NovelToon NovelToon
PETUALANGAN SANG IMMORTAL

PETUALANGAN SANG IMMORTAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyelamat
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: MR.QUINZ

Seorang pemuda biasa yang memiliki mimpi untuk menjadi Kultivator terkuat untuk suatu kedamaian alam semesta

Namun semua itu harus terhalang banyak nya kultivator serakah dan iri pada dirinya.

Karna tubuh spesial dan juga memiliki 4 dantian di tambah lagi dia juaga memiliki garis darah yang sangat kuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR.QUINZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARAPAN YANG SANGAT DI INGINKAN

QIN SHAN menatap lelaki tua di depannya dengan tatapan tidak percaya.

"Senior, apakah anda tidak sedang bercanda?

"QIN SHAN masih tidak percaya kalau tubuhnya saat ini hanya kondisi jiwa.

Lelaki tua yang sedang duduk seketika tersenyum.

Sosoknya menghilang dengan cepat, begitu ia muncul dirinya sudah berada di hadapan OIN SHAN.

Tookk!

"Dasar kamu bocah, apakah menurutmu aku tampak seperti seorang penipu?

" Luo Shen menjitak kepala OIN SHAN dan memarahinya.

OIN SHAN terkekeh dan menggarukkan kepala dengan malu.

"Maafkan aku senior, diriku memang belum pernah mengetahui hal ini."

OIN SHAN memang pemuda yang polos, jadi sangat wajar bila ia tak mengetahui hal seperti ini sering terjadi pada dunia kultivasi.

Luo Shen tidak mempermasalahkannya, ia segera melambaikan tangan dan berbalik.

"Tidak masalah, lupakan saja.

Aku ingin bertanya padamu anak muda, apakah dirimu ingin menjadi seorang kultivator?"

OIN SHAN menganggukkan kepala, ekspresinya sangat begitu yakin.

"Junior memang sangat ingin menjadi seorang kultivator.

Hanya saja, junior sadar dengan kenyataan, kalau seorang manusia sepertiku sepertinya tidak akan pernah bisa!"

"Mengapa?" Luo Shen bertanya.

"Karena... Diriku tidak memiliki bakat, memang di antara setiap manusia sepertiku memiliki nasib keberuntungan, salah satu di antara manusia memiliki bakat untuk berkultivasi, namun tidak dengan ku, junior ini yang hanya seorang sampah tidak berguna!"

OIN SHAN mengungkapkan kalau dirinya seorang pecundang.

"Apakah dirimu menyesal karena telah dilahirkan?" Luo Shen bertanya seraya menyentuh salah satu bahu OIN SHAN.

OIN SHAN menggelengkan kepala pelan. "Tidak, aku sama sekali tidak menyesal.

Aku tidak pernah menyalahkan takdir ataupun kedua orang tua ku.

Bisa hidup dengan keluarga yang lengkap, menurut ku itu sudah lebih dari cukup!"

Kemudian Luo Shen berkata serius kepada OIN

SHAN.

"Mungkin orang tua ini dapat membantu mencapai semua keinginan mu itu, sekalipun kamu tidak memiliki bakat!"

"Senior, apakah itu benar?

" OIN SHAN tampak bersemangat mendengar itu.

Luo Shen menganggukkan kepala. "Benar sekali.

Aku tentu saja dapat membantumu agar dirimu dapat berkultivasi."

Melihat ekspresi Luo Shen yang mencurigakan, OIN SHAN terdiam sejenak, dia mengepalkan tangannya.

"Di dunia ini tidak ada yang gratis, aku sangat yakin pak tua ini pasti memiliki niat tersembunyi di balik kebaikannya, jika tidak mana mungkin dia menawarkan kesempatan bagus seperti ini.

Tidak bisa, aku tidak boleh terjebak dengan omong kosongnya.

" OIN SHAN membatin. "Bocah, apakah kamu sudah memutuskannya?

" Luo Shen bertanya dengan menatap pemuda itu serius.

Meski dalam hatinya menolak, akan tetapi OIN SHAN tetap menunjukkan rasa hormatnya sebagai junior.

"Maaf sekali senior, sepertinya aku tidak pantas

untuk berkultivasi.

Aku memang sudah ditakdirkan menjadi seorang manusia, jika begitu junior pamit pergi!"

Setelah menolaknya secara halus, OIN SHAN berbalik dan melangkahkan kaki hendak pergi.

