NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mars Is Blue

Monitor medis di sudut kamar VVIP sebuah rumah sakit modern di Manhattan berdetak dengan irama yang semakin lambat. Beep... beep... beep...

​Di atas ranjang pesakitan, terbaring sesosok pria tua berusia delapan puluh tahun. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, kulitnya mengeriput dimakan usia, namun sorot matanya di balik kacamata baca masih menyiratkan ketajaman yang luar biasa.

Namanya Arthur Sterling.
Di dunia bisnis internasional dan bursa Wall Street, namanya adalah legenda—seorang taipan yang mengendalikan gurita bisnis raksasa dari balik layar, pria yang namanya selalu menghiasi halaman utama majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor satu di muka bumi.

​Namun, di detik-detik terakhir hidupnya, harta triliunan dolar, gedung-gedung pencakar langit di distrik finansial utama dunia, dan kekuasaan mutlak atas pasar keuangan global terasa tidak ada artinya.

​Bagaimana kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars Is Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Ujian Pertama di Wall Street

Jumat, 14 Oktober 2016, pukul 16.35.

Ruangan di lantai dua belas itu terasa lebih dingin daripada lorong di luar. Dari balik dinding kaca, Arthur Sterling bisa melihat gedung-gedung Manhattan berdiri di bawah langit sore yang mulai berubah warna. Orang-orang bergerak di trotoar jauh di bawah sana, masing-masing mengejar urusan mereka sendiri.

Di dalam ruangan, Richard Coleman duduk dengan tenang, sementara Michael Reed berdiri di dekat rak dokumen sambil memegang sebuah tablet.

Di atas meja terdapat beberapa lembar informasi mengenai perusahaan farmasi kecil yang menjadi alasan pertemuan mereka.

Arthur mengenali nama perusahaan itu seketika.

Aurelia Therapeutics.

Perusahaan bioteknologi berkapitalisasi kecil yang mengembangkan obat untuk penyakit autoimun. Pada kehidupan pertamanya, Arthur mengenal nama perusahaan tersebut sebagai salah satu contoh perusahaan yang sempat mengalami lonjakan harga saham setelah hasil uji klinis tahap akhir menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Namun, pada Oktober 2016, kabar itu belum diumumkan.

Bagi sebagian besar investor, Aurelia hanyalah perusahaan kecil dengan pengeluaran riset yang tinggi, pendapatan terbatas, dan masa depan yang belum pasti.

Bagi Arthur, perusahaan itu adalah salah satu kesempatan pertama untuk mengubah modal kecilnya menjadi sesuatu yang lebih berarti.

Namun, ia tahu bahwa pengetahuan tentang masa depan tidak menghapus risiko yang melekat pada investasi.

Richard membuka percakapan.

"Anda mengatakan bahwa posisi ini didasarkan pada analisis Anda sendiri. Saya ingin mendengar prosesnya dari awal. Mengapa perusahaan ini?"

Arthur meluruskan posisi duduknya.

"Ada tiga alasan utama mengapa saya tertarik. Pertama, perusahaan ini memiliki kandidat obat yang sudah mencapai tahap pengembangan lanjut. Kedua, valuasinya mencerminkan tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi. Ketiga, saya menilai pasar mungkin terlalu menekankan risiko pembiayaan jangka pendek tanpa memberikan bobot yang cukup pada kemungkinan keberhasilan program utamanya."

Michael mengangkat kepala dari tabletnya.

"Anda menyebut kemungkinan keberhasilan. Apa dasar Anda untuk menilai kemungkinan itu?"

"Untuk menjawabnya dengan benar, saya perlu membedakan antara informasi yang bisa diverifikasi dan asumsi yang saya gunakan."

Arthur berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Informasi yang bisa diverifikasi mencakup tahap uji klinis, laporan keuangan, pengumuman perusahaan, dan data yang tersedia mengenai penyakit yang menjadi target pengobatan. Asumsi saya berkaitan dengan peluang keberhasilan uji klinis, potensi pasar, serta bagaimana investor akan menilai perusahaan jika hasilnya positif."

Richard mengangguk perlahan.

"Jadi, Anda tidak mengklaim mengetahui hasil uji klinisnya?"

"Tidak dalam analisis yang bisa saya tunjukkan kepada Anda. Saya tidak memiliki akses istimewa terhadap hasil yang belum diumumkan. Saya hanya bisa menjelaskan dasar penilaian saya berdasarkan informasi yang tersedia."

Itu bukan keseluruhan kebenaran.

Arthur mengetahui bahwa pengumuman positif akan datang sekitar dua minggu kemudian. Namun, ia tidak memiliki cara yang aman untuk mengungkapkan sumber pengetahuan tersebut tanpa menimbulkan pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya.

