EDISI SPESIAL RAMADHAN
Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.
Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.
Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.
Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!
Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Rahasia?
Kyai Hamid terdiam, pernikahan rahasia di lingkungan pesantren adalah hal yang sangat sensitif.
Namun beliau melihat ketulusan di mata putranya, beliau juga memikirkan keselamatan Zunaira dari serangan-serangan politik pesantren yang mungkin dilancarkan Kyai Mansur.
"Berikan Abah waktu untuk shalat Istikharah Azlan, menikah rahasia bukan untuk menyembunyikan dosa tapi untuk menjaga kemaslahatan di tengah badai jadi kita harus sangat hati-hati." tutur Kyai Hamid.
Malam itu di bawah langit yang sama Zunaira tidak bisa memejamkan mata, ia merasa seperti sedang berdiri di tepi jurang.
Ia tidak tahu bahwa dalam hitungan hari statusnya sebagai ustadzah yatim piatu akan berubah menjadi istri dari seorang Gus yang paling dipuja di pesantren itu.
Namun ia juga tidak tahu bahwa pernikahan rahasia yang akan ia jalani nantinya justru akan menjadi ujian kesabaran yang jauh lebih besar daripada sekadar menahan rindu diam-diam.
Zunaira mengambil tasbih zaitun pemberian Azlan, ia memutarnya untuk mencari ketenangan.
"Ya Allah jika ini adalah jalan-Mu mama kuatkanlah hamba dan jika ini adalah ujian jangan biarkan hamba menyerah." pintanya kepada sang pencipta.
Di kejauhan sayup-sayup terdengar suara santri sedang mendaras Al-Qur'an.
Suaranya terdengar begitu syahdu seolah mengiringi doa-doa dua insan yang sedang mencoba menyatukan takdir di tengah badai yang mulai mengamuk.
...****************...
Sisa-sisa ketegangan dari pertemuan semalam masih terasa menggelayut di udara pesantren.
Bagi Zunaira pagi ini adalah pagi yang paling berat sepanjang ia mengabdi di Al-Anwar.
Gosip tentang penolakan Gus Azlan terhadap Ning Syifa sudah menyebar keluar menuju ke area Pesantren hingga berita tersebut menjadi begitu heboh.
Meski tidak ada yang berani bicara terang-terangan di hadapannya, tatapan mata para santriwati dan ustadzah lain sudah cukup menjelaskan bahwa mereka sedang menebak-nebak.
"siapakah wanita yang membuat Gus Azlan berani menentang Kyai Mansur?"
Zunaira mencoba menyibukkan diri di perpustakaan, tempat yang ia harapkan bisa memberinya sedikit privasi.
Ia sedang merapikan rak kitab tafsir ketika suara pintu kayu yang berat itu berderit terbuka.
Ia tidak menoleh dan mengira itu adalah santri piket, hingga aroma oud yang sangat ia kenali itu menyapa indra penciumannya.
Zunaira membeku, ia tidak berani membalikkan badannya karena tahu siapa itu.
"Zunaira." panggil orang tersebut.
Suara Azlan terdengar lebih dalam dari biasanya, ada nada keletihan namun juga ada ketegasan yang tak tergoyahkan di sana.
Zunaira perlahan membalikkan tubuh dan tetap menundukkan pandangan ke arah ubin perpustakaan yang dingin.
"Gus... Anda tidak seharusnya di sini, suasana sedang tidak baik." bisik Zunaira.
Suaranya bergetar dan menahan beban emosi yang sejak semalam ia kunci rapat-rapat.
"Justru karena suasana sedang tidak baik, saya harus di sini." jawab Azlan.
Ia melangkah mendekat namun berhenti pada jarak tiga meter yang sangat terjaga.
"Saya tahu apa yang kamu pikirkan, kamu menyalahkan diri sendiri atas kemarahan Paman Mansur bukan?" tebak Gus Azlan yang soalnya tepat sekali.
Zunaira mendongak sekilas, matanya nampak berkaca-kaca.
"Bagaimana saya tidak menyalahkan diri sendiri Gus? Ning Syifa adalah segalanya yang diinginkan pesantren ini, beliau cerdas dan memiliki nasab yang mulia dan kecantikannya adalah kebanggaan, sedangkan saya? Saya hanya membawa beban bagi keluarga Kyai Hamid. Penolakan Gus semalam akan memicu perpecahan keluarga besar dan saya tidak sanggup jika harus menjadi penyebab retaknya silaturahmi antara Kyai Hamid dan Kyai Mansur." tutur Zunaira panjang.
Azlan menarik napas panjang dan menatap deretan kitab di sampingnya seolah mencari kekuatan dari sana.
