Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Snake Hunting bagian 4
Para Mage penjelajah yang telah mendapatkan 100 telur Giant Snake kemudian menyerah dan mulai mengobati rekan mereka, sementara itu 400 telur Giant Snake yang tersisa kemudian di kumpulkan di dalam satu tempat. Saat itu juga “Traak…” Merlin mengeluarkan sebuah botol kaca yang terdapat cairan merah kehitaman, saat melihat botol itu secara tidak sadar para Mage prajurit yang ada di sana langsung berjaga-jaga dengan Grimoire mereka.
Energi yang di keluarkan dari botol kaca tersebut sangat mengancam dan juga berbahaya, melihat reaksi para Mage prajurit itu membuat Merlin tersenyum kecil, dia kemudian mulai membuka buku Grimoire hitam yang melayang di depannya.
“Dark Magic Level 2… Seed of Abyss”
“Tinggsk…” energi force elemen kegelapan mulai menyelimuti botol kaca tersebut, dan energi force elemen kegelapan itu mulai mengeluarkan cairan merah kehitaman dari botol kaca tersebut, cairan merah kehitaman itu mulai mengambang di udara dan terpecah belah menjadi ratusan tetes. “Funggs… Funggs…” dengan kendali Merlin, tetesan cairan merah hitam tersebut kemudian mulai merasuki telur-telur dari Giant Snake tersebut, dengan cepat cairan merah kehitaman itu mulai memasuki bagian dalam telur Giant Snake itu.
“Bagus… mereka sudah masuk dan mulai tumbuh, sekarang kita hanya memerlukan waktu 3 hari untuk mereka lahir ke dunia ini” kata Merlin.
“Ini, apakah tehnik sihir ini tidak berbahaya…??” tanya Blace yang sedikit takut dengan tehnik sihir milik Merlin.
“Jangan khawatir, ini hanyalah tehnik level 2… terlebih lagi, selama aku masih memegang kendali atas kegelapan, maka tehnik ini tidak akan pernah bisa gagal” balas Merlin.
Pada malam itu para Mage penjelajah memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut, mereka memutuskan untuk tidak ikut campur lebih jauh terhadap misi markas militer dengan membawa telur-telur Giant Snake tersebut, yang mereka tidak ketahui ialah Merlin telah memasuki beberapa tetes cairan merah hitam kedalam beberapa telur tersebut. Merlin bukanlah orang yang mudah marah ataupun pendendam, akan tetapi di saat ada yang mengancam nyawanya maka Merlin sering membuat keputusan logis yang bahkan sering melewati batas kemanusiaan.
“Dari pada masalah ini terus berlanjut akan lebih baik kalau aku mencabut akar permasalahan ini, dengan hilangnya mereka maka mereka tidak akan bisa membuat masalah lagi denganku… dan Anastasya juga para Mage prajurit yang ada tidak akan mendapatkan masalah dari mereka lagi” pikir Merlin.
Lalu pada hari ke 3 saat Merlin telah memasang tehnik sihir miliknya, ke 400 terlur Giant Snake yang ada disan mulai menghitam dan memancarkan aura gelap yang menakutkan. Telur-telur itu seakan hidup dan mulai mengancam seluruh mahluk yang ada di sekitar dirinya, akan tetapi “Burn…” secara tiba-tiba Merlin menyalakan energi force elemen kegelapan di tangan kanannya.
Energi force elemen kegelapan itu memadat layaknya sebuah api hitam yang tipis seperti asap, namun tetap merapat dan tidak terpencar ke sekitarnya. Dan saat energi force elemen kegelapan itu semakin membesar, “Kraak… Traakk…” beberapa telur dari Giant Snake yang ada mulai menetas, dan para Mage prajurit serta murid Mage dari akademi di kejutkan dengan apa yang mereka lihat.
“Buzzzz… Zrrzzz…” karena bukan Giant Snake yang keluar dari telur-telur tersebut, akan tetapi beberapa serangga hitam aneh yang mana memancarkan energi force elemen kegelapan dari tubuh mereka. Dengan 4 pasang sayap, 6 kaki, 1 mata hitam yang besar, sebuah mulut tajam yang mengeluarkan air liur asam, serta dengan panjang 25 cm dan lebar 5 cm untuk setiap serangga.
