Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.
Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.
Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Fondasi Orkestrasi Sempurna
Di permukaan di halaman akademi, semua orang tiba-tiba berhenti bergerak.
Awan hitam berkumpul di langit dengan kecepatan tidak masuk akal. Angin berhembus kencang dan petir berkilat di dalam awan gelap.
Tetua Shen menatap ke langit dengan mata melebar. "Tribulasi?! Siapa yang sedang melakukan terobosan?!"
"Tetua!" salah satu murid inti berlari mendekat. "Energi tribulasi ini... sangat kuat! Ini bukan tribulasi Ranah Pembentukan Fondasi biasa!"
"Dari mana asalnya?!"
Murid inti itu fokus sejenak, energi spiritual-nya menyebar. "Dari... dari bawah tanah? Sepertinya dari area perpustakaan!"
"Perpustakaan?!" Tetua Shen terbang ke arah perpustakaan dengan kecepatan tinggi, diikuti oleh para Tetua yang lain.
Ling Chen, yang masih berjaga di depan perpustakaan merasakan getaran di bawah kakinya. "Ada seseorang di bawah perpustakaan..."
Di dalam perpustakaan tingkat bawah, beberapa murid inti yang sedang menggeledah juga merasakan getaran.
"Lantainya bergetar!"
"Ada ruangan di bawah perpustakaan?!"
Mereka mulai mencari dan memindahkan rak-rak, mencari pintu atau tangga tersembunyi.
Dan di ruangan bawah tanah Lin Feng merasakan semua ini terjadi.
Mereka akan menemukanku, pikir Lin Feng dengan tenang. Anehnya ia tidak panik dan tidak takut. Karena sekarang tidak ada yang bisa menghentikan tribulasi. Dan tribulasi adalah kesempatannya.
Ia berdiri, menatap ke atas meskipun hanya melihat langit-langit batu. Dan ia merasakan petir tribulasi mulai terbentuk. Tapi bukan hanya satu petir. Tapi Sembilan. Sembilan petir tribulasi, satu untuk setiap elemen yang ia kultivasi.
Tribulasi Orkestrasi Sembilan Naga dimulai.
Petir pertama menyambar. Tidak dari langit, karena Lin Feng ada di bawah tanah, tapi langsung dari dimensi tribulasi yang menembus segala penghalang fisik. Petir merah berapi muncul dari udara kosong dan menyambar Lin Feng dengan kekuatan luar biasa.
Tribulasi Elemen Api.
Lin Feng tidak menghindar, karena ia emang tidak bisa menghindar. Tribulasi harus dihadapi dengan tubuhnya sendiri.
Ia mengangkat tangannya, mengalirkan Qi api-nya untuk menyerap sebagian dari tribulasi apinya itu.
KRAKK...
Petir merah mengenainya dan langsung mengalir ke dalam tubuhnya, kulitnya memerah karena energi api itu membakar dari dalam. Tapi Lin Feng mencoba untuk tetap bertahan.
Qi api tribulasi terus meresap sampai ke dantian-nya, diserap oleh fondasi baru yang sudah terbentuk. Fondasi itu memurnikan energi tribulasi dan mengubahnya menjadi Qi yang lebih kuat.
Petir pertama berakhir.
Lin Feng jatuh berlutut, napas terengah-engah dan tubuhnya saat ini penuh dengan luka bakar.
Tapi ia tersenyum dengan bangga. Satu. Masih ada delapan lagi.
Tanpa jeda, Petir kedua datang.
Petir biru berair, membawa aura dingin yang membekukan.
Tribulasi Elemen Air.
SPLASH...
Energi air murni menghantam Lin Feng seperti tsunami. Dinginnya meresap ke tulang membuat darahnya hampir beku.
Tapi lagi-lagi, fondasi-nya menyerap energi tribulasi itu.
Petir ketiga. Petir coklat bertanah.
Tribulasi Elemen Tanah.
BOOM...
Energi berat seperti gunung jatuh menimpa tubuhnya. Tekanan luar biasa menghancurkan, memaksa tubuh Lin Feng harus menahan beban yang berat ini. Tulang-tulangnya berderak tetapi tidak patah. Fondasi-nya memperkuat tubuh fisiknya menjadi lebih kuat pada saat yang bersamaan.
