NovelToon NovelToon
Takut Nikah

Takut Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cintamanis / Romansa
Popularitas:384k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Kapan nikah?"

"Udah mau 30 loh."

"Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua."

Jena muak sekali dengan semua itu. Baginya, menikah bukan kriteria kesuksesan seseorang. Mau nikah atau pun tidak, itu juga bukan urusan mereka, tapi entah kenapa, mereka suka sekali mengurusi hidupnya.

3 kali ia menjalin kasih, endingnya selalu diselingkuhi. Sahabat terbaiknya, jadi janda diusia 25 tahun karena suaminya selingkuh. Dan yang paling gong, Papa yang ia sayang dan sosok yang ia kagumi, diam-diam ternyata punya istri kedua. Lalu, laki-laki seperti apa lagi yang bisa ia percaya.

Baginya, berurusan dengan laki-laki, hanyalah cari penyakit. Entah sekarang atau nanti, pasti endingnya disakiti. Ia tak mau menikah. Kalau sendiri bisa bahagia, untuk apa berdua?

Sampai kejadian tak terduga, mempertemukanmu dia dengan Budi. Laki-laki yang humoris, dan selalu bilang. "Gak semua laki-laki kayak gitu, Mbak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Hampir pukul dua belas malam ketika Jena akhirnya sampai di rumah. Begitu turun dari taksi, ia langsung memanggil satpam untuk membukakan gerbang.

Ia berjalan menuju rumah. Lampu teras masih menyala karena tak pernah dimatikan saat malam. Untung ia punya kunci rumah, jadi pulang jam berapa pun, tak takut di kunciin. Ruang tamu gelap, begitu pun dengan ruangan lain.

Tidak ada suara Papa. Tidak ada Mama yang menunggu dengan wajah penuh pertanyaan.

Jena mengembuskan napas lega. "Syukurlah..." Ia naik ke lantai atas, lalu masuk ke kamarnya.

Malam ini ia benar-benar tidak ingin mendengar satu kata pun tentang Angga, tentang makan malam, apalagi pernikahan.

Begitu sampai di kamar, Jena langsung menjatuhkan tubuh ke kasur. Entah kenapa, pikirannya malah kembali pada obrolannya dengan Budi di angkringan.

Tawa mereka, candaan receh, dan suasana sederhana yang justru membuatnya merasa nyaman. Jena tersenyum kecil sebelum akhirnya tertidur.

Pagi harinya, suara pintu kamarnya dibuka dengan keras.

"Jena!"

Jena yang masih setengah sadar langsung terbangun.

"Apaan sih, Pa?"

Papa berdiri di ambang pintu dengan wajah merah menahan emosi.

"Kamu pikir perbuatan kamu semalam itu lucu?"

Jena langsung duduk. "Maksud Papa?"

"Masih nanya! Kamu meninggalkan acara makan malam begitu saja!"

"Oh, itu." Jena menguap. Tak ada ekspresi menyesal apalagi bersalah di wajahnya. "Dari awalkan aku sudah bilang, aku gak mau."

Suara Papa meninggi, ia masuk ke dalam. "Kamu bikin Papa malu!"

"Aku gak suka sama Angga, Pah. Aku juga gak nyaman disana."

"Kalau nggak nyaman, kamu bisa bicara baik-baik. Bukan malah kabur seperti anak kecil!"

Jena mulai kesal. "Emang kalau aku ngomong baik-baik, bakalan diizinin pulang sama Papa? Enggak kan? Aku sudah bilang dari awal, aku nggak mau dikenalin!"

"Tapi kamu tetap datang."

"Karena Mama maksa!"

"Jadi karena dipaksa, kamu boleh mempermalukan Papa?"

Jena terdiam.

Papa menunjuknya dengan wajah kecewa. "Papa sudah bertahun-tahun membangun hubungan baik dengan keluarga Pak Dani. Dan gara-gara kamu, Papa kehilangan muka."

"Papa ngerti gak, gimana perasaanku kemarin disana? Aku ngerasa seperti alat pertukaran bisnis, Pah. Aku ngerasa kalau tujuan perjodohan ini, semata-mata hanya untuk bisnis, bukan karena Papa peduli dengan masa depanku, kebahagiaanku."

"Jangan kurang ajar! Papa nggak pernah bilang kamu bagian dari bisnis. Papa cuma ingin kamu dapat jodoh yang terbaik."

"Jodoh itu yang ngatur Tuhan, bukan Papa." Jena mendengus. "Lagian ini hidup Jena, jadi Papa gak berhak ngatur."

Andika menghela napas kasar. "Papa cuma ingin yang terbaik."

"Aku yang paling tahu apa yang terbaik buat aku." Jena balas menatap Papanya.

Suasana kamar mendadak hening.

Jena menarik napas panjang. "Aku nggak mau menikah dengan Angga, titik."

"Baik kalau begitu, itu artinya, kamu memilih Dion."

"PAH!" teriak Jena.

Asri yang beru menaiki beberapa anak tangga, mempercepat langkah mendengar teriakan Jena.

"Keputusan Papa gak bisa diganggu gugat." Andika menatap Jena tajam.

"Kalian berdua, bisa gak sih, kalau bicara jangan teriak, jangan pakai otot. Bisakan, bicara baik-baik," ujar Asri.

"Dia udah mempermalukan Papa." Rahang Andika mengeras.

"Papa mau jodohin aku sama Dion Mah, ponakannya si lakor."

Asri langsung mendelik tajam. "Gila kamu, Mas!"

"Papa udah ngasih pilihan, tapi karena dia nolak Angga, jadi pilihannya tinggal Dion."

