Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Invasi
"Ugh! Ugh! Ugh!" Sosok pria terlempar dengan cara kejam sampai merusak banyak bangunan.
Pria itu adalah Reyhan, Reyhan tak bisa bangkit dari reruntuhan bangunan sebab tubuhnya tak kuat berdiri lagi.
Reyhan menyandarkan punggungnya di puing-puing bangunan. "Gawat... Bahkan zirah perak saja tak bisa menahan serangan cakar Iblis itu" gumam Reyhan melihar bekas cakaran di perutnya.
[Sistem memberi host misi, kalakan Stain Er'lord, dan tutup Gate misterius lalu dapatkan beragam hadiah!]
Reyhan menaikan alisnya. "Begitu kah, akhirnya misi sistem aktif" Reyhan meminum ramuan penyembuh.
Tubuhnya bersinar hijau sejenak lalu luka-luka Reyhan hilang, ia segera berdiri untuk kembali ke medan perang di depan.
Namun Reyhan melihat warga-warga sekitar belum selesai di evakuasi, bahkan ada beberapa yang dikejar Iblis Anubis.
"Sial, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi" Reyhan menancapkan pedangnya ke tanah. "Ledakan petir!"
Crash!
Petir-petir Reyhan menyambar sejauh beberapa km membunuh semua Anubis tapi ada bayaran mahal. Energi Reyhan terkuras habis.
Klang, pedang Reyhan jatuh ke tanah, tubuhnya jatuh karena kehabisan energi. "T-tidak bisa, tubuhku tidak bisa bergerak" wajahnya mengeras ketika mencoba bangkit.
Brak!, sesosok budak lainnya milik Reyhan terlempar ke sebelahnya sampai tertimbun batu.
Reyhan sontak menoleh ke arahnya, pipinya mengeras melihat ke depan. Stain Er'lord dalam bentuk Anubis ya membawa banyak budak Reyhan yang tewas.
Anubis itu dengan mata merah mengincar Reyhan. "Aku pastikan kau akan tewas"
Namun tapak kaki kuda kencang terdengar dari belakangnya, suara lain juga seperti ledakan seperti gerakan lari.
"Jangan lupakan aku ada disini!" Teriak Zahra. "Domain api! Cincin api! Membara! Lautan api!" Zahra mengeluarkan semua jurusnya tapi Stain Er'lord sama sekali tak berkutik.
Asuna menatap kakinya dengan mata menyipit.
"Bom!" Asuna melesat secepat ledakan lalu menyerang kaki Stain Er'lord dengan kakinya.
Akan tetapi suara patah tulang yang keras dan sepotong kaki terlempar ke belakang dan tubuh orang jatuh ke depan menabrak puing-puing.
Mata Reyhan dan Zahra terbelakak, kaki Asuna justru yang putus dan terpental jauh.
"Asuna!" Teriak Reyhan dari posisinya tapi tubuhnya sama sekali tak bisa bergerak.
Zahra menarik kudanya pergi ke posisi Asuna, tapi dia menutup mulutnya dengan mata menyipit sedih.
"Asuna..." Gumamnya lirih, dia melihat Asuna menghantam puing-puing dengan keras, selain itu kakinya putus dan kondisinya berbaring tengkurap.
Angin lembut menerpa baju-baju Asuna yang tewas dengan mata terpejam dengan penuh darah.
Api-api di kuda menari sebab tertiup angin. "Maafkan aku" Zahra berbalik untuk menyerang kembali Stain Er'lord.
Stain Er'lord sama sekali tak peduli meski Asuna yang menyerang kakinya tewas.
"Kau tau manusia, budak mu itu benar-benar bodoh. Dia menyerang kakiku dengan kuat padahal fisiku jauh lebih kuat" ejeknya.
Reyhan menatap tanah dengan wajah kaku, giginya gemeretak serta tangan mengepal.
Stain Er'lord melihat beberapa budak lainnya berlari ke arahnya. "Apa kau tidak akan melawan ku hah? Manusia!" Hinanya.
Stain Er'lord memegang tangan budak yang menyerangnya lalu mematahkannya dengan lututnya kemudian dia menyerang dengan cakarnya.
Stain Er'lord melihat 3 tersisa dengan mata merah menyala. Tubuhnya membungkuk seperti akan melesat cepat.
