NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Fantasi / Harem
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan mahasiswa elite jurusan bisnis, hukum dan manajemen tanpa sadar memasuki dunia novel kultivasi yang baru saja dibacanya, bukan sebagai mc, bukan juga villain, tapi menjadi karakter pendukung yang akan mati pada arc awal. Dengan bantuan sistem, Wu Xuan berusaha mengubah cerita.

Ia masuk ke tubuh patriark tua, namun karena sistem membantunya menerobos, tubuh tuanya berubah menjadi muda dan tampan.

Dia melamar wanita (Villain) yang harusnya menjadi menantunya, karena pembatalan pertunangan sepihak yang dilakukan oleh anaknya.

Demi menghindari masalah di masa depan, ini adalah jalan yang harus di ambil oleh Wu Xuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tambang Kristal Merah 4

Di bawah cahaya merah redup yang memantul dari dinding-dinding Tambang Kristal Darah yang lembap dan berbau karat, simbol-simbol kutukan mulai berputar di ujung jari Wu Xuan, bersiap untuk memasangkan segel takdir di leher kedua penguasa purba itu.

Suasana di dalam inti gua itu terasa sangat mencekik, seolah-olah udara itu sendiri telah berubah menjadi lelehan besi panas yang menekan paru-paru setiap makhluk hidup yang bernapas di dalamnya. Tekanan dari formasi kuno yang menyegel tambang ini beresonansi dengan aura mematikan yang dipancarkan oleh dua ekor Naga Darah Kristal.

Namun, di tengah semua kebrutalan itu, jari-jemari Wu Xuan yang terbungkus oleh aura keemasan dari zirah tempurnya menari dengan sangat anggun, merangkai Teknik Kutukan Pengunci dengan presisi seorang maestro bedah yang akan membedah takdir korbannya.

Namun, binatang buas tingkat Primordial Suci bukanlah sekadar monster liar tanpa akal. Mereka adalah eksistensi yang telah hidup selama ribuan tahun, menyerap esensi langit dan bumi, serta memahami sepotong hukum alam semesta.

Saat simbol-simbol kutukan berwarna emas itu mulai membentuk sebuah lingkaran cahaya (halo) yang mengancam akan menembus inti jiwa mereka, insting purba kedua Naga Darah itu menjeritkan bahaya absolut. Mereka menyadari bahwa pria berzirah emas di hadapan mereka tidak berniat untuk membunuh fisik mereka, melainkan berniat untuk merampas kebebasan jiwa mereka—sebuah nasib yang jauh lebih mengerikan daripada kematian bagi ras naga yang sombong.

HROOOOOOAAAARRRRR!!!

Kedua naga itu mengaum dengan frekuensi yang mengacaukan ruang dan waktu di sekitar mereka. Mata mereka yang merah tanpa pupil mendadak memancarkan cahaya yang luar biasa menyilaukan, seolah ada dua buah matahari berdarah yang meledak di dalam tambang bawah tanah tersebut.

Seketika, hukum alam di dalam Tambang Kristal Merah itu runtuh.

Sebuah teknik yang hanya bisa digunakan oleh eksistensi di Ranah Primordial Suci—Domain Primordial—diaktifkan secara paksa dengan mengorbankan setetes esensi darah asli mereka. Gelombang energi merah pekat meledak keluar dari tubuh kedua naga itu, menyapu seluruh ruangan inti gua dengan kecepatan cahaya.

Saat gelombang merah itu menghantam tubuh Wu Xuan, ruang di tempat sang Archduke berdiri mendadak terdistorsi, melengkung ke dalam, dan robek menjadi sebuah pusaran hitam yang dikelilingi oleh kilat merah. Dalam sekejap mata, Wu Xuan beserta kedua Naga Darah Kristal itu tersedot ke dalam pusaran tersebut.

BZZZZAAAP!

Pusaran itu tertutup dengan suara nyaring yang memekakkan telinga, meninggalkan ruang inti tambang dalam keheningan yang luar biasa mendadak dan sangat janggal. Wu Xuan dan kedua naga purba itu telah hilang tanpa jejak dari realitas Benua Tianlan.