Ia juga tidak ingin membangun reputasi dengan mengaku memiliki informasi rahasia.

Dalam kehidupan pertamanya, ia pernah menyaksikan investor menghancurkan karier mereka karena mencoba memperoleh keuntungan melalui jalan pintas.

Kali ini, ia akan membangun sesuatu yang dapat bertahan.

Richard mengetuk meja dengan ujung jarinya.

"Baiklah. Mari kita bahas valuasinya. Misalkan kandidat obat tersebut gagal. Apa yang terjadi pada perusahaan?"

Arthur menjawab tanpa terburu-buru.

"Harga saham kemungkinan mengalami tekanan besar. Perusahaan mungkin harus mencari pendanaan tambahan, memangkas biaya, atau menghentikan sebagian program risetnya. Jika kas yang tersisa tidak cukup untuk mempertahankan operasional, risiko dilusi bagi pemegang saham akan meningkat. Dalam skenario terburuk, nilai saham bisa jatuh jauh di bawah harga saat ini."

"Dan opsi Anda?"

"Nilainya bisa turun menjadi nol."

Michael tampak sedikit terkejut mendengar jawaban itu disampaikan dengan begitu tenang.

"Anda bersedia menerima kemungkinan kehilangan seluruh modal yang Anda pertaruhkan?"

"Saya tidak menyukai kemungkinan itu. Namun, saya memahami bahwa itulah salah satu risiko instrumen yang saya pilih."

Richard menyipitkan mata.

"Kalau begitu, mengapa tidak membeli saham biasa saja? Mengapa menggunakan opsi?"

Arthur sudah memperkirakan pertanyaan tersebut.

"Karena saya memiliki modal yang terbatas dan mencari eksposur terhadap pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Opsi memberi saya cara untuk memperoleh eksposur itu dengan modal awal yang lebih kecil."

Ia kemudian menambahkan, "Tetapi saya juga memahami bahwa pilihan tersebut memperbesar risiko. Saya bisa benar mengenai arah pergerakan saham dan tetap kehilangan uang jika waktunya tidak sesuai, volatilitas berubah, atau harga saham tidak bergerak cukup jauh sebelum opsi berakhir."

Richard tersenyum tipis.

"Setidaknya Anda memahami bahwa benar mengenai sebuah perusahaan tidak selalu berarti menghasilkan keuntungan."

"Ya. Harga yang dibayar dan waktu masuk sama pentingnya dengan analisis terhadap bisnisnya."

Untuk beberapa saat, Richard tidak berkata apa-apa.

Ia telah bertemu banyak orang yang mengaku mampu menemukan peluang luar biasa. Sebagian besar berbicara tentang keuntungan dengan penuh semangat, tetapi menjadi kabur ketika ditanya mengenai kemungkinan kerugian.

Arthur berbeda.

Pemuda itu berbicara dengan ketenangan yang tidak biasa untuk seseorang yang belum memiliki pengalaman profesional di industri keuangan. Namun, Richard belum bersedia menyimpulkan bahwa ketenangan tersebut menandakan kemampuan istimewa.

Bisa saja Arthur sekadar pandai berbicara.

Karena itulah Richard memutuskan untuk mengujinya lebih jauh.

"Misalkan analisis Anda benar dan hasil uji klinisnya positif. Apakah itu berarti Anda akan menjual opsi Anda segera setelah harga saham melonjak?"

Arthur berpikir sejenak.

"Tidak otomatis. Saya akan membandingkan harga pasar dengan estimasi nilai yang baru, memperhitungkan sisa waktu hingga opsi berakhir, dan melihat apakah risiko yang tersisa masih sepadan dengan potensi keuntungan. Namun, saya juga tidak akan menganggap hasil positif sebagai jaminan bahwa harga saham akan terus naik."

"Mengapa?"

"Karena sebagian harapan pasar mungkin sudah tercermin dalam harga. Selain itu, hasil klinis yang positif belum tentu menjamin persetujuan regulator, keberhasilan komersialisasi, atau kemampuan perusahaan membiayai operasionalnya."

Michael menurunkan tabletnya.

"Anda memikirkan cukup banyak hal untuk seorang mahasiswa."

Arthur tersenyum kecil.

"Saya mencoba menghindari kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari."

Richard tertawa pelan.

"Kalau begitu, Anda akan menyukai pekerjaan di bidang ini. Kesalahan yang bisa dihindari adalah jenis kesalahan yang paling membuat frustrasi."

Pertemuan berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan Arthur.

Richard mengajukan pertanyaan tentang arus kas perusahaan, struktur utang, kemungkinan dilusi saham, dan faktor-faktor yang dapat mengubah penilaian investor terhadap sebuah perusahaan bioteknologi.

