NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebohongan yang terus berlanjut

Kantin kampus hari itu terasa lebih penuh dari biasanya. Aroma kopi filter dan roti gandum menyeruak di antara obrolan mahasiswa dalam berbagai bahasa. Di salah satu sudut meja kayu panjang, sebuah pemandangan yang sudah menjadi rahasia umum bagi mahasiswa di sana kembali tersaji.

Atlas duduk di tengah, tangannya merangkul bahu Clarissa, sementara tangan lainnya sibuk mengupas jeruk untuk diletakkan di piring Kaylee.

"Gue serius, Kay. Lo harus coba ikut student exchange ke Italia semester depan," ucap Clarissa sambil menyesap latte-nya. Matanya yang cantik menatap Kaylee, mencoba ramah namun ada kilatan selidik di sana. "Atlas bilang lo jenius di kelas desain, tapi lo terlalu menutup diri di mansion."

Kaylee tersenyum tipis, senyum aman miliknya. "Helsinki masih terlalu nyaman buat gue tinggalkan, Clar. Lagipula, jadwal kuliah gue lagi padat-padatnya."

"Tuh kan, gue bilang juga apa," sahut Atlas sambil menyikut Kaylee pelan. "Dia ini si ambisi yang takut patah hati. Clar, lo tahu nggak? Semalam dia hampir begadang cuma buat nyelesein sketsa, padahal gue udah maksa dia tidur."

Clarissa tertawa, tapi tawanya tidak sampai ke mata. "Oh ya? Jadi kalian begadang bareng lagi di mansion? Seru ya, punya sahabat yang selalu ada 24 jam."

Suasana mendadak menjadi sedikit kaku. Kaylee bisa merasakan sindiran halus dalam nada bicara Clarissa. Sebagai sesama wanita, Kaylee tahu Clarissa mulai merasakan ada yang tidak beres dengan intensitas hubungan mereka, meskipun alasan saudara dan trauma selalu menjadi tameng yang tak tertembus.

"Kaylee itu tanggung jawab gue, Clar. Apalagi kalau nyokapnya lagi keluar kota," jelas Atlas dengan nada santai, seolah tidak ada beban. "Gue udah janji sama bokapnya dulu buat jagain dia."

Atlas kemudian menoleh ke arah Kaylee, tangannya berpindah dari bahu Clarissa untuk mengacak rambut Kaylee dengan gemas. "Lo udah makan jeruknya? Jangan cuma di pandangin. Lo butuh vitamin supaya nggak sakit selama gue fokus nemenin Clarissa minggu ini."

Kaylee menunduk, memasukkan potongan jeruk itu ke mulutnya. Rasanya asam, tapi tidak seasam perasaannya saat ini. "Iya, bawel. Gue bukan anak kecil lagi, Atlas."

"Buat gue, lo tetap anak kecil yang nangis waktu jatuh dari sepeda di sekolah internasional dulu," balas Atlas sambil tertawa lepas.

Clarissa berdehem cukup keras, mengalihkan perhatian Atlas kembali padanya. "Atlas, nanti malam jadi kan kita ke perayaan di pusat kota? Cuma berdua?"

Atlas terdiam sebentar, lalu menatap Kaylee seolah meminta izin secara tidak sadar. Kaylee, dengan akting yang sudah mencapai level sempurna, langsung mengangguk sambil menatap ponselnya.

"Pergi aja, At. Gue ada kuis online jam 8 malam. Jangan ganggu gue dulu," kata Kaylee tanpa nada cemburu sedikit pun.

"Oke, kalau gitu," jawab Atlas tenang.

Di bawah meja, tangan Kaylee meremas ujung jaketnya hingga kukunya memutih. Di depannya, Atlas mencium pelipis Clarissa sebagai tanda terima kasih, sementara di dalam hati Kaylee, kebohongan itu mulai terasa semakin mencekik. Ia mencintai Atlas, ia benci Clarissa, tapi ia harus berpura-pura mencintai keduanya sebagai sahabat yang baik.

Matahari musim dingin mulai terbenam di balik gedung-gedung universitas, menyisakan langit berwarna ungu pucat di atas Helsinki. Kaylee baru saja keluar dari gedung dengan langkah gontai. Pikirannya masih dipenuhi bayangan Atlas dan Clarissa di kantin tadi, bagaimana tangan Atlas berpindah dengan begitu alami di antara mereka berdua.