"Anak muda, kemana kamu ingin pergi?" Luo Shen bertanya.

OIN SHAN langsung berhenti seketika ia teringat tentang dimana dia saat ini.

Menggarukkan kepala dengan malu.OIN SHAN memohon.

"Hehe, senior bisakah anda membawa ku keluar dari tempat ini?

Junior ingin segera pulang. karena hari sudah mulai gelap, dan mungkin ayah dan ibuku sedang menungguku dengan cemas!"

"Baiklah." Luo Shen menyetujuinya.

Yang mengherankan, ketika OIN SHAN menolak ajakannya, pria tua ini seolah tidak perduli sama sekali.

Luo Shen melambaikan tangan, seketika ruang portal lingkaran muncul di hadapan OIN SHAN.

"Ini." GIN SHAN sempat kaget melihat itu.

Namun sebelum OIN SHAN banyak tanya, Luo Shen memerintahkannya pergi.

"Pergilah.

Jika suatu hari kamu merubah pikiran mu, maka temui aku di tempat sebelumnya."

OIN SHAN mengangguk.

Setelah menangkupkan tangan sebagai salam perpisahan, pemuda itu pergi memasuki portal, walau cara dia melangkah masuk agak sedikit waspada.

Melihat OIN SHAN telah pergi, Luo Shen saat itu tersenyum.

"OIN SHAN. Anak muda yang tidak sederhana.

Jika aku berhasil melatih mu di masa depan, mungkin kamu bisa menjadi wadah yang sangat bagus untukku.

" Luo Shen bergumam.

Dirinya mengungkapkan alasan mengapa ia mau membantu OIN SHAN, yang padahal mereka tidak saling mengenal.

Tujuan utama Luo Shen adalah melatih OIN SHAN agar di masa depan kelak, tubuh fisik anak itu bisa menjadi wadah sempurna untuknya.

Memang seperti apa yang dipikirkan OIN SHAN sebelumnya, di dunia ini tidak ada yang gratis.

Karena segala sesuatu yang menguntungkan pasti harus ada bayarannya.

Di atas jurang,0IN SHAN sedang terbaring disana dengan mata terpejam.

Tidak diketahui berapa lama dia menghilang, namun hari sudah mulai gelap.

"Ini."

OIN SHAN pun terbangun, dia bangkit dan

mengucek matanya yang tampak ngantuk.

"Ternyata apa yang aku lihat sebelumnya bukanlah mimpi, pak tua itu memang benaran nyata.

Aku sangat penasaran tentang siapa pak tua itu sebenarnya?

"OIN SHAN berpikir selama beberapa detik.

Hingga di tengah pemikiran itu dia tersentak kaget.

"Astaga, aku lupa! Hari sudah mulai gelap, ayah dan ibu pasti sedang menungguku kembali!"

OIN SHAN buru-buru bangkit.

Setelah mengambil barang-barangnya, dia pun pergi untuk pulang ke rumah.

Whoosss!

Sementara ketika OIN SHAN baru saja pergi meninggalkan tempat itu. sesuatu yang bercahaya keemasan melesat keluar dari dalam jurang.

Tidak di ketahui mengenai wujud benda tersebut, namun seberkas cahaya seukuran kepalan tangan melesat pergi menuju ke kejauhan dan menghilang.

Pada malam harinya, OIN SHAN duduk berdua dengan ayahnya di kursi makan.

Di atas meja di depan mereka terdapat lauk dan sayur-sayuran yang cukup sederhana.

"THANG SHAN, bagaimana pekerjaan mu hari ini, apakah itu cukup melelahkan?

" Sang ayah bertanya.

OIN SHAN tersenyum menggelengkan kepala.

"Tidak ayah, THANG SHAN tidak merasakan lelah ataupun bosan, malahan THANG SHAN merasa sangat senang, karena di Sekte Hengyue THANG SHAN dapat berbicara dengan seorang teman."

OIN SHAN terpaksa berbohong dan pura-pura menyukai pekerjaannya agar sang ayah tidak mengkhawatirkannya.

Karena setiap yang orang tahu, tidak ada suatu pekerjaan yang tidak melelahkan kecuali tidur.

Sang ayah terdiam mendengar itu, meski OIN SHAN berkata begitu, akan tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, sang ayah merasa dirinya itu merupakan kepala keluarga yang tidak berguna.

