NovelToon NovelToon
Maou Gakuin No Futekigousha: Valerius Sang Raja Iblis Kuno

Maou Gakuin No Futekigousha: Valerius Sang Raja Iblis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Reinkarnasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Takashi, seorang otaku yang mendalami cerita Maou Gakuin no Futekigousha, tiba-tiba bereinkarnasi ke dunia tersebut sebagai Raja Iblis Kuno Valerius yang memerintah ribuan tahun sebelum Anos Voldigoad. Valerius memiliki kekuatan tak terukur dan tujuan adalah mengakhiri perang antar ras melalui kekuatan dan diplomasi, membangun dasar untuk kerajaan iblis yang kuat. Namun, ia menyadari masa depan yang akan datang, di mana Anos akan lahir untuk melanjutkan warisan perdamaian. Valerius menghadapi pemberontakan dari bangsa iblis yang ekstrem dan ancaman dari ras lain, menggunakan kepintaran dan kekuatan untuk menaklukkan musuh, sembari menyimpan warisan yang akan diwariskan kepada penerusnya kelak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raja Kuno dan Penerusnya

Beberapa bulan kemudian, Anos Voldigoad memasuki Akademi Iblis yang dibagi menjadi Kelas Bangsawan (darah iblis murni) dan Kelas Campuran. Meskipun kekuatannya melampaui semua Raja Iblis, dia memilih Kelas Campuran untuk hidup sederhana dan melindungi teman tanpa perhatian berlebih. Pada hari pertama, di koridor yang ramai, suara bisu namun kuat menyapanya. Anos menoleh dan melihat pria muda rambut putih keperakan, mata ungu pekat, cakar runcing tersembunyi di seragam Kelas Bangsawan berbordir emas, dengan wajah dingin tanpa ekspresi.

“Siapa kamu?” tanya Anos dengan suara tegas, tidak menunjukkan rasa takut.

“Valerius,” jawab pria itu dengan nada datar, lalu berjalan pergi tanpa menunggu jawaban lagi. Anos mengerutkan kening, merasa nama itu terdengar akrab, tapi tidak dapat mengingat dari mana. Ia mengira Valerius hanya salah satu bangsawan iblis yang sombong dan tidak memberi perhatian lebih lanjut.

Di Kelas Bangsawan, Valerius dikenal dingin dan pendiam, selalu duduk di sudut ruangan membaca sejarah sihir iblis. Ketika siswa bangsawan mencoba mendekatinya untuk memanfaatkan status misteriusnya, tatapan dinginnya membuat mereka lari ketakutan. Kemampuannya terungkap saat uji sihir: ia dengan mudah menciptakan dinding batu besar, kekuatan hanya untuk iblis tingkat tinggi. Sementara itu, Anos di Kelas Biasa hidup bersemangat, berteman dengan Misha, sering melindungi mereka dari siswa bangsawan sombong. Saat ia mengajar teknik sihir dasar di halaman sekolah, sekelompok Kelas Bangsawan dipimpin Kael datang dan menertawakan mereka.

“Lihatlah mereka, berusaha belajar sihir seperti anak-anak kecil, Kelas Campuran tidak pantas berada di akademi yang sama dengan kita yaitu bangsawan iblis murni!” Katanya dengan suara sombong

Anos hanya tersenyum. “Jika kamu merasa begitu, cobalah melawan aku,” ajaknya dengan nada santai.

Kael marah dan mengeluarkan pedang berenergi gelap, menyerang Anos. Namun, sebelum pedangnya menyentuh Anos, sebuah dinding batu besar muncul di antara mereka, menangkis serangan itu dengan suara denting keras. Valerius berdiri di samping mereka, wajahnya masih dingin.

“Berhentilah,” katanya dengan nada datar. “Tidak ada gunanya berperang di akademi.”

Kael melihat Valerius dengan rasa takut, karena ia tahu kekuatan Valerius. Ia menghela nafas dan membuka jalan, bersama dengan teman-temannya. Anos menatap Valerius dengan rasa kagum. “Terima kasih,” katanya.

Valerius hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, lalu berjalan pergi lagi. Anos merasa penasaran dengan sosok dingin ini, tapi masih tidak dapat menghubungkannya dengan Raja Iblis Kuno yang ia temui di ruang rahasia.Beberapa minggu kemudian, akademi mengadakan ujian sihir antar kelas, di mana siswa dari berbagai kelas bersaing untuk menunjukkan kemampuan mereka. Anos, sebagai perwakilan Kelas Biasa, dan Valerius, sebagai perwakilan Kelas Bangsawan, menjadi sorotan utama. Pada babak akhir, Anos dan Valerius harus melawan satu sama lain. Koridor ujian dipenuhi dengan siswa dan guru yang menyaksikan pertarungan. Valerius berdiri dengan postur tegak, wajahnya tetap dingin. Anos tersenyum, siap untuk menunjukkan kekuatannya.