"Ada banyak laki-laki di dunia, kenapa harus ponakan ja lang itu? Mama gak setuju!" Asri siap menantang suaminya kali ini.

Andika membuang muka, mendengus kesal. Ponsel di tangannya berdering, apa panggilan masuk dari Juwita.

"Hallo, Ta."

Asri yang ada di sampingnya mendengus mendengar suaminya menyebut nama istri mudanya.

"Iya, habis ini aku pulang."

"DIA MAU KAWIN LAGI!" teriak Jena.

Andika kaget, tiba-tiba Jena sudah berdiri di sampingnya.

"Dia mau menikah dengan wanita yang seumuran anaknya," lanjut Jena.

"JENA!" Andika melotot, buru-buru ia mematikan sambungan telepon.

"Kenapa Pah?" Jena tersenyum puas. "Papa ngotot nyuruh aku nikah, itu artinya, Papa setuju dengan syarat yang aku ajukan. Kalau Papa masih nekat nyuruh aku nikah, baiklah. Kita nikah sama-sama."

Asri yang ada diantara mereka bingung. "Ada apa ini sebenarnya?"

"Papa mau aku suruh nikah sama Aline, Mah."

"Hah!" Asri syok.

"Hitung-hitung bantu janda dan anak yatim."

Andika mendengus, lalu pergi. Disini dibikin pusing oleh Jena, di rumah nanti, Juwita pasti ngomel gara-gara ucapan Jena tadi.

1
Kar Genjreng
mendengar ucapan Bud kenapa tenggorokan rasa nya nyesek ya,,,yakin Jen. ga menyesal seandainya. 6 pisah
justru nanti mendapatkan banyak cemooh dari teman teman,,,dan janji sebelum tiga bulan hamil Lo Jen untuk mendapatkan pengalihan milik pa Andika,,,dan Bu Hana pasti sangat sedih' mengapa putranya menikah hanya itungan bulan,,belajar menerima ke kurangan dan kelebihan pasangan Jena,,,ga usah menggunakan kata orang ,,, orang kan hanya mau menjatuhkan yang tidak suka jangan terpancing ya Jena,,,umur ,,,jodoh dan rezeki sudah di takar sama yang kuasa,,,
Sastri Dalila
🥺😅
Kar Genjreng
Selamat menempuh hidup baru,,,ya Budiman dan Jena semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warohmah
Aamiin 🙏🙏,,,, sekarang saya dah sah ya bukan salah hee Budi mau Cup cup Ajinomoto Jen rasanya beda ya Jen kremyesss???? sejuk apa sudah mau amboxing. kabarin ya Bud. mau siap siap
Jena maksudnya,,,ganti baju saringan dulu apa ga Jen. biar trawang gitu gemeteran ya maklum kan pemula jadi ,,,Alon alon,,
pelan pelan takut langsung tergelincir tapi beneran deg deg degan,,, terpenting sudah sah tinggal melanjutkan pokonya jangan dengerin orang yang sirik dan dengki ya
Bud dan Jena,,,,, kayanya ada yang lagi kepanasan di sana di lain tempat bukan gerah tapi kesel dan TREMOSI,, lope yuuuuuu sekebon bunga' buat pasangan baru 🌹🌹🌹🌹❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🌹❤️❤️❤️
Endah Puji Lestari
😍😍💪💪💪
Patrick Khan
sempet mikir bakal di ancurin muara nikahan nya jena...😭😭😭tp ternyata gk. kak othor baik sama jena👏👏👏👏😍
Patrick Khan
sah sahhhh
Sugiharti Rusli
tapi yang mungkin Jena dan teman" nya tahu dan sadari adalah ayah Budi dahulu adalah pengusaha besar dan sukses, Budi hanya perlu diberi kesempatan dan itu sekarang ada di depan matanya yah,,,
Sugiharti Rusli
mungkin sekarang Budi masih merintis jadi pengusaha kafe kecil dan itu juga dimodali oleh ayah Jena,,,
ione
/Smile/
Sugiharti Rusli
sejatinya Jena sudah mencintai Budi juga dengan segala kelebihan dan kekurangan nya yah, tapi dia kan gengsinya besar sih
jumirah slavina
tenang Bud... klo JeJen smp mo pisah., Aku yang gantiin

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sugiharti Rusli
ah kenapa jadi baper yah sama apa yang Budi utarakan ke Jena tentang perasaannya dan semua yang dia putuskan kalo Jena ga pernah mencintainya,,,
Sugiharti Rusli
justru kamu yang akan menyesal Jen kalo kamu melepaskan laki" spek seperti Budi sih,,,
jumirah slavina
awas ya klo Kamu marah sm Budi.,
kebohongan itu Kamu yang ciptain bukan Budi...
Sugiharti Rusli
dan kamu beruntung lho Jen, sepertinya Budi pacar dan jadi suami kamu yang ga pernah pacaran, mungkin dulu ada kali yah saat masih sekolah😁😁😁
jumirah slavina
gak usah marah... Kamu kudu minta Budi unboxing Kamu Jen...

JeJen : ko' Aku minta Jum... ya Budi lh yang ngelakuin

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sugiharti Rusli
malah antara Budi dan Jena bagus sìh, nanti mereka bisa memulai pacaran setelah halal dan ga takut kebablasan sih
Sugiharti Rusli
tidak pernah ada pernikahan yang mudah sih sejatinya yah, mau keduanya sudah saling cinta lama sekalipun sih,,,
jumirah slavina
kita bisa melakukan HO'A HO'E

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sugiharti Rusli
meski wajar kalo gugup saat akad, namanya juga proses kalo bisa sekali semumur hidup yah,,,aamiin🤲🤲🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!