NovelToon NovelToon
Setelah Titik,Ada Temu

Setelah Titik,Ada Temu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Romansa Fantasi / CEO / Dark Romance / Mantan / Tamat
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi Azzalia Caesarea, mencintai Regas Adhitama adalah sebuah keberanian sekaligus kesalahan. Regas adalah sang "Pangeran Teknik" yang sempurna, sementara Lia hanyalah mahasiswi Sastra pemegang beasiswa yang hidup sebatang kara.

Saat restu orang tua Regas menjadi dinding tinggi yang tak mungkin dipanjat, Lia memilih mundur. Ia meletakkan tanda titik pada kisah mereka, menolak lamaran Regas, dan pergi mengejar mimpinya ke luar negeri demi harga diri yang sempat diinjak-injak.

Tahun-tahun berlalu, Lia kembali sebagai sosok wanita yang baru dan sukses. Namun, semesta memang senang bercanda. Di sekolah internasional tempatnya mengajar, ia kembali dipertemukan dengan mata tegas itu. Regas berdiri di sana, tetap mempesona, namun dengan satu kejutan yang menyesakkan napas: seorang putri kecil yang memanggilnya "Papa".

Siapkah Lia membuka kembali buku lama yang sudah ia tutup rapat?Dan rahasia apa yang sebenarnya disimpan Regas selama bertahun-tahun kepergian Lia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Lia berdiri di depan kelas dengan punggung tegak. Diksi yang keluar dari bibirnya terdengar begitu bertenaga, seolah setiap kata yang ia ajarkan adalah tameng yang melindungi hatinya. Ghea, yang duduk di baris depan, menatapnya dengan kekaguman yang tak tertutup. Lia berhasil menjaga profesionalitasnya; ia menjawab setiap pertanyaan Ghea dengan hangat, namun tetap memberikan batasan yang jelas. Baginya sekarang, Ghea adalah prioritas tugasnya, sementara Regas adalah masa lalu yang telah ia "titik".

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Lia merapikan meja kerjanya dengan tenang, tak lagi terburu-buru seperti kemarin. Ia berjalan keluar menuju gerbang sekolah, menyiapkan mental untuk kemungkinan bertemu dengan siluet Regas atau gaun hamil Elena yang menyakitkan mata.

Namun, pemandangan di depan gerbang berbeda. Tidak ada sedan mewah milik keluarga Adhitama yang terparkir di sana.

Lia melihat Ghea berdiri sendirian di dekat pos satpam, menggenggam tali tas ranselnya dengan wajah yang tampak sedikit cemas. Ia menengok ke kanan dan ke kiri, namun sosok yang ia cari tak kunjung datang.

Lia menghampirinya, rasa keibuannya—atau mungkin rasa tanggung jawab sebagai guru—mengalahkan ego pribadinya. "Ghea? Belum dijemput, Sayang?"

Ghea mendongak, matanya berkaca-kaca. "Belum, Bu Lia. Papa bilang hari ini mau jemput Ghea, tapi handphone Papa tidak aktif. mama juga tadi bilang perutnya sakit, jadi tidak bisa datang."

Mendengar nama Elena, jantung Lia berdenyut perih, namun ia segera menepisnya. "Sudah coba hubungi asisten di rumah?"

Ghea menggeleng pelan. "Tidak ada yang angkat. Mungkin sedang sibuk mengurus Mama"

Lia melihat jam di pergelangan tangannya. Hari sudah mulai sore, dan awan mendung mulai menggelayut di langit Jakarta. Ia tidak mungkin membiarkan muridnya menunggu sendirian dalam ketidakpastian, apalagi Ghea adalah anak dari keluarga yang sangat rawan menjadi target orang berniat jahat.

"Ayo, biar Ibu temani tunggu di dalam lobi saja, ya? Biar tidak kepanasan," ajak Lia lembut.

"Bu Lia..." Ghea menarik ujung baju Lia, "Boleh tidak kalau Ghea minta tolong diantarkan pulang? Ghea takut Papa marah kalau Ghea pulang telat dan sendirian."

Lia terpaku. Mengantarkan Ghea berarti ia harus berhadapan langsung dengan rumah besar keluarga Adhitama—tempat di mana lima tahun lalu ia merasa seperti kuman yang tidak diinginkan. Tempat di mana Regas dan Elena membangun sarangnya.

Namun, melihat raut ketakutan di wajah polos Ghea, benteng pertahanan Lia goyah. "Baiklah. Ibu akan antar kamu pulang."

Di dalam taksi menuju alamat yang disebutkan Ghea, suasana menjadi sunyi. Lia menatap ke luar jendela, sementara pikirannya berkecamuk. Ia sedang menuju ke "medan perang" yang selama ini ia hindari. Ia tidak tahu apa yang akan ia temukan di balik pintu besar itu: apakah Regas yang sedang panik, atau justru kemesraan Regas yang sedang menjaga istrinya yang sakit.

"Bu Guru," panggil Ghea pelan, memecah lamunan Lia. "Terima kasih ya sudah mau antar Ghea. Papa pasti senang sekali lihat Bu Guru datang."

Lia hanya bisa membalas dengan senyuman hambar. Senang? Tidak, Ghea. Kedatanganku mungkin justru akan menjadi gangguan di tengah keluarga sempurnamu.

Taksi berhenti di depan sebuah gerbang hitam yang sangat tinggi dan megah. Saat Lia turun dan menuntun tangan Ghea menuju pintu utama, pintu kayu jati besar itu mendadak terbuka dengan kasar.

Regas muncul dari dalam dengan wajah yang sangat pucat dan keringat bercucuran di pelipisnya. Ia tampak berantakan, dasinya sudah lepas dan kemejanya kusut. Namun, langkahnya terhenti saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya sambil menggandeng putrinya.

"Lia?" suara Regas terdengar serak, penuh dengan keterkejutan dan... kerapuhan yang nyata.

1
Niken Dwi Handayani
Ghea bukan anaknya Regas ya? kalau 5 tahun terpisah, anak nya belum masuk SD. Mungkin anak kakak nya
Chelviana Poethree
👍👍👍
Chelviana Poethree
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!