“Mari kita mulai,” katanya.

Valerius segera mengangkat tangan, menciptakan beberapa bola api gelap yang terbang menuju Anos. Anos dengan mudah menghindari mereka, lalu mengeluarkan serangan sihir yang kuat. Namun, Valerius membentuk perisai sihir yang menangkis serangan itu dengan mudah. Pertarungan berlangsung selama beberapa menit, dengan kedua pihak menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Guru-guru terkejut, karena mereka tidak pernah melihat siswa dengan kekuatan seperti ini.

Pada akhirnya, Anos menggunakan serangan sihir khusus yang membuat Valerius sedikit terkejut. Namun, Valerius segera menanggapi dengan serangan yang lebih kuat, membuat tanah bergetar. Anos tersenyum dan menghentikan serangannya.

“Kamu kuat,” kata Valerius sambil mengangguk pelan.

“Kamu juga,” jawabnya dengan nada datar. Pertarungan dihentikan dengan hasil seri, dan siswa-siswa memberikan tepuk tangan yang meriah. Namun, Valerius segera berjalan pergi tanpa menunggu apapun, meninggalkan Anos yang penasaran.

Beberapa hari kemudian, Anos sedang menjelajahi perpustakaan akademi ketika menemukan buku tentang sejarah Raja Iblis Kuno. Di dalam buku, ada gambar Valerius dengan rambut putih keperakan dan mata ungu pekat. Anos terkejut, karena gambar itu sama dengan siswa Kelas Bangsawan yang ia temui. Ia membaca teks di bawah gambar: Valerius, Raja Iblis Kuno yang membangun kerja sama antar ras ribuan tahun yang lalu. Ia tidur panjang untuk menyimpan warisannya untuk penerusnya.

Anos segera menyadari bahwa Valerius yang ada di akademi adalah sosok yang ia temui di ruang rahasia. Ia berlari ke Kelas Bangsawan untuk mencari Valerius. Ketika ia tiba, Valerius sedang duduk di sudut kelas membaca buku.

“Valerius, Kamu adalah Raja Iblis Kuno yang aku temui di ruang rahasia, bukan?” panggil Anos dengan suara tegas.

Valerius menoleh dan melihat Anos dengan mata yang dingin, tapi ada sedikit senyum di sudut mulutnya. “Ya, Aku bangun dari tidur panjang untuk melihatmu melanjutkan warisan perdamaian yang aku bangun. Aku masuk ke akademi untuk mengawasimu dan memastikan bahwa kamu tidak menyimpang dari jalur yang benar.” jawabnya dengan nada datar.

Anos mengerutkan kening. “Mengapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya?”

“Karena kamu harus menemukannya sendiri, Dan kamu telah menunjukkan bahwa kamu layak menjadi penerusku. Kamu menggunakan kekuatanmu untuk melindungi yang lemah dan mempromosikan perdamaian, bahkan jika kamu tidak menyadarinya.”

jawab Valerius dengan datar.

Anos tersenyum. “Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”

Valerius berdiri dan menatap jendela, melihat langit yang cerah. “Kita akan terus membangun kerja sama antar ras, Aku akan tetap di akademi untuk membantu kamu, meskipun aku akan tetap menjaga sifatku yang dingin. Tidak semua orang perlu tahu siapa aku sebenarnya.” katanya dengan nada yang sedikit lebih hangat.

Sejak itu, Anos dan Valerius bekerja sama secara diam-diam. Valerius menggunakan kekuatannya untuk melindungi akademi dari ancaman ekstremis yang masih ada, sementara Anos terus hidup sebagai siswa Kelas Biasa, melindungi teman-temannya dan mempromosikan perdamaian antar kelas. Meskipun Valerius tetap sangat dingin dan jarang berbicara, Anos tahu bahwa dia memiliki pendukung yang kuat di belakangnya—seorang Raja Iblis Kuno yang telah membangun warisan perdamaian yang akan terus hidup melalui dirinya.

Suatu hari, ketika mereka sedang berbicara di ruang rahasia di bawah istana akademi, Valerius menatap Anos dengan mata yang serius. “Kamu akan menghadapi banyak tantangan di masa depan, tetapi jangan lupa, perdamaian tidak mudah, tapi itu layak untuk diperjuangkan. Gunakan kekuatanmu dengan bijak.”

Anos mengangguk. “Aku akan memastikan bahwa warisanmu tetap hidup,” jawabnya dengan suara tegas.

