NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:63.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit hati

Tiyas baru saja sampai di Mushalla.Zain datang membawa satu stel baju berbahan rayon yang ia beli dari koperasi rumah sakit. Ia harap baju tersebut cukup di badan Tiyas.

"Ini baju untukmu. Bajumu kotor, tidak mungkin dipakai untuk shalat"

Tiyas menerimanya dan mengucapkan Terima kasih.

Zain pun kembali

Tiyas masuk kw toilet. Ia mengganti bajunya, berwudhu' lalu shalat. Setelah selesai shalat, ia pun berdo'a. Dalam setiap kata yang ia sebut, air matanya mengalir begitu saja. Ia meminta kesembuhan utuk sang bapak. Tiyas tidak dapat membayangkan bagaimana jika hal buruk terjadi kepada bapaknya.

Setelah selesai berdo'a. Ia melipat mukenah dan meletakkan kembali di tempat semula. Setelah itu, Tiyas duduk di teras Mushalla. Ia meraba kantong celana yang tadi dipakainya. Ada uang tiga puluh ribu. Uang tersebut adalah upahnya menjaga warung hari ini. Ia pun memasukkannya kembali.

"Nduk... "

Suara pak Jali mengejutkannya.

"Eh iya, pak?"

"Boleh bapak duduk?"

"Silahkan."

Pak Jali pun duduk di sampingnya.

"Nduk motor bapakmu sudah dibawa ke bengkel. Motornya rusak parah. Tapi tenang saja, Mas Zain pasti menanggung semua biayanya termasuk biaya rumah sakit ini."

"Memang sudah seharusnya begitu kan, pak? Karena dia sudah menabrak kami."

Pak Jali menghela nafas panjang.

"Iya nduk. Tapi sebenarnya bukan salahnya seutuhnya. Karena keadaan motormu juga mati lampunya."

"Tapi lampu mobilnya tidak mati kan? Berarti dia harusnya bisa melihat ada motor di depannya."

Pak Jali tidak ingin berdebat dengannya. Ia tahu saat ini Tiyas pasti sedang kalang kabut pikirannya. Jadi Pak Jali ikuti saja apa katanya. Pak Jali punya tugas dari Zain untuk menemani Tiyas agar Tiyas tidak kesepian. Melihat Tiyas, Pak Jali teringat kepada anaknya sendiri yang seumuran Tiyas. Namun anak Pak Jali laki-laki. Ketiga anaknya laki-laki. Pak Jali ingin sekali punya anak perempuan tapi belum rezekinya.

Sementara itu, di depan ruang ICU Zain menerima telpon dari ummi.

"Assalamu'alaikum... "

"Wa'alaikum salam, ummi."

"Bang, kamu sudah di hotel?"

"E... i-iya, ummi."

"Kok nggak meyakinkan jawabannya, bang?"

"Iya ummi, sudah di hotel kok."

"Ya sudah, jangan lupa makan malam ya. Besok jadi balik, kan?"

"Em... belum tahu, lihat besok saja ya."

"Ya sudah, pokoknya hati-hati. Jangan lupa besok kabari ummi ya."

"Iya, ummi."

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Zain terpaksa berbohong karena tidak ingin membuat umminya kepikiran.

Setelah menutup telponnya, ummi menemui abi di ruang kerja.

Ternyata abi sedang sibuk membaca laporan keuangan.

"Ummi ganggu, bi?"

"Tentu saja tidak. Ada apa, sayang?"

"Perasaan ummi kok nggak enak ya, bi."

"Nggak enak gimana?"

"Nggak tahu, pokoknya kayak ada sesuatu. Tapi ummi sudah telpon Zain dan Zean mereka baik-baik saja. Anak-anak yang lain juga baik-baik saja."

"Mungkin perasaan ummi saja. Apa ini kode untuk abi?"

"Kode apa, bi?"

"Biar abi nggak lama-lama di sini, ya kan? Ummi kangen kan?"

"Dih apaan sih, bi!"

Abi terkekeh.

Ummi pun pergi dari ruangan itu.

Keesokan harinya

Belum ada tanda-tanda dari dalam ruang ICU. Tiyas masih setia menunggu bapaknya di bangku depan ICU. sedangkan Pak Jali tidur di Mushalla dan Zain pulang sebentar ke hotel.

Jam 7 pagi, Zain kembali pergi ke rumah sakit. Ia sudah berjanji kepada pak Jali untuk bergantian menjaga. Dengan mata yang masih mengantuk, Zain terpaksa berangkat. Di tengah perjalanan ia mampir si warung nasi. Ia membeli tiga bungkus nasi untuknya, pak Jali dan Tiyas.

Tidak lama kemudian, Jali sampai di rumah sakit. Ia langsung naik lift menuju ruang ICU.

"Alhamdulillah akhirnya mas Zain datang juga. Saya sudah ditelpon istri soalnya."

"Makan dulu pak, ini saya belikan nasi tadi."

"Iya mas, terima kasih."

"Nduk, ini kamu juga makan."

"Nanti saja, pak."

"Eh ini sudah waktunya sarapan, jangan tunda-tunda!"

"Tapi.... huek huek.... "

Tiba-tiba saja Tiyas mual. Asam lambungnya naik. Biasanya bapaknya selalu mengingatkan agar dia tidak telat makan.

Zain agak panik melihatnya.

"Nduk kamu baik-baik saja?"

"Em sepertinya asam lambung saya kumat, pak."

"Ya Allah... makanya, ayo makan dulu. Jangan bandel! Nanti ayahmu sedih kalau tahu kamu sakit."