Para serangga hitam itu terlihat sangat kelaparan, dan mereka mulai memandang para Mage yang ada didepan mereka sebagai makanan yang nikmat, akan tetapi “Frushkk…” dengan cepat Merlin mulai mengendalikan insting mereka. Namun mengendalikan lebih dari 400 serangga hitam memberikan dampak pada tubuhnya, hidung Merlin mulai mengeluarkan darah karena beban terhadap otaknya yang terlampau sangat besar.
Namun Merlin berusaha untuk tetap tegar dan berkata.
“Hahah… menarik sekali, nampaknya aku hanya bisa sedikit mengendalikan mereka… akan tetapi ini cukup, dengan bantuan mereka kita bisa menghabisi para Snake Man itu dengan sangat cepat”
Lalu di salah satu sarang milik Snake Man, di sana terdapat ribuan telur Giant Snake dan tidak hanya itu saja, di dalam sana juga terdapat 25 ekor Snake Man yang di pimpin oleh seekor Snake Man dengan armor silver dan pedang berlian. Pedang tersebut terbuat dari belian murni yang mana memiliki kekuatan untuk memotong baja layaknya sebuah mentega, dan menggunakan energi forcenya dia dapat memanjangkan mata pedang yang awalnya memiliki panjang 50 cm menjadi 75 cm.
Kemudian menggunakan nada sombong Snake Man dengan armor silver itu berkata.
“Sraaahk… tinggal 4 hari lagi kita bisa membantai para manusia itu, aku akan membuat pencapaian yang besar dan kembali mendapatkan magic item dari sang raja”
Para Snake Man bukanlah seorang pengrajin, mereka adalah ras yang terlahir untuk berburu dan menjarah, karena hal itulah Magi item level 1 dan 2 merupakan harta yang berharga bagi mereka, bahkan para Snake Man bersisik emas yang merupakan keturunan raja Snake Man hanya memiliki Magic item tingkat 5 kebawah.
Lalu pada saat Snake Man dengan armor Silver itu sedang memandangi pedang berlian miliknya, “Traaks… Traaks…” atap batu yang terbuat dari tehnik sihir mereka mulai retak, melihat hal itu dia mulai merasa kebingungan dan menggunakan mata ularnya untuk memeriksa apa yang ada di balik atap batu tersebut. “Bzzz… Zzrrr…” Snake Man berarmor silver itu kemudian melihat pemadangan yang tidak biasa, dia melihat ratusan serangga besar sedang berusaha untuk membobol masuk kedalam sarang mereka.
Dengan cepat Snake Man berarmor Silver itu berteriak kepada para bawahannya.
“Srrahhkkk…. Persiapkan diri kalian, kita di serang”
Para serangga hitam mulai bermunculan dari atap gua batu tersebut, ratusan serangga hitam mulai berterbangan dan menggigiti para Snake Man tersebut, “Crrask… Krraskk… Traask…” walaupun para Snake Man dapat menghadapi para serangga hitam itu dengan cepat, namun karena jumlah yang sangat banyak mereka menjadi kewalahan dan bahkan beberapa Snake Man terjatuh sekarat karena mengalami luka serius.
“Graahkk… Srrahkk… Serangga-serangga menjijikan, jangan harap kalian bisa mengalahkanku sang ksatria silver dari ras Snake Man”
Snake Man dengan armor Silver tersebut sangat kuat dan bisa menghabisi ratusan serangga dengan cepat, dan dalam hitungan menit para serangga yang ada disana menjadi berkurang dari setengahnya. Namun pada saat itu “Crrast…” secara tiba-tiba dari dada Snake Man berarmor Silver tersebut “Burnn…” sebuah pedang api mencuat keluar dari tubuhnya, pedang itu mulai memanaskan darah dan membakar organ-organ tubuhnya.
Dan saat Snake Man berarmor Silver itu berbalik dan melihat kebelakangnya, dia melihat ada dua sosok Mage yang mengeluarkan aura mematikan, sebuah aura yang penuh akan kematian dan darah dari rasnya.
.
.
.
Bersambung….