NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

plin plan

Dia dengan cepat menghentakan kakinya, melesat dengan kecepatan penuh menuju ke sebuah arah, arah dimana Mbah Sukini berada, salah satu orang yang telah sangat berjasa di hidup Tarjo.

Waktu berjalan dengan sangat cepat..

"Huaaaahhhh!!!" Janu benar benar mengantuk, menunggu Pak Tarjo yang tidak kunjung kembali.

Plak!

Rina menampar nyamuk yang hinggap di pipinya, "memangnya Pak Tarjo memanggil temannya di mana sih?"

"Aku juga tak tahu..." jawab Janu dengan bosan. Kemudian Janu terlihat mulai berdiri...

"Ahhh... sudah mau maghrib, ayo Rina kita masuk saja kedalam.." ucap Janu.

Rina menganggukan kepalanya..

Mereka berdua pun berjalan memasuki Villa tidak pondok kayu anomali itu meninggalkan api unggun kecil yang belum sepenuhnya padam.

"Ah sudah gelap, lebih baik aku matikan saja lampu lampu minyak ini, agar lebih hemat.." ucap Janu yang mulai mematikan beberapa lampu minyak yang adabdi dalam villa dan membiarkan lampu minyak di luar villa tetap menyala.

Jaga jaga agar Pak Tarjo datang tidak tersesat.

Janu dan Rina pun duduk di dalam sana sembari berbincang bincang menunggu Pak Tarjo.

Waktu kembali berjalan sedikit cepat... akhirnya maghrib telah tiba. Waktu surup adalah puncak dari kengerian dunia ini. Di mana mara bahaya bisa datang kapan pun itu.

Seorang pria tua dengan pakaian jubah lusuh, berjalan terseok seok mendekat ke sebuah arah. Orang itu tidak lain tidak bukan adalah Wijoyo, sang petapa yang di temui oleh Janu saat Janu baru masuk ke dalam tempat ini.

Wijoyo tampak sangat payah, ia terlihat meraih sebuah batang pohon untuk menstabilkan kakinya yang bergetar.

"A... aku.. aku harus hidup!" Ucap Wijoyo dengan ekpresi pahit. Sebagai orang yang sudah sangat lama terjebak di dunia ini, Wijoyo sudah hafal dengan kondisi dan keadaan aneh di dunia ini.

Namun entah mengapa semua hal mengerikan di tempat ini menggila tiba tiba.

Pohon pemakan manusia tiba tiba berjalan di siang bolong. Para hantu terbang mencari mangsa secara berkelompok.

Ini benar benar menakutkan bagi Wijoyo. Wijoyo hanya bisa berusaha dengan keras menghindari semua kegilaan ini.

"Akhirnya sudah tidak ada keanehan lagi, aku bisa beris--" ucapan Wijoyo langsung berhenti begitu saja ketika melihat sebuah api unggun kecil dan sebuah pondok kayu yang ada di pinggir danau.

Seketika itu juga kaki Wijoyo langsung lemas. Kakinya bergetar hebat dan ia ambruk kebelakang.

"Mengapa? Mengapa aku bisa berada di dekat pondok kayu sialan ini?!" Gerutu Wijoyo.

Wijoyo menatap ke sebuah pondok kayu dan api unggun yang ada di sana.

"Anomali, aku bisa mati kalau berada di tempat ini." ucapnya.

Wijoyo yakin sekali dia akan mati kalau terlalu dekat dengan pondok kayu itu. Wijoyo yakin sekali api unggun kecil itu adalah jelmaan dari salah satu anomali yang menghuni pondok kayu ini.

"Aku harus pergi!!" Buru buru Wijoyo merangkak pergi dari tempat itu.

Waktu berjalan sedikit cepat... selepas maghrib Janu pun keluar dari pondok itu meninggalkan Rina di ruang tamu.

Janu sendiri tak ingin timbul fitnah jika dia hanya berduaan dengan perempuan di sana.

Oleh karena itu kini Janu duduk di pinggir danau menikmati keindahan danau kecil itu.

Dia kemudian mendongak ke arah atas, ia menyipitkan matanya memandangi setiap pepohonan dan semak semak..

"Mengapa di sini tidak ada suara serangga malam atau mungkin burung yang berkicau?" Tanya Janu dengan ekspresi aneh.

Janu mengangkat bahunya ia cuek akan hal itu kemudian memilh jalan jalan sendirian di sekitar pondok.

Siapa sangka baru beberapa langkah janu melihat seorang pria tua tergeletak di pinggiran semak belukar.

"Siapa itu yang pingsan? Apakah gelandangan? Pertapa atau orang gila?" Tanya Janu dalam hatinya.

"Aku akan coba dekati!" Ucap Janu yang buru buru menuju ke arah orang yang tergeletak itu.

