NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Udara sore yang mulai mendingin menyambut Lyra saat ia melangkah keluar dari lobi rumah sakit. Alih-alih langsung menuju apartemennya, langkah kakinya justru membawa Lyra ke sebuah kafe kecil di sudut jalan yang letaknya tersembunyi namun selalu ramai oleh pengunjung. Tempat itu memiliki aroma biji kopi panggang yang menenangkan, cukup untuk meredam hiruk-pikuk pikirannya tentang tawaran ke London.

​Lonceng di atas pintu berdenting kecil saat Lyra masuk. Di dalam, suasana kafe begitu hidup. Seorang barista muda yang sedang sibuk mengoperasikan mesin espresso tampak lihai menuangkan susu ke dalam cangkir, menciptakan pola rosetta yang sempurna. Di sudut lain, seorang koki dengan celemek putih yang sedikit terkena noda tepung sedang sibuk menata croissant hangat ke dalam etalase kaca.

​Lyra memesan secangkir latte hangat. Sambil menunggu, ia memperhatikan interaksi orang-orang di sekitarnya. Ada seorang mahasiswa yang tampak serius di depan laptopnya, serta sepasang lansia yang sedang berbagi sepotong kue sambil tertawa kecil. Keramaian yang normal ini terasa sangat kontras dengan keputusan besar yang harus ia ambil.

​Setelah menerima pesanannya dari sang kasir yang ramah, Lyra memilih kursi di pojok ruangan yang menghadap ke arah jendela besar. Ia menatap jalanan kota yang mulai dipenuhi lampu-lampu kendaraan. Di depannya, uap tipis mengepul dari cangkir kopinya.

​Pikiran Lyra melayang kembali ke ruang kerja Dokter Aris, lalu ke percakapannya dengan Layla dan Mira. Pergi ke London bukan sekadar perjalanan dinas biasa. Itu berarti ia harus meninggalkan zona nyamannya selama hampir satu bulan. Rumah Sakit Delphi adalah puncak dari segala impian praktisi medis. Ada rasa takut yang merayap di benaknya; mampukah ia bersaing dengan dokter-dokter hebat di sana? Mampukah ia menunjukkan performa terbaik di depan kepala rumah sakit yang digambarkan teman-temannya sebagai sosok yang nyaris sempurna tanpa cela?

​Ia memutar-mutar sendok kecil di dalam cangkirnya, menciptakan pusaran kecil di atas buih susu. Tawaran ini adalah kesempatan langka yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Belajar di pusat medis terbaik dunia di bawah bimbingan seseorang yang disebut sebagai "The Best" di London adalah cara tercepat untuk membawa perubahan bagi penanganan anak-anak di rumah sakitnya sendiri.

​Lyra menarik napas panjang, menghirup dalam-dalam aroma kopi yang kuat. Ketakutannya perlahan mulai berubah menjadi rasa tantangan yang membakar semangatnya. Ia menyadari bahwa ia tidak ingin menjadi dokter yang jalan di tempat. Ia ingin tumbuh, dan London adalah tanah yang tepat untuk itu.

​"Kalau Layla dan Mira saja seyakin itu padaku, kenapa aku harus ragu pada diri sendiri?" gumamnya pelan pada diri sendiri.

​Ia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, lalu mengetikkan sebuah pesan singkat kepada Dokter Aris. Jari-jarinya bergerak mantap di atas layar, menyatakan bahwa ia menerima tawaran tersebut dengan penuh komitmen. Setelah menekan tombol kirim, Lyra menyesap kopinya yang kini terasa jauh lebih nikmat. Keputusannya sudah bulat. London, dengan segala kemegahan dan misteri tentang sang pemimpin Delphi, kini telah menantinya di ujung jalan.Baru saja Lyra meletakkan ponselnya kembali ke atas meja, kursi kosong di hadapannya ditarik oleh seseorang. Lyra mendongak dan mendapati wajah familiar yang tengah tersenyum lebar ke arahnya. Itu Rey. Seorang pria yang sudah lama ada di lingkaran hidup Lyra, yang selalu muncul di saat-saat yang tidak terduga seperti ini.

