pria itu mengetat keras. Selama ini, Alexa adalah wanita yang selalu memohon-mohon perhatian darinya, mengejarnya, dan mendambakan kehangatan sekecil apa pun dari tubuhnya. Lalu mengapa sekarang, ketika ia secara sukarela mempersilakan wanita itu untuk bersandar dan bermanja padanya, Alexa justru menolaknya begitu dingin?.

​Lucas sangat tidak menyukai situasi ini. Rasa marah, kesal, dan gengsi menyatu membakar benaknya.

​Mengabaikan hawa dingin yang menguar dari tubuh Lucas, Alexa mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan untuk memanggil sang pengemudi.

​"Ben," panggil Alexa pelan.

​Ben yang sedang mengemudi menjawab dengan cepat dan sopan dari balik kemudi.

"Ya, Nyonya Alexa?"

​"Bisakah kita berhenti di toko kue di depan sana?" tanya Alexa seraya menunjuk sebuah toko bakery bernuansa hangat di pinggir jalan utama.

"Aku menginginkan makanan manis untuk membuat suasana hatiku sedikit lebih baik."

​Ben tidak langsung menjawab. Matanya secara refleks melirik ke arah spion tengah. Di sana, ia bisa melihat raut wajah tuannya yang tampak sangat gelap dan kesal. Aura mengerikan memancar dari tubuh Lucas.

​Namun tak lama kemudian, Lucas menghembuskan napas kasar dan memberikan anggukan kecil yang kaku.

​"Baik, Nyonya. Kita akan berhenti di sana," sahut Ben patuh seraya menyalakan lampu sein dan membelokkan sedan Maybach tersebut menuju area parkir toko kue.

​Begitu mobil berhenti dengan mulus, Alexa memutar knop pintu dan bersiap untuk turun sendiri.

​Greb!

​Baru saja satu kakinya hendak keluar, sebuah tangan lebar dan hangat meraih pergelangan tangannya dengan kuat. Alexa tersentak dan menoleh. Lucas sudah ikut menggeser tubuhnya mendekat, memegang tangannya kaku.

​"Aku ikut," pangkas Lucas singkat.

​Alexa berusaha menarik tangannya pelan-pelan. "Tidak perlu, Lucas. Kamu tunggu saja di mobil. Aku hanya sebentar membelinya."

​Namun Lucas adalah Lucas. Pria itu paling tidak suka dibantah, apalagi ditolak oleh Alexa. Bukannya melepas, genggaman jari-jemari Lucas pada tangan Alexa justru semakin erat, mengunci jemari wanita itu di antara jemari kekarnya.

​"Aku bilang aku ikut," ulang Lucas dengan nada menuntut yang tak menerima bantahan.

​Alexa menghela napas panjang. Merasa terlalu lelah untuk memicu perdebatan yang sia-sia, ia akhirnya memilih untuk menurut saja.

​Mereka berdua berjalan berdampingan memasuki toko kue yang harum oleh aroma mentega dan vanila. Lucas terus menggenggam tangan Alexa dengan erat, menarik perhatian beberapa pengunjung toko yang terpana melihat ketampanan pria berjas mahal tersebut.

​Sementara itu, di balik raut wajah biasanya, pikiran Alexa kembali berkelana jauh. Banyak sekali pertanyaan yang masih bersarang di kepalanya tanpa jawaban.

​Mulai dari cemoohan pedas mamanya, keberadaan Catherine, hingga misteri sosok suaminya sendiri. Mengapa Lucas sudah berada di London sore ini? Bukankah semalam Catherine dengan sangat jelas mengatakan bahwa Lucas sedang bersamanya di kamar hotel di Sydney? Mengapa pria dingin ini mendadak membatalkan semua urusannya hanya untuk terbang belasan jam menyusulnya ke sini?.

​Alexa menatap genggaman tangan mereka yang bertaut rapat, merasa semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran pria yang berstatus sebagai suaminya itu.

Bersambung...

Alexa aja nggak ngerti apalagi author.😟 Kalian ada yang ngerti nggak guys? Komentar dong.😁

1
Susi Simanjuntak
mantap
Neny Risdiani Dewi
bingung..kan Alexa sebelumnya diceritakan pingsan dan keguguran Krn melakukan perjalanan pake pesawat ke Sidney nyusul Lucas trus saat sadar dr pingsannya seperti flashback sadar KLO kelakuannya nyebelin dan janji ngg ngulangin LG makanya sekarang JD lebih baik. Tapi knp sekarang nekad MW pergi pake pesawat dgn kondisi hamil besar./Speechless/
aristi
Orlando bergerak cepat
Tarwiyah Nasa
dlm cerita ini tokoh utamanya Lemah kebanyakan nangis
Irwati Irwati
setiap bab, pasti ada aja bait yg buat mataku berkaca kaca, makasih, bagus banget kisahnya👍
Twati twatih
ngga usah hiraukan omangan yg tidak membangun, cerita nya bagus kok
Siti Solikah
wah Lucas cemburu pada keluarga rivera
Siti Solikah
ada apa dengan lucas
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
Alhamdulillah akhirnya diterima juga hubungan lexa dan lucas
Siti Solikah
semoga keluarga Lucas tetap harmonis
Siti Solikah
👍👍👍
Siti Solikah
bagus
aristi
apa jgn2 bukannya cerai yg didapat TPI mlm kedua buat alexa😁
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
bagus banget
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
seharusnya mendekam dipenjara
Siti Solikah
bagus banget
Siti Solikah
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!