"Lah... bukannya ini Pak Wijoyo?" Ucap Janu yang mengenali siapa pria yang tak sadarkan diri itu. Orang ini tidak lain tidak bukan adalah Pak Wijoyo, orang yang pertama kali Janu temui di sini.

"Pak Wijoyo, bangun pak!" Ucap Janu dengan nada panik.

"Wah... Pak Wijoyo ini apa jangan jangan terlalu bersemangat dalam bertapa sehingga pingsan seperti ini?"

Janu mengamati wajah pucat Pak Wijoyo, "sialan, aku akan mengambil beberapa makanan dan air!" Ucap Janu yang bergegas menuju ke arah pondok.

Tidak lama kemudian Janu datang bersama Rina membawa kendi dan beberapa buah buahan segar..

"Pak Wijoyo, bangun pak!" Ucap Janu yang berusaha keras membangunkan Pak Wijoyo.

Wijoyo membuka matanya secara perlahan...

"Emm... apakah ini alam baka?"

"Heh, Pak tua kamu ini ngomong apa?" Ucap Rina.

Wijoyo tersentak kaget ketika melihat wajah Janu, "loh? Kamu juga ikut aku mati?" Tanya Wijoyo.

Mata Janu berkedut, "sialan, aku sudah menyelamatkanmu malah di katain mati!" Ucap Janu.

"Pak Wijoyo dud--" sebelum Janu menyelesaikan kalimatnya Wijoyo menyela.

"Apakah kamu bagian dari anomali pondok kayu?" Tanya Wijoyo yang membuat Janu semakin jengkel.

"Pak tua duduklah yang benar, ini ada minuman dan makanan tolong di makan.." ucap Rina dengan serius setelah mempertimbangkan tubuh Pak Wijoyo tampak sangat menyedihkan.

"Baiklah Nona Cantik..."

"Sialan! Jika dengan Rina dia sangat jinak!" Batin Janu.

Wijoyo mengamati sekitar dan benar ia belum mati.

"Loh, aku belum mati?" Tanyanya.

Janu menjawab, "tentu saja belum! Sepertinya kamu terlalu banyak meditasi!" Jawabnya dengan jengkel, "sudah makan saja!" Imbuhnya.

Wijoyo terdiam ia berpikir keras, memikirkan apa yang terjadi padanya sebelum ini.

Sebelum ini ia berjalan susah payah menghindari para hantu yang menggila karena berburu secara berkelompok, apesnya ia tiba di pondok kayu anomali.

Ia pun merangkak sekuat tenaga untuk menjauh, hingga tiba di tempat ini ia tak punya tenaga dan pingsan.

Siapa sangka pada saat ini dia akan bertemu lagi dengan Janu dan seorang wanita cantik.

Wijoyo memandangi kedua orang ini dengan seksama, bahkan menggunakan mata batinnya.

"Kedua manusia ini, benar benar hanyalah manusia biasa." Ucap Wijoyo.

"Tunggu dulu!" Wijoyo tertegun, "mengapa aku mencium bau sabun? Bau yang tidak pernah aku cium selama bertahun tahun."

"Tunggu dulu! Mengapa Janu dan Nona Cantik ini tampak sehat dan bersih? Apakah mereka tidak menyadari betapa mengerikannya dunia lain ini?"

"Hmm... lalu dari mana kedua orang ini mendapatkan buah buahan segar dan air minum?"

Wijoyo terus berpikir.

"Pak Tua ayo dimakan, wajahmu sangat pucat... pasti kamu lapar.." ucap Rina.

Wijoyo tertegun, ia kemudian memandangi kendi berisi air dan buah buahan segar di atas piring yang tersaji di depannya.

Wijoyo berani bersumpah, ia tidak pernah membayangkan bisa melihat buah buahan segara semacam ini lagi semenjak ia di penjara.

1
Siti Arbainah
sifat dan kesaktian Jalu mirip bgt sama Tuan Muda Sugi ya
OneSpace
males baca novel yg mcnya tolol gak bisa nyadarin kekuatan sendiri
bedul: anda belum paham jalan ceritanya🙏 coba baca dulu sampai 10 bab.
total 1 replies
Tini Nurhenti
🙏🙏🙏💪
Tini Nurhenti
minal aidin walfadzin juga thor,mhn mf lahir dn bathin.
Tini Nurhenti
sdh mw lebaran nih thor,puasa sehari lgi lusa lebaran thor.🤭💪💪💪💪🙏
Sutono jijien 1976 Sugeng
👍👍👍
Sutono jijien 1976 Sugeng
🤭🤭😁😁😁👍👍👍
Tini Nurhenti
ayo jan selametin/ keluarin smua org yg ada disitu jan 😄😄💪💪
Tini Nurhenti
up yg byk thor 💪💪💪
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!