NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:887k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Bayar ganti rugi

.

Safitri semakin kesal melihat Raka dan Amelia semakin dekat. Ia ingin melakukan sesuatu untuk memberikan pelajaran pada Amelia. Tapi apa? Hingga kemudian satu rencana jitu muncul di otaknya. Tak hanya akan menjadi pelajaran bagi Amelia tapi juga Bu Sukma.

Tapi bagaimana caranya? Ia tidak bisa bertindak sendiri. Karena itu, ia memutuskan untuk mencari bantuan dari luar.

Ketika malam tiba, Safitri diam-diam keluar rumah. Ia membawa sebuah amplop tebal berisi uang dan sebotol obat rumput yang sangat mematikan, yang ia curi dari persediaan obat tanaman milik ayahnya. Ia berjalan menuju sebuah rumah kecil di ujung desa, tempat seorang pria miskin bernama Barjo biasa berkumpul dengan teman-temannya.

Safitri membayar Barjo untuk merusak sawah Bu Sukma. Barjo adalah orang yang nekat dan tidak takut melakukan apapun demi uang. Ia menjanjikan sejumlah uang yang cukup besar kepada Barjo jika ia berhasil merusak tanaman padi Bu Sukma dengan obat rumput itu.

"Ini uang muka untukmu," ucap Safitri sambil menyerahkan amplop itu kepada Barjo. "Dan ini obat rumputnya. Pastikan semua tanaman padi Bu Sukma mati dalam semalam. Setelah pekerjaan selesai, aku akan memberikan sisanya."

Barjo menerima amplop dan botol itu dengan senyum licik. Matanya berbinar melihat tumpukan uang di dalamnya. "Jangan khawatir, Neng," ucapnya dengan nada serak. "Pekerjaan ini akan selesai dengan sempurna."

Setelah Safitri pergi, Barjo berunding dengan temannya. “Kita kerjakan nanti pas tengah malam saja," ucapnya. “Jangan lupa bawa tangki semprot!"

Ketika semua orang sedang terlelap bergelung selimut, mereka pergi ke sawah Bu Sukma. Mereka membawa botol obat rumput yang diserahkan oleh Safitri. Mereka menyelinap masuk ke sawah Bu Sukma dan mulai menyemprotkan obat rumput itu ke tanaman padi yang baru saja mulai berbunga.

"Aku tidak punya dendam denganmu, Bu Sukma," bisik Barjo sambil melangkah di antara rumpun padi. "Tapi aku suka dengan uang merah yang banyak.”

Setelah selesai menyemprotkan obat rumput, Barjo dan temannya bergegas meninggalkan sawah itu dan kembali ke rumah. Mereka merasa senang dan puas karena telah berhasil menjalankan aksinya.

Keesokan harinya, Bu Sukma yang pergi ke sawah untuk memetik cabai yang ada di pematang, terkejut saat melihat tanaman padinya layu. Daun-daunnya berubah menjadi coklat kehitaman.

"Ya Allah Gusti, apa yang terjadi dengan padiku?”

Suara teriakan histeris Bu Sukma memantik para petani yang sedang berada di sawah masing-masing berdatangan dan memeriksa tanaman padi Bu Sukma.

“Ya ampun, kok bisa kaya gini padimu, Bu?”

Mereka terkejut saat melihat kondisi sawah Bu Sukma. Pasalnya, baru kemarin sore mereka ngobrol bersama di pematang sawah, dan padi Bu Sukma masih baik-baik saja.

"Kalau ini jelas obat rumput ini,” pekik yang lain.

"Siapa yang tega melakukan ini?" gerutu Pak Karto dengan nada marah. "Ini sudah keterlaluan! Kalau disemprot obat rumput begini, bukan cuma layu, tapi mati semua!"

Para petani saling berpandangan dengan tatapan penuh curiga. Mereka menduga, ada seseorang yang sengaja merusak tanaman padi Bu Sukma.

.

Amelia yang sudah berada di kantor desa, terkejut saat seorang tetangga datang dan mengabarkan bahwa Bu Sukma sedang menangis di sawah. Ia pun bergegas pergi ke sawah diantarkan oleh Raka.

Di balik meja kerjanya, Safitri tersenyum puas.

.

Sesampai di sawah, Amelia mencoba menenangkan Bu Sukma. Melihat sekilas saja ia tahu jika itu adalah efek obat rumput.

"Ini benar-benar keterlaluan," ucap Raka dengan nada geram saat melihat kondisi tanaman padi Bu Sukma. "Siapa yang tega melakukan ini?"

"Ini pasti perbuatan orang yang sengaja merusak, Mas," ucap Amelia. "Lihat, tanaman padinya disemprot obat rumput. Ini obat rumput yang sangat kuat, Mas. Padi ibuku tidak akan bisa diselamatkan. Nanti siang saat matahari terik, padi ini akan wassalam."

Raka mengepalkan tangannya dengan geram. Ia merasa sangat marah dan bertekad untuk mencari tahu siapa pelaku perusakan tanaman padi Bu Sukma.

Namun, Raka bingung harus memulai penyelidikan dari mana. Tidak ada saksi mata, tidak ada petunjuk apapun yang bisa ia gunakan. Ia merasa frustasi karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Bu Sukma dan Amelia.

