NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Sebuah mobil berkecepatan tinggi menabrak Dhona. Tubuh Dhona terpental beberapa meter dan berguling-guling di jalan raya. Dhona tidak sadarkan diri. Mobil yang menabrak Dhona melarikan diri.

Orang-orang yang ada di jalan meneriakinya. Ada beberapa orang yang mengejar mobil yang menabrak Dhona sambil merekam video dan mencoba memviralkannya ke media sosial mereka.

Banyak orang mengerumuni Dhona. Ada yang mencek urat nadi Dhona. Dhona walaupun tidak sadarkan diri tapi masih bernapas. Dhona ditolong orang baik. Dhona dimasukkan ke dalam mobilnya.

"Cepat ke rumah sakit terdekat!" Cowok itu meminta temannya untuk mempercepat mobilnya.

Dhona didudukkan di kursi belakang di samping cowok yang menolongnya. Cowok itu mengambil tisu basah. Dengan sangat hati-hati dia menyibak rambut yang menutupi wajah Dhona. Dia membersihkan wajah Dhona yang berlumuran darah.

"Kamu! Kenapa bisa kamu?" Cowok itu gemetar.

Mereka sudah tiba di rumah sakit. Cowok itu keluar dari mobil dan bergegas masuk ke ruangan UGD. Perawat dan dokter segera memberikan pertolongan kepada Dhona. Dan malam itu Dhona dirawat inap di rumah sakit.

"Zayyan, kamu kenal dia?" tanya Rendra.

"Dia, orang yang selama ini aku cari. Aku menemukannya," Zayyan memandangi Dhona yang tertidur dengan alat bantu pernapasan.

Zayyan dan Rendra keluar meninggalkan ruangan Dhona. Dhona mulai tersadar. Dhona perlahan membuka matanya. Dhona merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Dhona melihat seorang perawat masuk ke dalam ruangannya.

Dhona bertanya kepada perawat, apa yang terjadi padanya. Perawat itu bilang, Dhona mengalami kecelakaan. Dhona perlu beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Kepala Dhona baru saja mendapatkan jahitan.

Dhona memegangi kepalanya yang dipasangi perban. Dhona merasakan luka yang masih basah. Perhatian Dhona tertuju ke depan pintu ruangannya saat perawat keluar. Di sana berdiri seorang wanita yang sangat Dhona kenal.

Wanita itu adalah Kepala Divisi Kreatif di kantor Dhona. Sebelumnya Dhona pernah bekerja beberapa bulan di sebuah kantor yang bergerak di bidang periklanan. Di sana Dhona diperlukan seperti pembantu. Dhona dianggap anak baru yang masih belum mengerti apa-apa.

Dhona sering lembur mengerjakan tugas teman-temannya dan tidak pernah dibayar. Ya begitulah Dhona, semua yang dia kerjakan sepenuh hati tanpa meminta imbalan. Dhona terlalu baik dan masih belum mengerti persaingan di tempat kerja yang saling menjatuhkan.

Dan di saat Dhona mengerjakan sebuah konsep iklan, kepala divisinya mencuri ide konsep iklannya. Konsep iklan itu disetujui klien dan Kepala Divisi Kreatif mendapatkan bonus tanpa memberi imbalan dan merasa bersalah kepada Dhona.

Dhona tidak terima. Hasil kerja kerasnya diambil begitu saja. Dhona menemui Kepala Divisi Kreatif untuk meminta pertanggungjawaban. Tapi yang ada, di depan rekan kerjanya, Dhona difitnah mencuri ide konsep iklan demi mendapatkan bonus.

Rekan kerja Dhona marah dan membully Dhona. Dhona anak baru yang mau menjatuhkan Kepala Divisi Kreatif mereka. Dhona dipecat dari kantor.

"Ada apa Dhona? Apa kamu ingin aku menyingkirkan dia untukmu?" bisik Devi.

Dhona hanya diam dan lekat menatap tajam ke arah Bu Apli yang masih terlihat di depan ruangannya.

"Kamu orangnya gak asik. Berdoa saja agar dia berubah. Orang jahat, jika dibiarkan dia semakin jahat. Semoga saja tidak ada lagi Dhona-Dhona yang lain," Devi dengan nada bicara sedikit mengejek.

"Terserah, lakukan apa saja. Aku ingin dia sangat menderita!"

"Ok, laksanakan!"

