NovelToon NovelToon
ABU DARI SIKLUS ABADI

ABU DARI SIKLUS ABADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi Isekai
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Varss V

Ash adalah pria dari dunia lain yang datang tanpa misi heroik. Ia bercanda, bertarung, dan bertahan hidup dengan cara yang terasa terlalu santai untuk dunia yang penuh perang dan kebohongan. Namun di balik tawanya, ada sesuatu yang tersegel di dalam dirinya kekuatan purba yang mulai bangkit setiap kali ia kehilangan. Saat konflik antar kerajaan, malaikat, Naga, dan iblis memanas, Ash terjebak di pusat siklus kehancuran yang jauh lebih tua dari peradaban mana pun. Semakin kuat ia menjadi, semakin tipis batas antara manusia dan monster. Pada akhirnya, dunia tidak hanya bertanya apakah Ash bisa menyelamatkan mereka, tetapi apakah ia masih Ash yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varss V, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# BAB 30 - QUEST INVESTIGASI

Pagi datang dengan kabut tipis yang menyelimuti jalan keluar Vairlion.

Ash menarik tali ransel di punggungnya, memastikan semua perbekalan sudah aman. Roti kering, botol air, pisau cadangan, obat luka sederhana, dan satu buku catatan kecil untuk mencatat temuan nanti.

Eveline sudah siap lebih dulu, seperti biasa. Dia berdiri di gerbang kota dengan postur santai tapi mata waspada, mengamati setiap orang yang lewat. Kebiasaan assassin yang tidak pernah hilang.

Razen datang paling akhir sambil menguap lebar. "Kenapa sih quest harus pagi pagi begini..."

"Karena kalau siang, jejak sudah hilang," jawab Eveline kering. "Dan kalau malam, kita tidak bisa lihat apa apa."

"Aku tahu. Aku cuma komplain." Razen mengecek pedangnya, memastikan tidak ada karat. "Investigasi caravan hilang ya. Terakhir kali aku dapat quest sejenis, ternyata yang ambil caravan itu bandit bodoh yang ninggalin jejak dimana-mana."

"Semoga kali ini semudah itu," ucap Ash sambil mulai berjalan.

Mereka bertiga melewati gerbang utara Vairlion. Penjaga gerbang hanya mengangguk singkat, sudah hapal dengan wajah-wajah adventurer yang sering keluar masuk.

Jalan menuju hutan utara tidak terlalu jauh. Sekitar dua jam jalan kaki dengan kecepatan normal. Medannya cukup datar, hanya sesekali naik turun di perbukitan kecil.

Udara pagi terasa segar. Embun masih menempel di rerumputan pinggir jalan. Burung-burung berkicau dari pepohonan. Sesekali terdengar suara sungai kecil yang mengalir di kejauhan.

Damai.

Terlalu damai untuk quest investigasi yang melibatkan caravan hilang.

"Aku tidak suka ini," gumam Eveline sambil berjalan. "Terlalu tenang."

"Kau selalu bilang begitu," ucap Ash. "Bahkan waktu kita cuma ambil quest kumpulin bunga."

"Karena sesuatu yang terlalu tenang biasanya pertanda buruk akan datang."

Razen tertawa. "Kau terlalu paranoid, Eveline. Kadang-kadang tenang ya memang tenang. Tidak ada konspirasi di balik setiap semak."

Eveline tidak menjawab, tapi tangannya tetap dekat dengan belati tersembunyi di pinggangnya.

Mereka berjalan dalam diam sebentar. Ash menatap pemandangan sekitar sambil mencoba ingat pelajaran dari Violet tentang cara deteksi mana di alam.

Konsentrasi. Rasakan aliran mana di udara. Cari yang tidak normal.

Dia menutup mata sebentar sambil tetap berjalan. Merasakan. Mana di hutan ini terasa... normal. Mengalir alami seperti sungai kecil. Tidak ada gangguan besar.

Tapi ada sesuatu. Samar. Seperti riak kecil di air yang tenang.

"Ada yang aneh," ucap Ash sambil membuka mata.

Razen langsung waspada. "Apa?"

"Mana di area depan... sedikit terganggu. Tidak parah. Tapi ada."

Eveline mengerutkan kening. "Gangguan mana bisa dari banyak hal. Monster, sihir yang baru dipakai, atau bahkan cuma pohon tua yang mati."

"Atau bisa juga caravan yang kita cari," tambah Razen. "Ayo kita periksa."

