Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.
Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2 - Polisi Idola
Rangga menatap pulpen itu, lalu mengambilnya. Dia merasa pulpen itu tidak asing. Pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi Rangga lupa dimana.
Untuk sekarang Rangga menyerahkan pulpen itu pada Usay. Mungkin saja ada sidik jari pelaku di sana. Karena rasanya tak mungkin pulpen mahal itu dibuang di tempat sampah. Seseorang pasti menjatuhkannya.
Setelah melakukan tugasnya di TKP, Rangga pulang ke rumah saat sore. Dia tinggal di rumah kontrakan sederhana. Rangga tinggal sendirian di sana.
Kini Rangga baru saja selesai menggoreng telur mata sapi. Itu adalah menu biasa ketika makan malam. Tambahannya Rangga hanya perlu kecap, nasi dan kerupuk.
Rangga makan dalam keheningan. Nama kakak iparnya yang dulu selalu menjaganya sering teringat. Namanya adalah Dita. Kadang Rangga merasa aneh kenapa dulu kakak iparnya lebih peduli dibanding kakak kandungnya sendiri.
Namun semenjak Rangga lolos jadi polisi, Dita menghilang entah kemana. Hal terakhir yang dilakukan perempuan itu adalah bicara dengan Rangga ditelepon. Selanjutnya, Dita bagaikan menghilang ditelan bumi.
Rangga sudah mencari Dita kemana-mana. Bahkan ke desa Sadewa, kampung halamannya dan Dita, akan tetapi Dita tidak ada. Teman-temannya juga tak tahu dimana perempuan tersebut.
Hilangnya Dita sudah berlangsung selama lima tahun, dan sampai sekarang Rangga berjuang mencarinya.
"Kau dimana, Kak?" gumam Rangga.
Selain sebagai kakak iparnya, Rangga juga mencintai Dita. Itulah alasan kenapa dia tak pernah bisa melupakan Dita hingga sekarang.
Tok... Tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Rangga berhenti makan dan segera membuka pintu. Dia melihat tetangganya datang sambil membawa mangkuk berisi makanan.
"Pasti lagi makan malam ya, Mas? Kebetulan aku masak rendang. Dimakan ya," ujar Septi. Dia merupakan janda cantik yang tinggal di sebelah rumah.
"Oh iya. Pas banget. Makasih ya, Mbak..." Rangga menerima rendang pemberian Septi.
"Nggak masalah." Septi tersenyum malu-malu. "Aku lihat kau baru pulang. Pasti capek. Mau dipijitin nggak? Biar pun begini, pijitanku enak loh," tawarnya.
"Nggak usah, Mbak. Aku nggak terlalu capek kok. Ya udah, makasih. Aku harus bersiap mau dinas lagi." Rangga tersenyum sambil perlahan menutup pintu. Selanjutnya dia mendengus lega.
Baru saja duduk ke kursi karena hendak melanjutkan makan, pintunya kembali diketuk. Terpaksa Rangga membuka pintu lagi. Kali ini yang datang adalah seorang gadis SMA bernama Cindy. Dia tinggal di seberang jalan.
"Kak Rangga. Aku punya sesuatu buat Kakak. Ini!" ucap Nindy sembari langsung memberikan sebuah kotak berbentuk hati. Setelah itu dia langsung berlari ke rumahnya.
Rangga mematung di tempat karena kebingungan. Karena Cindy memang selalu bersikap begitu. Kadang dia mengajak Rangga bicara, tapi mendadak kabur tanpa alasan.
Rangga menghela nafasnya dan kembali masuk ke rumah. Memang saat di rumah, seringkali pintunya diketuk dan didatangi tetangga. Anehnya hanya wanita saja yang datang.
Rangga sendiri tidak sadar betapa menariknya dia sebagai lelaki. Tampan, baik, dan berseragam. Banyak wanita yang menyukainya. Baik secara diam-diam atau terang-terangan.
Rangga buka kotak berbentuk hati pemberian Cindy. Isinya ternyata adalah kue brownies cokelat. Rangga jadikan itu makanan penutupnya malam itu.
Setelah selesai makan dan sholat magrib, Rangga pergi ke kantor lagi untuk bekerja. Kebetulan hari itu dia ada jadwal jaga malam bersama Beben.
Rangga menjadi orang pertama yang datang ke kantor. Tempat itu sepi karena semua orang sudah pulang. Tanpa diduga seseorang datang.
"Ada yang bisa dibantu, Mbak..." Rangga tercengang karena sosok di depannya adalah orang yang dia kenal.
"Rangga?" panggil orang itu.
udahlah gk mau aku jodoh"in lg,kumaha km we lah rangga rek dua" na ge teu nanaon,kesel
Untuk Dita & Astrid harus nyadar diri bahwa cinta tak harus memiliki & harus merelakan bahwa mereka berdua adalah masa lalu bukan masa depan Rangga & mereka berdua harus nyadar diri mereka gak bersih kelakuanya = Rangga 😄