Di sisi lain ruangan, di mana pertarungan antara singa putih dan kadal darah raksasa baru saja berakhir, sebuah pemandangan yang aneh terjadi. Tiga ekor singa putih bersayap griffin perak yang sedang menjilati cakar mereka tiba-tiba menghentikan gerakan mereka. Cahaya kosmik menyelimuti ketiga tubuh mereka, menarik mereka kembali menjadi satu titik fokus.

Dalam hitungan detik, Mandou kembali menyatu menjadi wujud aslinya: seekor singa putih raksasa berkepala tiga. Ketiga kepalanya mengendus udara dengan panik. Ia mengais lantai kristal merah tempat tuannya berdiri beberapa detik yang lalu, menggeram kebingungan dan melolong ke arah ruang kosong. Ikatan batinnya dengan Wu Xuan masih ada, tetapi terasa sangat jauh, seolah terhalang oleh dinding dimensi yang tak tertembus.

Sementara itu, di sudut ruangan yang lain, Xu Mei dan kedua jenderalnya yang baru saja selesai menghancurkan bagian luar formasi penyegel, berbalik dengan napas memburu.

Mata Xu Mei membelalak lebar melihat kekosongan di tengah ruangan. Jantungnya, yang baru saja menemukan secercah kehangatan dan rasa aman dari punggung lebar sang Archduke, mendadak berdegup dengan ritme ketakutan yang mencekik.

"A-Archduke... di mana Archduke Xuan?!" jerit Xu Mei, suaranya pecah. Ia berlari ke depan, mengabaikan gravitasi ekstrem yang menekan kakinya, hingga akhirnya jatuh berlutut di dekat tempat Wu Xuan menghilang. Tangannya menyentuh lantai kristal yang masih menyisakan sisa-sisa aura keemasan dari zirah Wu Xuan.

Salah satu jenderal Utara berlari menyusulnya, wajah veteran perang itu sepucat mayat. "Nyonya Utama, tenangkan diri Anda! Jangan menyentuh sisa energi itu!"

"Apa yang terjadi?! Katakan padaku apa yang terjadi pada Kakak Xuan!" teriak Xu Mei tanpa sadar, melontarkan kata 'Kakak' yang sedikit intim di depan bawahannya dalam kondisi kepanikan emosional yang telah menghancurkan dinding logikanya.

Kedua jenderal itu saling berpandangan dengan keterkejutan yang nyata, namun mereka tidak berani mengomentari panggilan tersebut. Situasi saat ini jauh lebih genting daripada urusan ranjang penguasa mereka.

"Nyonya apa anda lupa? ini adalah... Teknik Domain Primordial," ucap jenderal kedua dengan suara bergetar parah, menatap ruang kosong di atas mereka seolah menatap mulut dewa kematian. "Kedua naga kristal itu menyadari bahwa mereka tidak bisa menang dalam adu fisik di dunia nyata. Mereka menggunakan kekuatan jiwa dan esensi darah mereka untuk menarik Yang Mulia Archduke ke dalam dimensi pribadi mereka."

"Domain Primordial?" Xu Mei menatap jenderalnya dengan mata berkaca-kaca. "Lalu... apa artinya itu? Bagaimana kita bisa membantunya? Apa Kita harus menghancurkan ruang ini untuk mengeluarkannya!"

"Kita tidak bisa, Nyonya," jenderal pertama menundukkan kepalanya, menyembunyikan keputusasaannya. "Domain Primordial adalah ruang dimensi yang terpisah sepenuhnya dari hukum alam Benua Tianlan. Di dalam sana, monster-monster itu adalah dewa. Mereka mengendalikan ruang, dan elemen dao mereka sendiri. Pertarungan di dalam Domain Primordial adalah pertarungan hidup dan mati di tingkat jiwa. Yang Mulia Archduke... beliau kini bertarung sendirian di neraka milik mereka."