Ke-3 budak yang tahu segera berhenti berlari dan memasang posisi pertahanan tapi terlambat.
Dalam 1 detik tubuh mereka terpotong namun Stain Er'lord tetap melesat ke tempat Reyhan.
"Mati" ucap dingin serta dalam Stain Er'lord.
Namun mata Reyhan memancarkan petir ungu, Stain Er'lord terkejut. Firasatnya menjadi tak nyaman.
Reyhan menatap nya dengan kedua mata yang sama memancarkan petir ungu.
"Kau membuat kesalahan Iblis kecil" suara Reyhan menjadi wanita.
Stain Er'lord tersentak, dia merasakan sakit di sisi kepalanya.
Reyhan berdiri secepat kilat sebelum menendang kepala Stain Er'lord.
Boom!, tendangan itu menghasilkan ledakan keras.
Stain Er'lord terserat ke tanah sebelum berhenti karena menabrak bangunan tebal. Matanya melebar karena tak percaya.
"Itu adalah aura yang sama seperti naga petir tapi ada hal lainnya dari itu. T-tapi apa? Apa jangan-jangan dia memiliki 2 roh puncak?" Stain Er'lord berdiri menatap Reyhan berdiri jauh di depannya.
"Kalau begitu aku tidak bisa membiarkannya" kedua cakarnya berubah lebih tajam dan memancarkan aura energi merah.
Wush!
Stain Er'lord melesat ke depan, akan tetapi Putri Petir sama sekali tak perlu bergerak dari tempatnya.
Jari telunjuknya menunjuk Stain Er'lord, Stain Er'lord tersentak, dengan cepat Stain Er'lord menghindar ke samping.
Ztssss!
Sengatan petir merah yang mampu meledakan bangunan muncul dari jarinya.
Akan tetapi Putri Petir melihat Stain Er'lord justru kabur dengan segera mengejarnya.
"Kau tidak akan bisa kabur iblis kecil!" Putri Petir berkata keras dari langit.
Zahra, tentara DGA dan Shu Yuan seketika menatap Putri Petir dengan penuh harap.
Musuh mereka kali ini jelas lebih berbahaya dari pada ular Crystal merah.
Stain Er'lord dari bangunan mengintip dari sela-sela dengan kesal. "Kenapa bisa aku bertemu dengan dua roh puncak? Tapi jika di pikir kenapa manusia bisa memiliki 2 roh puncak?"
Stain Er'lord bersandar dengan pasrah. "Tuan Kilvara... Saya harap anda segera bangkit" matanya terpejam sebelum cakar-cakar nya lepas.
Tubuhnya berevolusi menjadi anubis yang lebih besar, putri petir menatap posisi nya dengan dingin.
"Sebesar apapun kau akan kalah jika melawan roh puncak seperti ku" jari nya mengarah lagi.
Stain Er'lord membuang nafas seperti hewan buas. "Bicaralah sepuasmu! Aku juga adalah roh Anubis! Roh dari neraka!"
Stain Er'lord menarik nafas sebelum menghembuskan sinar merah darah tajam.
Putri Petir menembakan petirnya hingga ledakan keras terjadi saat kedua jurus menyerang.
Zahra melindungi matanya sebab terlalu silau. "S-sialan aku harus lari dari sini" Zahra memacu kudanya mundur.
Shu Yuan memerintahkan lainnya untuk mundur juga, resiko terlalu dekat dengan serangan roh puncak itu terlalu tinggi.
Masyarakat Mesir memerhatikan sinar merah dan petir merah dari bawah dengan mata terpaku.
Mereka baru kali ini melihat hal seperti ini, tentu saja mereka terpukau.
Bom!!
Dari kedua jurus itu terciptalah ledakan keras dan menutupi puluhan km. Ledakan itu juga melahap Stain Er'lord dan Putri Petir.
....
Bau besi, darah, dan debu tercium kuat di hidung, Kairo yang penuh bangunan seketika rusak parah karena serangan Iblis.
Kejadian ini masyarakat terpaksa harus tahu fakta keberadaan Iblis dan Organisasi DGA.
Setelah cahaya ledakan itu hilang, terlihatlah tubuh besar Stain Er'lord menguap asap hitam.