Karena dia telah mengorbankan masa muda putra tunggalnya hanya untuk bekerja setiap hari.

"THANG SHAN, maafkan ayah mu ini yang telah gagal menjadi seorang pria. ayah memang tidak bertanggung jawab."

Sang ayah menundukkan kepala menghadap OIN SHAN, seolah dia sedang meminta maaf dengan tulus.

OIN SHAN kaget dan buru-buru menyangkalnya.

"Tidak ayah,THANG SHAN sama sekali tidak pernah menyalahkan mu.

Aku seorang anak laki-laki, jadi sudah menjadi tanggung jawab ku untuk membantu kalian."

Pada saat yang bersamaan, ibu OIN SHAN tiba

dengan membawa semangkuk nasi.

Dan pada saat itu juga, sikap ayah dan anak kembali seperti biasa, seolah tidak pernah ada pembicaraan di antara mereka berdua.

"Suami, THANG SHAN, ada apa dengan kalian?

"Sang ibu penasaran dengan sikap suami dan putranya itu, mereka tampak tidak seperti biasanya.

OIN SHAN menggelengkan kepala tersenyum.

"Tidak ada ibu. putra mu ini hanya sedang lapar!"

OIN SHAN mengalihkan perhatian dengan mengambil semangkuk nasi dari tangan ibunya.

Sang ibu hanya tersenyum melihat tingkah laku putranya.

Sesaat sesudah menikmati makanan, sang ibu berbicara kepada OIN SHAN.

"Anak nakal, jawab pertanyaan ibu dengan jujur, apakah kamu masih memiliki angan-angan untuk menjadi seorang kultivator?"

"Ibu, aku.." OIN SHAN langsung terdiam.

Melihat sikap putranya seperti itu, sang ibu memberikan semangat.

"Mimpi mu tidak salah, setiap orang pasti memiliki keinginan masing-masing dan kamu juga berhak memiliki mimpi.

THANG SHAN putra ibu, bila suatu hari kamu

berhasil mewujudkan mimpi mu, ibu dan ayah ingin kamu membawa pulang seorang menantu perempuan, kami sangat ingin mempunyai seorang menantu yang merupakan seorang kultivator."

Sang ayah juga ikut menyahutnya. "Apa yang dikatakan ibumu itu benar.

Mungkin kami sudah tua, usia kami tidak sama seperti mu.

Bila suatu hari ayah dan ibu pergi meninggalkan mu selamanya, ayah dan ibu ingin ada seseorang yang dapat mengerti perasaanmu, mencintai mu dengan tulus.

Dengan begitu, jika usia kami nantinya telah mencapai akhir, kami bisa pergi dengan tenang dan tidak memikirkan bagaimana keadaan mu nanti!"

OIN SHAN mengangguk.

"Sebaiknya kalian jangan mengatakan hal tersebut, waktu masih panjang, masih ada begitu banyak kesempatan di masa depan bagi THANG SHAN untuk terus bersama kalian.

Bagiku di dunia ini tidak ada yang paling berharga selain kalian, ayah. ibu.

THANG SHAN sangat menyayangi kalian,"

1
Iwan Duan
Lanjoooooootkan Thor
XIAO WANG LIN TIAN
cerita apaan dah ini kagak jelas banget sumpah
Nanik S
Sehat selalu Tor dan tetap semangat
Nanik S
Seru beneran keren..... 👍👍👍
Nanik S
Maaf Tor Aku ganti akun dan mohon lanjutkan Cerita ini
Nanik S
Maaf ganti Akun Tor.
Hilarus Ratuanik
ceritanya amburadul tidak tau. ujung ceritanya...?
Independent 2020
novel dari apk sebelah
Jaga kesehatan dan upnya Gas Poool Tor 🙏
Qin Shan... bisa jadi kaya... panen besar
Semakin seru Tor
Kabul Tohari
Luar biasa
Apakah bantuanya akan segera datang... Qin Shan... Lawan mereka semua
Tor... lanjut terus dan Gas Poool
Kemana Qin Shan
Juan Arif
ga jelas alur ceritanya
siapa yg dpt buah misteri
Semakin seru dan alur ceritanya bagus
Jaga kesehatan 🙏 dan terus Up
Barang yg mengandung Roh pasti memiliki kesadaran dan akan mencari tuanya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!