"Kaylee! Hei, rakas!" (Hei, sayang - sebutan akrab di Finlandia).

Kaylee menoleh. Di ujung jalan setapak, Atlas berdiri di samping Volvo peraknya. Ia melambaikan tangan dengan mata yang berbinar terang, seolah-olah melihat Kaylee adalah bagian terbaik dari harinya. Atlas berlari kecil menghampirinya.

Saat sudah dekat, Atlas langsung menyadari perubahan aura di wajah sahabatnya itu. "Kenapa, hm? Wajahnya ditekuk gitu kayak kertas sketsa nggak terpakai."

Tanpa canggung, di tengah keramaian mahasiswa yang berlalu-lalang, Atlas menarik Kaylee ke dalam pelukannya sebentar, lalu mendaratkan ciuman lembut di pucuk kepala Kaylee. Sebuah ritual yang bagi Atlas adalah cara menenangkan adik kecilnya, namun bagi Kaylee adalah sengatan listrik yang melumpuhkan akal sehatnya.

"Kelasnya buruk hari ini? Dosen lo kritik karya lo lagi?" tanya Atlas lembut. Ia lalu menyentil ujung hidung Kaylee dengan gemas.

"Jangan ditekuk gitu dong. Cantiknya hilang, nanti nggak ada cowok yang berani deketin lo, eh, lupa, kan lo emang nggak mau dideketin."

Kaylee hanya bisa mendengus kecil, berusaha menyembunyikan getaran di hatinya. "Gue cuma capek, At. Ayo pulang."

Di koridor lantai dua, Clarissa berdiri membeku dengan buku-buku yang ia peluk erat di dada. Ia menyaksikan semuanya. Bagaimana Atlas berlari mengejar Kaylee, bagaimana cara Atlas menatap Kaylee dengan binar yang tidak pernah ia lihat saat mereka hanya berdua, dan ciuman di kepala itu...

"Clar, lo lihat itu?" tanya Milla, salah satu teman kampus Clarissa yang ikut memperhatikan dari jendela.

Clarissa hanya diam, bibirnya terkatup rapat.

"Gue udah bilang, jangan kaget," sambung teman satunya lagi sambil menepuk bahu Clarissa. "Di kampus ini, semua orang tahu Atlas dan Kaylee itu paket lengkap. Mereka emang saudara, tapi kadang orang awam bakal ngira mereka pengantin baru. Atlas emang seromantis itu sama Kaylee. Lo harus biasa kalau nggak mau sakit hati sendiri."

"Tapi... itu berlebihan untuk sekadar sahabat, kan?" bisik Clarissa dengan suara bergetar.

"Itu cara Atlas jagain dia sejak ayahnya meninggal, Clar. Kaylee itu dunianya Atlas. Kalau lo mau sama Atlas, lo harus terima kalau di hidupnya, Kaylee adalah prioritas pertama, dan pacar... ya, mungkin Nomor Dua."

Di dalam mobil yang hangat, Atlas menyalakan pemanas dan memutar lagu indie Finlandia yang tenang. Ia melirik Kaylee yang menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, menatap butiran salju yang mulai turun lagi.

"At," panggil Kaylee pelan.

"Ya?"

"Tadi... Clarissa nggak marah lo jemput gue?"

Atlas tertawa remeh, tangannya lincah memutar kemudi. "Marah kenapa? Dia tahu kita gimana. Dia paham kok kalau lo lagi sendiri di mansion, gue harus jagain lo. Lo itu prioritas gue, Kay. Selalu."

Kaylee memejamkan mata. Kata prioritas itu seharusnya terdengar indah, tapi di telinganya, itu terdengar seperti vonis penjara seumur hidup dalam sebuah kebohongan yang sempurna.

"Gue tidur sebentar ya, At. Bangunin kalau sudah sampai rumah," bisik Kaylee.

Atlas mengulurkan tangan kirinya, mengusap kepala Kaylee pelan saat mereka berhenti di lampu merah. "Tidurlah, Princess. Gue di sini."

Dan di sana, di balik kelopak mata yang tertutup, Kaylee membiarkan satu tetes air mata yang sangat kecil jatuh dan terserap ke dalam syalnya, sebuah rahasia yang tidak akan pernah Atlas temukan.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading😍

1
falea sezi
uda end kahh
falea sezi
bagus np sepi like
falea sezi
baguss
falea sezi
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
falea sezi
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
falea sezi
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!