Mendengar penjelasan itu, air mata yang sedari tadi ditahan oleh Xu Mei akhirnya menetes, jatuh membeku menjadi kristal es kecil sebelum menyentuh lantai gua. Perasaan pada Duke Bei Han sebelumnya membuat hatinya tertutup rapat, namun pria berzirah emas itu telah mendobrak masuk dengan paksa, seolah mengisi kekosongan di hatinya dan menaruh perhatian yang tidak pernah ia dapatkan sebagai nyonya penguasa utara. Dan kini, pria itu tertelan ke dalam ruang kematian.

"Kau tidak boleh mati..." bisik Xu Mei memeluk dirinya sendiri, menatap kehampaan dimensi dengan doa yang putus asa. "Kau sudah berjanji akan membantumu. Kau tidak boleh mati meninggalkanku di tempat dingin ini, Kakak Xuan."

Sementara Xu Mei merasa kehilangan dunia nyata, Wu Xuan saat ini sedang berdiri di tengah hamparan ruang yang akan membuat ilmuwan astrofisika dari Bumi terkena serangan jantung ganda.

Pemandangan di sekelilingnya telah berubah seratus delapan puluh derajat. Tidak ada lagi dinding gua kristal merah, tidak ada lagi lorong sempit, dan tidak ada lagi gravitasi ekstrem dari Benua Tianlan.

Wu Xuan melayang di tengah sebuah dimensi luar angkasa yang luasnya tak terbatas. Ini adalah Domain Darah, jenis domain dari eksistensi yang mempelajari Dao tentang darah.

Di sekelilingnya, membentang pemandangan kosmik yang luar biasa brutal namun menakjubkan. Nebula-nebula raksasa berwarna merah darah berputar lambat, memancarkan cahaya yang menyilaukan. Sungai-sungai esensi darah mengalir di ruang hampa, membentuk galaksi-galaksi spiral yang berdenyut layaknya pembuluh nadi alam semesta.

Di dalam Domain Darah ini, segala realitas manipulasi yang dikeluarkan oleh kedua Naga Darah bukanlah sekadar ilusi; itu adalah manifestasi fisik dan mental yang mutlak. Hukum dao lokal benua Tianlan telah digantikan oleh hukum Dao Primordial bawaan milik kedua naga darah.

Untuk mengimbangi skala kosmik dari dimensi ini, tubuh fisik Wu Xuan telah merespons secara otomatis. Ia tidak lagi berada dalam wujud manusia berukuran dua meter.

Sebagai seorang Primordial Suci tahap menengah yang memiliki Tubuh Domain Kuno, Wu Xuan telah mengaktifkan Avatar Dharma miliknya.

Sebuah pilar cahaya keemasan meledak dari titik tempat ia berdiri, menembus ruang hampa Domain Darah. Tubuh Wu Xuan membesar dengan kecepatan yang melanggar hukum relativitas. Dalam hitungan detik, Avatar Dharma-nya bermanifestasi sepenuhnya.

Sebuah wujud raksasa berzirah emas murni dengan jubah putih yang membentang melintasi orbit planet di dalam domain. Tingginya mencapai sekitar satu juta kilometer lebih.

Di dalam wujud kosmiknya ini, Wu Xuan menatap ke bawah. Planet-planet mati yang terbuat dari bongkahan kristal darah mengorbit di sekitarnya. Jika dibandingkan dengan ukuran Avatar Dharma-nya, planet-planet yang ukurannya sebesar Bumi itu (dengan diameter sekitar tiga belas ribu kilometer) kini hanya terlihat sebesar bola basket yang menggelinding di dekat ujung sepatu bot emasnya.

Di balik wajah emas raksasa yang memancarkan wibawa dewa yang absolut dan tanpa ekspresi itu, jiwa aslinya sedang bergumam dengan penuh kekaguman dan humor.

