NovelToon NovelToon
Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Arya, seorang pewaris sekte abadi yang dikhianati dan kehilangan kekuatannya, terperangkap dalam tubuh seorang "menantu benalu" yang dihina oleh keluarga istrinya di kota metropolitan modern. Dengan ingatan masa lalu dan sisa kekuatan spiritualnya, ia harus membangun ulang fondasi kekuatannya, menaklukkan dunia bisnis, melindungi wanita yang ia cintai, dan perlahan mengungkap rahasia alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Pembalasan di Balik Bayangan

​Ruang rapat utama Grup Kusuma dipenuhi ketegangan. Udara terasa tipis. Di ujung meja, Nadia Kusuma duduk dengan punggung tegak, meskipun matanya memancarkan kelelahan yang luar biasa. Di sekelilingnya, deretan direktur dewan—yang sebagian besar adalah paman dan kerabatnya sendiri—menatapnya dengan raut wajah memojokkan.

​"Waktu kita habis, Nadia," kata Burhan, paman tertuanya, suaranya berat dan menekan. "Tenggat waktu bank jatuh pada jam dua belas siang ini. Jika kita tidak menyetorkan lima puluh miliar, Proyek Dermaga Selatan—jantung masa depan perusahaan kita—akan disita. Seluruh keluarga akan tamat."

​Rina, ibu Nadia yang juga memiliki kursi di dewan, mengetuk meja dengan gusar. "Sudah ibu bilang, satu-satunya jalan keluar adalah tawaran Bima. Dia siap menggelontorkan dana hari ini juga. Syaratnya hanya satu: ceraikan si benalu Arya itu dan bertunanganlah dengannya."

​"Ibu, proyek ini adalah jerih payah Ayah sebelum beliau koma," jawab Nadia dingin, tangannya mengepal di atas dokumen-dokumen. "Dan aku tidak akan pernah menjadikan pernikahanku sebagai komoditas bisnis."

​"Pernikahan apa?!" Rina hampir berteriak. "Pernikahan palsu dengan gelandangan bodoh yang hanya bisa memasak nasi? Kau menghancurkan dirimu sendiri!"

​Tepat saat Nadia hendak membalas, pintu ruang rapat didorong terbuka. Bima berjalan masuk dengan langkah percaya diri, mengenakan jas Italia putih dan senyum kemenangan yang memuakkan.

​"Maaf aku terlambat, semuanya," sapa Bima santai. "Tapi kurasa kedatanganku membawa kabar baik. Bagaimana, Nadia? Cek lima puluh miliar ini sudah siap kutandatangani."

​Ia melemparkan buku cek di atas meja rapat. Mata para dewan direksi langsung berbinar serakah.

​"Tanda tangani surat cerai sekarang, dan aku akan mencairkan dananya." Bima membungkuk, menatap wajah cantik Nadia dengan tatapan serakah.

​Nadia memejamkan matanya rapat-rapat. Harga dirinya menolak keras. Tapi jika ia menolak, darah dan keringat keluarganya selama puluhan tahun akan musnah. Bayangan Arya tadi malam terlintas di benaknya—pria yang tiba-tiba berani menatap tajam ke arah Bima. Ah, itu pasti hanya igauan. Bagaimana mungkin Arya, seorang pelayan tanpa uang sepeser pun, bisa membantunya?

​Nadia perlahan meraih pulpen di depannya. Tangannya sedikit gemetar.

​Bima tersenyum lebar. Kemenangan sudah di depan mata.

​BRAK!

​Pintu ruang rapat dibanting hingga terbuka lebar. Kali ini, tidak ada yang berjalan santai. Sekretaris Nadia masuk dengan wajah pucat pasi dan napas terengah-engah.

​"Nona Nadia... Tuan Burhan... M-maaf, tapi ada seseorang di lobi..."

​"Tidak bisakah kau melihat kami sedang rapat penting?!" bentak Burhan marah. "Suruh siapa pun itu menunggu!"

​"T-tapi Pak," sekretaris itu terbata-bata, "Orang itu adalah... Tuan Han Shixiong! Dan beliau menuntut untuk bertemu dengan Presiden Direktur sekarang juga!"

​Nama itu seperti mantra pembeku. Seluruh anggota dewan, termasuk Bima, mendadak kehilangan napas.

​Han Shixiong? "Dewa Medis" yang agung? Pemilik Emerald Bank dan presiden Asosiasi Dagang Nasional? Pria ini adalah salah satu dari tiga pilar kekuatan di negara ini. Bahkan Walikota pun kesulitan untuk mendapatkan waktu lima menit bertemu dengannya.

​"Cepat! Siapkan karpet merah! Kalian semua, rapikan pakaian!" Burhan melompat dari kursinya, wajah marahnya berubah menjadi kepanikan yang menjilat.

​Namun sebelum siapa pun bisa bergerak, sosok pria tua berwibawa dengan jas hitam kelam sudah melangkah masuk ke dalam ruang rapat, diikuti oleh beberapa pengawal berjas.