​"Sudah kuduga kamu ada di sini. Bau kopi di sini memang magnet buat kamu kalau lagi banyak pikiran, kan?" kata Rey sambil meletakkan kunci mobilnya di meja. Ia memesan minuman pada pelayan yang lewat hanya dengan sebuah isyarat tangan, menunjukkan betapa seringnya ia juga berada di sana.

​Rey adalah sosok yang hangat, jenis pria yang disukai banyak orang. Ia selalu ada saat Lyra butuh bantuan, mulai dari urusan mobil yang mogok sampai sekadar menemaninya makan malam setelah shift panjang yang melelahkan. Namun, bagi Lyra, keberadaan Rey selalu menyisakan sedikit rasa canggung yang tersembunyi di balik senyum ramahnya. Lyra tahu betul bagaimana perasaan pria itu padanya; ada binar yang berbeda di mata Rey setiap kali mereka bertatapan, sebuah perhatian yang kadarnya jauh melebihi sekadar teman lama.

​"Lagi mikirin apa sampai kerutan di dahimu itu kelihatan banget?" tanya Rey lagi, suaranya lembut, mencoba mencari celah untuk masuk ke dalam ruang pikiran Lyra.

​"Aku baru saja menerima tawaran besar, Rey. Rumah sakit mau mengirimku ke London, ke Rumah Sakit Delphi," jawab Lyra jujur. Ia tidak melihat antusiasme yang sama seperti saat ia bercerita pada Layla dan Mira tadi. Sebaliknya, raut wajah Rey sedikit berubah, ada kilat kekhawatiran yang melintas cepat sebelum akhirnya ia berusaha menutupinya dengan senyum tipis.

​"London? Itu jauh sekali, Ly. Dan Delphi... aku dengar tekanannya sangat tinggi di sana. Apa kamu yakin sanggup? Maksudku, di sini semuanya sudah stabil. Kamu sudah punya karier yang bagus, teman-teman yang menyayangimu, dan kita juga selalu bisa menghabiskan waktu bersama tanpa perlu memikirkan jarak ribuan kilometer."

​Rey memajukan tubuhnya, tangannya seolah ingin meraih tangan Lyra yang melingkar di cangkir kopi, namun Lyra dengan halus menarik tangannya untuk merapikan rambutnya yang sebenarnya tidak berantakan.

​"Ini kesempatan sekali seumur hidup, Rey. Aku tidak bisa menolaknya hanya karena aku merasa nyaman di sini," tutur Lyra dengan nada yang tegas namun tetap tenang. Ia menghargai perhatian Rey, tapi ia juga merasa sesak setiap kali pria itu mencoba memberikan perlindungan yang sebenarnya tidak ia minta.

​"Tapi London itu kota yang dingin, Ly. Kamu tidak punya siapa-siapa di sana. Kalau kamu butuh sesuatu, aku tidak bisa sampai di sana dalam sepuluh menit seperti biasanya," lanjut Rey, nadanya mulai terdengar sedikit memaksa, menunjukkan sisi posesif yang seringkali membuat Lyra merasa ingin menjaga jarak.

​Lyra menatap pria di hadapannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia tahu Rey tulus, tapi hatinya tidak pernah bergetar dengan cara yang sama. Baginya, Rey adalah zona nyaman yang tidak memberikan tantangan, sementara London adalah ketidaktahuan yang membuatnya bersemangat.

​"Itu poinnya, Rey. Aku harus belajar untuk berdiri sendiri di tempat yang baru. Aku ingin tahu seberapa jauh aku bisa melangkah sebagai dokter," jawab Lyra singkat, seolah ingin mengakhiri perdebatan yang sebenarnya belum dimulai itu.

​Seorang koki keluar dari dapur untuk mengantarkan nampan berisi roti ke meja sebelah, memecah ketegangan sesaat di antara mereka. Lyra kembali menyesap kopinya, menyadari bahwa keputusannya untuk pergi ke Inggris bukan hanya soal karier, tapi mungkin juga cara untuk memberikan ruang bagi dirinya sendiri dari perasaan Rey yang semakin sulit ia bendung.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!