Akhirnya Tiyas patuh. Ia pergi ke depan kantin untuk makan di sana bersama Pak Jali dan Zain juga. Selama kegiatan makan, tiadak ada yang mengeluarkan suara. Mereka sibuk dengan pikirannya sendiri.

setelah selesai makan, Pak Jali pun pamit. Ia dijemput oleh anaknya di depan rumah sakit. Sebenarnya Zain sudah menyuruhnya untuk membawa mobilnya, namun Pak Jali menolak dengan alasan takut nanti mobilnya diperlukan.

Saat ini tinggal Tiyas dan Zain yang menunggu pak Zakir di rumah sakit. Mereka duduk di bangku biasanya. Tidak ada obrolan di antara keduanya. Mereka sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tiba-tiba handphone Zain berdering.

"Ummi... " Lirihnya

Ia lupa untuk mengabari umminya. Ia pun segera beranjak dari bangku itu dan mengangkat telpon.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Gimana bang, jadi pulang hari ini?"

"Em... lihat nanti sore ya, ummi. Zain masih ada sedikit urusan soalnya."

"Tapi kamu baik-baik saja, kan?"

"Tentu saja, ummi."

"Ya sudah, hati-hati. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Zain kembali duduk di bangku. Ia melihat Tiyas sedang sibuk dengan handphone-nya. Kemudian Tiyas beranjak pergi tanpa pamit kepada Zain. Zain memakluminya.

Ternyata Tiyas sakit perut. Ia mau pergi ke toilet. Karena toilet di lantai tersebut penuh, akhirnya Ia turun ke lantai bawah karena sudah tidak kuat menahan.

Setelah beberapa saat kemudian, Tiyas keluar dari toilet, Ia ingin kembali ke atas. Namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang. Orang tersebut dari tadi malam ia hubungi tidak ada respon sama sekali.Terkejutnya Tiyas karena saat ini orang tersebut berjalan dengan seorang wanita yang tengah hamil muda. Mereka terlihat begitu romantis. Tiyas tidak bisa menahan diri. Sontak ia langsung menegurnya.

"Mas Ridho! "

Ridho terperangah melihat Tiyas di depannya.

"Mas, apa maksudmu ini? Dari semalam aku menghubungi kamu. Tapi kamu tidak ada jawaban. Dan ternyata sekarang kamu malah jalan sama wanita lain. Ini apa maksudnya, mas?""

Ridho tidak bisa menjawab, namun wanita di sampingnya yang menjawab.

"Hei kamu yang siapa? Mas Ridho ini suamiku. Kami sudah menikah satu bulan yang lalu."

Deg

Bagai dijatuhi runtuhan baru. Hati Tiyas terasa sangat sakit.

"I-ini tidak mungkin. Mas Ridho, kamu jangan diam saja!"

"Ck... wanita murahan! Dibilang tidak percaya. Sudah minggir dari hadapan kami! Kami sudah telat ini!"

Wanita itu mendorong tubuh Tiyas. Tiyas hampir saja terjatuh membentur tembok. Ia hanya bisa menggelengkan kepala sambil berkata "tidak mungkin".

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
secret
sumpaahh modusnya ngemoduss bgt Zeann🤣🤣 tp gpp lanjuutttkann sampe saahh🤭🤭
Bunda RH: iya kan, dasar Zean 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
mak comlangnya ragi ternyata 😁
Bunda RH: makasih banyak kak sudah suka dengan karya si ratu typo ini 😄😂
total 5 replies
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒
Rafli pintar ,, jadi Mak comblang
Bunda RH: mak coblang cilik 😄
total 1 replies
Novita Sari
senyum senyum lama lama suka.rafli pinter...
Bunda RH: iya Zean pintar mengambil kesempatan dan Rafli pintar membuka kesempatan
total 1 replies
secret
duhh nama aja ridho, kelakuan rawarass🤨 baruu Tyas marah aja udh gemeter, klo tau siapa suaminya Tyas bisa² ngompoll luu🤣
Bunda RH: ya kan nanti bisa pingsan kl tahu siapa Zain 🤭
total 1 replies
secret
*ayah indri
Sri Supriatin
Mampus kamu Dho, kena semprot Tyas🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: wkwkwk dikira Toyas gak bisa marah😂
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ridho sakit hati karena gagal memperistri tiyas, makanya dia berusaha provokasi..... Tapi gagal, malah dia tengsin sendiri 🤣🤣
Bunda RH: iya kak gatot 🤭
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan otw zain junior....
Bunda RH: jangan jangan 😄
total 1 replies
secret
yokk zean, yakinin hilda dan bantu sembuhin traumanyaa
Bunda RH: yok yok gas pol
total 1 replies
Sri Supriatin
Jangan janda yg di selalu di ceritain Opa 🤭🤭🤭
Bunda RH: ah masa' sih 😂
total 1 replies
Novita Sari
semoga hilda berjodoh dengan zaen..
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
dewi rofiqoh
Lanjuut
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
Fitri Yah
habaja ... cah gemblung🤣
Teh Euis Tea
janda yg ini bkn sembarang janda umi, pokoknya janda yg buat hati zean berbunga bunga🤭
Teh Euis Tea: pokoknya siang malam terbayang bayang, sebelum preettt pada waktunya 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
secret
cah gemblungg gak tuu🤣🤣
Bunda RH: wkwkwkk Zean radak memang
total 1 replies
Sri Supriatin
Gemblung2 putramu Ummi 😍😍😍🤣🤣🤣
Bunda RH: iya putra ummi yang 11 12 sama abinya
total 1 replies
dewi rofiqoh
🤣🤣🤣🤣Zean bocah gemblung ya ummi...... Akhirnya memakan omongannya sendiri, jatuh hati sama janda karena menolak janda🤣🤣🤣
Novita Sari
umi zaen lucu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!