"Zunaira, kamu bukan beban tapi kamu adalah alasan saya pulang. Apakah kamu pikir tujuh tahun saya di Mesir hanya untuk belajar filsafat dan fiqih? Tidak karena setiap kali saya menatap langit Kairo dan saya membayangkan suatu saat nanti saya bisa membangun Al-Anwar bersama seseorang yang jiwanya sudah menyatu dengan tanah ini, dan orang itu adalah kamu." ujar Gus Azlan.
Zunaira terperanjat, ini adalah pertama kalinya Azlan bicara se-eksplisit itu tentang perasaannya.
"Tapi Gus, itu tidak mungkin." sela Zunaira cepat.
"Status kita..." ucapnya lagi terpotong oleh Gus Azlan yang sudah berbicara.
"Status adalah buatan manusia Zunaira, di mata Allah hanya ketakwaan yang membedakan dn di mata saya ketulusanmu jauh lebih berharga daripada silsilah manapun." potong Azlan, ia melangkah satu tindak lebih dekat.
"Semalam saya sudah bicara dengan Abah dan Ummi, saya sudah mengutarakan niat saya yang sesungguhnya." ucap Gus Azlan.
Jantung Zunaira berdegup kencang hingga ia merasa pening.
"Niat... apa, Gus?" tanya Zunaira.
"Saya ingin melamarmu, secara resmi di depan Abah dan Ummi." ucap Gus Azlan dengan gagah dan berwibawa.
Dunia seolah berhenti berputar bagi Zunaira, ia merasa seperti sedang bermimpi di tengah siang bolong.
Seorang putra kiai, lulusan Al-Azhar melamar seorang yatim piatu yang tumbuh dari sedekah? Secara logika pesantren, ini adalah sebuah anomali.
"Mboten Gus... Mboten saget (Tidak bisa)." Zunaira menggelengkan kepalanya dengan cepat, air matanya kini benar-benar luruh.
"Saya tidak pantas, Gus Azlan butuh seseorang yang bisa mengangkat martabat keluarga bukan seseorang yang justru akan membuat orang-orang bertanya 'siapa dia?'. Tolong Gus ini demi kebaikan pesantren jadi mohon dipertimbangkan kembali." tolak Zunaira dengan halus.
Azlan menatap Zunaira dengan tatapan yang sangat lembut namun penuh wibawa.
"Kamu pikir saya tidak mempertimbangkannya? Saya sudah memikirkannya selama tujuh tahun Zunaira, Namun saya juga sadar akan situasi sekarang. Kemarahan Paman Mansur tidak akan mereda dalam waktu singkat, jika kita mengumumkan ini sekarang kamu akan menjadi sasaran fitnah yang luar biasa karena Ning Syifa tidak akan tinggal diam dan para pengikut Paman Mansur mungkin akan mencoba mengeluarkanmu dari sini." sahut Gus Azlan.
Zunaira terdiam, ia tahu itu benar karena kekuasaan Kyai Mansur di jaringan pesantren Jawa Timur sangatlah luas.
"Lalu, apa maksud Gus?" tanya Zunaira.
Azlan merendahkan suaranya, menjadikannya sebuah rahasia yang hanya dimiliki oleh debu-debu perpustakaan itu.
"Abah memberikan restu namun dengan satu syarat yang saya rasa adalah cara terbaik untuk melindungimu saat ini, Abah ingin kita menikah... secara rahasia. Hanya keluarga inti yang tahu dan kita akan tetap menjalankan tugas kita masing-masing seperti biasa di depan publik. Saya tetap menjadi pengelola dan kamu tetap menjadi ustadzah, sampai tiba saatnya nanti ketika keadaan sudah stabil, saya sendiri yang akan mengumumkan pada dunia bahwa kamu adalah istri saya." serunya.
Zunaira terpaku, pernikahan rahasia? Baginya itu terdengar seperti sebuah pengorbanan yang amat besar bagi Azlan.
"Gus itu akan sangat melelahkan bagi Anda, anda harus berpura-pura tidak mengenal saya lebih dekat di depan orang lain dan anda harus menahan diri..." seru Zunaira.
"Saya sudah menahan diri selama tujuh tahun Zunaira, maka menahan diri beberapa bulan lagi bukan masalah bagi saya, asalkan saya tahu bahwa secara sah di mata Allah, kamu sudah berada dalam perlindungan saya. Saya ingin memuliakanmu, namun saya juga ingin menjagamu dari badai yang sedang bertiup." tutur Gus Azlan.
.
.
Cerita Belum Selesai.....
...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
...HADIAHNYA 🎁🌹☕...
...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...
...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...