Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Ke Bumi
Hari pertama, paruh waktu siang mendapatkan 32 pelanggan, tidak termasuk 10 orang rombongan Zahed dari serikat bebas. Selanjutnya, paruh waktu malam berhasil mendapatkan 50 pelanggan. Totalnya adalah 82 pelanggan.
Total pendapatan hari ini adalah 4100 dollar. Yang langsung masuk ke dalam akun restoran permata ungu. Akun tersebut berada di bawah kendali Leon, dengan Viona juga diberikan sejumlah akses.
Leon juga sudah membatasi saldo maksimum harian akun restoran permata ungu, yaitu 10.000 dollar. Setiap pukul 7 pagi, saldo berlebih dalam akun tersebut akan ditransfer ke akun pribadi Leon, menyisakan 10.000 yang dapat digunakan Viona dalam biaya operasional restoran.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk."
"Bagaimana kabarnya hari ini Viona?"
Mendengar suara Leon, Viona teralihkan dari laptopnya dengan wajah tersenyum.
"Hari ini dimulai dengan cukup baik pak."
"Terdengar bagus."
Leon tiba pukul 12 siang dan juga sudah melihat keadaan restoran cukup ramai. Apa yang sebenarnya ditanyakan Leon adalah kabar Viona, bukan kabar restoran ini.
'Hahhh, sungguh sulit menggoda wanita berjiwa pekerja keras.'
Tanpa basa-basi, Leon mengangkat topik yang ingin diberitahukan kepada Viona.
"Mulai besok, saya berencana bepergian selama satu minggu. Apakah kamu sudah bisa menangani semuanya?"
Sebelum masuk ke ruang manager, Leon sudah mengisi ulang stok persediaan bahan di gudang.
Gudang berada di lantai dua. Dua buah ruangan 4x5 meter yang terletak berdampingan di seberang ruang kerja Viona.
Untuk menyimpan bahan yang mudah membusuk seperti sayuran, terdapat beberapa freezer khusus yang harganya cukup mahal. Semua itu telah disusun di satu area dalam gudang sambil dialiri listrik. Freezer tersebut bahkan memiliki fungsi pengalihan ke daya baterai jika terjadi masalah dengan arus listrik, dengan energi baterai yang dapat bertahan selama satu hari penuh.
"Saya akan mengusahakan yang terbaik pak."
"Bagus. Saya tidak menggunakan mobil untuk bepergian. Jadi mulai besok, kamu bisa memanggilnya dari tempat tinggal saya."
"Tentu pak Leon. Terimakasih."
Leon belum berencana untuk bepergian ke luar kota, melainkan untuk kembali ke bumi. Sebenarnya jika hanya melalui pendapatan restoran saat ini, Leon masih akan mengalami kerugian untuk membuka gerbang portal yang memakan biaya 30% energi baterai sistem, plus 1% per detik selama portal terbuka.
Bagaimana tidak? Biaya pengisian ulang baterai adalah 1000 gram kristal hijau per 1% baterai. Jadi, sekali pembukaan gerbang portal akan memakan kristal mana sebesar 30.000 kristal hijau.
Tentu Leon juga dapat mengisi ulang baterai tanpa menggunakan kristal mana, dengan cara menyerap mana dari lingkungan sekitar kemudian mengalirkannya ke dalam bola hitam di dalam jiwanya. Namun kultivasinya masih sangat rendah. Belum lagi kandungan mana di planet Galea lebih tipis dibandingkan dengan bumi.
Jika Leon tidak mengkhawatirkan ibu dan adik perempuannya di bumi, dia tidak akan segera pulang. Tapi dia takut mereka akan menjadi khawatir jika Leon tidak memberi kabar terlalu lama.
Setelah meninggalkan restoran dalam perawatan Viona, Leon langsung menuju serikat bebas.
"Selamat datang di serikat bebas. Tolong sebutkan kebutuhan anda pak."
"Saya sudah membuat janji pertemuan dengan pak Zahed siang ini. Apakah pak Zahed sudah kosong?"
"Nama anda?"
"Leon Gerald."
"Baik pak Leon, harap tunggu sebentar."
Setelah berkomunikasi lewat telepon, staf cantik itu segera memberitahu Leon.
"Pak Zahed sedang kosong pak. Anda dapat pergi menemui pak Zahed di ruang 2C."
"Terimakasih."
Di dalam ruangan, Zahed langsung menyapa kedatangan Leon.
"Saya sudah menyiapkan sejumlah emas batangan 100 gram sesuai yang anda sebutkan sebelumnya. Jadi berapa banyak yang ingin anda beli?"
Setelah berbasa-basi singkat, Zahed kemudian bertanya terkait kedatangan Leon ke serikat bebas.
"Untuk saat ini, saya bermaksud membeli 10."