Petir keempat. Petir putih berangin.
Tribulasi Elemen Angin.
WHOOSH...
Angin yang bisa memotong baja menyayat tubuhnya dari segala arah. Luka-luka muncul di kulit-nya seperti disayat pisau yang tidak terlihat. Tapi Lin Feng masih menahannya walaupun rasa sakit itu terasa perih di kulitnya.
Petir kelima. Petir emas bercahaya.
Tribulasi Elemen Cahaya.
FLASH...
Cahaya yang memurnikan sekaligus membakar. Energi cahaya murni menyapu tubuhnya dan menghilangkan kotoran, tetapi juga menyiksa setiap sel selnya.
Lin Feng berteriak, karena tidak bisa menahannya lagi. Rasa sakit nya terlalu luar besar. Tapi ia tidak menyerah.
Petir keenam. Petir hitam kegelapan.
Tribulasi Elemen Bayangan.
WOOOM...
Kegelapan menyelimuti segalanya. Sangat dingin dan sunyi. Lin Feng merasakan kesadarannya mulai memudar, tapi fondasi-nya menariknya kembali. Qi kekacauan di tengah fondasi-nya bertindak sebagai jangkar, memastikan ia tidak hilang dalam kegelapan.
Petir ketujuh. Petir ungu berkilau.
Tribulasi Elemen Ruang.
Seketika Ruang di sekitar Lin Feng terdistorsi. Tubuhnya terasa seperti ditarik ke berbagai arah sekaligus. Seperti akan di robek.
Tapi fondasi-nya menstabilkan tubuhnya mempertahankan integritasnya.
Petir kedelapan. Petir perak berkilat.
Tribulasi Elemen Petir.
Petir sejati. Cepat, destruktif dan tidak bisa diprediksi menyambar Lin Feng dengan kekuatan yang membuat tujuh petir sebelumnya terasa seperti pemanasan.
Lin Feng merasakan setiap saraf di tubuhnya terbakar. Merasakan jantungnya hampir berhenti.
Dan akhirnya...
Petir kesembilan.
Petir ini sangat berbeda. Tidak menyambar dari atas. Tidak muncul dari udara. Tetapi Petir ini datang dari dalam, tepatnya dari dantian-nya sendiri.
Tribulasi Elemen Kekacauan.
Qi kekacauan di tengah fondasi-nya mulai bergejolak. Menguji apakah Lin Feng benar-benar layak menjadi pemegang Orkestrasi Sembilan Naga.
Ini bukan ujian fisik. Ini ujian spiritual.
Lin Feng merasakan kesadarannya ditarik ke dalam dantian-nya sendiri. Masuk ke dalam pusaran sembilan warna yang berputar.
Dan di sana ia melihat sesuatu.
Visi tentang masa lalu dari Orkestrasi Sembilan Naga.
Tiga ribu tahun yang lalu.
Sembilan kultivator berdiri di puncak gunung tertinggi di dunia. Mereka menatap ke langit tapi bukan langit normal. Langit yang retak, robek, dan menunjukkan kegelapan yang mengerikan di baliknya.
Kehampaan. Dimensi lain yang penuh dengan entitas Kekacauan yang ingin menghancurkan dunia.
"Kita harus menutupnya," kata salah satu dari mereka, seorang pria dengan rambut hitam panjang dan mata yang bersinar dengan sembilan warna. "Jika Energi Kehampaan menembus, dunia akan berakhir."
"Tapi bagaimana?" tanya yang lain—seorang wanita dengan pedang api. "Kekuatan kita tidak cukup untuk menutup retakan sebesar ini."
"Maka kita akan menciptakan formasi," jawab pria itu. "Formasi yang akan melindungi dunia untuk ribuan tahun. Formasi yang diciptakan oleh kultivasi tertinggi yang pernah ada."
"Orkestrasi Sembilan Naga," bisik yang lain dengan takjub.
"Ya," pria itu mengangguk. "Tapi ada harganya. Formasi ini akan membatasi semua kultivator di masa depan. Tidak ada yang akan bisa mencapai Immortal Ascension. Karena energi untuk Ascension akan disedot oleh formasi untuk menjaga retakan tetap tertutup."
Keheningan pun terjadi.
"Itu tidak adil untuk generasi mendatang," kata salah satu dari mereka.