Mereka mempercepat langkah.

---

Dua puluh menit kemudian, mereka menemukan caravan.

Atau lebih tepatnya, sisa-sisa caravan.

Tiga kereta kayu tergeletak di pinggir jalan, sebagian terbakar, sebagian hancur. Barang dagangan berserakan di mana-mana. Kain, biji gandum, beberapa guci pecah dengan isi yang sudah tumpah ke tanah.

Tidak ada mayat.

Itu yang paling aneh.

Razen berjongkok di dekat salah satu kereta yang terbakar. Abu masih hangat. "Ini terjadi tidak lama. Mungkin dua atau tiga hari."

Eveline sudah berkeliling, mengecek jejak di tanah. "Ada jejak kaki. Banyak. Ukuran berbeda beda. Sebagian sepatu boot, sebagian... cakar?"

Razen mendekat ke jejak yang Eveline tunjuk. Dia mengerutkan kening. "Ini jejak wolf. Tapi lebih besar dari wolf biasa. Dan..." dia menyentuh tanah di sekitar jejak. "Ada residu mana gelap di sini."

Ash langsung waspada. "Mana gelap? Seperti sihir gelap?"

"Tidak. Lebih seperti... corrupted mana. Mana yang sudah tercemar sesuatu." Razen berdiri. "Aku pernah lihat ini sebelumnya. Di LightOrder, kami diajarkan tentang monster yang terinfeksi mana gelap. Mereka jadi lebih agresif, lebih kuat, dan kehilangan akal sehat."

"Corrupted wolves," gumam Eveline. "Aku dengar tentang itu. Monster rank C yang harusnya cuma berburu untuk makan, tapi kalau terinfeksi mana gelap, mereka jadi berburu untuk membunuh."

Ash menatap hutan di sekitar mereka. Pepohonan lebat. Bayangan gelap di antara semak-semak. Terlalu banyak tempat untuk bersembunyi.

"Kalau caravan diserang corrupted wolves, dimana mayatnya?" tanya Ash.

Eveline berjalan ke semak-semak di tepi jalan. Dia berjongkok, mengamati sesuatu. "Ada jejak darah. Tertarik ke arah hutan. Sepertinya korban... dibawa."

"Dibawa untuk dimakan nanti," ucap Razen dengan nada datar. "Corrupted wolves suka simpan mangsa hidup-hidup untuk... yah, kau tahu."

Ash merasa perutnya bergejolak. "Jadi ada kemungkinan korban masih hidup?"

"Kemungkinan nya kecil. Tapi ada harapan." Razen mengecek pedangnya lagi. "Kita ikuti jejak ini. Ada kemungkinan mereka masih hidup, kita harus cepat."

Mereka bertiga memasuki hutan, mengikuti jejak darah dan jejak cakar yang tertinggal di tanah.

---

Hutan utara jauh lebih gelap dari yang Ash bayangkan.

Meski matahari sudah naik cukup tinggi, cahaya yang masuk ke hutan terhalang oleh kanopi pohon yang lebat. Udara terasa lembab dan dingin. Suara burung yang tadi ramai, sekarang hilang.

Hening.

Terlalu hening.

Eveline berjalan paling depan, mengikuti jejak dengan mata tajam. Ash di tengah, tangan siap dengan mana. Razen paling belakang, menjaga agar tidak ada yang mengikuti dari belakang.

Formasi standar untuk misi placakan

"Jejak makin segar," bisik Eveline. "Kita semakin dekat."

Ash mencium bau anyir di udara. Bau darah bercampur dengan bau busuk. Perutnya kembali bergejolak tapi dia tahan.

Mereka sampai di gua kecil.

Dan di sana, mereka menemukan sarangnya.

Gua kecil di sisi tebing batu. Di depan gua, tulang-tulang berserakan. Sebagian masih baru, masih ada daging menempel. Sebagian sudah lama, putih bersih.

Dan di dekat mulut gua, tiga ekor wolf raksasa tidur.

Bulu mereka hitam pekat dengan urat-urat merah yang bercahaya samar. Mata mereka tertutup, tapi sesekali berkedut. Ukuran mereka dua kali lipat wolf normal. Cakar mereka panjang dan tajam seperti pisau.

Corrupted Wolves. Rank C.

Razen memberi isyarat diam. Mereka mundur perlahan, menjauhi gua.

