Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2 tidak menyadari
“Sus, tolong stop sekarang juga," ucap Soraya meminta suster untuk melepaskan alat-alat di tubuhnya.
“Nona, ini tidak bisa dilepaskan secara paksa. Akan berbahaya untuk anda," jawab suster tersebut yang berusaha menenangkan Soraya.
“Tapi, aku harus menjemput anakku, Sus," balas Soraya, karena panik, sekarang Soraya Sudah menangis, karena memba membayangkan Kirea menunggunya.
“Apa tidak ada keluarga yang bisa di hubungi?” tanya suster yang merasa iba dengan Soraya.
“Tidak ada, aku di sini sendiri," jawab Soraya. ”Kumohon, Sus, biarkan aku keluar sekarang juga.” Soraya benar-benar memohon pada suster.
“Nona, bagaimana jika anak anda di jemput oleh temanku?” tanya suster yang memberikan solusi pada Soraya.
”terimakasih, suster. Aku rasa itu ide yang bagus," ucap Soraya, dia langsung menyebutkan nama sekolah Kirea. Walaupun merasa tidak enak, tapi Soraya tidak punya pilihan lain.
“Sudah Nona Aku sudah menelpon temanku dan semoga secepatnya dia bisa sampai di sekolah," ucap suster membuat Soraya menghela nafas lega, dia sudah memberitahu teman suster itu di mana letak menjemput Kirea, dan juga sudah mengirimkan foto Kirea, tentu saja Soraya akan memberikan imbalan uang untuk teman suster itu.
Setelah suster pergi, Soraya menyandarkan tubuhnya ke belakang dia memejamkan matanya, berusaha mengatur nafasnya yang sempat tidak beraturan.
“Maafkan Mommy Kirea."
Seberapa pun rasa sakit yang di rasakan oleh Soraya di hidupnya, tapi ada yang sangat membuat Soraya bersyukur, di mana Kirea sama sekali tidak pernah membuatnya pusing, tidak pernah protes apa pun, gadis kecil itu seolah mengerti dengan kehidupan yang mereka jalani.
****
Kirea yang sedang bersembunyi terus melihat ke arah gerbang, berharap ibunya segera datang dan berharap juga mobil Mario segera pergi.
Jika hari-hari biasa dia melihat Mario datang ke sekolah, Kirea tidak akan terlalu takut karena dia selalu bersama ibunya, karena Soraya selalu menjemputnya tepat waktu. Tapi, sekarang ketika tidak ada Soraya, ketakutan Kirea menjadi berkali-kali lipat.
Saat fokus menunggu ibunya, tiba-tiba Kirea membekap mulutnya, dia Hampir saja berteriak ketika melihat serangga di dekatnya, dia berusaha untuk tetap diam di tempat tapi tidak bisa, sebab serangga itu semakin maju ke arahnya. Hingga tanpa sadar, Kirea berlari dan
Bugh
Kirea terjatuh, dia menabrak sebuah pilar di depannya, dan ketika mendengar pekikan dari samping, Mario langsung menoleh dia menatap datar pada Kirea yang mengaduh kesakitan, bahkan kening gadis kecil itu langsung membiru. Tapi Mario sama sekali tidak peduli, dia bahkan langsung menoleh ke arah depan lagi untuk mencari Naina, dan tidak berniat sama sekali untuk membantu Kirea berdiri.
Wajah Kirea benar-benar sangat mirip dengan Soraya, bahkan tidak ada satupun yang bagian mirip dengan Mario, hingga Mario benar-benar Tidak mengenali bahwa Kirea adalah putrinya sendiri.
Beberapa saat kemudian
”Kau Kirea?” tiba-tiba terdengar suara seorang wanita, hingga akhirnya Kirea yang masih merasa kesakitan dan duduk di lantai mengangguk.
“ Bibi Siapa?" tanya Kirea yang menatap wanita di depannya dengan bingung.
“Kenapa ada di lantai?” Alih-alih menjawab pertanyaan Kirea, wanita itu langsung bertanya dan mengulurkan tangannya pada Kirea membantu gadis kecil itu untuk berdiri.
Rupanya, wanita itu adalah teman perawat yang tadi dimintai tolong untuk menjemput Kirea.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Lelga.
“maaf Bibi siapa, Kenapa Bibi tahu namaku?” Kirea kembali bertanya hal yang sama, karena dia benar-benar bingung siapa orang di depannya ini, hingga pada akhirnya Lelga pun memberitahukan semuanya, membuat Kirea menghela nafas, karena dia bisa keluar secepatnya dari sekolah.
Aku up 3 bab gengs scroll
Ingat dah kena strok