Ketika kondisi sawah Bu Sukma semakin menjadi perbincangan dari mulut ke mulut, dan bahkan terdengar hingga desa sebelah, tiba-tiba sebuah video tiba-tiba muncul di grup RT tempat Bu Sukma tinggal.

Entah siapa pengirimnya, yang jelas video itu berisi rekaman pertemuan dan percakapan antara Safitri dengan Barjo di rumah Barjo. Ada rekaman saat Barjo membuka amplop berisi uang dari safitri. Ada juga rekaman aksi Barjo dan teman-temannya saat menyemprotkan obat rumput di sawah Bu Sukma. Kualitas video itu cukup jelas, sehingga wajah semua yang terlibat, terlihat dengan sangat jelas.

Video itu langsung membuat geger seluruh warga desa. Semua orang terkejut dan marah melihat perbuatan Safitri dan Barjo. Mereka tidak menyangka, Safitri yang selama ini dikenal sebagai gadis yang baik dan sopan, ternyata bisa melakukan perbuatan sekeji itu.

Raka langsung menyuruh dua orang untuk memanggil Barjo dan Safitri yang ternyata sudah tidak berada di kantor.

Di pendopo kantor desa, suasana terasa tegang. Raka duduk di kursi kepala desa dengan raut wajah serius. Di hadapannya, duduk Safitri, Barjo, Bu Sukma, Amelia, dan beberapa perangkat desa. Dan Juragan Barnowo yang datang mendampingi anaknya.

Raka membuka suara dengan nada tegas. "Safitri, kenapa kamu tega menyuruh Barjo untuk merusak sawah Bu Sukma?"

Safitri menggelengkan kepalanya dengan panik. "Tidak, Mas Raka! Saya tidak melakukan itu! Video itu palsu! Itu fitnah!" ucap gadis itu dengan berlinang air mata.

Namun, Raka tidak terpengaruh. Ia memutar video tersebut di layar besar yang ada di balai desa. Semua orang bisa melihat dengan jelas, bagaimana Safitri menyerahkan uang dan botol obat rumput kepada Barjo.

Safitri terdiam membisu. Ia tidak bisa mengelak lagi, karena wajahnya terekam dengan sangat jelas di dalam video tersebut.

"Safitri, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Bu Sukma dengan nada sedih dan kecewa. "Apa salah saya sama kamu?"

Safitri menundukkan kepalanya. Tangannya terkepal erat, wajahnya sama sekali tak menampakkan rasa penyesalan.

Juragan Barnowo menggeram marah melihat perbuatan Safitri yang telah merusak reputasinya.

"Kamu bodoh, Safitri!" bentak Juragan Barnowo dengan nada geram. "Kamu sudah membuat malu keluarga kita!"

Raka menatap Safitri dengan tatapan dingin. "Safitri, kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu," ucapnya tegas. "Kamu sudah merugikan Bu Sukma dan membuat kekacauan di desa ini."

Raka kemudian menoleh ke arah Amelia. "Amel, aku serahkan keputusannya padamu," ucapnya. "Kamu yang berhak menentukan hukuman apa yang pantas untuk Safitri, karena kamu dan Bu Sukma yang dirugikan."

Amelia berdiri dan menatap Safitri dengan tatapan dingin.

"Safitri," ucap Amelia dengan nada tenang. "Aku memberikanmu dua pilihan. Bayar ganti rugi kepada ibuku senilai hasil panen padi seluas seperempat hektar sawah, atau aku akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Pilihan ada di tanganmu.”

Suara Amelia tetap tenang namun menusuk. Gadis itu sudah berunding dengan Bu Sukma sebelumnya. Sawah Bu Sukma yang dirusak oleh Safitri memang seluas seperempat hektar.

Safitri menatap Amelia dengan amarah yang membara.

Juragan Barnowo yang mendengar tuntutan Amelia maju ke depan dan berbicara dengan nada membujuk.

"Nak Amelia, sudahlah. Aku mohon, maafkan Safitri. Dia sudah mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya. Mungkin dia hanya berniat main-main saja."

Amelia menatap Juragan Barnowo dengan tatapan dingin. “Main-main? Dengan menghancurkan tanaman orang? Jika ada orang yang melakukan hal itu pada sawah Juragan, apa Juragan akan memaafkan?"

Juragan Barnowo terkejut mendengar jawaban Amelia. Tadinya dia pikir Amelia hanya seorang gadis lemah, karena Safitri selalu mengatakan kalau Amelia hanya seorang mantan pembantu. Mengganti kerugian setara hasil panen padi seperempat hektar sawah? Bisa dia bayangkan berapa juta yang harus ia keluarkan. Ia tidak rela.

“Tapi, Nak Amelia…”

"Maaf, Juragan," sela Amelia dengan nada dingin. "Itu sudah sangat sepadan dengan kerugian yang kami tanggung. Bayar ganti rugi, atau saya akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Terserah bagaimana Anda akan mengatur ini dengan pak Barjo. Karena dia yang menjadi eksekutor.”

1
Tyaga
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!