Setelah cukup jauh, Razen berbisik. "Ada tiga di luar. Kemungkinan ada lebih banyak di dalam gua."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Ash pelan.

Eveline berpikir sebentar. "Aku bisa menyelinap dan membunub yang di luar satu persatu. Kalau beruntung, mereka tidak bangun. Dan Kalau tidak... kita lari."

"Plan B?" tanya Razen.

"Kita tarik mereka keluar satu persatu, bunuh di tempat terbuka dimana kita punya space untuk manuver."

"Aku suka plan B lebih baik," ucap Ash. "Lebih aman."

"Tapi lebih lama. Dan kalau ada yang selamat di dalam, mereka mungkin tidak punya banyak waktu."

Razen menghela napas. "Keputusan sulit. Tapi ini quest investigasi, bukan penyelamatan. Keselamatan kita lebih penting."

Ash menatap gua itu lagi. Di dalam pikirannya, dia bayangkan ada orang di sana. Terluka. Ketakutan. Menunggu bantuan yang mungkin tidak akan datang.

Seperti tentara Lunaria yang dia lihat di Fort Silvergate. Yang terluka parah, berteriak minta tolong, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kita harus coba selamatkan," ucap Ash tiba-tiba.

Eveline dan Razen menoleh ke arahnya.

"Ash," mulai Razen dengan nada peringatan. "Ini berisiko."

"Aku tahu. Tapi aku tidak mau... aku tidak mau meninggalkan orang-orang jika masih ada kemungkinan mereka masih hidup."

Eveline menatapnya lama. Lalu mengangguk. "Oke. Kita coba. Tapi kalau situasi jadi terlalu berbahaya, kita mundur. Setuju?"

Ash mengangguk. "Setuju."

Razen membuang nafas sambil menggeleng, tapi tersenyum kecil. "kadang aku berfikir siapa yang kesatria di sini. Kalian berdua terlalu idealis. Tapi... Baiklah Aku ikut. Tapi ingat kita butuh rencana yang matang."

Mereka duduk melingkar, mulai menyusun strategi.

---

Lima belas menit kemudian, mereka siap.

Rencana nya sederhana. Eveline akan lempar batu ke arah berlawanan dari gua. Buat suara yang cukup keras untuk tarik perhatian corrupted wolves. Saat mereka pergi cek suara, Ash dan Razen masuk gua, cek jika ada yang selamat, lalu evakuasi cepat.

Kalau ada pertempuran, tangani di tempat terbuka dimana mereka punya keunggulan.

Eveline sudah di posisi. Dia angkat tangan, memberi sinyal.

Tiga.

Dua.

Satu.

Dia lempar batu sebesar kepalan tangan ke semak-semak jauh di sebelah kiri.

KRAK!

Suara ranting patah bergema.

Tiga corrupted wolves langsung bangun. Mata merah mereka menyala. Mereka menggeram rendah, lalu berlari ke arah suara.

"Sekarang!" bisik Razen.

Ash dan Razen berlari menuju gua. Masuk dengan cepat tapi tetap hati-hati.

Dalam gua yang gelap. Bau busuk jauh lebih kuat. Ash hampir muntah tapi dia tetap coba tahan.

Razen menyalakan obor kecil.

Cahaya menerangi interior gua.

Dan mereka melihatnya.

Di sudut gua, seorang pria paruh baya terikat dengan tali kasar. Tubuhnya penuh luka. Darah mengering di wajahnya. Dia pingsan.

Tapi dada nya masih naik turun.

Masih hidup.

"Bawa dia!" ucap Razen sambil sudah mulai potong tali.

Ash bantu angkat pria itu. Tubuhnya ringan, terlalu ringan. Seperti tidak makan berhari hari.

Mereka buru-buru keluar gua.

Tapi saat sampai di luar...

GRRRR!

Tiga corrupted wolves sudah kembali. Dan sekarang mereka marah.

Eveline sudah siap dengan belati di kedua tangan. "Lari tidak memungkinkan! Kita harus lawan!"

Razen turunkan pria yang mereka selamatkan dengan hati-hati. "Ash, kau jaga dia! Kami menghadapi wolves!"

Ash ingin protes tapi dia tahu dia akan cuma jadi beban kalau ikut mele combat.

Jadi dia berdiri di depan pria yang tidak sadarkan diri itu, tangan sudah siap dengan mana.

Tiga corrupted wolves menyerang bersamaan.