​Aura Han Shixiong begitu kuat hingga membuat ruangan terasa semakin sempit. Tatapannya sedingin es menyapu seluruh orang di sana, membuat Bima tanpa sadar menelan ludah.

​Nadia segera berdiri dan membungkuk hormat. "Tuan Han, merupakan suatu kehormatan luar biasa Anda mengunjungi Grup Kusuma. Jika kami tahu Anda akan datang—"

​Han Shixiong mengangkat tangannya, menghentikan kalimat Nadia. Ia tidak peduli pada basa-basi. Matanya langsung tertuju pada Nadia, dan seketika itu juga, tatapan dinginnya sedikit melembut, digantikan dengan rasa hormat yang mendalam.

​"Nona Nadia," suara berat Han Shixiong bergema. "Saya tidak punya banyak waktu. Saya datang ke sini murni karena saya diberi mandat khusus oleh seorang kenalan penting saya."

​Han menjentikkan jarinya. Salah satu asistennya segera maju dan meletakkan sebuah koper hitam mulus di atas meja rapat, tepat di sebelah buku cek Bima.

​"Klik."

​Koper itu dibuka, menampilkan setumpuk dokumen resmi berstempel emas.

​"Di dalam sini," lanjut Han Shixiong dengan nada datar, "Terdapat kontrak investasi tanpa bunga senilai lima ratus miliar untuk Grup Kusuma. Semua utang Anda pada Emerald Bank telah saya hapuskan pagi ini. Mulai hari ini, Grup Kusuma berada di bawah perlindungan eksklusif Emerald Group."

​Hening.

Hening yang memekakkan telinga.

​Mulut Burhan ternganga lebar. Rina membelalakkan matanya seolah melihat hantu. Bima mundur selangkah, wajahnya memucat seketika.

​Lima... ratus... miliar? Dan penghapusan utang?!

​Nadia merasa kepalanya berputar. "T-Tuan Han... ini pasti ada kesalahan. Kami tidak pernah mengajukan proposal ke Emerald Group. Dan... kami tidak mampu menerima kebaikan sebesar ini."

​Han Shixiong tersenyum tipis. "Tidak ada kesalahan, Nona Nadia. Seperti yang saya katakan, ini adalah perintah langsung dari seorang kenalan saya. Seseorang yang kebaikannya tidak bisa saya balas bahkan dengan nyawa saya."

​"Bolehkah... bolehkah saya tahu siapa orang yang luar biasa mulia itu?" tanya Nadia dengan suara bergetar.

​Han Shixiong terdiam sejenak. Pikirannya melayang pada sosok pemuda berkaos murah yang pagi tadi ia temui di depan bank. Sosok Dewa yang menyamar menjadi manusia.

​"Beliau sangat rendah hati. Anda mengenalnya sangat dekat, Nona," jawab Han diplomatis. Ia kemudian melirik tajam ke arah Bima yang masih gemetar di sudut ruangan.

​"Ngomong-ngomong," nada Han tiba-tiba berubah mematikan. "Saya mendengar ada lalat kecil yang mengganggu Nona Nadia akhir-akhir ini. Keluarga Mahendra, ya?"

​Bima terkesiap. "T-Tuan Han... saya..."

​"Mulai hari ini," potong Han tanpa belas kasihan, "Seluruh lini kredit Grup Mahendra di Emerald Bank dibekukan. Beritahu ayahmu, Bima, dia punya waktu dua puluh empat jam untuk membereskan barang-barangnya sebelum perusahaannya kulelang."

​Kaki Bima lemas seketika. Ia jatuh terduduk di kursi dengan wajah seputih kertas. Kiamat. Ini adalah kiamat bagi keluarganya.

​Sementara itu, di sebuah kedai kopi kecil di seberang gedung Grup Kusuma, Arya duduk bersandar di kursi plastiknya. Ia menyesap kopi hitam murahan sambil menatap gedung tinggi istrinya melalui jendela.

​Di bawah meja, tangannya yang diletakkan di atas lutut sesekali memancarkan pendar energi keemasan yang sangat tipis. Proses pemulihan kekuatannya baru saja dimulai.

​"Langkah pertama selesai," gumam Arya, matanya yang kuno dan dalam memantulkan keramaian kota. "Nadia... di kehidupan ini, aku yang akan menjadi langit yang melindungimu. Dan bagi siapa pun yang berani menyentuh apa yang menjadi milikku..."

​Gelas kopi di tangannya mendadak retak, berubah menjadi debu halus tanpa ada suara pecah.

​"...Mereka akan merasakan murka sang Naga."

1
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update nya
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
mlh gx update
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
up thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
up
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Dirman Ha
ih gk
Dirman Ha
hbk
Dirman Ha
hv gb bn
Dirman Ha
jg gb BBM
Dirman Ha
ig di
Dirman Ha
jg CV
Dirman Ha
ih gb np
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!