Sedangkan Putri Petir dengan tubuh Reyhan melayang di langit seperti sosok kuat.
"Bagus!"
"Hore kita menang!"
Shu Yuan mengangguk puas. "Kau berhasil meskipun kau bukan Reyhan, tapi memang kemenangan ini tidak akan terjadi jika tidak ada kau"
Zahra masih di lokasi pertarungan memanggil Reyhan dari bawah. "Reyhan!"
Putri Petir melirik Zahra. "Dia sedang istirahat sekarang"
Zahra menggeleng. "Tidak, aku memanggilmu untuk meminta tolong! Tutup Gate di depan atau Iblis lainnya akan muncul!"
Putri Petir menatap ke depan. "Bukan masalah" dengan cepat seperti biasa Putri Petir pergi.
Akan tetapi mereka belum tahu jika Stain Er'lord hanya sekarat. "T-tuan Kilvara... Bangkit, s-saya senang menjadi bawahan tuan Kilvara..." Ucapnya sebelum tewas.
...
Di dalam dimensi Gate, sosok monster besar atau Kaiju yang sedang tidur untuk hibernasi terbangun.
Matanya yang biru menyala kembali, sosoknya yang besar dan agung bangkit kembali.
Kaiju Kilvara, atau disebut monster kematian abadi yang dapat memegang kendali Iblis-iblis yang sudah mati.
Kilvara menatap bengis Gate, dia merasakan energi Putri Petir yang setara dirinya di luar.
"Grr..." Kilvara menggeram lalu mulutnya terbuka.
Sing!
Sinar seperti laser biru melesat keluar Gate, posisi putri Petir tersentak tiba-tiba muncul sinar.
"Sial!" Putri Petir terpaksa harus menerimanya dengan kedua tangannya.
"Agh!" Putri Petir terpental dan jatuh ke pasir-pasir.
Putri Petir terbatuk-batuk karena pasir masuk mulutnya. "I-ini aura Kaiju?" Gumamnya.
Setelah itu dia melihat Kilvara seumuran 17 meter keluar dari Gate, mata Putri Petir terbelakak.
"Kaiju Kilvara monster kematian" gumam Putri Petir. "Aku tidak bisa melawannya sekarang, aku harus kembali" Putri Petir melesat kembali untuk memberi tahu situasi genting ini pada yang lainnya.
Begitu Shu Yuan, Zahra menerima laporannya Putri Petir mereka segera setuju pergi kembali ke pos Cabang DGA.
Presiden dan semua rakyat Kairo di evakuasi, kota-kota perbatasan juga bahkan mulai di bentuk barikade.
Pusat DGA menerima perintah untuk menerjunkan pasukan besar ke Mesir untuk menahan gerakan Kilvara.
Dari langit Negara-negara yang mereka lewati dapat melihat ratusan Jet terbang di langit mereka.
Namun pemerintah tidak melarang atau menembak jatuh, justru mereka terbang bersama dan sampai ada 6 Bendera dari negara berbeda.
China, Jepang, Australia, India, dan Pakistan, angkatan laut negara dekat Mesir mendapatkan perintah penahanan pergerakan Kaiju dengan kode Kilvara.
Di saat bersamaan kantor pusat DGA. Andika terbelalak sampai merasa sesak di dadanya melihar Gate yang terancam aktif kini aktif.
Dari 12 Gate menunjukan level mereka berada di level 18-20 yang diartikan setara kode-7!.
"Sial! Kerahkan semua Exorcist, tentara dan senjata kita!" Andika berkata dengan keras. "Jika kita tidak segera menahan gerakan mereka, Dunia akan seperti Chengdu!"
"Baik!" Semua pemimpin segera berangkat menuju negara-negara berbeda dimana Gate muncul.
Prancis, Meksiko, Afrika Selatan, Afrika Tengah, Mesir, Rusia, India, Arab, Malaysia, dan Jepang.
Total 12 Gate muncul memberikan tekanan kehancuran luar biasa pada kehidupan manusia.
Exorcist-Exorcist di belahan dunia segera bertindak jika tidak kejadian Chaos seperti Chengdu justru akan terjadi di berbagai belahan dunia.
Di fase inilah semua masyarakat dunia harus tahu kebenarannya tentang Iblis dan Exorcist.
.....