Valerius tersenyum tipis. “Aku tahu kamu akan melakukannya, penerusku.”

Beberapa hari setelah itu, aktivitas akademi kembali berjalan seperti biasa. Pada sore hari, Anos sedang duduk di halaman sekolah, mengajari Misha teknik sihir pengendalian api yang aman, ketika Sasha Necron mendekat dengan langkah tegas, wajahnya tetap dingin namun dengan sedikit rasa penasaran.

“Anos, Aku melihatmu berbicara dengan Valerius dari Kelas Bangsawan kemarin. Dia adalah orang yang sangat tertutup—bagaimana kamu bisa dekat dengannya?” ujar Sasha dengan nada datar,

Anos tersenyum sambil terus mengamati gerakan tangan Misha. “Kita hanya memiliki beberapa pembicaraan, Dia tidak seburuk yang orang pikirkan.”

jawabnya dengan santai.

Sasha mengerutkan kening. “Valerius? Orang yang selalu duduk di sudut kelas dan membuat orang lain takut hanya dengan tatapannya? Aku tidak percaya kamu bisa akrab dengan dia.”

Tepat saat itu, Valerius muncul dari arah koridor, berjalan dengan langkah lambat dan wajahnya tetap dingin. Ia berhenti di samping Anos, tanpa memperhatikan Sasha. “Anos, Ada informasi tentang sekelompok ekstremis yang berencana menyerang bagian belakang akademi malam ini. Kita perlu mempersiapkan diri.” ujarnya dengan nada datar,

Anos mengangguk. “Baik. Kita akan menangani itu nanti.”

Sasha terkejut melihat interaksi mereka. Valerius, yang biasanya tidak berbicara dengan siapapun selain untuk menolak pendekatan, tampak sangat akrab dengan Anos—bahkan memberikan informasi penting secara langsung. “Tunggu Kalian bekerja sama?, dan lagi apa itu ekstremis?” ujar Sasha dengan suara sedikit terkejut

Valerius menatap Sasha dengan mata ungu pekat yang dingin, membuatnya merasa sedikit tertekan. “Itu tidak ada urusannya denganmu,” jawabnya dengan nada datar. Namun, sebelum ia berjalan pergi, ia menambah, “Tetapi jika kamu ingin membantu melindungi akademi malam ini, kamu bisa bergabung. Tapi jangan menghalangi kita.”

Sasha terkejut lagi. Valerius jarang memberikan izin kepada orang lain untuk bergabung dalam rencananya. Ia menatap Anos dengan tatapan penasaran. “Apa yang kamu lakukan untuk membuat dia mempercayaimu?”

Anos hanya tersenyum. “Cukup berbicara dengan dia dengan jujur,” jawabnya. “Sekarang, mari kita persiapkan untuk malam ini. Misha, kamu tetap di dalam akademi ya.”

Misha mengangguk dengan senyum lembut. “Baik, Anos. Hati-hati.”

Malam itu, Anos, Valerius, dan Sasha menyembunyikan diri di balik semak-semak dekat bagian belakang akademi. Tidak lama kemudian, sekelompok lima ekstremis iblis muncul, membawa pedang berenergi gelap dan siap menyerang gedung penyimpanan sihir.

“Mari kita hancurkan semua yang mereka bangun!” teriak salah satu ekstremis.

Valerius segera mengangkat tangan, menciptakan dinding batu besar yang menyekat jalan ekstremis. Anos melompat keluar, menyerang dengan serangan sihir yang kuat namun tidak mematikan. Sasha juga bergabung, menggunakan teknik sihir es untuk mengikat kaki salah satu ekstremis.

Setelah beberapa menit, ekstremis itu dikalahkan dan diusir. Valerius berdiri dengan postur tegak, wajahnya tetap dingin. “Mereka tidak akan kembali segera, tetapi kita harus tetap waspada.”

Sasha menatap Valerius dengan rasa kagum dan kebingungan. “Kamu bekerja dengan sangat baik bersama Anos, aku tidak pernah menyangka orang se dingin kamu bisa berkerjasama dengan orang lain.”

Valerius hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. “Anos adalah penerusku,” jawabnya dengan nada yang sedikit lebih hangat, sebelum berjalan pergi kembali ke akademi.

Sasha menatap Anos. “Penerus? Apa maksudnya?”

Anos tersenyum dan menepuk bahu Sasha. “Nanti aku akan jelaskan, Sekarang, mari kita kembali. Kita butuh istirahat untuk besok.”

1
BUBBLEBUNY
👍👍👍
Demon Venerable
makasih Thor udah up😘
Carolline2011
semangat thor^^
Carolline2011
Lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!