Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku ... Lumpuh?
"Ada apa?" tanya Sheikh Muhammad bin Abdul Azis saat mendengar suara helikopter di istananya.
"Sheikh Zayn kecelakaan, yang mulia!" lapor Habas, salah satu pengawal Zayn selain Farouk.
"APAA?" seru Sheikh Muhammad sambil berdiri. "Bagaimana bisa?"
"Beliau jatuh dari kuda, yang mulia."
"Astaghfirullah ...."
***
Zayn langsung diperiksa oleh dokter terbaik di rumah sakit dan mereka tahu, ada masalah di tulang punggung Sheikh itu.
"Apakah anda merasakan ini?" Dokter menyentuh kedua kaki Zayn. Pria itu menggeleng. "Sebelah sini?" Zayn masih menggeleng. "Bagaimana sebelah sini?"
"Aku merasakan tangan dokter," jawab Zayn.
"Sebelah sini?" Dokter itu memegang telapak kaki Zayn dan menggelitiknya. Jempol kaki pria itu bergerak.
"Geli Dok."
Dokter itu pun mengangguk lalu berbicara dengan rekan sejawatnya. Zayn hanya memandang bingung.
Para dokter akhirnya berunding. Zayn merasa sesuatu yang tidak enak akan menimpa dirinya.
Apa aku lumpuh? Ya Allah, aku lumpuh? - batin Zayn yang sudah panik. Bagaimana sayembara besok?
"Yang mulia ... Maafkan kami ... Anda mengalami paraplegia atau lumpuh kedua kaki ... Berita baiknya ... Anda hanya mengalami paraplegia sebagian. Paraplegia sebagian ( inkomplit ) memiliki peluang lebih tinggi untuk membaik dibandingkan paraplegia total, namun umumnya tidak dapat sembuh total secara instan. Pemulihan sangat bergantung pada tingkat keparahan, penyebab, dan kecepatan penanganan medis, di mana terapi intensif dapat meningkatkan fungsi gerak dan kualitas hidup. Kami akan melakukan operasi untuk mengurangi tekanan pada saraf, fisioterapi, dan rehabilitasi medik sangat krusial dalam memaksimalkan pemulihan."
Zayn hanya mengangguk. "Lakukan yang terbaik dok!"
***
Sheikh Muhammad bin Abdul Azis langsung lemas saat tahu putra bungsunya mengalami kelumpuhan dan harus menjalani operasi.
"Jadi lumpuh sebagian? Kaki saja? Pinggang keatas?" tanya Sheikh Muhammad.
"Alhamdulillah aman, yang mulia. Pangeran Zayn harus beristirahat sekitar tiga hari pasca operasi dan pemulihan di rumah," jawab dokter yang bertanggung jawab atas Zayn.
"Ya Allah ...." Sheikh Muhammad hanya bisa memegang pelipisnya. "Kenapa ini semua terjadi?"
***
Berita Zayn bin Abdul Azis mengalami kecelakaan, ditutup rapat-rapat oleh keluarga Abu Dhabi atas permintaan pria itu. Sheikh Muhammad dan istrinya, Maryam, tidak mau ada keributan sebelum sayembara.
"Sayang, kamu itu serius tidak mau publik tahu?" tanya Maryam sambil memijat kaki putranya agar tidak kaku.
"Sengaja, Umi. Aku jadi tahu siapa yang pantas menjadi pasanganku. Aku tahu, yang mau pasti antara kasihan tapi mau uang serta status sosial. Mungkin ini caranya Allah memperlihatkan pasangan aku yang terbaik."
Maryam hanya bisa menghela nafas panjang. "Umi berharap agar gadis itu tidak kecewa."
"Kalau kecewa berarti memang bukan dia," jawab Zayn.
***
London, Inggris
Hari ini Anette bersiap untuk pergi ke Abu Dhabi bersama dengan Richard dan Alisha. Meskipun Anette sudah 22 tahun, tapi kedua orang tuanya tetap menemani dirinya karena ingin tetap mempererat kerjasama Abu Dhabi dan Inggris. Brayden dan Adrienne mengantarkan mereka di bandara dan setelahnya keduanya harus kembali ke Buckingham untuk acara kerajaan.
"Jika kamu tidak cocok dengan Zayn, tidak usah dipaksa ya Net." Richard mengelus rambut hitam Anette yang diwariskan dari Alisha dan Zinnia. Kedua orangtuanya berada di kabin Anette.