Razen maju duluan, pedang terayun. Berbenturan dengan cakar wolf pertama. Percikan api muncul saat metal bertemu cakar yang keras seperti batu.

Eveline menghilang ke balik bayangan, muncul di samping wolf kedua, belati menusuk leher. Darah hitam menyembur. Wolf melolong kesakitan.

Wolf ketiga menuju Ash.

Namun Ash mencoba tetap tenang kali ini. Dia fokus. Ingat latihan dengan Violet.

Satu elemen saja. Api.

Bola api terbentuk. Ukuran sedang. Terkontrol.

Wolf melompat.

Ash lempar bola api langsung ke mulutnya.

BOOM!

Ledakan kecil. Wolf terpental, jatuh dengan kepala terbakar.

Razen sudah bunuh wolf pertama. Pedangnya tertancap di jantung monster itu.

Eveline menikam wolf kedua berkali-kali, gerakan cepat dan presisi. Wolf jatuh, tidak bergerak lagi.

Wolf ketiga yang kepala terbakar masih mencoba bangkit. Tapi Razen sudah di sana, pedang mengayun horizontal.

Kepala wolf terpisah dari tubuh.

Hening.

Tiga corrupted wolves mati.

Mereka bertiga berdiri dengan napas terengah, penuh darah monster, tapi tidak ada terluka serius.

"Kita... kita berhasil," ucap Ash sambil mencoba atur napas.

Eveline langsung cek pria yang mereka selamatkan. "Dia masih hidup. Tapi butuh healer cepat. Ada luka infeksi di lengannya."

Razen mengangkat pria itu dengan mudah. "Ayo kembali ke Vairlion. Cepat."

Mereka berlari keluar hutan, meninggalkan gua dan mayat corrupted wolves di belakang.

---

Dua jam kemudian, mereka sampai di Vairlion.

Langsung bawa pria itu ke healer guild. Healer yang bertugas langsung periksa dengan serius.

"Dia dehidrasi parah, infeksi di beberapa luka, tapi... Masih bisa di selamatkan," ucap healer sambil mulai merapalkan matra. "Kalian datang tepat waktu. Beberapa jam lagi, mungkin akan terlambat."

Ash merasa lega luar biasa. Mereka berhasil. Mereka selamatkan orang.

Setelah lapor ke guild dan dapat bayaran quest plus bonus karna berhasil menyelamatkan korban. mereka bertiga duduk di tavern dekat guild.

Razen pesan ale. Eveline pesan jus buah. Ash cuma minta air putih.

"Hari yang panjang," ucap Razen sambil minum.

"Tapi kita berhasil," tambah Eveline. "Koordinasi kita jauh lebih baik dari sebulan lalu."

Ash mengangguk. "Dan aku tidak meledakkan hutan."

Razen tertawa. "Kemajuan! Kau mulai bisa mengkontrolnya."

Mereka ngobrol ringan, melepas lelah setelah quest.

Tapi di sudut mata, Ash melihat sesuatu.

Sosok kecil berjubah hitam, berdiri di sudut tavern, menatap ke arah mereka.

Jack.

Anak itu menatap Ash dengan tatapan aneh. Seperti... sedih? Simpati? Atau Sesal?

Lalu dia angkat tangan, beri gesture kecil seperti "Kerja bagus!", dan menghilang ke kerumunan.

Ash berkedip. Jack sudah hilang.

"Ash? Kau baik baik saja?" tanya Eveline.

"Iya. Cuma... aku pikir aku lihat sesuatu."

"Kau lelah. Ayo kita pulang setelah ini. Besok baru ambil quest lagi."

Ash mengangguk.

Tapi di benaknya, dia tidak bisa lepas dari tatapan Jack tadi.

Ada sesuatu. Sesuatu yang Jack tahu tapi tidak bisa bilang.

Dan entah kenapa, itu membuat Ash tidak nyaman.

1
Varss V
Terimakasih di usahakan. 👍
anak panda
cepet up thorrr, 🔥🔥🔥

kalau bisa crazy up thor🤭🤭🤭
anak panda
lanjuttt🔥🔥🔥🔥
anak panda
lantorrr thorrrr
anak panda
🔥🔥🔥
Varss V
Di usahakan secepat, dan sebanyaknya ka, kalo suka tolong kasih rating dan like nya ya🙏
anak panda
upp torre
Varss V
oke, makasih
anggita
ikut ng👍like aja, iklan👆.
anak panda
semangat torr
Varss V: Makasih ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!