"10 batangan 100 gram, dengan total 1000 gram. Biayanya adalah 100.000 dollar."
Tanpa ragu, Leon mentransfer jumlah tersebut melalui gelang EP. Sisa saldo di dalam gelang EP nya semakin menurun. Namun Leon tidak perlu khawatir karen restoran permata ungu sudah mulai berjalan.
Terlebih lagi, Leon dapat mengkonversi koin bintang menjadi kristal mana, lalu menjualnya ke serikat bebas jika memang sangat membutuhkan mata uang dollar Fred.
"Tidak perlu menunggu besok. Sebaiknya aku langsung kembali."
Di dalam kamar, Leon sudah bersiap untuk kembali ke bumi. Namun sesaat sebelum membuka portal, Leon teringat perjalanan melalui portal sebelumnya ketika dia tiba di sisi lain dengan keadaan telanjang bulat. Dia memutuskan untuk menyimpan gelang EP ke dalam inventory.
Sebagai bentuk penegasan. Leon memutuskan untuk tetap berpakaian. Jika dia sampai di bumi dalam keadaan telanjang bulat, maka hal itu memang merupakan pengaturan dari gerbang portal itu sendiri.
Ketika portal muncul, tanpa banyak waktu Leon langsung melangkah maju. Kemudian dia buru-buru menonaktifkan portal. Jangan sampai energi baterai terbuang sia-sia.
"Jadi memang pengaturan portal itu ya... Atau mungkin ini merupakan pengaturan master demi mencegah penyebaran virus zombie di bumi?"
Melihat sekeliling ruangan, Leon kembali ke tempat yang sama sebelum dia membuka portal ke planet Galea. Ponsel dan pakaiannya tersebar di lantai.
Berarti dugaan Leon tepat sasaran! Selain Leon, baik itu makhluk hidup maupun benda mati tidak diizinkan untuk melewati portal.
"Halo kak Sonya."
"Halo Leon. Tumben sekali kamu meneleponku."
"Hehehe. Apa kak Sonya lagi di toko?"
"Iya, ada apa?"
"Aku mau ke sana kak. Aku mau menjual emas."
"Itu hebat! Datang saja kemari. Akan kakak tunggu."
"Oke kak Sonya."
Sonya merupakan kakak perempuan dari salah satu sahabatnya. Awalnya, rumah mereka saling berdekatan. Namun setelah kematian ayah Leon delapan tahun yang lalu, Leon serta ibu dan adiknya pindah dari rumah mewah yang semula mereka tempati.
Pada saat itu, kedua orang tua Sonya juga turut membantu memberikan Leon dan adik perempuannya beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang tengah mereka jalani. Kebetulan, pemilik yayasannya adalah kakek Sonya.
"Benar, aku harus memastikan tidak ada virus yang menempel pada emas batangan di dalam inventory."
Berdasarkan apa yang Leon ketahui, terdapat jenis virus yang memasuki kondisi mati, kemudian memasuki kondisi hidup kembali ketika berada di dalam tubuh makhluk hidup. Leon tidak tahu apakah virus REX Z-3 termasuk dalam jenis tersebut.
Jika itu termasuk, maka akan sangat berbahaya! Ketika virus dalam kondisi mati menempel pada emas di dalam inventory, kemudian emas keluar dari inventory dan menyentuh makhluk hidup, maka virus zombie akan mulai bermunculan di bumi. Jika hal itu terjadi, Leon akan bertanggungjawab terhadap wabah zombie yang tersebar di bumi!
Menggunakan menu analisis, Leon dengan hati-hati membaca seluruh hasil analisis masing-masing emas batangan.
"Untungnya tidak ada virus zombie di sana."
Setelah menghela nafas lega, Leon mengeluarkan sepeda motornya dari garasi. Kemudian berangkat menuju toko emas milik kak Sonya.
"Tidak ada sertifikat?"
"Apa itu masalah besar kak?"
"Tidak juga, tapi harganya akan berbeda."
"Aku tidak masalah dengan itu."
Mesin sensor menunjukkan hasil emas batangan Leon merupakan emas 24 karat. Ini menunjukkan tingkat kemurnian emas tersebut. Karena emas merupakan logam yang lunak, diperlukan campuran logam lain untuk mengeraskannya menjadi perhiasan ataupun emas batangan. Hasil analisis sistem bahkan menunjukkan kandungan emas dalam emas batangan Leon lebih dari 98%, yang sangat tinggi.
Setelah menjual 1 emas batangan 100 gram, Leon menerima uang lebih dari 200 juta rupiah melalui rekening bank.
"Hahahahah, akhirnya kini aku tidak perlu khawatir lagi kekurangan uang!"
Wajah yang dia tahan sejak berada di dalam toko emas, akhirnya berubah menjadi tawa sambil mengendarai motor di jalan raya.