Dhona tiba-tiba saja tertidur pulas. Devi masuk ke dalam raga Dhona. Devi mulai mengendalikan tubuh Dhona. Devi melemparkan sesuatu ke arah Bu Apli. Lemparan itu berhasil membuat Bu Apli melihat ke ruangan Dhona. Mereka berdua saling bertatapan.

Bu Apli mengakhiri panggilan teleponnya. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Dhona. Tanpa permisi, dia masuk ke dalam ruangan Dhona dan berdiri di sampingnya.

"Dhona, kita bertemu lagi. Ada yang bilang, orang baik nasibnya beruntung. Tapi ada apa denganmu? Kamu dipecat dari pekerjaan. Dan sekarang berada di rumah sakit penuh luka. Sungguh malang," Bu Apli tertawa lepas.

"Bu Apli senangnya di atas penderitaan orang lain. Apa Bu Apli ingin merasakan sakitnya difitnah, dibully?" kata Devi yang sekarang menjadi Dhona.

"Siapa yang berani fitnah saya? Kamu? Ha, ha, ha, siapa yang percaya," Bu Apli semakin lepas tertawa.

Devi menarik tubuh Bu Apli agar lebih mendekat. Devi kini juga mengendalikan tubuh Bu Apli. Tangan Bu Apli melepas alat bantu pernapasan milik Dhona. Bu Apli sedikit berontak dan menolak, tapi dia tidak bisa mengontrol gerakannya.

"Ada apa ini? Tolooooooong!" Bu Apli berteriak tapi sayang suaranya dirubah Devi menjadi suara Dhona.

Tangan Bu Apli mengambil bantal di tempat tidur sebelah Dhona. Setelah melepas alat bantu pernapasan Dhona, Bu Apli menutup wajah Dhona dengan bantal. Bu Apli terus berteriak. Dan teriakannya sampai ke telinga Zayyan dan Rendra.

Rendra menarik bahu Bu Apli. Zayyan melempar bantal yang sebelumnya dipakai untuk menutupi wajah Dhona. Dhona kembali tidak sadarkan diri. Rendra keluar ruangan dan kembali masuk ke dalam ruangan Dhona bersama dokter, perawat dan petugas keamanan.

Dokter dan perawat memeriksa kondisi Dhona yang hampir tidak bisa bernapas. Dhona kembali dipakaikan alat bantu pernapasan. Zayyan dan Rendra melaporkan tindakan Bu Apli kepada petugas keamanan.

"Saya tidak salah Pak. Saya tidak bermaksud membuat Dhona celaka. Ada yang mengendalikan tangan saya," Bu Apli membela diri.

"Di kantor polisi saja, Bu jelaskan," Petugas keamanan rumah sakit membawa pergi Bu Apli.

Baru saja mereka keluar dari pintu ruangan Dhona, Bu Apli berhasil menendang area sensitif petugas keamanan. Di saat petugas keamanan kesakitan, Bu Apli sekuat tenaganya berlari menyusuri koridor rumah sakit.

"Aku tidak mau ke kantor polisi. Tidak!" Bu Apli terus saja berlari.

Setelah beberapa waktu, Bu Apli sama sekali tidak menemukan pintu keluar rumah sakit. Bu Apli sepertinya hanya berputar-putar rumah sakit. Bu Apli berhenti sejenak sambil mengontrol irama napasnya.

"Mau ke mana Bu?" tanya seseorang.

"Bisa minta tolong? Pintu keluar lewat mana ya?" Bu Apli bertanya kepada seorang perawat.

"Tuh di depan sana. Ngapain cari pintu keluar? Mending di sini aja temani saya."

Bu Apli memandangi perawat yang berdiri di depannya. Perawat wanita itu membuka masker wajahnya. Betapa terkejutnya Bu Apli ketika menyadari, yang berdiri di depannya adalah suster setan berwajah rusak.

"SETAAAAAAAAAN!"

Bu Apli kembali berlari. Suster setan itu terus mengejarnya sambil cekikikan di belakang. Bu Apli melihat sebuah pintu kaca besar di depan sana. Tapi pintu itu tidak terbuka. Bu Apli harus segera keluar dari rumah sakit bagaimana pun caranya. Bu Apli tanpa pikir panjang, dia melompat dan menerjang pintu kaca.

PRAAAAAAAANG!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
Al!f
lanjut 💪
Al!f
Tabrak aja sekalian
Al!f
/Tongue/
Al!f
Hadeh, lepas dari Alia ketemu Mak Lampir 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!