Arthur menjawab sebaik yang ia bisa.

Ia tidak mengaku mengetahui angka yang tidak tersedia dalam laporan publik. Ketika Richard menanyakan sesuatu yang belum ia periksa, Arthur mengaku belum memiliki jawaban yang cukup kuat.

Sikap itu justru membuat Richard semakin tertarik.

Pada akhirnya, Richard menutup dokumen di hadapannya.

"Saya akan mengatakan sesuatu yang mungkin terdengar tidak menyenangkan," ujarnya.

Arthur menunggu.

"Analisis Anda cukup masuk akal, tetapi belum membuktikan bahwa Anda memiliki keunggulan dibandingkan investor lain. Anda memiliki hipotesis. Investor profesional juga memiliki hipotesis. Perbedaannya adalah kami biasanya memiliki tim yang memeriksa data, model untuk menguji asumsi, dan prosedur untuk mengendalikan risiko."

Arthur mengangguk.

"Saya setuju."

"Bagus. Saya tidak ingin Anda berpikir bahwa satu transaksi yang berhasil akan menjadikan Anda ahli investasi."

"Saya juga tidak berpikir begitu."

"Dan jika transaksi ini gagal?"

"Saya akan mengevaluasi apa yang salah, membedakan antara kesalahan analisis dan hasil yang buruk karena ketidakpastian, lalu menyesuaikan pendekatan saya."

Richard menatapnya beberapa saat.

"Jawaban yang baik. Tetapi saya lebih tertarik melihat apakah Anda benar-benar melakukannya ketika kehilangan uang."

Arthur hampir tersenyum.

Ia tahu betapa mudahnya berbicara tentang disiplin ketika belum ada kerugian besar yang harus ditanggung. Ia juga tahu bahwa dalam kehidupan pertamanya, ia pernah membuat keputusan buruk meskipun memiliki pengalaman puluhan tahun.

Pengalaman tidak menjamin seseorang selalu benar.

Yang membedakan investor yang bertahan dari investor yang hancur sering kali bukan kemampuan meramalkan masa depan, melainkan kemampuan mengendalikan diri ketika ramalan mereka salah.

Richard kemudian menyandarkan tubuhnya.

"Saya akan terus terang, Arthur. Saya tidak memiliki posisi untuk menawarkan pekerjaan kepada Anda sekarang. Anda belum memiliki pengalaman yang bisa kami verifikasi, dan saya tidak akan merekomendasikan seseorang hanya berdasarkan percakapan selama satu jam."

"Saya mengerti."

"Namun, saya ingin melihat bagaimana Anda berpikir setelah hasil investasi ini diketahui."

Arthur menjaga ekspresinya tetap tenang.

Richard melanjutkan, "Jika Anda bersedia, kirimkan kepada saya ringkasan analisis tertulis Anda. Jelaskan asumsi, risiko, dan alasan Anda mengambil posisi tersebut. Jangan sertakan informasi rahasia apa pun. Saya ingin melihat bagaimana Anda menyusun argumen yang dapat diperiksa orang lain."

Arthur segera memahami nilai tawaran itu.

Richard tidak sedang menjanjikan uang ataupun pekerjaan.

Ia memberinya kesempatan untuk membuktikan kemampuan melalui sesuatu yang konkret.

"Saya akan menyiapkannya," jawab Arthur.

"Bagus. Dan satu hal lagi." Richard menatapnya lebih serius. "Jangan mempertaruhkan uang yang Anda butuhkan untuk membayar sewa, makan, atau kuliah hanya karena Anda yakin memiliki keunggulan. Pasar bisa bertahan lebih lama daripada kemampuan seseorang untuk menanggung kerugian."

Kata-kata itu membuat Arthur terdiam sejenak.

Ia pernah melihat investor kehilangan rumah, keluarga, bahkan alasan untuk bangun pada pagi hari karena mereka tidak memahami batas risiko.

"Saya akan mengingatnya," katanya.

Richard berdiri, menandakan bahwa pertemuan telah selesai.

Arthur ikut berdiri dan menjabat tangannya.

"Terima kasih atas waktunya."

"Sama-sama. Saya harap kita bisa berbicara lagi."

Ketika Arthur keluar dari ruangan, Michael mengantarnya kembali menuju lift.

"Richard jarang meluangkan waktu selama ini untuk orang yang belum pernah bekerja di industri keuangan," ujar Michael.

Arthur menoleh kepadanya.

"Apakah itu berarti pertemuannya berjalan baik?"

Michael tersenyum samar.

"Artinya, dia tertarik. Jangan mengartikannya lebih jauh daripada itu."

Arthur tertawa kecil.

"Saya akan mencoba mengingat peringatan tersebut."