"Tidak," pria itu setuju. "Tapi lebih baik membatasi mereka daripada membiarkan mereka mati. Dan suatu hari... suatu hari seseorang akan lahir dengan kemampuan untuk memperbaiki formasi kita. Untuk menciptakan sistem baru yang memberi kebebasan sekaligus perlindungan."
"Siapa?"
Pria itu tersenyum. "Seseorang dengan Akar Spiritual Kekacauan. Satu-satunya yang bisa menyatukan sembilan elemen dalam harmoni sempurna. Ahli waris sejati dari Orkestrasi kita."
Lalu ia menatap langsung ke Lin Feng, menembus ruang dan waktu. "Ahli waris, tugasmu baru saja dimulai." bisiknya.
Visi berakhir.
Lin Feng tersadar kembali ke tubuhnya di ruangan bawah tanah. Dan ia merasakan petir kesembilan yaitu tribulasi kekacauan akhirnya meledak.
Tapi bukan ledakan yang menghancurkan. Ini ledakan yang mentransformasi. Semua energi dari delapan tribulasi sebelumnya—api, air, tanah, angin, cahaya, bayangan, ruang, dan petir—berkumpul di dantian-nya lalu menyatu dengan kekacauan nya menciptakan sesuatu yang baru.
Menciptakan Fondasi Orkestrasi Sempurna.
Dan dengan fondasi itu, Lin Feng merasakan kekuatan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya mengalir ke dalam tubuhnya.
Ia tidak lagi berada di Ranah Pengumpulan Qi.
Ia sekarang berada di Ranah Pembentukan Fondasi.
Tapi bukan Ranah Pembentukan Fondasi biasa.
Ini adalah Ranah Pembentukan Fondasi dengan sembilan elemen dalam harmoni sempurna. Dengan kapasitas Qi tiga kali lipat kultivator normal di level yang sama. Dengan kemampuan kombinasi elemen yang hampir tidak terbatas.
Lin Feng berdiri dengan perlahan, karena tubuhnya penuh luka dari tribulasi.
Ia bisa merasakan Qi di udara dengan lebih jelas. Bisa merasakan formasi di dinding. Bahkan bisa merasakan orang-orang di atas yang sedang mencari sumber tribulasinya.
Dan ia tersenyum.
Jadi inilah rasanya menjadi kultivator sejati.
Tapi senyum itu memudar saat ia mendengar suara dari atas.
"pintu tersembunyi! di sini!"
"cepat! buka!"
Mereka menemukan pintu bawah tanah.
Dalam hitungan detik, mereka akan turun dan menemukan Lin Feng.
Waktunya pergi, pikir Lin Feng.
Ia melihat sekeliling ruangan dan mencari jalan keluar lain.
Dan matanya jatuh pada altar.
Altar yang dulunya menyimpan Gulungan Naga Kekacauan. Altar yang diukir dengan sembilan naga. Dengan pengetahuan baru dari visi tadi, Lin Feng menyadari sesuatu: altar ini bukan hanya altar. Ini adalah formasi teleportasi.
Formasi yang dibuat oleh Lin Tian atau mungkin bahkan lebih tua dari itu, fungsinya adalah untuk kabur dalam keadaan darurat.
Lin Feng tidak tahu ke mana formasi ini akan membawanya. Tapi ia tidak punya pilihan.
Ia mendengar langkah kaki di tangga. Mereka akan segera datang.
Lin Feng berlari ke altar, mengalirkan Qi-nya, Qi baru yang diperkuat oleh Ranah Pembentukan Fondasi ke ukiran sembilan naga. Ukiran itu akhirnya bersinar sembilan warna yang familiar.
Dan formasi teleportasi aktif. Cahaya akhirnya menyelimuti Lin Feng.
Pintu ruangan terbuka dengan keras. Tetua Shen dan lima murid inti masuk dengan pedang terhunus, Tapi mereka hanya menemukan ruangan kosong dengan altar yang masih bersinar dengan sisa-sisa cahaya sembilan warna yang perlahan memudar.
"Teleportasi, sial, kemana dia pergi?!" Tetua Shen berteriak. Tapi tidak ada yang bisa menjawab karena Lin Feng sudah pergi.
💪💪💪💪