"Ya ampun Daddy, ini kan macam Cinderella ... Aku hanya menikmati saja. Lagipula, sudah lama aku tidak jalan-jalan keluar Inggris," jawab Anette yang duduk di kursi kelas satu British Airways. Richard dan Alisha memang memilih memakai pesawat komersial untuk acara informal. Meskipun Louis sudah menawarkan memakai pesawat kerajaan, tapi tetap keduanya lebih suka low profile.
"Kita menginap dimana?" tanya Anette.
"Sepertinya JW Marriott." Alisha tersenyum ke arah Anette. "Sudah, kamu nikmati perjalanan ya?"
Richard dan Alisha kembali ke kabin masing-masing.
Anette menatap jendela pesawat dari kursinya dan tampak melamun. Menjadi princess yang tidak memiliki kekuasaan di kerajaan Inggris, membuat Anette lebih bebas menikmati hidupnya. Anette yang lembut seperti ibunya, lebih memilih kuliah di Faculty of Education di University of Cambridge. Di usia 20 tahun, Anette sudah menyelesaikan gelar sarjana dalam waktu tiga tahun dan program magister satu tahun. Anette lalu memilih bekerja menjadi guru TK karena dia sangat suka anak-anak.
Pihak sekolah tempat dia mengajar, tentu saja terkejut saat salah satu princess kesayangan Inggris dan Belgia, memilih profesi sebagai guru TK. Meskipun tidak enak, tapi akhirnya Anette bisa meyakinkan kepala sekolah serta direktur bahwa dia benar-benar serius bekerja. Anette pun menjadi guru di TK itu dan langsung disukai para muridnya. Para wali murid pun auto segan karena guru anak-anak mereka adalah seorang Princess. Anette tetap profesional dan membuat para wali murid respek dengan gadis itu.
"Cuti lama ini dari sekolah," gumam Anette sambil memejamkan mata.
***
Sehari di Abu Dhabi, Anette pun datang ke istana Abdul Azis bersama dengan kedua orang tuanya. Mereka saling bertemu dengan para bangsawan yang ikut datang dan Anette melihat banyak princess yang dikenalnya. Para gadis pun saling berbaur hingga Sheikh Muhammad bin Abdul Azis keluar bersama Maryam.
Pemimpin Abu Dhabi itu pun menyambut para tamu undangan dan terkejut saat melihat Nandara Blair datang bersama dengan putranya, Zayden.
"Nanda, kemana Zahira?" tanya Sheikh Muhammad.
"Maafkan aku Muhammad, Zahira lebih memilih untuk balapan ... Aku datang kemari untuk meminta maaf secara langsung padamu," jawab Nandara yang datang tanpa istrinya, Wening, yang diundang Fakultas Seni di Amity University untuk memberikan kuliah sebagai dosen tamu.
"Lho, Zahira tidak ikut?" tanya Richard yang datang menghampiri iparnya.
"Tidak. Lagi balapan di Dubai dan aku harus datang kemari karena anak itu!" kekeh Nandara. "Mana Anette?"
"Tuh, lagi bertemu putri dari Brunei." Richard melambaikan tangannya untuk memanggil Anette yang mengenakan gaun brokat warna hijau dan gadis itu berpamitan dengan putri dari Brunei Darussalam itu. Anette pun Salim ke para orang tua disana dan Maryam langsung suka dengan Anette.
"Maafkan saya, tadi asyik ngobrol dengan Noor. Kebetulan satu kampus di Cambridge tapi beda fakultas," ucap Anette dengan perasaan tidak enak.
"Tidak apa-apa. Oh, acara segera dimulai. Selamat menikmati," senyum Sheikh Muhammad. Keduanya berpamitan dan keluarga Blair dan Carrington saling berbincang hingga Sheikh Muhammad memperkenalkan putranya bungsunya.
Semua orang terkejut saat melihat Zayn keluar dengan menggunakan kursi roda.
"Ladies and gentlemen, inilah putra bungsu saya, Sheikh Zayn bin Abdul Azis."
Zayn menatap semua orang dan seperti dia duga, para gadis menatapnya dengan tatapan tidak suka. Mata hitam Zayn menyapu pemandangan di depan nya tapi ada satu gadis yang menatapnya dengan tatapan berbeda. Mata birunya seolah menatapnya dengan lembut.
Apakah dia adalah putri kacang polong itu? - batin Zayn.
***
Yuhuuu up Sore yaaaaaa gaeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
Aq sotoy
moga kamu bisa introspeksi diri dan masih bisa bertemu anakmu kelak
Betapa sakitnya hati Zafar
makanya jadi orang jangan seralah😅😅😅