'Gila. Ini benar-benar gila,' batin Wu Xuan, menatap telapak tangannya sendiri yang ukurannya bisa menampung ribuan planet. 'Di Bumi, mengukur jarak antar kota dengan kilometer saja sudah membuatku malas menyetir. Sekarang? Tubuhku setinggi lebih dari satu juta kilometer! Aku bisa bermain basket dengan planet-planet ini! Isaac Newton pasti sudah menangis darah, membakar bukunya sendiri, dan melompat dari tebing jika dia melihatku sekarang. Dunia kultivasi level tinggi ini benar-benar tidak peduli dengan akal sehat.'

Namun, euforia humorisnya tidak berlangsung lama. Ruang di depannya mendadak bergejolak hebat. Galaksi darah di hadapannya terbelah menjadi dua.

Kedua Naga Darah Kristal itu muncul.

Jika Wu Xuan berpikir ukuran Avatar Dharma-nya sudah tidak masuk akal, wujud asli kedua naga di dalam Domain Darah mereka sendiri jauh lebih mengerikan.

Di dalam realitas Benua Tianlan, naga-naga itu hanya memiliki panjang beberapa ratus meter karena ditekan oleh hukum dunia. Namun di sini, di Domain Primordial mereka, wujud asli mereka terlepas sepenuhnya.

Kedua Naga Darah itu memanjang melintasi kegelapan kosmik, tubuh mereka merentang menutupi gugusan bintang. Sisik kristal merah mereka masing-masing seukuran benua fana. Dan ketika mereka menoleh ke arah Wu Xuan... mata merah tanpa pupil mereka saja memiliki ukuran yang setara dengan seluruh tubuh Avatar Dharma Wu Xuan yang setinggi satu juta kilometer itu.

Ini adalah teror kosmik dalam definisi yang paling murni. Berdiri di hadapan mereka, Wu Xuan terasa seperti seorang ksatria emas kecil yang sedang berhadapan dengan dua ekor ular piton raksasa sebesar galaksi.

Bersambung....

1
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 51 thor bikin ibu suri itu ketakutan semua orang suruhan sudah mati di bantai wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maer malah memperkuat wuxuan cepat naikin ranah kultivasi sampai ranah tribulasi dunia tahap puncak
Fajar Fathur rizky
bikin wuxuan menunjukkan kekuatan alkemisnya thor bikin kedua leluhur itu ketakutan bikin kedua leluhur itu menjadi boneka perang wuxuan
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 50
Fajar Fathur rizky
cepat bikin bab 48 bikin wuxuan dapat hadiah besar thor protagonis itu gagal
Fajar Fathur rizky
thor gambar yan meli mana thor
EGGY ARIYA WINANDA: Nanti kalau wu xuan udah pulang ke selatan dinasti.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 46
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 45 thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan licik orang yang mau meracuni klanya bikin bantai bikin orang yang mau meruntuhkan tambang spritual juga di bantal semua sampai tak tersisa bikin faksi ibu kota ketakutan bikin wuxuan meracuni semua anggota Kekaisaran great yan termasuk kedua leluhur itu bikin ranah kultivasi mereka turun sampai ranah primordial suci tahap awal bikin mereka menua
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan bikin pil racun yang menurunkan ranah kultivasi kedua leluhur itu sampai ranah primordial suci tahap awal thor bikin wuxuan licik
Fajar Fathur rizky
bikin semua orang yang di suruh itu mati oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maier yang ada elu yg bakal di taklukkan oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
bikin Kekaisaran great yan bangkrut thor
Fajar Fathur rizky
bikin nanti bantai leluhur itu dan kaisar Kekaisaran great yan dengan cara paling kejam thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai para pembunuh itu dengan cara paling kejam thor bikin tubuh mereka jadi makanan hewan kontraknya
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 44 thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi wuxuan sampai ranah tinggi thor pengen liat dia bantai kaisar Kekaisaran great yan termasuk dua leluhur itu dan taklukin ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin ranah kultivasi yan dobu dan yan chaoran turun sampai ranah primordial suci tahap awal
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 43 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!