NovelToon NovelToon
Kembali Bertemu Bukan Bersatu

Kembali Bertemu Bukan Bersatu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Romansa
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Dulu, aku adalah gadis ceria yang percaya bahwa cinta adalah segalanya. Bertahun-tahun aku menemani setiap proses hidupnya, dari SMA hingga bangku kuliah. Namun, kesetiaanku dibalas dengan pemandangan yang menghancurkan jiwa di sebuah kost di Jogja. Tanpa sepatah kata, aku pergi membawa luka yang mengubah seluruh hidupku.

Tiga tahun berlalu. Aku bukan lagi gadis lembut yang mudah tersipu. Aku telah membangun tembok es yang tebal di hatiku, menjadi wanita karier yang dingin, kaku, dan menutup diri dari setiap laki-laki yang mencoba mendekat.

Namun, takdir seolah sedang bercanda. Di perusahaan tempatku sukses berkarier, ia kembali muncul sebagai rekan kerjaku. Sosok pria pengkhianat yang dulu sangat kucintai, kini harus berada di hadapanku setiap hari.

Saat kenangan pahit itu kembali menyeruak, dan rasa mual muncul setiap kali melihat wajahnya, seorang wanita dari masa lalu itu muncul kembali. Apakah pertemuan ini adalah kesempatan untuk sembuh, atau justru cara takdir untuk semakin m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pukul 12.45. Aku berdiri di depan gedung pencakar langit milik Harva Widjaya. Mengenakan setelan power suit berwarna hitam legam dengan bibir yang kupulas merah darah, aku membuang jauh-jauh rasa mual yang sempat menyiksa. Hari ini, aku tidak datang sebagai korban. Aku datang sebagai eksekutor.

"Rania, kamu yakin? Abang bisa mendobrak pintu itu kalau dalam sepuluh menit kamu tidak keluar," suara Bang Haris terdengar dari earpiece kecil yang tersembunyi di balik rambutku. Dia berjaga di dalam mobil di parkiran bawah tanah bersama Arunika.

"Jangan, Bang. Biarkan dia merasa menang dulu. Itu celah terbesarnya," bisikku pelan sebelum melangkah masuk melewati lobi.

Sekretaris Harva menyambutku dengan senyum palsu yang memuakkan, lalu mengantarku ke ruang kerja sang CEO di lantai paling atas. Ruangan itu luas, dingin, dan angkuh—persis seperti pemiliknya.

Harva duduk di balik meja mahoninya, menyesap wine mahal seolah sedang merayakan kemenangan. "Tepat waktu, sayang. Aku tahu kamu wanita yang logis. Kamu tidak akan membiarkan ayahmu jadi gelandangan hanya karena seorang mantan kekasih yang penyakitan, kan?"

Aku duduk di hadapannya, menyilangkan kaki dengan tenang. "Mari langsung ke intinya, Harva. Apa maumu? Saham ayahku, atau video dari Siska?"

Harva tertawa, suara yang dulu kupikir berwibawa kini terdengar seperti gesekan amplas di telingaku. "Aku mau keduanya. Serahkan flashdisk itu, hapus semua salinannya, dan aku akan mengembalikan sebagian saham ayahmu—setelah kamu setuju untuk menikah denganku bulan depan."

Aku terdiam, membiarkan keheningan menyelimuti ruangan itu. "Menikah dengan pria yang menyewa pelacur untuk menjebak kekasihku? Kamu pikir aku segila itu?"

"Kamu tidak punya pilihan!" Harva menggebrak meja, wajahnya memerah. "Aku punya kuasa atas segalanya di kota ini, Rania! Satu telpon dariku, dan Arlan bisa 'meninggal' karena malapraktik di ICU sore ini juga!"

Mendengar ancaman itu, darahku mendidih. Tapi aku justru tersenyum. Senyum paling dingin yang pernah kuberikan padanya.

"Kamu benar, Harva. Aku tidak punya pilihan... selain menghancurkanmu sekarang juga."

Aku mengeluarkan ponselku dan meletakkannya di atas meja. Layarnya menunjukkan sebuah siaran langsung di media sosial dengan jumlah penonton yang terus melonjak—mencapai ratusan ribu.

"Halo semuanya," ucapku ke arah ponsel. "Perkenalkan, ini Harva Widjaya. Pria yang baru saja mengakui konspirasi penjebakan, penyuapan, dan ancaman pembunuhan terhadap pasien kritis di ICU."

Wajah Harva memucat seketika. "Apa yang kamu lakukan?! Matikan itu!"

"Terlambat," balasku santai. "Arunika sudah menyebarkan tautan ini ke seluruh relasi bisnismu, pemegang saham, dan pihak kepolisian. Doni juga sudah menyerahkan bukti CCTV asli ke kantor polisi pusat sepuluh menit yang lalu."

Harva mencoba menerjang ponselku, tapi pintu ruangan itu terbuka dengan kasar. Bukan polisi, melainkan ayahku. Beliau berdiri di sana dengan wajah yang sangat kecewa, didampingi oleh Bang Haris.

"Ayah?" Harva terpaku.

"Aku mungkin hampir kehilangan sahamku, Harva. Tapi aku lebih takut kehilangan kehormatan putriku karena pria sepertimu," suara Ayah bergetar karena marah. "Kesepakatan saham itu batal demi hukum karena adanya unsur pemerasan. Pengacaraku sedang mengurusnya."

Suara sirene polisi mulai terdengar dari kejauhan, membelah kebisingan Jakarta. Harva terduduk lemas di kursinya, menyadari bahwa kerajaan yang ia bangun di atas penderitaan orang lain runtuh hanya dalam hitungan menit.

Aku mengambil kembali ponselku, menatapnya untuk terakhir kali dengan rasa jijik yang murni. "Kesalahan terbesarmu adalah mengira aku masih gadis lemah yang bisa kamu setir. Kamu lupa, kamu sendiri yang membentukku menjadi wanita sedingin ini."

Aku berbalik, melangkah keluar tanpa menoleh lagi.

Saat aku turun ke lobi, Arunika berlari memelukku. "Kita berhasil, Ran! Dia tamat!"

Namun, fokusku hanya satu. Aku harus kembali ke rumah sakit. Aku harus berada di sana saat Arlan membuka mata.

Di dalam lift, ponselku kembali bergetar. Sebuah panggilan dari nomor rumah sakit. Jantungku mencelos.

"Halo? Pasien atas nama Arlan?" suara perawat terdengar di seberang sana.

"Iya, saya Rania. Ada apa sus?"

"Pasien sudah sadar sepenuhnya, Bu. Dan dia... dia ingin bertemu Anda sekarang juga."

Air mataku jatuh. Kali ini, bukan karena sedih, tapi karena sebuah harapan yang akhirnya menemukan jalan pulang.

1
Ayudya
rania kalau kamu terus sendiri dan harus terpuruk dengan masa lalu ga bagus juga si menurut aku yga ada Mala kamu di anggap belum bisa menghilangkan bayangan masa lalu kamu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
aku suka dengan karakter Rania tegas dan ga menye menye🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Dinar David Nayandra
si harga kok tau smpe datail gtu ya ada mata mata dia kayanya
Nur Atika Hendarto
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!