Pintu lift terbuka.

Sebelum Arthur masuk, Michael menambahkan, "Kirimkan analisis Anda secepat mungkin. Kalau memang sebaik yang Anda katakan, kami akan lebih mudah menilainya dalam bentuk tertulis."

Arthur mengangguk.

"Saya akan mengirimkannya."

Pintu lift menutup.

Arthur berdiri sendirian di dalam lift yang bergerak turun, sementara pikirannya mulai menyusun langkah berikutnya.

Pertemuan itu tidak memberinya modal baru.

Tidak pula memberinya pekerjaan atau akses istimewa ke Wall Street.

Namun, ia memperoleh sesuatu yang mungkin lebih berguna untuk tahap awal perjalanannya: seseorang yang bersedia menilai kemampuannya berdasarkan hasil kerja, bukan latar belakangnya.

Itu sudah lebih dari yang ia harapkan.

Malam mulai turun ketika Arthur keluar dari gedung perkantoran.

Udara Manhattan terasa lebih dingin daripada siang hari. Ia berjalan beberapa blok sebelum berhenti di sebuah kedai kopi kecil untuk memeriksa ponselnya.

Ada dua pesan dari Daniel.

Pesan pertama berisi foto halaman situs restoran Samuel Carter yang hampir selesai.

Pesan kedua berbunyi:

Pelanggan kita yang pertama ingin bertemu besok pagi. Katanya dia punya ide promosi untuk akhir pekan. Kau bisa datang?

Arthur segera membalas.

Bisa. Jam berapa?

Daniel menjawab bahwa mereka akan bertemu di restoran Carter pukul sepuluh pagi.

Arthur menyimpan ponselnya dan memesan kopi murah.

Ia memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan malam itu: menyiapkan ringkasan analisis untuk Richard, memeriksa kembali posisi investasinya, dan membuat daftar calon pelanggan bersama Daniel.

Ia tidak boleh membiarkan satu kesempatan di Wall Street membuatnya melupakan bisnis kecil yang sedang mereka bangun.

Satu jalur menawarkan kemungkinan untuk memasuki dunia investasi profesional.

Jalur lainnya menawarkan kesempatan membangun arus pendapatan yang dapat mereka kendalikan sendiri.

Keduanya penting.

Dan untuk saat ini, ia membutuhkan keduanya.

Ketika kopi datang, Arthur membuka buku catatannya.

Di halaman pertama, ia menuliskan tiga hal:

Modal. Reputasi. Hubungan.

Ketiganya akan menjadi fondasi bagi kehidupan barunya.

Modal memberinya kemampuan untuk bertindak.

Reputasi membuat orang lain bersedia mempercayainya.

Dan hubungan akan mengingatkannya bahwa tidak semua hal berharga dapat diukur dengan uang.

Ia menutup buku catatan, lalu memandang keluar jendela.

Dua minggu lagi, hasil uji klinis Aurelia Therapeutics diperkirakan akan diumumkan. Jika semuanya berjalan seperti yang diingatnya, posisi opsinya akan menghasilkan keuntungan yang berarti.

Namun, Arthur tidak ingin menggantungkan seluruh masa depannya pada satu peristiwa.

Ia harus membangun lebih banyak sumber pendapatan, memperkuat pengetahuannya, dan mengembangkan kemampuan yang tidak bergantung pada ramalan.

Sebab ia tahu sesuatu yang tidak diketahui kebanyakan orang.

Masa depan dapat memberinya keunggulan.

Tetapi masa depan tidak akan selalu berjalan sesuai ingatannya.

Satu keputusan yang salah bisa mengubah banyak hal. Satu orang yang bertindak berbeda bisa menggeser rangkaian peristiwa yang selama ini ia anggap pasti.

Arthur menghabiskan kopinya, membayar dengan uang tunai, lalu meninggalkan kedai.

Besok pagi, ia akan kembali menjadi mahasiswa yang membangun bisnis kecil bersama sahabatnya.

Dan malam ini, ia akan mulai menyusun bukti pertama bahwa dirinya layak mendapat kesempatan yang baru saja ditawarkan Richard Coleman.

Ia tidak perlu membuat Wall Street percaya kepadanya dalam satu hari.

Ia hanya perlu memberikan alasan yang cukup kuat agar mereka bersedia melihat langkah berikutnya.

1
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Fauziah Daud
trusemangattt
saras
keren siiib ceritanya👍👍👍
saras
👍
saras
semangaaaaaat💪💪💪💪💪👍
saras
ssemangat tor
saras
🙏🙏💪
saras
👍
saras
👍💪
saras
👍
saras
novel yang bagus. lanjutkan tor semangat bikin cerita yang keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!